De første 200 linjer.
"Suatu hari di musim semi yang cerah saat kita tidak bisa tetap di kelas"
Apa?
Kamu ingin tim mencapai babak 16 besar, bukan?
Semoga tim berhasil - Kalian sedang apa?
ke perempat final.
Hei, ada apa? - Ayo ke halaman sekolah.
Tiba-tiba sekali. - Kami baru sampai.
Hari ini... - Kalian tidak tahu?
Apa maksudmu? - Festival sepak bola
yang menentukan suasana global
dan membuat jantung kita berdebar. - Benar.
Piala Dunia yang diselenggarakan Amerika Utara-Tengah 50 hari lagi.
Korea!
Kali ini,
Piala Dunia tahun ini diselenggarakan oleh tiga negara,
yaitu Amerika, Meksiko, dan Kanada,
untuk kali pertama dalam sejarah pertandingan sepak bola.
Kalian menantikannya, bukan? - Tentu saja.
Di saluran mana kita bisa menonton pertandingannya?
Di mana kita harus menontonnya? - Kyung Hoon.
Menurutmu di mana? - Di mana kita harus menontonnya?
Kamu harus menonton pertandingannya dengan istrimu.
Kamu harus menontonnya di kanal tempat istrimu bekerja.
Tentu saja, kamu harus menontonnya di JTBC.
JTBC! - JTBC!
Cocok dengan iramanya. - Tentu saja.
Untuk liputan paling menarik dan dinamis,
tontonlah Piala Dunia di JTBC! - JTBC!
Aku akan siarkan pertandingannya. - Bagaimana caranya?
Kurasa aku harus mendiskusikannya dengan mereka.
Kamu mengumumkannya dahulu? - Benar.
Semua pertandingan dijadwalkan untuk pagi hari, waktu Korea.
Itu sempurna. - Akan tayang pukul 10 atau 11.00.
Maksudku, babak penyisihan. - Pemain di Korea dan luar negeri
akan bermain... - Hei, kami sudah datang.
Kalian harus fokus! - Jong Seo datang.
Penyanyi senior legendaris datang.
Kyun Sung! - Penyanyi senior legendaris.
Kombinasi yang tidak terduga!
Kami akan perkenalkan diri. - Bagaimana mereka bisa bersama?
Kami dari SMA Menaklukkan Dengan Nada Tinggi.
Aku Kim Jong Seo, sudah bernyanyi di nada asli selama 30 tahun.
Kim Jong-seo! - Luar biasa.
Aku sudah aktif sebagai anggota Noel selama 24 tahun
tanpa mengganti satu anggota pun. Aku Kang Kyun Sung.
"Kang Kyun Sung telah menjadi anggota Noel selama 24 tahun"
Aku diva nada tinggi. Sama seperti Godiva,
nada tinggiku seperti cokelat hitam. Aku Lim Jeong Hee.
Aku Nada Tinggi Bersambung, Wendy.
Itu bagus. Wendy datang. - Wendy.
Ini acara pertamaku - Ya?
sejak selesai wajib militer.
Aku merasa sangat terhormat. - Benarkah?
Aku vokalis utama Wanna One
dan ahli nada tinggi. Aku Kim Jae Hwan.
Wanna One! - Selamat datang!
Kalian tampak luar biasa. - Sungguh deretan tamu yang beragam.
Melihat mereka, aku menyadari - Jae Hwan, ayo ke belakang.
bahwa salah satu tamu belum pernah datang ke acara ini.
Benar. - Satu orang datang 10 tahun lalu.
Ya, salah satunya. - Deretan tamu hari ini beragam.
Bukankah begitu? - Kamu benar.
Kyun Sung, kamu luar biasa saat ke sini sepuluh tahun lalu.
Kamu ingat itu? - Aku ingat itu.
Begini... Dahulu... - Dia luar biasa.
Kamu melompat-lompat
memegang palu mainan, bukan? - Dia memukul kita dengan palu itu
dengan ekspresi aneh di wajahnya. - Kamu tahu...
Itu masih episode legendaris. - Kami...
"Kyun Sung datang ke acara ini dengan rambut panjangnya yang lemas"
"Memukul"
"Tertawa histeris"
"Dia mengayunkan palu mainan seperti bermain Whac-A-Mole"
"Dia membuat seluruh kelas kacau dengan kegilaannya yang indah"
Sepertinya aku sudah keterlaluan. - Dia tampak menakutkan.
Tidak. - Jadi, aku...
Itu tidak benar, Kyun Sung.
Aku sangat khawatir. - Caramu bertindak di episode itu
membantu acara kami menemukan identitasnya.
Benarkah? - Ya.
Alih-alih palu mainan, tatapan Kyun Sung lebih menakutkan.
Tatapannya menakutkan. - Benar.
Dia tampak benar-benar gila. - Benar.
Dia tampak sangat stres. - Benar sekali.
Palu mainannya masih ada. - Apa?
Cobalah memukul Jong Seo. - Kita punya palu mainan?
Itu bukan... Bagaimana bisa aku - Benar. Silakan.
memukul penyanyi seniorku? - Kita semua teman di sini.
Makin tua, tubuhku makin kecil. Itu ide buruk.
Omong-omong, Sang Min, kamu ingat?
Dia dan aku punya kenangan indah - Kurasa itu mungkin saja.
semasa SMA.
Kamu dan aku? - Ya.
Semasa SMA? - Maksudku, saat aku SMA.
Saat kamu SMA?
Di samping Gedung 63... - Ya?
Kamu tidak ingat? - Di samping Gedung 63?
Apa...
"Mari kembali ke sepuluh tahun lalu"
"Kyun Sung menanyakan hal yang sama kepada Sang Min"
"Aku tidak ingat"
Kita tak pernah bertemu saat itu. - Apa?
Namun... - Kamu tidak ingat?
"Kamu tidak ingat itu?"
Kenapa kamu marah kepadaku?
Kenapa kamu memukul mejaku?
Karena kamu duduk di depan.
Ini mejaku.
Pukul meja Sang Min saja. - Tidak seperti itu.
"Mereka mengulangi adegan legendaris setelah sepuluh tahun"
Wendy dan Jae Hwan - Itu lucu.
sudah lama tidak datang ke acara ini.
Mereka sebelumnya datang ke sini - Benar.
dengan anggota grup mereka.
Mereka tidak bersama hari ini. - Bagaimana perasaan kalian
berada di sini sendirian tanpa anggota grup kalian?
Saat aku datang ke sini dengan anggota grupku,
aku bisa mengandalkan mereka. - Benar.
Hari ini, aku akan mengandalkan penyanyi seniorku di sini.
Benar. - Kamu bisa andalkan kami, Jae Hwan.
Semoga aku akan bersenang-senang. - Itu bagus.
Aku gugup karena anggota grupku tidak ada di sini bersamaku,
tapi di saat bersamaan, aku sangat bersemangat.
Begitu rupanya. - Ya.
Kalau kamu, Jae Hwan? - Saat dia di sini 10 tahun lalu,
Wendy membuatku menangis. - Benar.
Nanti kubuat kamu menangis lagi. - Sesi konseling?
Saat menjalani konseling... - Dia meminta saran?
Saat kita bicara empat mata, kamu membuatku menangis.
Benar. - Ya, benar.
"Sepuluh tahun lalu, selama sesi konseling"
"Wendy membombardir Ho Dong dengan pujian"
"Aku malu hingga rasanya ingin menangis"
"Mengambil tisu"
"Kamu harus tahu kalau kamu orang baik"
"Hiburan tidak terduga Wendy membuat Ho Dong menangis"
Aku mendapat pujian dari banyak pemirsa setelah itu.
Benar.
Itu terlalu... - Omong-omong, sudah jelas
kita syuting episode spesial. - Energinya...
Ini episode spesial nada tinggi.
Benar. - Semua tamu kita di sini
pandai menyanyikan nada tinggi. - Mereka semua ahli nada tinggi.
Ya, mereka semua ahli. - Benar.
Perbedaan usia kalian jauh. Apa kalian dekat?
Untuk Jeong Hee, - Ya?
dia dan aku pernah dinaungi JYP Entertainment.
Kami sudah saling mengenal - Kalian dekat.
sejak masih menjadi peserta didik.
Dia vokalis terbaik di antara kami.
Seperti itulah dia bagi kami.
Aku tersanjung. - Dia juga cantik.
Ya, ampun. - Kepribadiannya juga bagus.
Astaga. - Jadi, semua peserta didik lain...
Maksudku, jelas, kami semua... - Ya?
Kalian ingin menjadi seperti dia? - Kalian...
Kami semua menghormatinya.
"Dia populer di kalangan peserta didik"
Semua berusaha menjadi sepertinya. - Kamu bisa berhenti di sini.
Meskipun dia orang baik dan penyanyi yang hebat,
kami punya sedikit cerita yang menyakitkan.
Apa? - Kenapa?
Cerita saat kamu masih pemula? - Aku tidak bisa...
Aku tidak bisa menceritakannya sendiri.
Jong Seo... - Dia peserta didik...
"Ceritanya sudah lama sekali"
Jong Seo... - Itu pasti sudah lama sekali.
Jika Jong Seo masih peserta didik...
Kapan maksudnya?
Saat itu pasti tepat setelah Perang Korea.
Ayolah. Itu omong kosong. - Sejak Perang Korea...
Periode akhir Dinasti Joseon. - Jangan begitu kepada Jong Seo.
Saat itu awal periode modernisasi.
Periode modernisasi awal? - Di Dinasti Joseon?
Sekitar Reformasi Gabo tahun 1894.
Awal periode modernisasi. - Astaga.
Ceritakan kisahmu.
Aku tidak bisa menceritakannya.
Itu kenangan menyakitkan bagiku, bukan baginya.
Aku berkompetisi di acara saat para kontestan memakai topeng.
Aku menang enam kali berturut-turut.
Karena aku menang enam kali berturut-turut,
aku merasa santai, tidur siang di ruang tungguku sebelum syuting.
Syutingnya dimulai
dan aku sadar peserta itu Jong Seo.
Aku mengerti arah pembicaraan ini. - Orang yang akan kulawan.
Aku sangat berharap bisa melanjutkan kemenangan beruntunku.
Namun, akhirnya aku melepas topengku
Dia akhiri kemenangan beruntunmu? - Ya.
Jong Seo mengakhiri kemenangan beruntunku.
Aku merasa tidak enak.
Jong Seo, kamu kalah dari siapa?
Aku tidak ingat.
Tentu saja. - Kamu tidak ingat itu?
Aku menolak... - Kamu tidak kalah,
tapi menyerahkan takhta. - Aku menolak mengingatnya.
Kalian harus menjalani proses pendaftaran sekarang.
Sudah siapkan sesuatu, bukan? - Ya, sudah.
Ya, kami menyiapkan sesuatu. - Bagus.
"Berjalan dengan lesu"
No comments yet. Be the first to leave one.