De første 200 linjer.
Liu Asi! Liu Asi!
Liu Asi! Liu Asi!
Liu Asi!
Ada anak yang hilang lagi.
Anak siapa?
Pemburu Zhang yang menyembelih kambing di kota,
Anaknya tiba-tiba menghilang di tengah malam.
Ibu anak itu hampir buta karena menangis.
Kau teringat lagi pada anakmu?
Dia sudah menghilang sangat lama
Mengapa tidak melahirkan satu anak lagi?
Pergi.
Kalau kau bicara sembarangan lagi
akan kucincang dan kujual bersama dengan daging ini.
Hidupmu memang lebih nyaman.
Ada kabar aneh di Kota Hong Kabupaten Yao,
Anak hilang membuat orang khawatir.
Orang tua mencari-cari sampai kaki patah
Tidak menemukan kaki seribu yang menculik anak
Anakku!
Di mana kau?
Bagaimana Ibu bisa hidup.
Setiap hari hanya bisa menangis.
Memangnya aku tidak mencarinya?
jangan menangis terus.
Lalu apa kau sudah menemukannya?
Apa kau sudah menemukannya
Aku...
Bagus!
Terima kasih, Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih, Terima kasih.
Terima kasih.
Ramalan wajah Qimen Ribuan wajah ribuan jiwa.
Siapa lagi yang mau memecahkan masalah?
Aku ingin meramal.
Saudara.
Kedua garis di pangkal hidungmu seperti jarum.
Kam bisa membahayakan keluargamu.
Wah Musibah besar akan tiba,
Kau akan masuk penjara dan nyawamu terancam.
Sembarangan.
Kupukul kau dengan buah ini.
Lihatlah buahmu ini,
Buahnya berbiji dan sebutir biji melekat di luar.
Sebutir biji di samping buah berarti yatim.
Kau punya anak tapi tidak beruntung.
Rupa ini menunjukkan bencana berasal dari anakmu.
Apa perkataanku benar?
Benar Perkataanmu, benar sekali.
Sembarangan.
Semua orang di Kota Hong tahu aku kehilangan anak.
Kau tidak perlu mencari kesempatan menyindirku.
Sepertinya kau minta dihajar, Keluar.
Tidak mau.
Keluar kau!
Yoh Lepaskan aku
Tidak mau.
Kupukul kau!
Pergi kau.
Minggir.
Kura-kura melepas tempurung
Air kencing, Rasakan.
Ayo sini, Sini.
Jangan lari.
Tali Naik Surga.
Wah, Hebat sekali.
Ini dewa hidup.
Ini manusia dewa
Akan kubuat kau pusing
Aku bergerak, Aku mengayun.
Aku akan membuatmu jatuh.
Turun kau!
Tidak mau, Kau saja yang naik.
Turun kau!
Aku tidak mau turun, Aku ingin kau kesal.
Bagus Bocah Siapa namamu?
Aku tidak pernah merahasiakan namaku, Namaku Shisan.
Baiklah, Wajah Keledai ingatlah ini.
Aku akan memukulmu sekali tiap bertemu denganmu.
atau aku akan jadi anakmu.
Bagus.
Kau yang wajah keledai.
Kau yang wajah keledai.
Anak hilang Istri ribut
Bahkan peramal berwajah keledai juga mengejekku.
Bos.
Antarkan arak.
Asi Hari sudah malam.
Lekaslah pulang.
Aku tidak mau pulang, Aku mau minum arak.
Ambilkan arak untukku
Aku masih mau minum.
Jangan minum lagi.
Kami juga turut sedih atas hilangnya anakmu.
Keluargamu akan hancur jika kau terus seperti ini.
Pulanglah ke rumah dan beristirahat.
Istrimu sedang menunggumu di rumah.
Ayolah.
Minum, Minum, Aku mau minum.
Aduh, Ayo kita pergi.
sini.
ayo, pelan-pelan.
Pelan-pelan, Ayo.
Ayo.
Aku akan minum di kabupaten jika kau melarangku.
Aduh, Pelan-pelan Asi.
Pelan-pelan.
Pelan-pelan.
Aduh, Kau salah.
Rumahmu di sebelah sana.
Dasar Asi ini
Saudara.
Saudara.
Nak.
Nak.
Bangun.
Bangun, Bangun.
Hei, Cepat.
Liu Asi, Sialan kau.
Itu putraku.
Lepaskan.
Astaga.
Liu Asi, berani sekali kau.
Kasus anak hilang yang kerap terjadi di kabupaten
Ternyata ulahmu.
Tidak ada hubungannya denganku.
Pagi ini aku sempat dengar dia bilang,
mau mencincang seorang anak
lalu dicampur dengan isian daging untuk dijual.
Dengarkan penjelasanku, Sungguh tak ada hubungannya denganku.
Kalau tidak ada hubungannya denganmu lalu siapa?
Tangkap dia!
Tidak ada hubungannya denganku.
Itu kelabang, Bukan aku.
Kau belum puas membunuh babi dan kambing,
sekarang masih ingin makan manusia ya?
Bawa pergi.
Fitnah Sungguh tidak ada hubungannya denganku.
Apa yang kalian lihat? Ikut denganku.
Lapor Kepala Polisi.
Luka pada jenazah tidak kurang dari seratus.
Tidak seperti ulah manusia.
Lebih seperti bekas gigitan cacing atau semut.
Selain itu bagian luka membengkak dan menghitam.
menunjukkan tanda-tanda terkena racun.
Disimpulkan kematian disebabkan oleh keracunan.
Sidang dibuka.
Liu Asi, Kau masih ingin berdalih?
Kau sudah tertangkap basah menculik anak.
Memangnya aku menuduhmu tanpa alasan?
Tuan Besar.
Semua yang harus kukatakan sudah kukatakan.
Penculik anak itu benar-benar kelabang.
Liu Asi, Omong kosong.
Tampaknya sampai mati pun kau tidak mau mengaku.
Jatuhkan hukuman berat.
Hukuman berat.
Orang baik akan mati lebih cepat.
Tunggu sebentar, Tuan Besar.
Tuan Besar.
Hukuman berat bisa buat kematian dan cacat Tak bisa begitu mudah memberikan hukuman.
Tuan Besar Pelakunya benar-benar kelabang
Apakah Tuan Besar masih ingat,
Kasus kehilangan anak di kabupaten sudah lebih dari 20 kasus
dan kasus pertama terjadi di rumah Liu Asi.
Dia korban Mana mungkin menjadi pelaku.
Di sinilah letak masalahnya, Benar kan?
Dia tidak menjaga anaknya dengan baik.
sehingga anaknya hilang.
Jadi dia ingin melampiaskan amarah pada publik.
dan terus menerus melakukan kejahatan.
Jadi dialah pelakunya.
Tidak salah lagi.
Betul.
Ada banyak hal yang meragukan dalam kasus ini.
Liu Asi mengetahui kebenaran kasus ini.
Pelaku sebenarnya tidak akan bisa ditangkap jika dia mati Tuan Besar.
Jangan banyak omong kosong.
Bawa kursi paku dan bangku pisau kemari, Hukum dia.
Kepala Polisi Wang Apa yang kau lakukan
Hanya bisa begini demi mengungkap pelakunya, Maaf Tuan Besar.
Kepala Polisi Wang, Kau mau memberontak ya?
Apa maumu?
Tangkap mereka berdua.
Tuan Aku akan melindungimu.
Tuan, Sadarlah Tuan.
Ayo pergi.
Tuan, Apa Tuan baik-baik saja?
Cepat Kejar mereka, Jangan sampai mereka kabur.
Tunggu, Tadi itu..
siapa yang mendorongku ke depan?
Cepat.
Ayo, Cepat.
Sekarang kita harus bagaimana?
Aku justru ingin bertanya padamu.
Apa saja yang kau ketahui mengenai kasus ini.
Semua yang harus kukatakan,
Semua yang harus kukatakan sudah kukatakan.
Biar aku pikirkan lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.