Boo, Bitch

Boo, Bitch

Download Indonesian undertekster

Sæson 1

Udgivelsesinfo

Boo Bitch S01 NF COMPLETE
En kommentar af MarBot
netflix retail.

Tags

other
Udgivet den: 2022-07-11
Downloads: 57
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 191 linjer.

SERIAL NETFLIX

Aku selalu ingin punya masa SMA yang keren.

Tapi di kelas 12 pun, aku masih tak populer.

Hingga suatu malam yang nahas.

Lihat sepatu di bawah rusa itu?

Itu sepatuku.

Tebak apa yang terjadi.

Baiklah, langsung saja.

Aku sudah mati.

Kurang lebih.

48 JAM SEBELUM MATI

MENDINGAN ENGGAK DIKENAL DARIPADA DIKENAL - ANONIM

PECUNDANG

SMA PARKWAY

SMA PARKWAY WILDCATS

LAKI-LAKI

MALAM PROM SEBENTAR LAGI TIKET $100

JANGAN BERDIRI DI DEPAN PINTU

Aman. Ayo.

Sekarang.

Tak kusangka masa SMA tinggal dua bulan. Rasanya ingin mati.

Erika, saatnya kau coba Wellbutrin. Hapuskan kecemasanmu.

- Kenapa semuanya berbaju hijau? - Menghormati orang Irlandia.

Hai. Maaf. Baiklah.

Andai ijazahnya bisa langsung turun dari drone

agar kita tak ikut segala keribetan masa SMA.

- Malas mengikutinya. - Termasuk prom?

Terutama prom. Aku tak mau ikut.

Ayolah. Cuma pesta prom yang ingin kuikuti sebelum lulus.

Pesta prom akan menjadi malam terbaikku.

Bersenang-senanglah! Kirimi aku foto.

Baik. Kita diskusikan itu nanti. Ayo bahas yang ringan.

Ini ide gila. Tak suka tak apa.

Aku tak akan tersinggung karena aku sudah minum Lexapro.

Kita ke pesta biasa.

Katanya ada pesta di akhir pekan ini.

Ya. Aku mengintip pesan grup anak kelas 12 di ponsel Ashley.

Ada pesan grup anak kelas 12 dan kita tak diikutkan?

Baguslah. Aku tak ingin dikabari aktivitas yang tak kusuka.

Hei! Mo! Ada pesan grup anak kelas 12?

Sedang kubaca.

Pinjam.

Astaga. Ini tak bisa diterima.

Erika, kita… Kita anak kelas 12.

Astaga, lihat yang kita lewatkan.

Nongkrong, pesta minum, pesta siang, menari bareng,

dan alasan semua berbaju hijau. Ini Spirit Week.

- Tidak apa. Semua itu konyol. - Lubuk hatimu berkata lain.

Kau sadar masa SMA akan berakhir,

dan yang kita dapatkan cuma pendidikan.

- Kita ke pesta Jake. - Jake yang mana?

- Yang tinggi. - Semua tinggi.

- Yang pernah membakar diri. - Jake W? Tak mau.

Tapi Jake C pasti di sana.

Ketiga Jake menjawab undangan dengan "Ya" atau "Yo",

tergantung Jake yang mana.

Nama kita kutambahkan ke pesan grup.

Kupertimbangkan.

Dengar. Hei.

Aku tahu…

Aku tahu percuma aku mengungkit Jake terus,

tapi semua orang dan Jake hadir. Itu Sabtu kedua terakhir sebelum liburan.

Tinggal dua Sabtu lagi.

Makanya kita harus ikut agar dapat pasangan prom.

Kita hampir menyelesaikan SMA tanpa dihujat di media sosial.

Sejauh ini kita beruntung.

Selain ketika masa orientasi, kita tak pernah jadi pecundang.

Atau pemenang. Coba sesekali ambil kesempatan.

Mari kita akhiri tahun ini tanpa masalah.

Tanpa masalah sampai tak terkenang.

Mending itu daripada terkenal buruk.

- Seperti? - Ibu muda paling terkenal.

Alyssa Seranie.

Aneh. Dia tak sadar dirinya hamil.

Berarti argumenku benar,

mending menjauhi kolam air panas dan tak menarik perhatian.

Entah itu benar atau tidak. Itu cuma rumor.

- Ada saksinya. - Bukan kita. Kita tak menyaksikan.

- Nanti lihat buku tahunan. - Buku tahunan?

Kita bisa melihatnya sebelum dicetak.

Alyssa penyunting bukunya.

Aku membantu mengasuh bayinya.

Silakan lihat sepuasnya.

Luar biasa!

Hore! Kita cari punyamu.

- Di mana Erika Vu? - Ejaan namaku salah. Terus cari.

Aman, kok. Ini dia. Ini kau.

Tidak!

Ini jadwalnya!

Tinggal cetak kartu siswa dan daftar klub. Masa SMA kita bakal seru!

Maafkan aku.

Astaga, Riley!

Wajahmu rusak.

Dia sudah mempercantik diri, tapi kau mengacaukannya.

Maafkan aku.

Dasar badut. Aku tak akan melupakannya.

Aku tak sengaja.

Kuberi saran.

Jangan menonjolkan diri,

atau lihat akibatnya.

- Selanjutnya. - Erika, biarkan saja.

Itu bukan salahmu.

Oh, hei.

Tanduk unicorn-mu berdarah.

- Kau sungguh… - Jake.

Aku Jake. Kau?

Halo.

- Helen. - Helen siapa?

- Siapa? - Ya, itu namanya. Helen Who.

- Menunduk, Helen. - Siapa?

Sudah kucatat. Menunduk.

Setiap tahun kukoreksi namaku,

setiap tahun pula aku diabaikan.

Selama empat tahun SMA, namaku masih Helen Who.

- Mending mati saja. - Itu saltik. Orang mengenalmu.

Erika Vu? Cewek yang bercumbu dengan Brett di internet?

Bukan. Dia yang bokongnya ditampar di Zoom.

Aku kenal Erika Vu.

Cewek gila yang menghajar Riley saat orientasi kelas 9

dan merusak wajahnya.

Sebentar.

Itu Helen Who.

- Sudah selesai? - Selesai sepenuhnya.

Bagaimana jika kuliahku seperti SMA, kehidupanku seperti kuliah,

dan aku mati tanpa dikenal atau diingat namanya?

Dengarkan ibu remaja ini.

Kau bisa mewujudkan dan menjadi apa pun yang kau mau.

Kau punya banyak potensi dan aku jamin

saat kau meninggal, orang akan mengenangmu, Helen.

Erika!

Tak ada yang tahu namaku dan itu salahku.

Gara-gara aku kagok di depan Riley dan masih berlanjut hingga sekarang.

Padahal, aku punya rencana besar untuk SMA,

tapi aku terus bersembunyi karena cari aman.

Lebih baik enggak dikenal daripada dikenal.

Mungkin inilah aku. Selamanya aku Helen Who.

Bukan. Kau Erika Vu. Gadis dengan harapan dan mimpi besar.

Sudah tidak! Kini aku pakai tampon.

Waktuku habis. Masa SMA berakhir.

Belum. Ini kesempatan terakhir buat ciptakan kenangan terhebat.

60 HARI HINGGA KELULUSAN RAIHLAH BINTANG!

Kau benar.

Masih ada waktu menikmati hidup,

untuk meninggalkan kesan,

untuk meraih bintang.

Waktu kita dua bulan untuk membuat orang lain mengenalku.

Helen Who harus mati

agar Erika Vu bisa hidup.

Erika Vu memulainya dengan datang ke pesta.

Ya!

Oke.

Ya. Baiklah.

Satu, dua, tiga.

Wah. Kita tampak…

Ya.

Ulangi.

- Ya. - Baiklah.

Ayo. Tak apa.

Kita siap mendatangi pesta ini.

Hampir. Aku beli ini untuk kelulusan kita.

Tapi lebih pas diberikan sekarang.

Kalung pasangan!

Aku suka!

- Kini kita baru siap. - Sangat siap.

Kalian tampak seksi.

Ucapan Ayah aneh.

Tapi terima kasih.

- Gia, Tante titip buku ibumu. - Simpan saja dulu.

Ibuku sedang cuti mengajar di Eropa.

- Kau ditinggal sendiri? - Aku 18 tahun. Di rumahku ada RING.

Apa agenda malam ini?

Ruangan perlu dirapikan agar kalian bisa menonton TV?

Tak perlu. Kami mau ke pesta.

- Akhirnya! - Syukurlah!

Kami sudah menantikan hari ini. Ini uang sakumu.

Bawa mobil Ayah. Lebih mewah.

Atau jangan.

Ya. Ayah bisa antar jemput supaya kalian bisa minum-minum.

Mau minum sebelum acara?

Apa langsung masuk saja?

Apa kita salah informasi?

Atau ini jebakan

agar kita diseret ke gudang, dibuat kecanduan narkoba,

lalu kita mau saja jadi budak seks demi heroin brown sugar?

Mungkin mereka kongko di tempat lain.

- Katanya ada pesta. - Ada.

- Katanya dimulai pukul 21,00. - Benar.

Ini pukul 21,00.

Ya.

Baiklah.

- Bagaimana? - Pukul 21,00, berarti 22,30.

More Indonesian subtitles for Boo, Bitch

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left