Sæson 1

Udgivelsesinfo

Made in Abyss S1 Complete
En kommentar af Dhalopez
Netflix Retail

Tags

other
Udgivet den: 2022-11-08
Downloads: 167
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 164 linjer.

Tunggu, Nat!

Kenapa ikut ke sini?

Berisik!

Area tugasku itu ada di atas areamu.

Benar juga, ya.

Kalau begitu, bantu aku bawa pulang artefak yang kudapat, ya?

Kenapa?

Soalnya temuanku hari ini harus dapat nilai tertinggi di antara Peluit Merah.

Mana bisa.

Area ini kebanyakan sudah dijelajahi.

Pasti sudah tidak ada lagi artefak langka.

Berarti harus kubawa lebih banyak!

Kau yakin?

Bagaimana kalau kau akali saja? Pakai benda yang kau selundupkan itu.

Kompas Bintang?

Jangan pakai itu!

Soalnya kompas itu bisa menuntun kita menuju kebenaran tentang Abyss.

Selain itu, kalau aku ketahuan menyembunyikannya,

hukumannya pasti bukan sekadar digantung telanjang.

Traumatis bagi seorang wanita!

Berhati-hatilah kalau begitu.

Gondola besar.

Apa?

Hebat!

Nat, lihat itu! Itu grup 600 meter.

Aku tahu.

Apa? Sudah tidak kelihatan.

Enaknya, membuatku ingin ikut juga.

Hei, rasanya hari ini agak tenang, ya?

Mungkin Burung Paruh Palu sedang tidak ada.

Kicauan mereka juga tidak terdengar.

Benar juga.

Berarti akan lebih mudah.

Burung itu suka mengambil benda mengilat ke sarangnya.

Tunggu! Kenapa kau pergi duluan?

Aku yang memimpin.

Apa?

Hari ini aku bakal gali besar-besaran!

Aku akan membuat Ketua terkejut dengan hasil temuanku!

Baiklah, ayo mulai! Aku akan ambil semuanya!

Yang pertama.

Kedua.

Ketiga.

Keempat.

Kelima.

Tengkorak berdoa.

Sudah lama tidak melihatnya, mengagetkanku saja.

Maaf aku membuat keributan di sini.

Ternyata aku bisa juga kalau ada niat.

Kalau begini, tinggal menunggu sampai aku ditugaskan ke lapisan 600 meter.

Berat sekali!

Hei, Nat! Tolong bantu aku!

Berat sekali. Dia pergi ke mana?

Dasar Nat!

Rahang Terbelah Merah?

Kenapa bisa ada di tempat ini?

Nat!

Astaga! Apa itu darah?

Bagaimana ini?

Nat…

Nat akan dimangsa!

Gawat!

Lenganku patah…

Tidak!

Nat!

Tolong!

Hebat! Pohon yang membatu pun sampai meleleh.

Sepertinya ada seseorang yang menyelamatkanku.

Wah, indahnya!

Halo?

Yang benar saja? Dia tidak bernapas!

Berikan napas buatan!

Sensasi apa ini?

Apa?

Dia bukan manusia!

Mesin?

Hebat, ini temuan besar!

Baru kali ini aku melihatnya.

Dia masih hangat.

Pasti belum lama ini masih bergerak.

Namun, anak ini datang dari mana, ya?

KARYA ORISINAL AKIHITO TSUKUSHI

Terima kasih!

Baiklah! Nat, tinggal sedikit lagi.

Dasar bodoh! Bagian sulitnya dimulai sekarang, tahu!

Ada apa?

Ternyata kau, Shiggy.

Mengagetkan saja.

- Dia siapa? - Aku tidak tahu.

Untuk sementara, aku panggil dia "Anak Robot".

Apa?

Begitu rupanya. Kau menyelundupkan sesuatu lagi, ya, Riko?

Aku cuma bawa dia pulang.

Terserah kau saja.

Ternyata memang ada.

Bu Kepala, kami sudah kembali.

Cepat masuk.

Bagaimana caranya melewati dia?

Sepertinya bisa.

- Apa? - Apa?

Kiyui.

Selamat datang.

Memangnya dia bisa mengerti?

Semoga saja.

Buku!

Kapan kau baru bisa mengerti?

Jangan baca buku di beranda!

Kalau jatuh lagi, aku sita, ya.

Kerja bagus untuk yang kemarin.

Meski temuannya tidak begitu banyak,

ini pertama kalinya kalian menjelajah mandiri.

Wajar saja.

Untuk pekan depan, di tempat yang sama,

kalian akan ditugaskan lagi di lapisan 100 meter dan melanjutkan penjelajahan.

Bagi yang kehilangan peralatan, silakan melapor ke Bagian Umum!

Itu saja.

Ada yang ingin disampaikan Bu Kepala.

Aku hanya ingin menyampaikan satu hal.

Sadarilah bahwa memiliki peluit itu

menjadi penanda kalian murid Serikat Panti Asuhan.

Jangan sampai membuat malu para mendiang orang tua kalian, ya.

Satu hal lagi.

Ada yang kedua.

Kalian dilarang mengambil artefak tanpa izin!

Kenapa menatapku…

Artefak itu sumber pendapatan penting bagi panti asuhan ini.

Kalau ada yang berani membawanya pulang, mau aku hukum seperti apa pun…

Kalian tidak bisa protes!

Ketahuan!

Selanjutnya, hukumannya bukan sekadar digantung telanjang.

Itu saja.

Sekian.

Bubar!

Tidak ketahuan. Aku selamat!

Riko.

Bisa ikut sebentar?

Nat bilang kalau barangnya hilang saat diserang Rahang Terbelah Merah.

Ya, benar!

Kalau aku tidak menyelamatkannya, dia pasti sudah jadi makanan ular.

Kau menyelamatkan dia?

Benar! Aku meniup peluit ini dan menjadi umpan!

Lantas, bagaimana caramu bisa selamat?

Soal itu aku juga kaget!

Cahaya yang belum pernah kulihat…

Hampir saja!

Hampir saja aku keceplosan soal anak robot itu.

Sudahlah.

Meski kedalaman 100 meter termasuk area aman,

kita tetap tidak tahu apa yang bisa terjadi.

Mulai sekarang, jangan sampai lengah.

Ketua!

Begini…

Aku punya permintaan!

Tolong tugaskan aku di tempat yang lebih dalam!

Aku sudah bilang akan mempertimbangkannya kalau kau dapat nilai tertinggi.

Pertama, asahlah kemampuanmu supaya bisa menjelajah lebih efisien lagi.

Aku ingin cepat-cepat merasakan pengalaman ke lapisan yang lebih dalam.

Aku ingin segera menjadi Peluit Putih, untuk mengejar ibuku!

Aku ingin menggali sampai ke tempat Ibu…

Tidak boleh!

Lagi pula, sekalipun kau menggali ke 400 meter,

kau yang sekarang hanya bisa pergi lalu kembali.

Untuk saat ini, jadilah anak penurut dan belajar dengan giat.

Wah!

More Indonesian subtitles for MADE IN ABYSS

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left