Udgivelsesinfo

Death Bell 2 Bloody Camp 2010 AmericanGirls DVD
En kommentar af American Girls
♥♥♥ Rate good-nya jangan lupa! ----Samantha Evans----♥♥♥

Tags

cam
DVD
Udgivet den: 2017-11-09
Downloads: 53
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Alih bahasa: Samantha Evans

Mereka sudah meluncur. Final gaya bebas 100 meter putri.

Shin Eun-ji di baris ke-3, berusaha untuk memimpin.

Dia berhasil melakukannya.

Chung Tae-yeon berada di posisi kedua.

Chung Tae-yeon mengerahkan kemampuannya yang spektakuler.

Di tempat pertama, Chung Tae-yeon. Shin Eun-ji dan Kim Yang-hee di belakangnya.

Yoon Na-rae mengambil alih Kim Yang-hee di posisi ke 3.

Chung Tae-yeon.

Dia berhasil menjadi juara 1 dan mendapat medali emas.

Dan di belakangnya, Shin Eun-ji. Dan kemudian Yoon Na-rae.

Chung Tae-yeon berhasil mendapat medali emas dan memecahkan rekor baru.

Terima kasih banyak.

Kau sungguh mengagumkan!

Lihat kemari.

Senyum!

Tunggu. Se-hee, cepat kemari!

Tidak usah./ Cepat!

Cepat, naik ke sana!

Ayo!

Siap, senyum...

BLOODY CAMP

Maaf.

Tadi aku salah masuk kelas.

Kau tidak apa-apa?

Sebaiknya dia menemui perawat.

Dia bisa menemuinya setelah ujian. Rebahkan kepalamu sejenak.

Kau yakin? Dia banyak mengeluarkan darah.

Aku tak apa-apa, Bu.

Diamlah, kami sedang ujian!

Kau bahkan tidak pamitan padaku?

Sampai jumpa, Bu pelatih.

Belajar yang giat. Kita akan lihat kampus mana yang akan menerimamu.

Dasar wanita jalang.

Ibu Park.

Sedang evaluasi pelajaran umum?/ Ya.

Kini kau tampak seperti seorang guru sungguhan.

Sudah sebulan, 'kan?/ Ya

Kapan-kapan kita pergi minum-minum, ya?

Santai saja dan usahakan yang terbaik, mengerti?

Ada apa?

Aku mau ke kamar mandi dulu.

Kau gugup, ya?

Silahkan.

Semoga sukses!

Mari kita mulai pelajarannya.

Baik, anak-anak. Kita mulai...

Mari kita mulai pelajarannya. Buka buku kalian halaman 98.

Hukum Hammurabi adalah hukum tertulis yang umurnya cukup tua.

Dan memiliki total 28 pasal. Bukan, 282 pasal, yang kebanyakan...

...mencakup hubungan bisnis hingga kehidupan pernikahan.

Dan sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di jaman sekarang.

Lebih keras, sayang.

Mari kita baca beberapa kutipan dari hukum tersebut...

...dan amati bahwa hukum itu memiliki latar belakang sosial yang kuat.

Perve, berikan padaku!/ Siapa yang mau membaca lebih dulu?

Hari ini adalah hari ke 7. Siapa siswa nomor 7?

JK!/ JK?

Bung, berikan padaku!

No. 7, Kim Jang-kook?/ Siapa itu?

Berikan benda yang kau pegang itu padaku! Sekarang!

Semuanya tenang! Semuanya harap tenang!

Menurutmu dia seksi tidak?

Dulu dia populer di kalangan para wanita.

Hei, kau tahu kenapa dia mengulang setahun?

Dia tertangkap basah sedang pacaran dengan para wanita itu.

Kudengar dia terlibat perkelahian. Lihat saja lengannya yang berotot.

Kalau begitu kencani saja pecundang itu.

Sayang, kau marah ya?

Lupakan saja!/ Jangan begitu dong.

Lee Se-hee.

Kau mau bergabung dengan kelompok belajar kami?

Tidak, terima kasih.

Hei, Yeom Ji-yoon.

Kalau begitu selamat belajar sendiri.

Liburan musim panas akan dimulai besok.

Ingat, kalian siswa paling tua di SMA ini.

Manfaatkanlah liburan ini untuk menentukan masa depan kalian.

Jangan buat onar di luar sekolah dan jaga tingkah kalian.

Dan 30 siswa teratas akan diberikan pelajaran tambahan di asrama.

Daftarnya ada di luar. Dan siswa yang terdaftar...

...kita akan bertemu lagi besok.

Apa? Aku turun tiga peringkat.

Tenang, dengan pelajaran tambahan rankingmu akan bisa naik lagi.

Terserah! Rankingmu tak pernah turun.

PERINGKAT 1 / Yeom Ji-Yoon PERINGKAT 2 / Kwak Soo-il

Mungkin aku kurang serius belajar./ Kau hanya menuruti egomu.

Kalau begitu, mulai sekarang, kaulah sainganku.

Sobat, apa Ji-Yoon mengalahkanmu lagi?

Bodoh, kau selalu di tempat kedua.

Hei, Yong-ran. Sayangku.

Peringkat 25: Lee Se-Hee. Anggota khusus: Yoon Na-Rae.

Apa ibu sudah gila? Kenapa aku perlu pelajaran tambahan?

Aku bilang akan berhenti berenang bukan menambah pelajaran.

Berapa uang yang Ibu berikan pada mereka?

Apa Ibu tak punya pekerjaan yang lebih baik?

Kenapa Ibu menangis?

Lupakan saja!

Sayang, usahakan jangan banyak gerak.

Kau harus selalu disuntik. Tolong, Sayang.

Apa kau suka belajar?

Siapa di dunia ini yang suka belajar?

Kau kelak ingin jadi apa?

Aku tak tahu.

Kau tak tahu, tapi kau tetap rajin belajar?

Aku bisa pikirkan masa depanku saat aku sudah kuliah nanti.

Bahkan kau berenang bukan karena kau menyukainya.

Itu tidak benar. Aku suka berenang.

Apa ada hal lain yang kau suka selain belajar?

Dulu ada, saat aku masih main piano.

Piano?

Bisa tunjukkan padaku? Kumohon.

Ayolah, sekali saja. Kumohon.

Sial, aku lupa selebihnya.

Yang benar saja! Aku bisa main lebih baik dari itu.

Tidak!

Terima kasih banyak. Sampai jumpa.

Astaga, kau apakan motorku?/ Kau sungguh sensitif.

Senang rasanya mengajar di kelas yang penuh dengan murid cerdas.

Aku selalu berharap punya murid-murid seperti ini.

Menjadikan semuanya lebih mudah.

Pasti melelahkan, belajar bersama teman-teman kalian yang bodoh.

Dasar bejat sinting./ Tapi permainan yang sebenarnya dimulai di sini.

Lihat murid-murid yang ada di sebelah kalian.

Mereka terlihat ramah, bukan?

Min-jung./ Ya, Pak?

Apa kau dekat dengan gadis itu?

Ya.

Kau tahu jam berapa dia tidur?

Tidak, Pak.

Itu sebabnya kalian semua di sini, untuk mengetahui hal-hal seperti itu.

Yang tidur selama 5 jam, tak bisa mengalahkan yang hanya tidur 3 jam.

Yang berlatih sekali, tak bisa mengalahkan yang berlatih 5 kali.

Kini kalian adalah saingan.

Dan bagaimana sikap orang yang bersaing? Kalian harus berusaha untuk menang.

Mengerti?/ Ya, Pak!

Bagus sekali.

Serahkan semua HP kalian.

Tenang!

Ibu Park./ Ya.

Terima kasih.

Wanita jalang itu sekelas denganku. Dia benar-benar menyebalkan.

Aku tak percaya, harus belajar bersama wanita jalang itu.

Sudahlah. Terserah wanita jalang itu mau berbuat apa.

Hei!

Coba lihat ini!

Aku gugup sekali.

Kau benar-benar akan melakukannya?

Bagaimana aku bisa menolak? Ini hadiah ulang tahunnya.

Kau gila.

Dia terlihat bahagia sekali.

Kulumat kalian semua bagaikan lintah. Akulah si Penakluk.

Dan penembak nomor satu. Membuatmu mabuk kepayang.

Hei...

Kejadian susu tumpah kemarin...

Sebenarnya...

Maaf.

Kau pasti lelah.

Para murid cukup tangguh. Kita tak pernah belajar seberat ini

Kau benar.

Mereka hanya tidur beberapa jam. Itu pun kalau mereka kusuruh tidur.

Kurasa kalian berdua sebaiknya habiskan malam bersama./ Apa?

Ada yang harus kukerjakan malam ini, jadi aku akan pergi.

Apa benar-benar penting?

Sebaiknya kau tetap di sini dan mengawasi para murid.

Akan kukunci semua pintu. Apa yang harus dirisaukan?

Ini baik bagi para kaum muda untuk saling mengenal lebih jauh.

Kau sependapat, Ibu Park?/ Apa?

Hei, kau sudah dengar? Kyu-hee melihat hantu di kolam renang.

Yang rambutnya seperti ini, dan merayap seperti laba-laba.

Hentikan.

Tadi siapa namanya? Yang jelas aku pernah dengar.

Chung Tae-yeon./ Itu dia! Dia dari tim renang.

Hentikan! Pokoknya hentikan!

Jangan mengarang cerita bohong.

Ada apa dengannya? Menurutmu itu lucu?

Menurutmu kematian seseorang itu lucu?

Ada apa dengan kalian semua?

Astaga!

Kenapa kau menyelinap kemari?

Aku tak menyelinap. Aku hanya menyaksikanmu.

Bu pelatih, pahamu seksi sekali./ Pergilah!

Pahamu benar-benar seksi sekali.

Sedang apa dia?

Aku tak bisa menerimanya.

Mentang-mentang aku perempuan, dia bisa berbuat seenaknya?

Aku ini cantik. Dasar tak tahu diri!

Anak pintar. Maaf, membuatmu menunggu.

Kau di mana?

JK, aku tak suka kejutan.

Keluarlah.

Kim Jang-kook, cepat tunjukkan dirimu!

Kau ada di mana?

Lepaskan topengmu sekarang!

Bagaimana menurutmu? Keren, 'kan?

Ketika seorang ibu yang tak berdosa dibunuh...

Anak macam apa yang tak mau membalaskan kematiannya?

Bukankah itu Yong-ran?

Cepat turunkan dia!/ Kau saja!

Hyun-a, kau tidak apa-apa?

More Indonesian subtitles for Death Bell 2

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left