De første 200 linjer.
Ibu... orangnya luwes
Maksudmu luwes itu apa?
Ayah keras kepala susah sekali dibujuk
Kalau marah, maunya harus dituruti
Ibu juga bisa marah
Tapi lebih mudah terpengaruh
Ya
Dan bisa jadi sedih juga
Saat itu makin mudah dibujuk
Mudah terpengaruh... aku ingin tahu bagaimana kamu bisa meyakinkannya?
Cukup dengan...
Boleh... boleh aku bicara sekarang?
Baik...
- Tidak apa-apa kalau Ibu bicara? - Tidak
Baiklah
Aku bukan orang yang luwes. Bukan mudah terpengaruh
Itu hanya penilaian mereka
Tapi aku tidak begitu
Aku berusaha keras agar semua tetap dalam kendali
Namun... ada atau tidak aku, rasanya sama saja
Padahal penilaian orang membentuk kenyataan mereka, jadi...
Selain itu, aku tidak merasa sedih
Sekarang kamu terlihat sedih
Ya, kamu memang terlihat sedih
Kita datang ke sini untuk mencari cara membuatmu lebih baik
Tapi malah terus membicarakan aku
Aku boleh merasa sedih Aku berhak merasa sedih, bukan?
Tentu saja
Tapi... kamu harus tahu semua ini saling berkaitan
Dan kamu pasti sadar bahwa...
Aku tahu. Aku tahu, tapi...
Begini... begini keadaannya...
Tidak akan membaik...
Ibu, tolong jangan menangis...
Tidak, aku...
- Aku juga bisa ikut menangis - Sayang
- Itu... - Sayang, tidak apa-apa. Tenanglah
Kita harus segera melepas selang
- Tidak, aku bisa mati! - Tapi untuk itu, harus...
Dia tidak melakukan yang seharusnya
Karena merasa selalu bisa bergantung pada selang itu
Sekarang kondisinya belum cukup stabil...
Jelas tujuan kita berbeda
Kamu ingin dia membaik dulu baru selang dilepas
Menurutku selang harus dilepas
Baru setelah itu dia bisa membaik
Tujuan kita sebenarnya sama
Tapi sekarang kita bicara bersama
Aku sadar, aku dan kamu harus lebih sering bertemu berdua saja
Tanpa kehadiran putrimu...
Supaya kita bisa bahas masalah serius
Aku ingin kamu malam-malam
lanjutkan lagi makan lewat selang...
Dan aku ingin kamu mulai...
Kamu pesan tanpa keju?
Aku tidak bisa jelaskan ini terus, Sayang
Kalau bilang tanpa keju, mereka mengejek katanya cuma roti, ya?
Nanti di rumah tentu saja aku buang kejunya
Itu yang ada
bintik hijau dan hitam kecil di sausnya?
Ya, yang selalu kita pesan
Pizza model itu memang ada bumbu kecil di sausnya
Aku tidak bisa... tidak bisa makan itu
Bisa kamu buang dulu?
Sebenarnya kamu mau selang dilepas atau cuma aku yang mau?
Kita harus lebih...
Ya Tuhan
Aduh, sial
Oh...
Keinginanmu terkabul. Tidak ada keju lagi
- Kamu yang mau begini? - Ya
Kamu penyihir apa?
Hei, langsung duduk di meja Eh, tunggu
Cuci tangan dulu baru duduk di meja
Tapi aku tidak perlu ke toilet
Tidak ada yang bilang ke toilet
Aku hanya minta tolong cuci tanganmu
Seperti biasanya
Ayah datang? Ayah di mana?
Katanya mungkin datang saat kamu tidur
Kapan pergi lagi?
Baru pulang, jadi... mungkin sebulan lagi
Ibu?
Ya?
Aku mau ke toilet
Baik
Mungkin agak lama
Baik
Ibu?
Ya?
Ada air di toilet
Baik, bagus kalau ada air
Tidak, maksudku di lantai
Cepat kemari!
Kamu kemari?
Ibu!
Ya Tuhan. Ada apa?
Kenapa begitu masuk toilet kamu tidak bilang?
Aku baru sadar...
Karena aku ingin ke toilet
Aku tidak suka kaus kakiku jadi basah
Dari mana asalnya? Sedalam apa airnya?
Apakah kita akan mati?
Apakah atap akan runtuh menimpa kita?
Ibu?
Bisa tolong gendong aku keluar?
Baik, tetap di situ, ya? Tunggu
Ibu, kenapa meninggalkan aku? Mau ke mana?
Tolong tetap di toilet, ya?
Tidak
Tolong kemari...
Tolong kemari...
Ya Tuhan...
Atau...
Ya Tuhan
Ibu!
Ibu, kenapa tidak bilang apa yang terjadi?
Ibu!
- Ada apa? - Apa?
Apa yang terjadi, Bu?
Apakah kita akan mati?
- Halo - Halo, ya
Baru sampai rumah dan kamu tidak akan percaya...
Ya Tuhan! Ya Tuhan!
Tidak, tidak! Jangan ke sini
Jangan ke sini!
Cepat, pergi! Pergi! Cepat! Cepat!
Pergi! Pergi! Pergi!
Pergi! Ya Tuhan!
Tidak ada yang terasa akrab atau nyata bagiku
Tidak pernah
Setiap kali perasaan itu muncul semakin kuat
Aku merasa jauh dari diriku dan tak bisa kembali
Saat kamu memikirkan waktu
Apa pandanganmu tentangnya?
Pandangan tentang waktu?
Ya...
Waktu adalah hal-hal yang harus dilewati
Setiap tujuan seperti jurang
Akhirnya tidak ada apa-apa
Tapi setelah itu muncul lagi dan ada jurang lain di depanmu
Aku sangat marah padamu!
KALAU AKU PUNYA KAKI, SUDAH KUTENDANG KAU
Sial
Kamu tahu teknik pernapasan holotropik?
Tidak
Itu hal yang luar biasa
Kamu seolah menipu otakmu agar merasa sudah mati
Dan dengan begitu kamu melihat seluruh semesta
Kamu paham maksudku?
Dengan begitu kalau ada masalah kamu tidak curiga atau bersalah
Aku punya teman yang suka praktik reiki dan semacamnya
Tidak, maksudku seperti pernapasan cepat
Katanya saat orang meninggal ada zat kimia yang keluar
Dan saat bermimpi zat itu juga keluar
Mirip seperti itu, paham?
Seolah membuat otakmu sudah mati
Padahal orang yang mati otaknya masih hidup
- Pernapasan holografik? - Holotropik
Tropik. Holotropik
- Itu nyata? - Apa?
- .. mati otak yang kamu bilang - Ya, tentu
Apa pun bisa dianggap nyata
Apa pun bisa dianggap omong kosong
Paham maksudku?
Tapi ada perasaan yang muncul ketika...
Ya?
Ah, kamu mengejekku
- Nyonya, saya tidak kenal Anda - Benar
Baiklah, ini boleh kamu bawa tapi anggur tidak
Kenapa?
“MINUMAN KERAS DILARANG SETELAH JAM 2”
Aturan tidak mengizinkan menjual wine sekarang
Tapi belum jam 2
Sekarang jam 1 lewat 58
Benar, tapi...
Saat saya selesai menghitung sudah lewat jam 2
Luar biasa...
Aku hanya bawa kue kacang
Catat ke kamar ku
Baik
Aku tidak bisa bicara soal ini lagi
Serius. Tolong
Hei, dengar, kalau Dokter Spring anggap ini yang terbaik
Kita harus ikuti sarannya
Tidak ada “kita”
Hanya aku. Karena...
- Ini tidak adil. Serius - Eh!
Adil? Aku sibuk bekerja, tahu?
Aku berurusan dengan banyak orang brengsek Kamu tidak tahu keadaanku
Dan untuk menyelesaikan masalah di sana
Aku tidak bisa lakukan dari sini
Kita harus bekerja sama Kamu harus pergi ke sana hari ini
Dan temui mereka, katakan
- bahwa masalah ini... - Aku tahu. Aku tahu
Tapi masalahnya
Aku bukan ibu rumah tangga
Aku juga bekerja
Ibu, makanan hotel ini menjijikkan
- Selamat pagi - Bikin mual
No comments yet. Be the first to leave one.