Whistle

Whistle

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Whistle 2025 Telesync SyncUP
En kommentar af rawe
Whistle 2025 Telesync SyncUP Durasi 01:33:23 *Adaptasi sub Vikram *Perkiraan VOD, 3 maret 2026 Link download #driveDOTgoogleDOTcom/file/d/1Bvtqi13fYJkhM4runqA3y4XGWQSJJfq5/view?usp=drivesdk Hapus # Ganti DOT ( . ) Tersedia sampai keluar versi WEB --Rekomendasi-- * Media Player Classic/MPC (PC/LAPTOP) *VLC (PC/LAPTOP/AndroidTV) untuk hasil yang MAKSIMAL ( warna teks, ukuran teks, posisi teks), selain video player tsb akan bertumpuk

Tags

ts
Udgivet den: 2026-02-08
Downloads: 260
Hørehæmmede: No
FPS: 23.976

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Waktu habis! Wasit! Wasit! Waktu habis!

Dean!

Tetap siaga. Bergegaslah.

Baiklah. Waktu tersisa 44 detik.

Hanya itu yang kita miliki.

Lupakan sorakan, penonton, dan pemandu bakat.

Semua itu tidak ada.

Dean, kuasai bola dan cari Horse.

Siap, Pak. Horse,

cari keranjang. Baik.

Mari bergerak. Steel Wolves, melolonglah!

Ayo, ayo, ayo!

Satu. Dua. Tiga! Satu. Dua. Tiga!

Ayo!

Berikan pada Mason! Bola, bola!

Horse tidak terjaga! Ya, ya.

Terobos sekarang!

Horse!

Ayo, maju. Ya!

Mari, kawan. Bagus!

Ya! Kamu pasti bisa, Mason!

Hebat! Ya!

Kamu pasti bisa, Mason!

Mason...

Horse!

Ayo! Ayo!

Aku melihatnya. Ah!

Kemari! Horse!

Tembak! Lakukan lemparanmu!

Ya! Berhasil!

Bawa bolanya!

Mason...

Bagus! Ya!

Luar biasa!

Hei, ke mana perginya Horse?

Steel Wolves!

Mason...

Mason...

Kumohon. Jangan sekarang!

Paham?

Lihat!

Lihatlah!

Lihat? Sudah hilang!

Mengerti?

Jangan ganggu aku!

Itu dia! Sang penentu kemenangan!

Horse, kamu hebat! Ya, benar!

Ya!

Ayo! Ayo!

Kami pikir kamu hilang tadi.

Itu tembakan yang indah.

Kamu tahu itu? Ya.

Horse!

Ayo! Kamu lama sekali di dalam!

Apa kamu yakin sendirian, Kawan?

Apa yang terjadi? Ya.

Hanya aku dan ibu

Aaahhh!

Horse! Tidak!

Cepat! Tolong dia!

Seseorang, tolong!

Horse!

SUARA KEMATIAN

6 BULAN KEMUDIAN

KONSPIRATOR

GEREJA SAN MARCOS

PEMUDA BERIMAN

Ayo bangun!

Astaga, Rel! Wah!

Apa gunanya mengetuk pintu

jika kamu tetap masuk begitu saja?

Senang melihatmu betah di sini, Sepupu.

Kamu menata ruangan ini dengan baik.

Maksudku, sungguh, Chrys,

jika butuh bantuan untuk berbenah...

Tenagaku sangat kuat sejak aku

bekerja di pabrik baja setiap akhir pekan.

Aku selalu senang membantu.

Oh, piringan hitam! Bagus sekali.

Terakhir kita bertemu, kamu suka lagu populer.

Saat itu kita masih berusia 11 tahun, Rel.

Sejak kapan kamu suka barang kuno begini?

Musik yang bagus...

tidak akan pernah usang. Oh!

Hanya musik buruk yang lekang oleh waktu.

Beritahu aku jika kamu butuh

kursi goyang untuk bersantai.

Atau mungkin segelas teh hangat.

Oh!

Kaus kaki ini bau sekali.

Lupakan itu, kita tidak boleh terlambat hari ini.

Sekolah baru, awal yang baru.

Semoga segalanya lancar.

Baiklah, aku akan siapkan mobilnya.

Baiklah. Ayo!.

Kita harus bergegas agar tidak terlambat.

Astaga

Aku hampir lupa membawa komik ini.

Mungkin suasananya sedikit berbeda

dengan sekolah lamamu di Chicago,

tapi...

selamat datang di SMA Pellington!

Chrys, meski kita saudara,

kamu tidak wajib bergaul denganku

atau temantemanku yang kutu buku.

Dan... itu Grace.

Dia sekarang bergaul dengan anakanak populer.

Aku tidak mencari teman, Rel.

Baiklah. Kamu menghalangi lokerku.

Geser! Oh! Baiklah.

Mengapa tertulis nama "Horse"? Hah?

Oh, itu nama panggilan Mason Raymore.

Dia siswa yang meninggal...

Waduh!

Kamu dilarang memakai loker ini.

Sekolah yang memberiku loker ini.

Sekolah ini tidak menghargai orang mati.

Pellington sudah berdiri lama.

Semua loker ini milik orang yang sudah tiada.

Hei, Grace, rambutmu cantik sekali hari ini.

Terima kasih, Rel.

Siapa temanmu ini?

Siapa? Oh.

Oh, bukan.

Ini sepupuku.

Tunggu sebentar.

Kamu siswi baru itu?

Kudengar...

dia baru keluar dari pusat rehabilitasi narkoba.

Setelah membunuh ayahnya atau semacam itu.

Hentikan, Dean. Tidak, ini konyol.

Sekolah ini makin hancur saja.

Mungkin dia sedang mabuk saat membunuhnya.

Diamlah, Tanner.

Apa?

Sebaiknya kamu diam

karena kamu tidak tahu apaapa.

Apa itu benar? Kamu pecandu?

Kamu terlihat seperti itu

dengan jaket rombengan begitu.

Oh! Wah!

Rasakan itu! Itu sepupuku!

Diam, aneh! Hei! Sudah cukup!

Cukup!

Kalian berempat berkelahi di lorong...

hukuman detensi setelah sekolah.

Psikopat ini menyerangku, Pak Craven.

Kita mulai dengan detensi.

Lalu kita bahas soal skors nanti.

Pak Craven? Ya?

Aku melihatnya. Dia tidak bersalah.

Tidak. Dia menyerang bagian vital siswa ini.

Itu sebuah pelanggaran. Tapi...

Sst. Karena memaksakan pendapatmu,

kamu juga harus ikut detensi.

Paham? Sampai jumpa nanti.

Sampai jumpa di sana.

Kencan kita batal, Sayang.

Kerja bagus. Menurutmu alatnya masih berfungsi?

Menjijikkan.

Hei, aku serius.

Itu tadi hebat sekali.

Kamu akan baikbaik saja, kan?

Ya? Bagus. Semoga harimu menyenangkan!

Aku minta maaf atas ucapan mereka.

Tidak perlu. Maksudku...

ucapan mereka tidak salah.

Tunggu. Aku akan membantumu.

Aku tidak butuh bantuanmu.

Baiklah.

Chrysanthemum...

Chrysanthemum...

Ayo, kita hanya punya satu jam.

Jangan sia-siakan.

Senang kamu bisa bergabung,

Chrysanthemum.

Chrysanthemum? Sial.

Panggil saja Chrys.

Wah!

Apa itu?

Apa itu pipa rokok?

Bukan. Pak Craven?

Ya, Dean? Pertanyaan...

Bolehkah membawa alat narkoba ke sekolah?

Apalagi jika seseorang itu

mengaku sebagai pecandu.

Itu bukan pipa. Kemari, berikan padaku.

Aku menemukannya di lokerku.

Wah. Luar biasa.

Menurut Bapak, apakah ini berharga?

Aku tidak tahu.

Ini seperti alat musik, bukan?

Sejenis peluit atau seruling kayu.

Ini jelas peninggalan suku Maya,

tapi sisanya... aku kurang yakin.

Mungkin dari peradaban Olmec.

Bapak bisa menerjemahkannya?

Mari kita lihat sebentar.

Baiklah.

Sudah lama sejak aku lulus kuliah.

More Indonesian subtitles for Whistle

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left