Till The End of The Moon

Till The End of The Moon (长月烬明)

Download Indonesian undertekster

Specials

Udgivelsesinfo

Till the End of the Moon Ep 21-22
En kommentar af Kiyoka
Subs from Youku

Tags

other
Udgivet den: 2023-04-19
Downloads: 8
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 170 linjer.

Kaisar tinggal di sana.

Lakukan sesuai yang kita sepakati,

masuk dan lihat sebentar.

Kembali dan temui aku setelah melihatnya sebentar.

Aku akan mengutus seseorang untuk mengantarmu pulang.

Aku mengerti, kau mau ke mana?

Aku akan melihat Ye Qingyu.

Aku takut otaknya rusak karena terjatuh.

Otaknya memang sudah rusak sejak awal.

Jika tidak, mengapa bisa menyukaimu?

Lebih cekatan sedikit.

Cepat...

Lanjutkan latihan.

Bagaimana keadaan lukamu?

Sudah tidak apa-apa, terima kasih.

Kau datang tepat waktu.

Kebetulan ada sebuah masalah sulit.

- Pemimpin Pian Ran. - Pemimpin Pian Ran.

- Bagaimana aku mengajari kalian? - Pemimpin Pian Ran.

Baru beberapa hari saja,

kalian sudah lupa semuanya.

Aku tidak peduli kalian dulunya jelmaan dari siluman apa.

Begitu bekerja untuk orang lain, bahkan aku pun harus

harus menjadi rubah yang jinak.

Jika kalian terus begini,

hati-hati nanti dibunuh oleh Kaisar dan diambil pil silumannya.

Yang Mulia.

Bagaimana perkembangan masalah

yang kuserahkan padamu?

Menjawab Yang Mulia.

Jika ada yang aneh...

[Namun, mengapa kepalaku terasa berat sekali?]

Suara aneh apa itu?

Apakah hari ini anggota dapur menyembelih hewan?

Tidak ada.

Yang Mulia,

kata gagak ini, tadi ia bertemu dengan

penyihir wanita yang menyuruh mereka mengirim surat delapan kali sehari.

[Seharusnya Dewa Iblis Muda tidak melihatku, 'kan?]

Ye Xiwu.

Mengapa kau kemari?

Aku datang dengan bersembunyi di antara pasukan berjalan.

Pian Ran tidak mengetahui hal ini,

jangan hukum dia.

Aku ingin kemari melihatmu sebentar.

Kudengar kau terluka.

Sudah beberapa hari aku tidak mendapat balasan suratmu.

Aku...

Ye Xiwu.

Kau bau keringat.

Baju ini bagus, cukup cantik.

Baiyu, suruh tabib militer bawakan beberapa obat.

Aku mengerti.

Lingkungan barak tidak sebaik di istana.

Jika luka ini tidak segera diobati,

maka akan makin parah.

Apakah kau tahu itu?

Sudah.

Apakah masih ada yang terasa sakit?

Tidak ada.

Terima kasih banyak.

Aku merasa... sudah jauh lebih baik.

Aku pulang dulu...

Hati-hati.

[Pasukan Siluman yang muncul di perbatasan]

Aku tidak bisa menunggu kau selesai melatih puluhan ribu Pasukan Siluman itu.

Apakah masih ada cara yang lebih cepat?

Jika Yang Mulia bersedia mengambil risiko,

majikanku punya sebuah cara.

Dapat menggunakan kerangka keluarga Tantai Jin sebagai umpan,

lalu cari sembilan pasang anak lelaki dan perempuan,

serta satu orang terdekatnya untuk dijadikan tumbal.

Dengan begitu, harapan Yang Mulia akan terwujud.

Namun, kutukan ini

harus dibuat dari kerangka keluarganya.

Baik, apa yang sulit dari ini?

Aku akan mengutus seseorang untuk mengambilnya.

Mengenai orang terdekat Tantai Jin,

bawa saja pelayan wanita gila itu kemari.

Ada fenomena petir malam ini.

Ini waktu yang tepat untuk melakukannya.

Begitu kutukan selesai dibuat,

Tantai Jin pasti akan mati.

Medan di barak sangat rumit.

Jika tidak kenal jalan,

boleh ikuti gagak emas berkaki tiga.

Tantai Jin,

kau tidak menyalahkanku yang diam-diam meninggalkan ibu kota

untuk datang ke barak?

Mengapa kau bersikeras berjalan kemari?

Jelas-jelas rubah itu sengaja menyulitkanmu

supaya kau menyerah saat menghadapi situasi sulit.

Apakah kau tidak sadar?

Memangnya mengapa?

Memangnya aku harus kembali?

Aku tidak pernah mundur saat melakukan sesuatu.

Sudah bilang mau mengunjungimu,

maka aku harus mengunjungimu.

Namun, kau datang terlambat.

Luka pedangku itu

sudah pulih.

Kalau begitu,

aku akan pulang besok.

Sebelum kakimu sembuh,

kau tidak boleh ke mana-mana.

Apa-apaan ini?

Sebentar melarangku kemari,

sebentar melarangku pergi.

Memangnya aku orang yang bisa kau panggil

dan usir sesukamu?

Kau...

Ye Xiwu, kau jangan dikasih hati minta jantung.

Jelas-jelas kau yang pergi duluan tanpa pamit.

Kau diam-diam pergi ke Jiaguan sendirian,

membiarkanku kesepian seorang diri

di Istana Kerajaan Jing

dan membuatku mengkhawatirkanmu.

Sudahlah, kelak aku tidak akan begitu.

Baik.

[Ternyata trik jual mahal Pian Ran benar-benar efektif.]

Kalau begitu, aku pulang dan tidur dulu.

Hati-hati.

[Mengapa malam ini aku merasa agak tidak tenang?]

Ye Xiwu.

Ye Xiwu!

Nona Besar, kau...

Pasangan yang lama terpisah akan senang saat bertemu kembali.

Kebahagiaan saat bersama lebih terasa indah dan berharga.

Untuk apa kau berada di ranjangku?

Kau ingin membuatku dibunuh diam-diam oleh Tantai Jin?

Pergi sana ke ranjangnya.

Aku tidak mau.

Bukankah kau yang bilang harus jual mahal?

Aku...

Sekarang kita sedang di barak,

harus selalu waspada.

Tantai Jin adalah komandan sebuah pasukan.

Dia harus menjadi teladan.

Ye Xiwu, kau...

Aku...

Aku sungguh kagum padamu.

Awalnya kukira

kau akan langsung pulang sambil menangis mencari orang tuamu.

Tidak disangka, kau benar-benar bertahan hingga akhir.

Ye Xiwu.

Kau benar-benar menyukai Tantai Jin, ya?

Aku...

Aku juga tidak setulus itu,

hanya orang licik.

Maksudku,

aku bodoh.

Kak Rubah,

ayo tidur bersama.

Selamat malam.

Yang Mulia.

Ada apa?

Raja Sheng, Xiao Yi mencuri kerangka ibu suri.

Cepat... ikuti.

Cepat.

Pian Ran.

Tantai Jin.

Tantai Jin.

Tantai Jin.

Ye Xiwu.

Mengapa Tantai Jin tiba-tiba meninggalkan barak?

Apa yang telah terjadi?

Tidak tahu.

Aku pun tidak diberi tahu.

Tetap berada di tenda ini dengan patuh.

Jangan sembarangan keluar, sudah dengar?

More Indonesian subtitles for Till The End of The Moon

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left