De første 200 linjer.
Siapakah manusia yang paling menakutkan di dunia?
Seseorang yang sedang terpojok dan seolah sedang dikejar?
Ataukah...
Seseorang yang menyebabkan kecelakaan mobil
tapi tetap tak memperbaiki klakson mobilnya?
Seorang yang tidak peduli dengan pikiran orang lain?
Saat aku telepon, tolong buka pintu secepatnya.
Aku tak bisa parkir lebih dari lima menit.
Paham?
Bukan.
Jawabannya, orang yang selalu ingin tahu dan punya banyak waktu.
Tolong, hentikan...
Jika kau tak bisa menghindari orang usil itu
jangan pernah menjadi musuh mereka.
Ada apa? Kau kelihatan seperti habis melihat hantu.
Ini aku, Ahn Geo-ul.
Aku lebih memilih hantu.
Ayo, Anak-Anak.
Ini sudah semenit, ayo potret.
Pak, kau melakukannya dengan baik hari ini.
Surat tilang yang ke-11,
dua kali menerobos rambu berhenti.
Kau melakukannya dengan baik.
Sudah banyak berkurang.
Tapi kau lupa pakai sabuk pengaman.
Hei!
Kenapa kau melakukan ini?
Kenapa?
Kenapa?
Kau tahu alasannya.
Apa kau lupa, tindakanmu pada kepalanya?
Alih-alih membayar uang,
aku memintamu memperbaiki klakson mobilnya.
Kau sudah berjanji kepadaku.
Aku tak sempat memperbaikinya.
Aku harus tidur lebih awal.
Baiklah.
Aku tidak akan mengikutimu lagi.
- Sungguh? - Berikan ponsel kalian.
Jika aku kirim foto terbaru, kau dapat lebih dari 300 poin.
SIM-mu akan dicabut.
Apa?
Sekarang kau bisa beristirahat selamanya.
Sampai jumpa saat kau mendapatkan lisensimu kembali.
Jangan begitu!
Aku tidak mau melihatmu lagi!
Aku akan perbaiki klaksonnya di bengkel mobil besok!
Celanaku melar!
Kehidupan manusia adalah yang utama.
Bukan begitu?
Keselamatan adalah prioritas utama.
Kau benar, Pak.
Jelai. Beras!
Beras!
Kapten, kau harus menangkap juga.
- Kumohon? - Ayo.
Jangan menyerah sampai akhir.
Jelai, jelai, beras!
Jelai, jelai!
Ayah!
Ayah!
Kapan kau sampai?
Kau mau pergi lagi?
Aku juga mau naik tangga.
Hai, Nak.
Beri tahu Ayah.
Apa yang kau lakukan hari ini?
Itu rahasia kecil kami.
Ayah tak boleh tahu.
Ayolah.
Ayah tahu.
Kau memotret pelat nomor kendaraan seharian.
Ya, tapi aku akan melakukan kegiatan lain besok!
Kami akan mengawasi seseorang di bengkel mobil!
Aku punya firasat buruk.
Haruskah aku menunggu di sini sampai dia tertidur?
Bagaimana jika kita bergerak perlahan seperti kura-kura?
Kau pintar.
Bagaimana jika kau dilecehkan?
Kau terlalu usil.
Cukup. Aku sudah muak dengan ini.
Aku takut
putraku mungkin meniru apa yang kau lakukan.
Aku tidak tahan lagi.
- Pergilah. - Apa?
Pergi dan teruslah bersikap bodoh.
Baiklah. Aku akan pergi.
Tapi bayar dulu untuk tugas rumah tangga dan pengasuhan anak.
- Apa? - Aku mengerjakan tugas rumah
dan merawat kedua keponakanku.
Itu tidak bodoh.
Jangan khawatir, upah minimum per jam juga tak apa.
Bekerja rata-rata 17 jam sehari,
dikalikan lima hari seminggu
dan empat minggu per bulan...
Totalnya 340 jam
bekerja lebih dari 5 tahun yang setara dengan 60 bulan...
Apa yang sedang kau lakukan?
Kau ingin aku memasukkan upah lembur dan hari libur?
Sudah lebih dari 170 juta.
Bagaimana bisa kau katakan hal itu kepadaku?
Hei, Dik.
Kau juga melakukan ini ke orang lain, ya?
Apa?
Pagunya 200 juta.
Kata sandinya adalah ulang tahun putriku.
Aku akan segera melunasinya.
Pagunya 200 juta won?
Penghasilanmu besar, Pengacara Ahn.
Kita lihat apa kau menelepon. Aku takkan datang meski kau telepon.
Dia akan segera tiba di sana.
Jangan memanjakannya.
Paham?
Benar.
Kenapa kau tidak bisa hidup normal saja?
Pak Han, apa kau pakai senjata seperti ini untuk kontenmu?
Ya, mau kuperagakan?
Tentu saja.
- Ini saluranku. - ASMR?
Jika kau lihat di sini,
kau bisa menghasilkan suara dengan cara mengikis, memotong,
dan menggiling dengan berbagai pisau.
Untuk apa orang mendengarkan ini?
Ini bagus untuk membuatmu tertidur.
Dengarkan baik-baik.
Coba aku tonton.
Apa itu benar-benar membuatmu mengantuk?
Tentu. Aku ahli dalam mengobati insomnia.
Kau akan segera keluar.
Silakan duduk di sana.
Tentu.
Bagus.
Apa?
Kapan kau selesai?
Sepertinya dia melacak lokasiku.
Dia selalu tahu keberadaanku.
Dia bahkan mungkin tahu kalau aku di sini.
Bisakah kau meneleponnya?
Baiklah. Aku akan meneleponnya.
Kembalilah ke rumahnya. Kau tidak merasa kedinginan?
Ini sudah hampir musim dingin.
Kalau begitu, bolehkah aku ke tempatmu?
Benda milikku rusak. Apa namanya?
- Ketel uap-ku. - Aku bisa memperbaikinya.
Aku juga bisa bayar
pinjaman sewa untuk si adik bungsu.
Aku punya uangnya.
Kenapa kau memiliki itu?
Aku harus pergi.
Ada banyak sekali masalah akhir-akhir ini.
Baiklah, sampai jumpa.
Jangan menungguku.
Untuk pinjaman sewaku, aku akan lakukan yang terbaik.
Jadi, kembalilah ke tempat Du-on.
- Paham? - Baiklah.
- Aku pergi. - Sampai jumpa.
- Dadah. - Dah.
Di sana, ini satu-satunya tempat.
Jangan di sana. Terlalu jauh dari keponakanku.
Aku suka tempat ini.
Jangan. Area sekitar sini sedang dibangun kembali. Berantakan.
Tak apa, carikan saja tempat untukku di di Sinyul-dong.
Tempat itu tidak bagus. Nanti kau menyalahkanku.
Aku akan tinggal di sana saja untuk sementara waktu.
Jika adikku ingin aku pulang, aku harus tinggalkan kamar itu.
Seberapa singkat kau akan tinggal di sana?
Paling lama sebulan.
Ayo cepat! Itu gedungnya!
Dia sedang melihat-lihat lingkungan sekitar.
Apartemen, ya?
Hei, tunggu dulu.
Jangan memasang pamflet lagi.
Membersihkannya sulit sekali.
Maaf, kau salah orang. Bukan aku yang melakukannya.
Selamat tinggal.
Wanita kultus itu...
Pak.
Aku pindah hari ini.
Pindah?
Kau membeli tempat ini?
Aku menyewanya. Unit 501.
Siapa yang mau menyewa di sini? Ini gila.
Ini bukan tempat tinggal untuk manusia.
Tidak apa-apa, aku tahu.
Aku sudah dengar soal lift yang rusak itu.
Senang berkenalan denganmu.
Dia tidak tahu apa-apa.
Buka pintunya!
Kenapa dia tidak menjawab?
Apa kau tidak dapat berbicara?
Apa terjadi sesuatu di sana? Apa kau terluka?
Jika aku benar, ketuk sekali. Kalau salah, ketuk dua kali.
Ponselku mati...
Aku sudah menyuruhmu untuk tahan saja.
Apa?
Jika kita mau balas dendam,
semua kekacauan akan terjadi.
Kau pikir aku bertahan dengan ini karena aku lemah?
Diam di sana. Itu bagus.
Haruskah aku bunuh semua orang dan masuk neraka?
No comments yet. Be the first to leave one.