De første 200 linjer.
Saat kehidupanmu akan berakhir, pandangan pun menjadi kabur.
Yang tersisa hanyalah kenangan.
Beberapa ada yang benar,
ada juga yang salah.
Aku mengingat dirinya dengan baik.
Setidaknya begitulah yang kuingat.
Dia merupakan seorang pejuang.
Pada zaman tua seperti ini, kalian harus begitu,
untuk bertahan hidup.
BAB 1 SEBUAH WAHYU
Tarik nafas dan hembuskan perlahan, seperti yang dia lakukan.
Dan sekarang, dorong! Sekarang!
Terima kasih banyak.
Selamat tinggal.
Sampai bertemu beberapa hari lagi, ya?
Mama...
Kau ikut??
Selamat pagi!/ Hai, Liz!
Liz, anak ini harus belajar caranya menembak.
Well, nantinya dia akan melakukannya bagaimanapun.
Lebih baik disini dari pada harus menyelinap ke tempat lain.
Kau membuat ibumu takut./ Dia bukan ibuku.
Waspadalah terhadap Nabi-Nabi palsu,
yang datang menghampiri anda tampak seperti domba...
Karena dalam hati mereka, mereka seperti serigala yang mencari mangsa.
Tuhan Yesus adalah Gembala yang melindungi anda
dan keluarga anda dari serigala-serigala itu.
Dan aku merupakan anjing-Nya.
Anjing gembala yang menjaga domba-domba tersebut kembali ke jalur yang benar
saat mereka tersesat.
Dan beberapa dari kalian sudah tersesat, kan'?
Apa yang kalian pikirkan?
Kalau Tuhan akan menelantarkan kalian semua?
Biar aku meluruskannya.
Mereka yang pantas menerimanya, akan pergi ke neraka.
Aku bisa memberitahumu tentang neraka.
Apinya.
Rasa sakitnya.
Aku yakin kalian pasti sudah membayangkan bagaimana rasanya.
Ini lebih buruk.
Hari pembalasan akan datang.
Sekarang, ikutlah bernyanyi.
"Abide with me".
Kau baik saja?
Terima kasih.
Bagaimana kabarmu, Tn? Ini putriku, Sam.
Putraku, Matthew. Dan...
Istriku.
Kemana saja kau?
Orang itu orang asing disini,
dia tak mengenal siapapun.
Aku mengharapkan sedikit belas kasihan darimu.
Ada apa? Ada apa?
Bernapaslah pelan-pelan, oke?
Bernapaslah.
Semuanya keluar./ Tak perlu banyak orang yang menyaksikan.
Cepat. Keluar!
Nathan, sebaiknya kau keluar juga.
Beberapa hal tak dimaksudkan untuk dilihat oleh mata pria.
Semuanya akan baik saja, kan, Liz?
Kau akan menjaganya, kan'?
Janji?
Aku akan keluar sebentar, oke? Aku mencintaimu.
Kau jaga dia.
Tutup pintunya.
Semua akan baik saja, sayang.
Kepala bayinya terlalu besar.
Apa maksudnya itu?
Kami harus memilih antara bayi dan ibunya.
Tak bisa menyelamatkan mereka berdua.
Kau harus bisa menyelamatkannya.
Ibumu bilang semuanya akan baik saja.
Tidak, aku ingin tetap tinggal. Aku ingin membantu.
Hei... bagaimana keadaan disana?
Semua baik saja?
Yeah?
Dorong, Abyy. Sekuat tenagamu, ayolah!
Gadis pintar!
Dimana bayinya?
Aku ingin melihat bayiku. Dimana dia?
Berikan bayiku!
Itu bukan salahmu.
Tuhan memberikan dan Tuhan juga yang mengambilnya.
Pendeta?
Liz...
Pendeta merupakan utusan Tuhan.
Kau melihat hal-hal yang tidak nyata.
Jika Yesus bisa hidup kembali setelah Ia mati...
Bisakah itu terjadi juga pada bayi Abigail?
Bisa kau melukis wajahku?
Aku sedang mengerjakan sesuatu. Kau bisa melihatnya kan'?
Kami datang untuk melihat apa semuanya baik saja.
Semua baik saja.
Kalian tak perlu pergi membuang waktu-waktu kalian.
Kami ingin melihatnya sendiri.
Sebaiknya tidak usah. Dokter akan segera datang satu jam lagi,
sebaiknya biar dia yang memeriksa keadaannya.
Pendeta yang mengaturnya.
Halo!
Apa-apaan?/ Liz!
Liz!
Turunlah kesini, Liz!
Kemarilah!
Aku ingin melihat wajahmu.
Aku ingin melihat wajahmu.
Nathan! Jangan melimpahkannya pada anakku!
Kita bisa membicarakannya seperti orang baik-baik!
Aku tak mau bertengkar denganmu, Eli!
Aku kesini untuk istrimu.
Dia harus dihukum karena dosa-dosanya.
Dia harus dibakar di tiang, Eli!
Pikirkan baik-baik, Nathan.
Aku tahu kau sedang berduka, percayalah.
Aku juga kehilangan orang yang kucintai, ingat?
Aku tahu kau tak berpikir jernih dengan semua kesedihan yang kau rasakan,
tapi percayalah, rasa sakitmu akan menghilang, seperti yang aku rasakan!
Aku akan menerimanya,
selama pembunuh itu di bakar di tiang sekarang juga!
Aku menuntut pembalasan!
Kau tahu apa yang sudah dia lakukan, Eli?
Dia membunuh anakku.
Bahkan sebelum dia dibaptis, dia membunuhnya.
Apa yang akan terjadi padanya sekarang?
Menurutmu dia akan merasakan kedamaian atas perbuatanmu?
Kau tahu bagaimana dia melakukannya, Eli?
Aku melihatnya.
Otaknya hancur.
Istrimu menghancurkan tengkoraknya.
Dia menghancurkan tengkoraknya hingga terbuka jelas!
Dia harus pergi ke neraka untuk ini!
Sudah cukup.
Ada penderitaan...
Sekarang pengaruh wiski-lah yang berbicara.
Ini bukan saatnya untuk memecahkan masalah ini.
Dia pantas di neraka, Pendeta.
Dia membahayakanmu?
Dia hanya membantu menyelesaikan masalahnya.
Apa aku boleh minum juga?
Kau belum cukup tua untuk itu.
Mengapa harus begitu keras pada anak itu?
Dia hanya bermaksud untuk melindungi keluarganya.
Itu membuatnya dewasa.
Ibunya tak ingin dia bermain dengan senjata.
Wajar bagi seorang pemuda ingin memegang senapan di tangannya.
Boleh aku menawarkan satu gelas saja pada Matthew?
Aku pikir sudah waktunya kau kembali ke tempat tidurmu, Matthew.
Aw, Yah!/ Ayolah, minum.
Semua ini tak akan terjadi
jika bayi itu lahir dengan sempurna.
Tapi Liz sudah melakukan semampunya.
Dia yang memutuskan siapa yang hidup dan yang mati.
Keputusan seperti itu hanya milik Tuhan, dan hanya Tuhan.
Kenapa dia tak menyerahkan keputusan itu pada-Nya?
Mungkin aku harus pergi menjemputnya.
Aku tahu kau disana,
dan aku tahu kau mendengarku.
Kau mungkin tak punya lidah,
tapi tak ada yang salah dengan telingamu.
Kenapa meragukan apa yang ada didalam hatimu?
Kenapa kau menjadi bermasalah?
Bagaimana tidurmu dimalam hari?
Bagaimana rasanya menjadi seorang pembunuh?
Kau tahu alasanku kesini?
Aku disini untuk menghukummu.
Kau mencintai keluarga ini?
Aku melihat putrimu.
Dia sudah hampir remaja.
Disana kau rupanya.
Aku harus pergi.
Kumohon jangan sampai kau memegang dendam terhadap Nathan.
Kehilangan seorang anak adalah hal yang terburuk untuk siapapun.
Aku hanya berbicara dengan istrimu tentang hal yang sama.
Bahkan kau tak berterima kasih padanya.
Bahkan, kau tak menyapanya sama sekali.
Liz, Nathan akan terus datang.
Baiklah, kau tahu?
Beri aku beberapa hari.
Aku akan mencari orang yang mengurus domba-dombanya...
Dan kemudian kita bisa menetap di rumah ayahku sebentar.
Dia tinggal sendirian disana.
Ayah?
Ayah?
Aku cuma ingin bicara. Ini harus berhenti.
Pertama dia menembak jendela, sekarang ini.
Yah! Ayolah!
Yah! Yah!
Aku ingin kau tinggal dengan ibumu.
Dia bukan ibuku.
Matthew! Kau akan membutuhkan bantuanku.
Baiklah, selama kau tetap diluar.
Tapi kenapa aku tak boleh main didalam?
Kenapa?
Dan kenapa aku tak boleh membantu?
Aku rasa kita bisa melepas penutup matanya sekarang.
Tapi aku sudah berjanji.
Ibumu takkan keberatan.
Dia sedang banyak urusan.
Begini, lihat?
Semuanya akan baik saja.
Dan mama?
No comments yet. Be the first to leave one.