Omar

Omar

Download Indonesian undertekster

Sæson 1

Udgivelsesinfo

Umar bin Khattab - Episode 19
En kommentar af Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Udgivet den: 2014-07-18
Downloads: 58
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 198 linjer.

ZainuddinAri

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

ZainuddinAri mempersembahkan

Umar bin Khattab

Episode 19

Semua yang ada di daratan, tak lagi bersahabat dengan setan.

Kalau begitu, kita akan membujuk setan.

Siapa yang bisa membujuk setan?

Hari ini para pemuda dari golonganmu telah bersorak antara takut dan cinta.

Seandainya kauperintahkan pemimpinnya, ia akan datang dengan penuh ketaatan.

Lalu ia akan mengharap ridamu, dan takut akan kewibawaanmu.

Kalau begitu, maka tak bisa diharapkan.

Lalu siapa?

Pemuda yang telah mengalahkan setan atau mengimbanginya.

Apa karena itu kau berpaling? Mana sifat adilmu?

Aku inginkan dua hal yang tak mungkin disatukan.

Ini adalah strategi, untuk dapatkan pengikut yang mudah diatur.

Kalau mereka melakukannya, aku sangat senang sekali, bahkan aku pun rela untuk jadi budaknya.

Itulah kuda yang perkasa, aku pun terpukau ketika melihatnya,

karena kecantikan dan kekuatannya.

Saat malam, penglihatanku telah mengabur.

Lalu ketakjubanku memudar.

Berita yang beredar mengatakan, kau telah keluar dari agama Nasrani,

dan menjadi musyrik dengan mengikuti setan.

Huzail bin Imran mengatakan,

kita tak tahu siapa wanita Tamimi yang berasal dari Bani Taghlib ini.

Tak diketahui ayah dan ibunya, dan siapa saudaranya.

Kemisteriusannya menandakan bahwa ia adalah anak dari setan.

Tak ada yang dendam kepadaku kecuali banyak dari orang-orang itu yang berselisih tentangku,

dan kita akan lihat, siapa yang akan diikuti.

Apa langit akan menghujani kita?

Setelah sumur mengering dan tumbuh-tumbuhan mati.

Ini adalah kehendak Tuhan.

Tak akan turun hujan.

Tak akan.

Apa yang kaukatakan, Sajah?

Tak akan turun hujan.

Bagaimana kau tahu?

Apa kau mengetahui hal yang gaib atau setan telah membisikimu?

Siapa kau? Mana salibmu?

Apa kau telah tinggalkan agamamu dan jadi pengikut setan?

Sajah benar.

Tidak.

Jangan berkata seperti itu, Tuhan akan murka.

Apa kalian telah dipengaruhi oleh penyihir wanita itu yang telah murtad dari agamanya?

Ini merupakan sebuah ujian dan musibah.

Agar tahu siapa yang beriman dan siapa yang mengikuti setan.

Perkampungan Asad

Selamat datang tuan dari Ghatafan, Uyainah bin Hisn.

Selamat datang tuan-tuan dari Dzubyan, duduklah.

Apa kau nabi?

Ya, aku nabi.

Apa wahyu diturunkan kepadamu?

Bagaimana aku bisa jadi nabi kalau tak mendapatkan wahyu?

Musailamah dari Bani Hanifah juga mengaku sebagai nabi.

Jadi nabi menjadi banyak, lalu siapa yang akan kami percayai?

Percayalah kepada nabi dari Bani Asad,

karena itu yang lebih dekat.

Mana wahyu yang diturunkan kepadamu?

Merpati dan elang, telah diperintahkan kepada kaum sebelummu

untuk menguasai negeri Irak dan Syam.

Kau adalah penyair.

Sungguh, itu adalah syair-syair penyihir.

Tapi, kami memercayai orang yang pandai berperang.

Dan kalian, Bani Asad, adalah ahlinya.

Seperti yang kauketahui tentang apa yang diperbuat Abu Bakar

di Dzulqassah, Dzulhusan dan Rabazah.

Kami telah mengajukan padanya, untuk tak salat dan menolak zakat dan mereka tak merestui kami.

Kemudian mereka memerangi kami dan memorak-porandakan pasukan kami.

Sekarang, mari kita sama-sama menolak salat dan zakat dan kembali seperti dulu sebelum Islam datang.

Bahkan kalau kau mau, kami akan mengakuimu sebagai seorang nabi.

Lalu kita gabungkan segenap pasukan kita dan kita berperang di bawah panji-panjimu.

Karena dulu kita telah terpecah belah,

maka dukunglah siapa yang kaumau, dan kumpulkanlah.

Kita lihat nanti ketika peperangan terjadi.

Siapa yang menang perang, merekalah yang menang strategi.

Apa di antara kalian tak ada yang bisa menolongnya?

Ia telah kerasukan setan.

Atas nama Tuhan Bapak dan Rohulqudus, keluarlah!

Atas nama Tuhan Bapak dan Rohulqudus, keluarlah setan yang terkutuk

dan kembalilah ke tempat asalmu.

Keluarlah! Keluarlah! Keluarlah!

Jauhilah pemuda itu, biar aku lihat.

Menyingkirlah wanita laknat. Apa urusanmu?

Aku melihatnya tinggal bersamamu, dan aku khawatir kalau kau yang mengobati.

Yang menjadikannya begini adalah yang merasukinya.

Menjauhlah, tak akan bisa dua setan berkumpul menjadi satu.

Justru kaulah yang akan menambah bahaya.

Kami semua tak satu agama denganmu.

Begitu juga dengan pemuda ini. Kita semua tahu.

Ya, itu benar. Tinggalkanlah ia.

Tak apa-apa.

Di mana aku?

Apa yang terjadi denganku?

Ia telah menyembuhkannya.

Tak apa-apa.

Ada apa dengan kalian, akal kalian sangat sempit.

Sempurna.

Jangan sampai orang-orang tahu sandiwara ini.

Penderitaan ini sangat panjang, sebagian mulai hijrah ke negeri lain.

Apa pendapat kalian?

Sebaiknya kita ajukan permohonan ke Kisra.

Barangkali mereka mau menolong kita karena kita berada di sampingnya.

Persia telah hancur,

dan kalian harapkan bantuan darinya?

Kalian hanya akan dijadikan budaknya.

Aku kira mereka takkan mau menolong kita.

Kalau begitu kita minta pertolongan Raja Roma.

Dan kita gunakan kecerdikan kita.

Bagaimana Raja Roma mau menolong, sedangkan kalian tak tunduk kepadanya?

Apa yang terjadi dengan kalian, orang-orang Taghlib dan Rabiah,

sehingga kalian mau dihina, karena tak ada jalan lagi untuk kalian?

Kalian bukanlah orang Persia, bukan juga orang Roma

bukan pula orang Nejed dan Hijaz.

Kalian sedang putus asa seperti batu yang berserakan di sisi jalanan,

yang tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Yang kapan pun bisa diinjak-injak orang.

Aku kabarkan kepada kalian mengenai bangsa Arab.

Bahwasanya khalifah di Medinah telah menguasai sebagian Arab

dan telah memerangi orang yang murtad dari Islam.

Di Yaman, Hadramaut, Oman dan Bahrain.

Juga di Bani Hanifah, Asad, Ghatafan dan Dzubyan.

Semuanya meminta untuk menjadi raja dan mengaku menjadi nabi.

Lalu di mana kalian semua? Mereka ingin menguasai bangsa Arab.

Kalau mereka telah menguasai Arab, kalian akan dikuasainya.

Maka kalian akan dijadikan budak baginya.

Lalu apa pendapatmu, Sajah?

Bersatulah bersama kami.

Maka keutuhan bangsa Arab akan bisa kita jaga.

Bukan ke Persia ataupun Roma.

Tapi kita pergi ke tanah kelahiran kita sendiri.

Tuhan telah mempersatukan dua kubu.

Saudaraku dari Bani Taghlib dan Bani Rabiah.

Kalau kalian menaatiku dan mau ikut denganku,

maka kaumku dari Bani Tamim tak akan mengganggu.

Dan kita akan meraih kemenangan dan kemuliaan bangsa Arab.

Kalau di Medinah nanti Abu Bakar menghalangi kita,

maka bagi kitalah kemuliaan bangsa Arab.

Dan kita diperintah oleh seorang wanita?

Bagaimana bangsa Arab bisa bersatu?

Nabi wanita yang mempunyai pasukan dari langit.

Sekarang kita memeranginya di negeri mereka sendiri.

Kita akan keluar bersama, setiap pasukan pada posisinya.

Sampai kita bisa mengaturnya, sehingga bisa menjadi satu perintah.

Meskipun pasukan kita terpisah-pisah, mereka berbeda dengan musuh kita, mereka tetap kompak.

Itu karena kita telah membentuk barisan di antara Medinah.

Agar aku dapat memantau, sehingga kita sesuai dengan strategi kita.

Dan Abu Sulaiman, Khalid bin Walid, sebagai penghubung di antaranya.

Mempunyai kebijakan dan keputusan,

dan jadi pemimpin bagi semua pasukan.

Kalau khalifah mengizinkanku, maka aku akan berperang bersama kalian.

Posisimu di sini lebih mulia karena kita semua berperang atas perintah dan strategimu.

Percayalah kepada Allah, maka Allah akan memercayai kalian.

Dan meneguhkan langkah-langkah kalian.

Mengenai kemenangan, aku tak ragu lagi akan janji Allah.

Kalau melihat umur kita saat ini, terlihat waktu sangatlah pendek.

Dua puluh empat tahun yang lalu kita masih di zaman jahiliah.

Kemudian Allah mengutus Rasulullah saw.

Ketika itu ia sendirian,

hanya sedikit yang memeluk Islam ketika itu.

Nabi selalu mengingatkan dan memberi tahu.

Dan orang-orang ada yang mendustainya dan menghinanya.

Seolah aku mendengar suaranya sangat jauh di sana.

Dan sekarang, telah tampak kebenaran atas janji-janji Allah.

Semoga Allah menyatukan yang masih tercerai.

Persia dan Syam.

Lalu berjayalah agama Islam di muka bumi.

Tapi...

Kalau kita tak yakin akan hal ini,

maka kita tak tahu apa yang nanti akan terjadi.

Dan kapan Allah akan menjemput ajal kita.

Istirahatlah kalian semua, besok kita akan berperang sebagai pasukan Allah.

Dia lah yang tak tidur, dan tak meninggalkan seseorang dengan tidur.

Semoga Allah menerima agama, amanah dan amal terakhir kalian.

Sekarang kesempatanmu, Wahsyi.

Berjuanglah di jalan Allah dan janganlah berputus asa.

Karena berputus asa hanya untuk orang-orang kafir.

Dengan menyebut nama Allah yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang.

Bazlahah

Dari Abu Bakar, Khalifah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam

kepada siapa pun yang membaca surat ini, siapa pun ia.

Yang telah masuk Islam atau belum.

Aku telah mengirim pasukan yang terdiri dari muhajirin, ansar dan para tabiin.

Telah kuperintahkan mereka agar tak membunuh siapa pun

kecuali telah diserukan Islam kepadanya.

Kalau mereka menerimanya, dengan berikrar,

kemudian berbuat baik,

maka kami akan menerimanya dan memberikannya pertolongan,

dan kalau mereka menolaknya, aku perintahkan untuk memeranginya.

Kedua pasukan telah berkumpul. Apa perintahmu?

Jibril telah berjanji kepadaku, untuk mewahyukan kepadaku

sebagai penyejuk bagi kita semua, dan aku sedang menunggunya.

Dan kau, Bilbadar, berikanlah kemenangan baginya.

More Indonesian subtitles for Omar

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left