De første 200 linjer.
PENERJEMAH Cereal-Killer
Masih ada obral pelataran.
Tolong jangan. Aku tidak perlu--
Mungkin ada barang berguna, aku sudah bisa melihat meja.
- Hei. - Meg, hati-hati.
Jangan sentuh apapun.
Jangan sentuh apapun.
Aku bisa menyentuh apapun.
Apa kabar?
Kupikir ini bukan ide yang baik.
Aku telah melihat yang lebih buruk.
Sepertinya mereka akan pindah.
Taruhan tetangga mereka akan senang.
Kau akan membeli itu, ayah?
Ya, kupikir meja ini cocok untuk kamar mu.
Seharusnya tidak butuh waktu lama.
Ya, karena kau sangat pandai dalam hal mebel, bukan?
Sebaiknya kita manfaatkan bengkel lama pamanmu
karena kita akan berada di sana sebentar.
Kau akan mengecatnya dengan warna ungu?
Ayah akan mengecatnya dengan warna apapun yang kau suka.
Ibu, lihat.
Lihat ini.
Ibu punya satu seperti ini saat aku masih kecil.
Namanya Teddy.
Bisa aku memilikinya?
Namamu Ricky, bukan?
Bukan Teddy.
Berapa harganya?
Ini beruang kecil yang istimewa.
Kau ingin menjadi milikmu, sayang?
Kami hanya ingin tahu berapa harganya.
Untuk gadis kecil ini...
Gratis.
Dia hanya perlu membuatnya tetap hangat dan aman.
Dia anggota keluarga.
Berapa harga untuk meja kecil?
K, giliranmu jaga.
Gantian, awasi Meg.
Aku akan merapikan ini.
Baiklah, Tuan Putri Tetris.
Dengar, aku bisa memasukkan ini
tapi apakah kita benar-benar memerlukan semua ini?
Rumah itu sudah dipenuhi barang milik Paman Eli.
Ini.
Sungguh, Beth?
Aku hanya ingin membuat
rumah kita terasa seperti milik kita sendiri.
Barang-barang milik kita.
Aku tahu, maaf.
Aku tak seharusnya bicara seperti itu.
Memang, aku menempatkan kita ke dalam situasi ini
dan kurasa bagian dari pemulihan adalah mengakui kesalahan, jadi...
Aku bersyukur berada di sampingmu.
Dan aku beruntung memiliki kau dan Meg.
Semua ini membuatku terasa...
Takut dan cemas.
Saat aku merasakan seperti itu, aku mengomel dan itu menjengkelkan.
Maaf.
Aku juga minta maaf.
- Tidak, itu--- - Beth.
Kau orang paling tangguh yang aku kenal.
Kita berhasil melewati masa-masa sulit
karena aku tahu kau akan membaik.
Dan kau membaik.
Beth, aku sangat mencintaimu.
Aku sangat bangga padamu.
Tolong, jangan takut.
Aku tidak akan pergi.
Meg.
Di mana dia?
Gadis itu tidak memiliki batasan.
Ya, kehidupan yang baik akan mengajarinya terlalu banyak batasan.
Mari berharap itu tidak terjadi.
Aku tidak berharap itu terjadi.
Aku hanya ingin menjaga dia tetap aman.
Meg, tolong jawab ibu!
- Meg! - Meg!
Meg.
Meg, bicara padaku.
Meg, ada apa?
- Apa yang terjadi? - Jack!
Meg, kau makan sesuatu.
- Meg, lihat aku. - Jack, apa yang terjadi?
Meg, bertahanlah.
Bantu dia, tolong!
Kau makan sesuatu?
Bertahanlah, Meg.
- Meg, bangunlah. - Meg.
- Apa yang terjadi? - Jack, lakukan sesuatu!
ENAM MINGGU KEMUDIAN
Kupikir Meg perlu menemui terapis baru.
Kupikir Ashe tidak membantu.
Ya, aku setuju.
Aku lebih khawatir pada para perundung.
Ya, aku tahu.
Aku sangat ingin mencari tahu apa yang terjadi dengan perutnya.
Maksudku, perutku juga sakit sewaktu aku masih kecil.
Terkadang aku ingin dia bersamaku.
Tidak adil jika kau yang memutuskan.
Bahkan saat kita pindah
Meg tidak mengeluh tentang perutnya saat kau dipecat.
Kurasa itu sebuah taktik.
Seperti dia mencoba menemukan cara untuk tetap tinggal di rumah.
Jelas sekali maksudmu bahwa itu adalah salahku.
Baik.
Baik.
Entahlah, mungkin kau benar.
Mungkin ketika waktunya tepat, dia akan--
Aku akan pulang jika dia butuh aku.
Percayalah, itu adalah hal terakhir yang kita butuhkan.
- Kita harus keluar dari situasi ini. - Aku tahu.
Ibu.
Maksudku...
Mau pulang?
Ya?
Baiklah.
Ayo, sayang.
Waktunya untuk tidur.
Ayo, berikan tablet-mu.
Berikan.
Usaha bagus, tapi aku melihatmu.
Hentikan.
Meg, berikan.
Terima kasih.
Apakah aku pernah mengisahkan tentang hari aku bertemu ibumu?
Saat itu dia seusiamu dan kau sangat mirip dengannya.
Saat itu dia sedang mengunjungi Paman Eli
dan aku berada di halaman belakang memangkas semak mawarku
dan dia akan berpura-pura sedang melihat ke arah lain
ketika aku menangkap basah dia.
Tapi aku tahu dia penasaran denganku.
Akhirnya aku berhasil melihatnya dan aku tersenyum padanya.
Kupikir itu membuatnya cukup berani untuk mendekat.
Saat dia berjalan ke arahku
aku memberinya bunga mawar.
Setangkai mawar merah yang sangat indah.
Dia menatapku dengan senyum manisnya.
Sejak saat itu kita menjadi teman dekat.
Kupikir kau dan aku kini menjadi teman dekat.
Seperti aku dan ibumu.
Tidak mau?
Baiklah.
Kau mau aku nyanyikan sebuah lagu?
Pergi saja.
Baik.
Selamat tidur, jangan biarkan kutu busuk menggigit.
Jadi aku kembali dan memeriksanya beberapa saat yang lalu
dan aku harus mengambil tabletnya lagi.
Tapi malangnya...
Dia sangat lelah.
Dia akan segera tidur.
- Kupikir aku harus periksa dia, atau-- - Kurasa dia sedang menenangkan diri.
Dia perlu membiasakan diri tidur tanpa dirimu.
Aku bisa bilang jika dia sedikit sedih
jadi aku coba alihkan perhatiannya dan itu sedikit berhasil.
Kami menari sebentar.
Lalu dia mengatakan perutnya sakit
dan ingin menyendiri di kamarnya.
Aku seharusnya mengambil tablet itu lebih cepat.
Maaf soal itu.
Itu salahku, seharusnya aku melarang untuk memainkannya.
Entahlah, itu sedikit baru bagi kami.
Kami tak bisa lakukan ini tanpamu.
Kau membantu keluarga ini tetap waras.
Tidak perlu.
- Ayolah. - Tidak perlu.
- Tidak perlu. - Ayolah.
Aku senang kalian habiskan malam bersama.
- Selamat malam. - Terima kasih, Marissa.
- Kami hargai kau. - Baik.
Sepertinya dia sedang tidur.
Ini sebuah kemajuan, benar?
Ya.
Meg.
SUKA ENA ENA? KUAT WIK-WIK? TERBIASA DENGAN TANTANGAN?
Astaga.
Meg, sayang.
Hei, kau harus tidur.
Hei.
Kau baik-baik saja, sayang?
Meg.
Hei, Meggie.
Kau bermimpi buruk?
Baik, ayo.
Tak apa, berbaringlah.
Tak apa.
Tidurlah.
Tutup matamu.
Ibu.
Jack.
Sial.
- Ibu? - Hai.
Tetap tidur, baik?
Jangan pergi.
Aku mencintaimu.
Aku segera kembali.
- Aku cinta kau. - Kembali tidur.
Jack, dia...
Dia menggigil.
No comments yet. Be the first to leave one.