De første 200 linjer.
Apa dia baik-baik saja?
Bagaimana kalau kita panggil Judgment?
Benar-benar, deh, kota ini tidak pernah bisa bikin bosan.
Kota dengan jumlah penduduk 2.3 juta jiwa...
yang 80% di antaranya adalah pelajar,
inilah Kota Akademi.
Berkumpulnya ilmu pengetahuan dan teknologi teranyar,
bisa disebut juga dengan kota percobaan raksasa.
Dikatakan terdapat perbedaan 20 hingga 30 tahun
kemajuan yang ada di Kota Akademi dibanding kota lainnya.
Kemudian,
apa yang dipelajari di sini?
Kekuatan super!
- Aku ingin jadi ahli telekinesis! - Aku ingin jadi peramal!
Kota Akademi memiliki sistem keamanan terbaik
untuk menitipkan anak-anak tercinta.
Anda bisa tenang―
Aduh-duh... Apa itu barusan? Apa yang terjadi?
La-Lalu lintasnya...
Sialan!
Sial sekali! Dia siapa, sih?
Diam di tempat!
Di sini Judgment!
Aduh-duh! Duh! Duh!
- Jadi yang bikin onar itu kamu, ya? - Aduh-duh! Duh! Duh!
Sial.
Di sini Kuroko Shirai. Aku sudah menangkap satu pelaku.
Uiharu, di mana cecunguk sisanya?
Belok kiri di ujung gang itu,
lima meter setelahnya, belok kiri lagi.
Dimengerti!
Di sini Judgment! Kami telah menerima laporan!
Segera hentikan perlawanan atau...
Ini...?
Oh, Kuroko.
Mbakyu!
Ampun, deh!
Harus dibilang berapa kali agar mengerti, sih?
Menjaga kemanan Kota Akademi
adalah tugas kami, para Judgment.
Berbuat sesukamu malah merepotkan kami, tahu!
Kamu dengar atau tidak, Mbakyu?
Ya apa boleh buat?
Aku selalu beresin duluan sebelum kalian datang.
Kalau ada pelajar bertindak tanpa wewenang,
petinggi kota bakal ambil tindakan, lo.
Kalau begitu, datanglah lebih cepat.
Lagi pula, Kota Akademi hanya tinggal nama.
Walau menaruh robot keamanan di penjuru kota,
tetap saja tidak bisa melawan para bodoh itu.
Mau gembar-gembor teknologi paling maju pun...
Mbak― Lo?
Tetap saja tidak ada hubungannya dengan keseharian kita, 'kan?
Duh Mbakyu... Masih saja rangkap celana pendek dalam rokmu itu.
Lihat ke mana matamu itu? Pakai ini jadi mudah gerak tahu―
Ditemukan masalah pada mesin penjual minum nomor 7-1165.
Diduga terjadi kerusakan. Diduga terjadi kerusakan.
Tolong jangan bersikap anarkis.
Wah, gawat, kita harus bergegas.
Ah, benar juga.
Hari ini ada inspeksi, ya?
Ombak.
Bintang.
Ombak... Lingkaran...
Berikutnya, 38 derajat.
Baik.
Selisih 0.2 milimeter.
Bagus. Peserta berikutnya...
Tercatat 78 meter lebih 23 senti.
Selisih 54 senti dari target.
Peringkat keseluruhan, Level 4.
Ah, lagi-lagi melenceng.
Pasti karena pekerjaan Judgment kemarin.
Masih saja bisa bikin alasan begitu.
Kuroko Shirai.
Mitsuko Kongo...
Kalau begini, bisa jadi aku duluan yang meraih Level 5.
Aku enggan membandingkan kekuatanmu itu denganku.
Lagi pula, perbedaannya bagai 3 dimensi dan 11 dimensi...
Dari awal
aku tidak peduli dengan sifat sombongmu itu padahal masih kelas satu.
- Dengar ya, saat aku jadi jagoan Tokiwadai...
- Dengar ya, saat aku jadi jagoan Tokiwadai... - Seperti biasa masih suka abaikan orang bicara.
- Apa itu ledakan? - Suaranya keras banget.
- A-Apa yang terjadi? - Dari kolam renang!
- A-Apa yang terjadi? - Di mana para guru?
Kamu mungkin belum tahu karena pindahan di sini pada tahun kedua,
tapi yang dites di kolam renang barusan
adalah jagoan Tokiwadai.
Andai tanpa air kolam renang sebagai samsak,
mereka mustahil mengukur kekuatan daya hancurnya.
Apa kamu siap menerima serangan itu secara langsung?
Tercatat, kecepatan tembakan 1030 m/s.;
rata-rata, 8 tembakan per menit;
selisih target, 18.9 mili.
Peringkat keseluruhan, Level 5.
Eh? Terdengar sampai gedung sekolah?
Suaranya keras banget, tahu.
Semuanya sampai terkejut.
Ampun, deh.
Cuma itu caranya agar mereka bisa mengukur kekuatanku.
Tidak sepertiku, kekuatanmu jauh lebih bermanfaat.
Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau.
Ada benarnya juga, sih...
Bagaimana pun juga...
Mbakyu adalah jagoan Tokiwadai.
Kamu harus camkan itu dan busungkan dadamu.
Jagoan, ya?
Tetapi...
dada ini kurang menonjol dan butuh kepercayaan diri.
Ah, justru kurang menonjol itulah jadi daya tarik tersendiri.
Bentuk yang elok nan merangsang ini cukup buatku...
buat hatiku hancur!
Sejak awal hatimu sudah hancur!
Padahal cuma sedikit kontak kulit.
Berisik!
Eng...
- U-i-ha-ru! - Eng...
- U-i-ha-ru! - Lo?
U-i-ha-ru!
Hari ini merah muda polkadot, ya?
A-Apa-apaan kamu ini, Saten?
Ah, padahal sudah jadi teman sekelas pun masih saja menganggapku orang asing.
Oke, sekali lagi untuk mempererat hubungan kita.
Jahat banget.
Maaf, maaf, kebablasan, sih.
Sebagai gantinya, mau lihat kancutku?
Enggak minat! Duh, kamu ini...
Oh, iya, jadi bagaimana?
Apanya?
Tentu saja, hasil inspeksi.
Ah... Parah banget. Seperti biasa, Level 1.
Enggak ada kemajuan sejak SD.
Bahkan wali kelasku bilang,
"Apa bunga di kepalamu itu cuma hiasan?
Gunakan kekuatan mekar bunga itu agar kekuatanmu mekar juga!"
Eng, rasanya pengin komentarin ceramah wali kelasmu itu
yang pasti, tetap semangat, ya.
Lagi pula, Level 1 pun bukan masalah, 'kan?
Aku sendiri Level 0, tidak punya kemampuan, lo.
Tapi, aku sama sekali tidak peduli.
Selama keseharianku menyenangkan, itu sudah oke.
Saten...
Nih, coba dengar dan bersemangatlah.
Ini Hajime Hitotsui, 'kan?
Aku mengunduh lagu pra-rilisnya.
Album yang ada lagu ini baru dirilis hari ini.
Padahal sudah unduh, masih mau beli CD-nya?
Bisa punya poster edisi terbatas adalah bukti penggemar sejati, tahu!
Jadi ayo lekas beli!
Tapi, hari ini aku ada janji dengan Shirai.
Shirai? Maksudmu Kuroko Shirai dari Judgment?
Dia mengizinkanku bertemu dengan pujaan hatiku.
Salah satu dari tujuh orang Level 5 di Kota Akademi.
Jagoan Tokiwadai, Mikoto Misaka!
Level 5 di Tokiwadai?
Paling dia salah satu dari sekian brengsek
yang sombong dengan kekuatannya.
Tidak, kok.
Maksudku, bukannya orang seperti itu suka memandang rendah orang di sekitarnya?
Menjengkelkan, tahu.
Terlebih, dia putri Tokiwadai.
Apa salahnya jadi tuan putri?
Tidak, lebih seperti seorang primadona!
Kamu ini sudah seperti penggemar fanatiknya.
I-Itu tidak benar.
Lagi pula, aku yang datang dari Nishi-Kasai ini tidak ada hubungannya.
Oh, iya, bagaimana kalau kamu juga ikut denganku?
A-Aku tidak terlalu...
Tidak apa, kok. Tenang saja.
Tenang apanya? Hei!
Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali, lo!
Tunggu sebentar! Uiharu!
Penggemarku?
Dia gadis yang membantuku di Judgment cabang 177.
Dia selalu memintaku ingin bertemu denganmu walau cuma sekali.
Aku paham sikapmu yang gerah terhadap penggemarmu,
tapi Uiharu itu gadis yang sopan dan penurut.
Terlebih, dia satu dari sekian gadis yang kuanggap sebagai teman.
Jadi, tolong kabulkan pemintaanku.
Tentu saja, untuk menjaga tingkat stres Mbakyu
biar aku yang mengatur jadwal untuk hari ini―
He―
Apa ini? "Memanfaatkan Uiharu untuk kencan dengan Mbakyu."
Langkah 1: Memperdalam hubungan di restoran keluarga.
Langkah 2: Membeli pakaian dalam seksi di Toko Lingerie.
Langkah 3: Belanja di Toko Parfum beli ramuan cinta.
Langkah 4: Singkirkan Uiharu.
Langkah 5: Pergi ke hotel dengan Mbakyu
Singkatnya, kau memanfaatkan temanmu yang lugu
untuk memuaskan nafsu bejatmu.
- Tidak. - Untuk memuaskan nafsu bejatmu.
Membacanya saja
- Anu... - Membacanya saja
membuatku stres, tahu!
Aduh-duh-duh! Tenang dulu, Mbakyu...
Yah, tapi...
karena dia temanmu, apa boleh buat.
Mbak―
- Mbakyu! - Kuroko...!
No comments yet. Be the first to leave one.