De første 200 linjer.
subtitle by rhaindesign Palu, 22 Oktober 2020
KOTA JIMPU
Pada tahun terakhir Dinasti Han Timur,
Dinasti Han membentuk kembali Otonomi Kawasan Barat.
Menunjuk Geng Gong menjadi Perwira Militer.
Tahun berikutnya,
Pemimpin barbar mengutus prajurit elit untuk menyerang
tempat yang ditempati pasukan Geng Gong dengan hanya ratusan orang,
Kota Jinpu.
Mengepung mereka di tengah kota.
Mencoba untuk menyerang pedalaman Kawasan Barat.
Kota Jinpu diserang musuh dari segala arah.
Untuk mencegah perang menyebar ke seluruh Kawasan Barat,
Geng Gong memimpin 100-an prajurit dan rakyat untuk melawan hingga titik darah penghabisan.
Mereka berupaya sepenuhnya
menolak menyerah pada orang barbar.
Namun,
jumlah prajurit musuh terlalu banyak.
Kota Jinpu
berada di ujung tanduk.
Ayah.
Zhong.
Aku akan mempertahankan Kota Jinpu.
Kau harus berjuang keluar dari pengepungan,
dan minta bantuan.
Baik.
Ayah.
Aku pasti akan kembali.
Cepat!
Cepat!
Mau lari ke mana?
Mau lari ke mana?
Jenderal muda.
Serahkan pada kami,
Kau cepat pergi.
Ayah masih menunggu bantuan di Kota Jinpu.
Aku harus segera pergi.
GUAR THE PASS OF HAN
Cepat kemari!
Sebelah sana,
Sebelah sana.
Ada apa?
Ayo, ayo, ayo.
Cepat kemari, lihat!
Cepat kemari, lihat!
Ada apa?
ada apa?
Tidak ada pergerakan.
Waktu itu,
aku dan adikku baru tiba di Perbatasan.
Membuka kedai arak untuk mata pencaharian.
Suatu hari,
seorang turun dari kuda.
mukanya dipenuhi Pasir kuning.
Dia tampak sangat kehausan.
Dia tidak ngomong apa-apa,
dan langsung meminum semua arak di hadapanku.
sejak Saat itu,
aku mengerti.
Di dunia yang penuh kekacauan ini,
selama bisa hidup,
jika tidak ada air
arakpun jadi.
Orang itu adalah jenderal kalian.
Aku mau tanya,
Jenderal Chi Le.
Apakah kau
mau minum arak yang ada di tanganku?
Tampaknya dia tidak bisa minum
arak dari ketua kita.
Ketua.
karena Jenderal Chi Le naik jabatan,
jadi kau sengaja menyerah ya?
Kalian lihat,
Di belakangnya ada prajurit.
Hahaha!
Jangan begitu, jangan begitu.
Semuanya Teman.
Semuanya teman.
Kakak.
Hanya seguci arak saja.
Kau tidak capek
bertarung terus?
semua orang bosan melihatnya.
Bagus!
Cepat minggir.
Selama di Perbatasan ada aku, Liu Qi,
maka kau, Chi Le pasti bisa minum arak.
Liu Qi.
Selama di tempatmu ada arak,
kita akan bersahabat selamanya.
Bagus!
Hahaha!
Tuan.
Pelayan.
Minta seguci arak.
Satu ikat koin sudah cukup.
Untuk apa satu lagi?
boleh tanya?
Aku mencari seseorang,
Seorang pria.
Pria ada banyak.
Siapa namanya?
Tidak tahu.
Yang aku tahu dia menggunakan senjata rahasia.
orang yang kau cari tidak ada disini.
Waktu itu ada satu orang
yang bersama dengannya.
Apakah kau tahu akhir dari orang itu?
Apa mungkin sudah mati?
Sudah mati.
Aku berbisik di telinganya sebelum dia mati.
Apa yang kau bilang?
Mendekatlah.
Aku beritahukan padamu.
Jika mau bertarung,
silahkan saja.
Aku Liu Qi.
Ketua di Perbatasan.
Kau datang ke sini
untuk membalas dendam?
Iya.
Di Perbatasan Dinasti Han,
tidak ada kebencian,
tidak ada budi dan dendam.
Tidak menanyakan asal,
tidak peduli barbar atau Han.
Yang datang
dan tinggal,
adalah satu keluarga.
Setelah pergi,
jalan terbuka lebar,
jalan masing-masing.
Pemuda gemulai.
disini rumah keduaku
selain padang rumput.
Jika kau berani membuat masalah,
aku akan membelahmu dengan kapak ini.
Tuan,
jika mau berteman,
kau bisa tetap di sini.
Baiklah.
Aku bermarga Hua.
Pembunuh guruku
pasti berada di sekitar sini.
Kakak Hua.
Kau mau ke mana?
Kau…
Kau bilang apa?
Sudahlah.
Kau bisa menipu abangku,
tapi tidak denganku.
Kau Tampan,
pasti kau lebih tua.
Namaku An Shi.
Liu Qi adalah abangku.
Liu Qi adalah abangmu?
Iya.
Kakak Hua.
Mari kita berkeliling.
Ayolah, ayolah.
Untuk apa diam di sini?
Aku…
Ayo!
Kakak Hua.
Jika kau tinggal di sini,
kau pasti akan jatuh cinta dengan Perbatasan ini.
Orang-orang di sini sangat baik.
An Shi!
An Shi!
Cuaca akan berubah.
Jangan keluar.
Aku tidak mau.
Siapa dia?
Panggil aku Tou.
Aku pengurus rumah di sini.
Jika ada keperluan, cari aku saja.
Hem!
An Shi, jangan cemberut.
kalau begitu, Cepat pulang.
- Jangan buat abangmu khawatir. - Aduh, aku tahu.
Baik. Ayolah.
An Shi,
Kapan pengurus rumah Tou
datang ke Perbatasan?
Umm.
5 atau 6 tahun yang lalu.
Waktu itu dia terluka parah,
sembunyi ke Perbatasan.
di Perbatasan,
tidak akan ada yang menanyakan identitas.
Oh?
Di Perbatasan Dinasti Han, semuanya adalah orang yang terbuang.
15 tahun lalu,
abang dan aku diasingkan ke Perbatasan Dinasti Han.
Waktu itu, orang di sini masih sedikit.
Tamu yang datang pergi dengan cepat.
bertemu badai pasir dan terkubur di sini,
merupakan hal biasa.
Pebisnis yang berhutang dan melarikan diri,
No comments yet. Be the first to leave one.