Udgivelsesinfo

Sousou no Frieren - 24 [1080p HEVC]
En kommentar af sph21
Resync subtitle milik tedi

Tags

other
Udgivet den: 2024-02-24
Downloads: 121
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 139 linjer.

Tak heran Reruntuhan Makam Raja begitu sulit ditembus.

Siapa yang menyangka kita akan menghadapi situasi semacam ini?

Denken,

bisakah kau hadapi yang itu?

Jujur saja,

andai ini bukan ujian, aku pasti sudah memecahkan botolku.

CERITA ORISINAL OLEH KANEHITO YAMADA / TSUKASA ABE

Kami menyebut Spiegel, penguasa labirin itu,

Water-Mirror Demon.

Monster dari zaman mitos yang muncul

dalam kisah kepahlawanan Ewig the Sage.

Kami percaya

Spiegel bisa membaca ingatan orang-orang yang memasuki labirin tersebut

dan membuat klona mereka.

Ada monster zaman modern

yang memiliki kemampuan serupa, misalnya Einsam.

Namun, klona ciptaan Spiegel dapat dirasakan secara fisik

dan dengan sempurna meniru

kemampuan, mana, bahkan teknik orang-orang.

Karena itulah Reruntuhan Makam Raja masih belum terjamah.

Kenapa Sense memilih labirin ini sebagai lokasi ujian?

Klona diri sendiri adalah lawan kita yang sepadan.

Dibutuhkan analisis diri dan kerja sama tim

untuk mengalahkan klona tanpa ada korban jiwa.

Ujian ini sangat cocok untuk pencinta perdamaian seperti dia.

Ini bahaya.

Ayo mundur.

Denken!

Baiklah.

Kita harus bagaimana?

Jalan buntu, ya?

Kurasa kita terpojok.

Mata Empat,

aku ingin mendengar pendapatmu sebagai ahli sihir klona.

Boleh?

Sudah kubilang, namaku Land.

Baiklah, terserah saja.

Sesempurna apa klona itu meniru diriku?

Übel, kau itu

banyak bicara sekalipun sedang bertempur, ya?

Ibaratnya, kau akan mati kalau tak bicara.

Pengamatan yang bagus.

Ya, mungkin aku akan mati.

Makhluk itu tak bersuara.

Kurasa ia belum menyalin ingatan atau kepribadianku.

Bukan, sepertinya ia memang tak bisa bicara.

Saat serangan pertama,

ia mengambil botol

yang berisi Golem evakuasi dari sakuku.

Begitu rupanya.

Memang itu yang pasti kulakukan.

Ia juga memiliki pengetahuan tentang kita.

Ia tak menyerang meskipun kita sudah terpojok,

karena ia waspada dengan Sorganeil-mu.

Atau ia hanya menikmati penderitaan orang.

Itu tidak lucu.

Pendarahanmu makin memburuk.

Mata Empat, dilihat dari kondisimu, kau tak akan bertahan lama.

Ya.

Boleh aku menanyakan hal terakhir?

Apa kau Mata Empat yang asli?

Tak ada yang tahu.

Aku pun bingung.

Pakailah botolku.

Itu untuk kelangsungan hidupmu sendiri.

Menarik.

Baiklah.

Kalau begitu, Mata Empat, tunggu di sini sebentar.

Akan kuambilkan botolmu.

Hei, tunggu...

Tentu saja, ia akan datang ke arahku.

Untuk menggunakan Sorganeil,

seluruh tubuh target harus berada dalam pandangan.

Yang pertama keliru mengukur jarak akan kalah.

Jika kemampuan kami sama, menang dan kalah ditentukan oleh keberuntungan.

Keberuntungan tak pernah memihakku.

Jadi, aku benci bertarung mengandalkan keberuntungan.

Karena itulah aku tak tertarik melawan diriku sendiri.

Ya ampun.

Aku memang orang yang sungguh tak berdaya, ya?

Seperti biasa, aku tak beruntung.

Maka itu, aku benci hal semacam ini.

Namun,

sepertinya kau lebih tak beruntung dariku.

Mata Empat, cepat sekali kau sampai.

Sesuai dugaanku, botolnya juga palsu, ya?

Übel,

kau sudah tahu yang terluka fatal adalah klonaku?

Kenapa kau mempertaruhkan nyawamu?

Mungkin karena aku yakin kau akan datang untukku.

Apa aku terlihat seperti orang baik?

Sama sekali tidak.

Namun, itu sama sekali tak relevan.

Mata Empat,

bahkan kau menolak botol yang ingin kuberikan kepadamu.

Kau tak mau ada yang mati karenamu, 'kan?

Karena itulah

aku sengaja menciptakan situasi seakan aku akan mati karenamu.

Terima kasih, Mata Empat.

Kini, aku merasa makin mengenalmu.

Begitukah? Baguslah.

Apakah kau merasa sudah memahamiku?

Sepertinya, aku perlu waktu lagi.

Aku yakin kita sudah mendekati bagian terdalam labirin ini.

Nona Frieren, aku melihat tangga di sana.

Fern, tunjukkan petanya kepadaku.

Aku rasa kita sudah menjelajahi setiap sudut lantai ini.

Ada ruangan tersembunyi di balik dinding ini.

Aku yakin ada harta karun di dalamnya.

Dilihat dari suasananya, kemungkinan

ada grimoire langka yang tersembunyi di dalam sini.

Namun, tak ada yang bentuknya

seperti pintu masuk di mana pun.

Benar.

Tapi berdasarkan tata letaknya,

pasti ada sebuah ruangan di sini.

Nona Frieren, ini luar biasa!

Ini menggambarkan pencapaian raja yang dimakamkan di sini.

Aku belum pernah melihat mural dari zaman Dinasti yang Bersekutu

terawat dengan baik.

Ini temuan yang berharga.

Ini luar biasa.

Penyerbuan ini berjalan tanpa hambatan.

Mungkin saja kita akan lulus ujian tanpa kita sadari.

Mungkin saja.

Ada apa? Kenapa kalian berkumpul di sini?

Dari tata letaknya,

bagian terdalam seharusnya berada di luar aula ini.

Lantas?

Sudah setengah hari makhluk itu berada di sana.

Ujian ini jadi mulai seru.

Inilah penyerbuan labirin yang sebenarnya.

Klona yang sempurna, ya?

Sepertinya, makhluk itu sama kuatnya denganku.

Jika tak bisa mengalahkannya,

kita tak akan bisa sampai di bagian terdalam.

Kau punya saran?

Coba kita pikirkan.

Jika makhluk itu adalah replika sempurna diriku,

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left