De første 200 linjer.
Setelah Perang Sipil Inggris dan eksekusi Charles I,
Inggris adalah negara republik dibawah kekuasaan Oliver Cromwell.
Dibebaskan dari raja tirani hanya untuk menderita hukum puritan Cromwell,
Beberapa berubah menjadi ide-ide dan agama baru yang radikal.
Pada masa yang singkat dan keras inilah...
...dimana gagasan pribadi, politik, dan kebebasan seksual modern kita ditempa.
Namanya Fanny Lye.
Tapi dia bukan wanita yang sama saat itu.
Dia hanya tahu tanah, kerja keras,
Dan perang, tentunya,
Menghampirinya seperti gelombang api.
Astaga.
Wilayah Shropshire
Suaminya, Kapten John,
Dia datang tahun '46 bersama pasukan Cromwell.
Membeli tanah majikan Fanny Lye di lelang.
Dan mendapatkan lebih dari yang ditawarkan kepadanya.
Ada semacam cinta diantara mereka.
Semacam kasih sayang yang terbagi.
Meski cinta pertama Kapten adalah Kita Suci,
Suatu kebiasaan yang dia dapatkan dalam masa mudanya menjelajahi Belanda.
Tahun '49, perang berakhir dan Raja kehilangan kepalanya.
Itu terlihat bagi kami bahwa semuanya mungkin pada waktu itu.
Tapi bagi Fanny, musim datang dan pergi.
Peternakan Blackhill, dari perbatasan timur ke hutan barat adalah dunianya.
Hingga hari orang asing datang.
Mengubah seluruh dunia menjadi terbalik,
Dan mengantarkan Fanny Lye dari satu kehidupan,
Kedalam kehidupan lain.
Kapten John telah menanam benih khusus di perutnya,
Anak laki-laki yang tumbuh di Inggris baru dengan segalanya.
Anak tampan.
Arthur, anak ayahnya,
Terlalu muda untuk mengerti perang, dan berjiwa lembut dan ceria.
Dimana tongkatku? Aku tak bisa menemukannya!
Itu ditempat kau meninggalkannya, pak.
Arthur?
Arthur, dimana kau menaruh tudung kepalaku?
Cepatlah.
Jika tidak kita akan telat untuk pemujaan.
Arthur, jika kau pergi.../ Dan jangan lupa kualinya.
Aku tidak mengerti.
Aku yakin meninggalkan itu di kursi...
Kenapa?!
Arthur, ini kotor! Arthur!
Kau mempermainkan aku, ya?/ Ayah! Ayah!
Hei! Hentikanlah.
Ada apa denganmu, wanita? Cepatlah.
Ayo.
Jangan biarkan wanita menindasmu, Nak. Apa aku tak mengajarkanmu apa-apa?
Kau harus tunjukkan Tuhan semangat lebih dari itu.
Ya, Pak.
Anak pintar.
Seiring Fanny bersiap untuk gereja pagi itu,
Dia tidak tahu itu adalah terakhir kalinya...
...keluarganya menuruni bukit itu...
...dan memuja hari Tuhan bersama-sama.
Fanny?
Yang ada, pikirannya teringat ayat Alkitab...
...yang ia pelajari saat kecil.
"Tanggung semuanya, percaya semuanya,
"Berharap semuanya, tahan semuanya."
Tuhanku menjauhkan aku
Dari mereka yang merupakan musuhku
Dan Engkau melindungiku
Dari mereka yang berdiri menentang kebangkitanku
Ayo, Arthur.
Engkau menjauhkanku dari mereka
Yang melakukan tindak kejahatan
Dan selamatkan aku dari orang
Yang sangat kejam...
Khotbahnya singkat seperti biasanya,
Fanny menuju rumah berpikir apa pelajaran apa yang perlu didukungnya.
Kemudian peternakan terlihat dan John berkata...
Apa kau membiarkan api tetap menyala?
Aku rasa tidak.
Mereka bisa saja berbalik dan mencari Jagabaya,
Dan itu adalah tindakan yang cerdas untuk dilakukan,
Siapa yang bisa berkata bagaimana hidup Fanny mungkin menjadi bereda?
Tapi ada daya tarik aneh yang disebabkan oleh bahaya,
Dan ketidaktahuan.
Ayo. Kuda pintar.
Siapa di sana?
Pak, maafkan aku. Aku tak bermaksud jahat.
Lalu apa yang kau lakukan di lumbungku?
Pencuri! Itu bajuku yang kau pakai!
Aku akan memberimu pelajaran!
Tolong, pak, aku mohon kepadamu!
Aku akan mengirimmu kembali kepada Setan!
Pak, beri aku kesempatan bicara.
Kami menemui kendala di jalan.
Kau pikir bisa memasuki peternakan seseorang dan menjadikan itu rumahnya?
Rumah seseorang adalah istananya!
Aku berhak untuk membunuhmu!
Aku mohon. Istriku, Pak. Kumohon, istriku.
Aku bisa jelaskan./ Biar dia jelaskan, pak.
Kalau begitu berhenti terbata-bata. Ada apa dengan istrimu?
Istriku, pak...
Kau tahu,
Semalam kami menempuh perjalanan menuju Gloucester,
Dari sana kami akan ke Bristol dan naik kapal menuju Dunia Baru.
Kami membawa seluruh tabungan. Semua harta kami.
Menginginkan awal baru. Permulaan baru.
Tapi bukan itu yang terjadi.
Kau tahu, semua menjadi kacau,
Kami bertemu perampok jalanan.
Jujur, kami benar-benar sial.
Mereka mengambil semua barang kami. Kuda-kuda dan seluruh uang kami.
Bahkan hingga sepatu dan pakaian yang kami kenakan.
Sejak itu, kami bergerak semalaman, pak. Tak tahu ke mana harus menuju.
Kemudian kami tak sengaja temukan rumah yang megah ini.
Seandainya ada yang membuka pintu saat aku mengetuk, tapi...
Istriku, Pak. Dia kelelahan dan kedinginan...
Dan dia sudah tak tahan lagi.
Dan tanpa pakaian, kau mengerti.
Maaf jika aku lancang, Pak. Sungguh.
Aku tak pernah bermaksud untuk mengganggu orang lain.
Tapi karena situasi yang buruk dan tak menyenangkan ini,
Kami tak punya pilihan lain.
Dimana istrimu sekarang?
Dia istirahat di beranda atas. Maaf.
Fanny?
Hati-hati.
Kemari dan lihatlah, Pak.
Arthur? Ambilkan tongkatku.
Kau macam-macam, aku akan potong lehermu...
...sebelum kau bisa menarik napas./ Aku mengerti, Pak.
Aku janji, aku berniat baik./ Ya.
Kau yakin dia tidak sakit?
Tidak. Hanya kelelahan seperti yang aku katakan.
Dia terlihat cukup sehat.
Itu yang aku katakan.
Kau sebaiknya jaga pandanganmu, John Lye.
Jaga ucapanmu, wanita.
Luka memarnya bisa memburuk.
Akan kubuatkan salep./ Kau sangat berbaik hati, Bu.
Terima kasih./ Ayo.
Siapa namamu, Nak?/ Thomas Ashbury. Senang bertemu kau.
Pengantin baru?
Benar. Kami baru menikah 4 bulan.
Duduk.
Dari mana asalmu, Thomas?
Aku dari Salisbury. Lahir dan besar.
Dan istrimu?
Desa didekat Westchester, bernama Nettlebred.
Petani? Perajin?
Aku... Maksudku, aku sempat menjadi pembuat tong keliling.
Dan prajurit untuk sementara waktu. Di pasukan Jenderal Cromwell.
Itu tujuan yang mulia.
Aku juga bertempur melawan Skotlandia dan Irlandia.
Menyingkirkan hama babi.
Kau juga mengabdi, pak?
Kapten John Lye, untuk Henry Ireton,
Resimen Berkuda.
Kurasa aku sebaiknya memberi hormat.
Arthur! Menjauh dari pintu itu!
Tujuh tahun bertugas untuknya. Dari Edge Hill hingga Drogheda.
Jika bukan karena kaki ini...
Drogheda, kau bilang?/ Itu benar.
Ayo!
Itu situasi yang sangat disayangkan, jika aku bisa melihatnya.
Menurutku Tuhan tidak melihatnya seperti itu.
Duduk dan diamlah, Nak.
Anak yang penuh semangat.
Ya. Kau harus ajarkan mereka sesuatu ajaran Tuhan.
Mazmur dan berdoa.
Menjauhkanmu dari masalah.
Jadi...
Ke inti utama saat ini.
Kami berserah diri kepadamu, Pak.
Mengingat ini harinya Tuhan,
Juga istrimu dan kau yang merupakan rekan seperjuangan,
Aku akan mengizinkanmu untuk tinggal.
Hingga pagi./ Terima kasih banyak, Pak.
Kami sangat berterima kasih.
Tentu saja kau harus bermalam di lumbung bersama tikus.
Tidak masalah.
Terima kasih, Pak. Kami hanya butuh semalam.
Besok setelah sarapan, kita pergi ke Ludlow,
Itu 8 mil ke arah timur dari sini,
Dan kau bisa melaporkan situasimu kepada Jagabaya.
Terima kasih, Pak, tapi...
Aku tak ingin merepotkanmu dengan perjalanan sejauh itu.
Kami cukup meminta makan dan pergi besok pagi. Tidak masalah.
Aku tidak keberatan. Tidak masalah.
Jujur, Pak,
Aku tak yakin apa yang jagabaya bisa lakukan untuk kami.
Apa dia bisa secara ajaib kembalikan uang tabungan kami?
Atau kuda-kuda kami?
Aku rasa tidak.
Karena itu, kurasa itu tidak perlu.
Ini bukan soal dirimu sendiri, bukan? Ini soal hukum dan ketertiban.
Dan seperti yang Tuhan katakan,
"Ia yang memiliki teman harus menunjukkan dirinya bersahabat."
Jadi itu adalah penawaranku.
Dan kami menerimanya dengan lapang dada. Terima kasih.
Baiklah.
Begitulah Thomas Ashbury dan aku, wanita muda yang berada di lumbung,
Bisa menikmati sambutan dari Tn. dan Ny. John Lye.
Sentuhannya kuat namun lembut,
No comments yet. Be the first to leave one.