De første 200 linjer.
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Kau adalah kaisar Roma ketiga yang aku layani.
Pertama ada Caligula, kemudian Claudius,
Dan sekarang kau, Nero.
Markas Pusat Jenderal Roma Corbulo. Suriah. 62 Masehi.
Kau mengirim Jenderal Lucius Caesennius Paetus...
...untuk pertahankan Armenia melawan Parthia yang besar?
Aku orang yang menyerang Armenia saat pertama.
Aku tak percaya ini.
Aku benar-benar tak percaya ini!
Apa yang terjadi?
Seharusnya aku yang mengusir orang Parthia,
Bukannya si pecundang Paetus.
Dan kau perintahkan aku untuk menjaga apa, Suriah?
Dari siapa?
Orang Parthia mengepung legiun kita di Armenia.
Dan akan ada musim dingin berat yang akan datang.
Kau sebaiknya berharap, Kaisar,
Bahwa kekuasaan Roma tidak berada di tangan jenderal pilihanmu,
Tapi berada di hati dari para prajurit anonim...
...yang membentuk legiunmu.
Terinspirasi Berdasarkan Kejadian Sebenarnya
Kamp Jenderal Paetus Roma. Armenia, 62 Masehi.
Masuklah, Marcus.
Apa kabar terbaru?
Pesan terbaru dari orang Parthia.
Mereka meminta kita menyerah.
Mereka memberi kita tiga hari.
Mereka jamin kita takkan dibunuh jika...
Bakar itu. Menyerah bukan pilihan.
Jenderal.../ Kubilang tidak!
Orang Parthia mengendalikan jalur.
Orang Scythia sudah memotong rute persediaan kita di sini.
Jika kita tak mencari bantuan, kita akan mati kelaparan.
Apa kau juga berpikir jika semua ini salahku,
Karena membuat kamp di tempat yang bisa dengan mudah dikepung?
Bahwa semua ini hasil dari ketidakmampuanku?
Tak ada waktu untuk melihat kebelakang.
Kita tak di posisi untuk terus dalam pengepungan.
Orang-orang kita tetap setia, tapi tentara bayaran sudah pergi.
Tentara bayaran sialan.
Ada kabar dari Corbulo?
Aku mengirim tiga orang terbaikku sebagai utusan.
Mereka semua memiliki rute terpisah.
Tapi gunung dipenuhi dengan musuh yang familiar dengan rencana kita.
Mereka semua gagal.
Ada satu pilihan terakhir.
Hanya melalui rute yang musuh tidak perkirakan akan kita ambil.
Sekelompok orang yang penuh persiapan,
Bisa menaklukkan jurang.
Setelah berada di hutan, itu tujuh hari perjalanan...
...menuju Suriah dan pasukan pemantau Corbulo.
Jadi kau bilang padaku, Marcus,
Jika beberapa orang kita yang kelelahan dan kelaparan setengah mati,
Akan mampu memanjat tebing,
Berjalan menembus hutan,
Bertempur melawan musuh,
Dan mencapai Suriah hanya dalam beberapa hari?
Tepat sekali.
Aku bisa lihat bukan hanya aku yang kehilangan akal sehatnya.
Ini satu-satunya rute yang tak akan dipenuhi dengan musuh.
Sementara itu, kita bisa buat mereka percaya...
...kita setuju terhadap persyaratan menyerah.
Si bajingan Corbulo itu...
Aku tak pernah mengira jika lawan politik terbesarku,
Suatu hari akan menjadi satu-satunya harapanku bertahan hidup.
Bagaimana jika setelah semua ini...
Dia menolak untuk datang membantu kita?
Itu resiko yang harus kita ambil.
Rutenya sangat sulit.
Apa kau sudah pertimbangkan,
Siapa yang bisa dipercayai dengan kegilaan ini?
Dia seorang prajurit,
Dibesarkan di pegunungan Utara Hispania.
Pemanjat dan petarung yang handal.
Sangat direkomendasikan oleh pembantu legiun.
Pembantu legiun? Dia mungkin pembangkang.
Dia seorang prajurit. Setia kepada Roma.
Ada yang lebih muda dan lebih kuat lainnya.
Tapi tak ada yang memiliki kapasitas untuk menahan ini.
Siapa namanya?
Mereka memanggilnya Noreno.
Menurutmu dia akan melakukan itu?
Jika itu perintah, dia jelas akan mematuhinya.
Benar, perintah.
Kewajiban.
Tak ada yang prajurit bisa lakukan selain menaati perintah,
Untuk bertempur dan berkorban nyawa tanpa banyak berpikir.
Yang tersulit yaitu membuat keputusan.
Mereka harus pergi malam ini.
Kita semua sudah mati, Marcus.
Rencanamu sangat tidak mungkin.
Aku bisa melihat Corbulo.
Saat dia mendengar kabar kekalahanku,
Hasil dari kesalahan strategiku.
Senyumannya.
Kita butuh bantuan terbesar dari para dewasa...
...jika kita akan menempatkan harapan pada orang gunung.
Tapi jika para dewa berkehendak...
Maka biarlah.
Pak, Prajurit Noreno sudah datang.
Noreno.
Kau memanggilku, Pak?
Kau dipilih untuk mengirimkan pesan kepada Jenderal Corbulo.
Yang lainnya gagal karena mereka memilih rute yang salah.
Kau akan melalui rute yang tak diperkirakan musuh.
Melalui jurang.
Pak, permintaanmu mustahil.
Mustahil atau tidak, itu satu-satunya peluang kita untuk selamat.
Aku sangat paham kualitasmu.
Aku tak memilihmu karena keterampilanmu yang jelas.
Kau dipilih karena kapasitas langkamu untuk bertahan.
Jika ada yang bisa berhasil...
Kau orangnya.
Kita hanya memiliki perbekalan untuk dua hari lagi.
Jika musuh belum membunuh kita,
Maka kurangnya makanan atau udara dingin yang akan membunuh kita.
Seluruh legiun Roma hancur, dipermalukan.
Kau harus berhasil.
Kapan aku pergi?/ Sekarang.
Setelah kau meninggalkan kamp,
Langsung berlari ke jurang.
Taklukkan dindingnya. Setelah kau berada di hutan,
Pergi ke barat daya hingga kau mencapai Suriah dan pasukan pemantau.
Bantu aku kembali ke Roma.
Bantu aku bertemu anakku.
Aku akan berusaha semampunya.
Saat kau bertemu Corbulo, berikan ini padanya.
Perkamen itu memiliki segelnya Paetus.
Semoga Tuhan melindungimu.
Pergilah keluar dan lari,
Seolah Hades sedang mengejarmu.
Ia yang menaklukkan dirinya sendiri dalam kemenangan.
Dua Kali Penaklukkan.
Untuk Roma!
Maaf, temanku!
Pergilah!
Lari!
Ayo!
Tidak!
Aku seharusnya tidak meninggalkan tanah airku.
Noreno, dengarkan aku.
Ya?
Berjanji padaku, jika sesuatu terjadi kepadaku kau akan beritahu keluargaku.
Berjanjilah.
Terima kasih, temanku.
Orang Roma bodoh lainnya,
Yang yakin bisa melintasi wilayah ini untuk mencari bantuan.
Apa yang aku lakukan dengan dia, Saka?
Orang Roma yang angkuh.
Kapan mereka akan berhenti?
Harga diri mereka lah yang menjadikan mereka hebat.
Mereka tak mungkin pergi jauh.
Cari di sebelah sana.
Di sini.
Ini jurang yang terkenal.
Pergilah!
Dua orang Roma tewas.
Yang satunya berhasil memanjat dinding jurang.
Rute itu mustahil.
Tak ada yang mustahil jika kau memiliki keinginan untuk selamat.
Mereka hanya pembangkang.
Mereka korbankan dirinya agar dia bisa berhasil.
Dia berusaha pergi menemui Corbulo.
Orang Persia membayar kita untuk membunuh orang Roma,
Bukan untuk membiarkan mereka kabur.
Madyes, kau dan Saulio pergilah ke sungai.
Dia pada akhirnya harus menyeberangi itu.
Aku akan kirimkan kabar kepada orang Persia.
Ya, untuk sekarang.
Jadi, Claudius, katakan padaku,
Seberapa jauh kau bepergian untuk tiba di barisan depan?
Hibernia.
Hibernia?
Itu di ujung dunia.
Apa yang Celt lakukan di legiun Roma?
Aku dengar bayarannya bagus.
Seperti kebanyakan anak-anak di pesisir Hibernia,
Aku ditangkap dan dibawa ke Inggris sebagai budak.
Aku ditahan di bangsal penjaga, tapi...
Mereka tak bisa menahanku.
Dia bilang, apa kau pernah ingin kembali pulang?
Aku sudah terlalu lama jauh dari rumah.
Aku ingin melihat dunia.
Jadi aku pergi ke Gaul,
Dan bergabung legiun.
Mereka satu-satunya keluarga yang pernah aku kukenal.
Dan aku bersyukur untuk itu.
Dia bilang kau harus pergi ke Hispania.
Itu tanah airnya. Di sana sangat indah.
Aku dibesarkan oleh kakekku di Hispania.
Saat dia bergabung ke legiun,
Dia ditempatkan di Britania.
Jadi aku mengikuti dia dan bertempur bersamanya.
Akan tetapi ketika dia tewas,
Aku putuskan untuk kembali ke Hispania.
Aku bawa jasadnya ke puncak gunung,
Lalu aku baringkan dia di sana,
Agar burung bangkai bisa membawanya ke alam baka.
Dan saat aku kembali ke legiun,
No comments yet. Be the first to leave one.