De første 200 linjer.
Dan?
Dan, bangun.
Dan.
Berhenti!
Terima kasih.
Ini tidak...
Kau harusnya mengunci pintu.
Astaga.
Bajingan!
Keparat!
Anita.
Akhirnya terlihat juga.
Aku hampir lupa seperti apa penampilanmu.
Pelukan?
Itu tidak sopan./ Didalam boleh merokok?
Tentu saja tidak.
Ini rumahmu?
Rumah suamiku./ Suami?
Itu asli?/ Ya.
Bajingan.
Dia kaya.
Atau keluarganya dulu.
Dia seorang pengajar.
Mengagumkan.
Berapa lama?
Tiga tahun. Lima tahun bersama.
Bukan, maksudku, berapa lama kau keluar?
Lima tahun.
Benar-benar totalitas, ya?
Anak-anak?
Mengagumkan.
Kami suka melakukan kegiatan luar ruangan, oke?
Itu terdengar terbelakang. Kau beritahu dia tentangku?
Tentu saja!/ Pembohong.
Aku beritahu saat kencan pertama kami./ Apa dia bilang?
Dia memahami.
Dan namanya Dan?/ Ya.
Dan sang jagoan./ Hanya Dan.
Hanya Dan. Mengagumkan.
Kenapa kau begitu agresif, sayang?/ "Sayang"?
Kenapa.../ Karena kau tak pernah telepon.
Telepon bekerja dua arah, sayang.
Aku rasa kau benar.
Teh?
Dengan campuran scotch.
Baiklah.
Dan bilang itu teh terbaik.
Semuanya sama setelah itu masuk ke perutmu.
Ayolah, sayang, jangan merajuk.
Aku seharusnya menghubungimu. Aku benar-benar minta maaf,
Tapi yang terpenting adalah kita di sini sekarang, benar?
Kurasa begitu./ Jangan merasa.
Tahu.
Ya, aku tahu.
Bagus.
Jadi, apa, Catherine?/ Apanya?
Kenapa kau menghubungiku?
Tentu saja.
Aku mendapati Dan menonton itu lagi.
"Itu" apa?
Pook... Por...
Pornografi.
Jenis pornografi terburuk.
Dia janji padaku akan berhenti.
Dia mengikuti konseling.
Apa gunanya berusaha mengatasi kekurangan birahimu secara ilegal,
Jika kau tak berkomitmen seumur hidup untuk menghancurkannya?
Itu tengah malam.
Pintu kantornya ditutup,
Lalu ada sinar di bawah pintu,
Jadi aku pergi melihat lewat lubang intipku.
Lubang intip?
Dia menggunakan laptopnya.
Dan itu artinya...?/ Dan, tentu saja.
Pintu tertutup, laptop menyala, pukul tiga pagi.
Tapi bagaimana kau.../ Karena aku tahu!
Silakan, nilai aku, Anita.
Lalu apa yang terjadi?
Apa maksudmu, apa yang terjadi?
Apa aku harus menjabarkannya untukmu?
Aku mendapati dia menonton itu lagi,
Jadi aku menusuknya di samping kepalanya.
Apa?/ Tepat di lobus temporal.
Apa dia mati?/ Ya!
Aku rasa begitu.
Apa, kau tidak yakin?
Maksudku, jika dia belum mati saat itu,
Aku rasa dia takkan bisa bertahan selama ini.
Di mana dia?
Di atas, di lemari.
Sepertimu.
Tidak, tidak sepertiku.
Aku tidak di lemari.
Dia benar-benar di lemari.
Astaga!
Itu orang mati.
Kelihatannya begitu.
Kau beri dia hukuman mati.
Itu benar.
Tidak, maksudku, astaga.
Maksudku...
Apa yang kau lakukan?
MJ... Harus melakukan MJ.
MJ membuat pikiranku tenang.
Kau mau rokok?/ Ya, itu akan bagus.
Dan.
Catherine.
Hai.
Maaf.
Maaf aku terlambat.
Aku juga baru datang.
Aku habis mengajar, dan itu makan waktu lebih lama.
Aku ingin menghubungi.../ Tak perlu meminta maaf.
Aku bisa mengerti.
Saat aku masih sekolah, esaiku yang panjang...
...sering membuat para guru terlambat.
Intinya aku mengerti.
Maksudku, kau tahu,
Jika esaimu sepuitis emailmu,
Aku rasa para guru takkan keberatan melebihi jam pelajaran.
Apa kau mengajak seluruh teman kencanmu ke sini?
Seluruh teman kencanku...
Tidak, tidak... Aku jarang berkencan.
Pekerjaan...
Aku bekerja terlalu banyak untuk kencan kasual,
Jadi, kau tahu, aku baru untuk semua ini,
Sebenarnya, aku punya pengakuan.
Apa?
Aku tak pernah kencan online sebelumnya.
Apa?
Bukan apa-apa.
Baiklah.
Aku bukan orang yang menginterogasi wanita saat kencan pertama.
Baiklah.
Aku tidak memberitahumu semuanya di online,
Tapi aku sangat jujur dengan profilku...
...saat kubilang aku tak pernah...
Melakukan kencan online?
Tidak, bukan hanya kencan online.
Aku tak pernah berkencan.
Kau bercanda.
Tidak.
Kau tak pernah kencan?
Tidak pernah.
Itu tindak kriminal.
Terima kasih untuk pujianmu.
Tak apa./ Tapi itu benar.
Ini pertama kalinya...
...aku duduk di hadapan pria./ Pria.
Dalam suasana romantis yang mungkin menuntun ke percintaan,
Kau tahu, sesuatu... Jika kau menyukaiku.
Aku mau kau ke toko dan belikan aku gergaji busur.
Gergaji busur?
Warna pink, jika ada./ Astaga.
Kita harus mutilasi dia./ Sial.
Mutilasi dan membakarnya./ Bajingan.
Lalu membersihkan tempat ini.
Bicara soal itu, setelah kau pergi ke toko gergaji busur,
Aku mau kau ke toko lain dan beli persediaan kebersihan.
Kantong sampah, pemutih, busa.
Gergaji busur di satu toko.
Perlengkapan kebersihan di toko lain.
Untuk menghindari kecurigaan.
Itu jelas./ Itu jelas.
Kau ikut?
Aku tak bisa. Aku di kenal di kota.
Tentu saja./ Tentu saja.
Tapi tak ada yang mengenalku.
Benar./ Benar.
Itu sebabnya kau menghubungiku.
Aku pesuruh samaranmu.
Apa yang kau katakan, Ibu?
Catherine, namaku Dr. Charmaine Johnson,
Dan aku ingin berikan kau beberapa pertanyaan, oke?
Silakan, Charmaine.
Apa kau tahu kenapa kau di sini?
Apa kau menyalahkan ibumu?
Aku menyalahkan dia karena mengadukan Anita.
Dengar, aku tak membuat masalah.
Aku melakukan semua tugasku.
Seorang remaja teladan.
Gadis itu bicara untuk dirinya sendiri.
Dan kau tahu dia jarang makan,
Dan ketika dia makan, dia cekikikan dengan Anita,
Cekikikan terhadap wortel, cekikikan terhadap kentang,
Cekikikan terhadap sop.
Boleh aku.../ Bicara dengan Anita,
Cekikikan dengan Anita./ Boleh aku...
Anita, Anita, Anita, selalu Anita selama 8 tahun terakhir.
Boleh aku menyela?
Silakan, Catherine.
Seluruh anak-anak di jalan kami.../ Betty...
Beri Catherine ruang untuk menanggapi.
Terima kasih, Charmaine.
Aku tak peduli apa yang Ibu pikirkan.
Hidupku bersama Anita seimbang dan bermartabat.
Bukan salahku dia terancam dengan Anita.
Aku hanya senang habiskan waktu bersama temanku.
Mau main ayunan?
Kit Kat-ku tersayang, kau adalah bahan lelucon.
No comments yet. Be the first to leave one.