De første 200 linjer.
"Selamat Ulang Tahun ke-100, Fred."
Selalu menyenangkan jika ulang tahun kita diingat. Tanggal 7 Mei.
Plakat bangku Central Park,
entah untuk memperingati ulang tahun spesial atau momen khusus.
"Untuk Benny, penolongku saat tersedak di gerobak makanan halal. Kau Gyro-ku."
Plakat di bangku itu cara mewah New York untuk duduk di atas tonggak kehidupan.
"Aku sayang Ibu." Kurang kreatif, tapi pesannya tersampaikan.
Apalagi hari ini relevan karena ini Hari Ibu.
Ganti adegan.
Nanti ibumu terbangun.
Ayah mengubah alarmnya dari a.m. ke p.m. agar kita bisa menyusun rencana terakhir.
Kita seperti mau membunuhnya.
Kita akan mengejutkannya dengan cinta dan perhatian.
Tahun ini, kita akan memukaunya
dengan melanjutkan perayaan Hari Ibu melebihi sarapan di kasur.
Tunggu, apa? Masih Hari Ibu setelah pukul 10.00?
Ya. Akan kita rayakan seharian. Atau setidaknya sampai sore.
Waktu kalian beberapa jam lagi untuk menyiapkan hadiah.
Aku akan mengejutkannya saat dia sadar aku tak membuatkannya apa pun
seperti biasanya.
Tahun ini, aku membelikannya sesuatu dengan uangku karena aku sudah besar.
Dia akan berkata, "Apa? Syukurlah kami punya anak kedua."
Jadi, sudah yakin soal ini?
Setelah bertahun-tahun ogah-ogahan,
apa berusaha mati-matian tahun ini akan membuatnya bingung?
Bingung oleh besarnya cinta kita.
Ibu kalian berusaha mati-matian untuk kita.
Ulang tahun, Natal, gigi copot, gigi tumbuh kalian.
Karena itu hari ini, kita berusaha sekuat tenaga.
Dia memberikan kita segalanya
Dan hari ini adalah hari yang sempurna
Untuk menghujaninya Dengan banyak cinta daripada hujan
Dia tak tertandingi
Setidaknya kita berusaha
Kita harus rayakan dengan meriah - Kau menunjukkan kau tua
Aku hanya ingin perayaan lebih baik Untuk istriku
Dia akhirnya akan merasakan Hari Ibu yang sempurna
Yang akan dia banggakan
Sebelumnya gagal berkali-kali Tapi tak akan terjadi lagi
Kita harus berusaha mati-matian
Kita akan beri dia segalanya
Dan hal kecil apa pun Yang pantas untuknya
Kita akan membuatnya terpukau
IBU TERBAIK!
Bersiaplah, Ibu
Dia sosok yang hebat
Sosok terbaik dalam sejarah ibu
Semua itu Plus sembilan bulan tanpa anggur
365 hari
Yang kau pikirkan hanya orang lain Tapi hari ini adalah tentang dirimu
Dia sangat hebat - Dalam menunjukkan cintanya
Dia datang ke sekolahku Membawa banyak balon
Dan cupcake buatan sendiri Yang dilapisi gambar wajahku
Dan wajahku!
Behelku dilepas - Setahun yang lalu
DAH BEHEL!
Dia menggelar pesta Bertema putih mutiara untukku
Kita harus melampauinya Sekali dalam hidup kita
Semoga berhasil.
Dia selalu memakai jin ibu
Dan jarang menyisir rambutnya - Tapi dia sangat cantik
Dia selalu mengutamakan kita Itu alasan lainnya
Kita harus berusaha mati-matian
Kita akan beri dia segalanya
Dan hal kecil apa pun Yang pantas untuknya
Kita akan membuatnya terpukau
Bersiaplah, Ibu
Dia sosok yang hebat
Sosok terbaik dalam sejarah ibu
Semua itu Plus sembilan bulan tanpa anggur
365 hari
Yang kau pikirkan hanya orang lain Tapi hari ini adalah tentang dirimu
Baiklah, kalian tahu rencananya. Sarapan di kasur sampai pukul 10.00.
Lalu jalan-jalan romantis Ayah dan Ibu dari pukul 12.00-14.00.
Lalu kita bertemu di kebun binatang, berikan hadiah kalian,
dan Hari Ibu terbaik di dunia berlanjut.
Kebun binatang pukul dua. Keduanya berima. Agar kalian ingat.
Kebun binatang pukul dua. Semoga aku ingat.
Pastikan hadiah kalian dibungkus dan siap.
Aku siap 100%. Tinggal kubungkus.
Kau terdengar siap.
Lihat para pemalas sentimental itu, mengajak ibu mereka ke taman.
Ini Hari Ibu.
Kenapa kau di sini? Kau libur hari ini.
Sampai jumpa besok. Kecuali kau suka rutinitas Hari Ibuku,
di mana aku mendandani Shampagne seperti mendiang ibuku.
Itu sangat normal. - Ya, sangat normal.
Ibu, senang sekali bisa minum teh bersamamu.
Tapi tentu saja kau di sini karena sangat menyayangiku.
Setelah ini, kita akan saling mengepang rambut
lalu pergi berbelanja! - Ya ampun.
Sebelum kau pergi, berikan daftar minumanku
hari ini ke Lionel. - Siap.
Kurasa Ibu BAB di pojok sana.
Tipikal Ibu. Akan kubersihkan.
Helen sudah lama tak libur dan dia senang sekali.
Kita tak tahu dia senang dari wajahnya
dan tatapannya yang kosong, tapi dia senang.
Dia menerapkan beberapa aturan dasar kepada para karyawan hotel
sebelum dia libur.
Jangan ganggu Bitsy.
Jangan mengacau dan jangan ganggu Bitsy.
Aku diam-diam menunjuk salah satu dari kalian untuk melaporkan yang lain.
Si Philippe.
Setiap Jack Nicholson datang, aku berkata,
"Jangan duduk di sana. Duduklah di bar."
Kenapa? - Karena aku suka mengatakan,
"Kau tak sanggup di stan."
Halo, Lionel. - Kukira kau libur.
Ya, aku mau pergi. Aku hanya mengantarkan daftar minuman Bitsy.
Pukul 12.30, 12.45, 13.00. Tak ada minuman sampai pukul 14.00?
Itu waktu dia kencing. - Dia kencing sejam?
Keluarnya lambat.
Ya, tiga mimosa dan screwdriver, baik.
Pesanan dari kamar?
Ya, akan kusuruh bartender bar untuk membuatkannya.
Tunggu, Bitsy memecat semuanya minggu lalu, jadi aku akan membuatnya.
Aku beri tahu dia bahwa kau kesulitan tanpa tenaga tambahan.
Lalu? Apa katanya? - Dia melemparku dengan udang.
Apa maksudnya itu? - Itu bukan pertanda baik.
Mungkin aku akan bicara dengannya.
Sebaiknya jangan, kecuali kau suka udang mendarat di wajahmu.
Dia mengincar mata.
Buatkan saja minumannya dan nanti kita urus begitu aku kembali.
Baiklah. Untung ada dua pria berbakat ini yang membantuku.
Lenganku.
Lihat hadiahku untuk Ibu.
Ya ampun. Aku sudah cemas akan begini. - Apa?
Itu akan tampak murahan dibandingkan hadiahku
yang kubeli dengan uangku. - Yang kau beli dengan uangmu.
Kami tahu. - Kalung mutiara yang indah untuk putri.
Ini palsu.
Apa? Ini palsu? Tapi ini dari apotek.
Mereka tak akan jual mutiara palsu di apotek. Itu melanggar hukum.
Itu plastik. - Ya.
Mutiara bukan terbuat dari plastik? - Bukan, dari tiram.
Tiram?
Tiram menghasilkan mutiara? Apa ini ada dalam berita?
Aku tak bisa memberikan sampah ini!
Sudahlah. Akan kubuatkan dia kartu seperti setiap tahun.
Jangan! Kita bukan anak kecil lagi, ingat?
Kau sudah besar. Karena itu tahun ini kita belikan dia sesuatu.
Benar. Ibu butuh hadiah sungguhan, seperti mutiara sungguhan.
Aku butuh 40 tiram hamil secepatnya!
Bukan begitu caranya.
Kita harus belanja. - Kita siapa?
Jika kau tak ikut, aku mungkin membelikannya topi palsu.
Apa itu topi palsu?
Apa ada topi asli? - Baik, aku akan ikut.
Susu dan tiga gula, seperti yang kau suka.
Manisnya. - Aku suami yang baik.
Maksudku kopinya. Tiga gula sangat manis.
Aku juga membawakanmu ini.
Baik sekali. Aku juga suka harus bawa sesuatu saat jalan-jalan.
Bisa membawa sesuatu saat jalan-jalan.
Mau melanjutkan jalan-jalan kita yang sudah seru ini?
Jika kita nanti berakhir di perahu angsa yang diakui turis...
Sialan. - Apa?
Tak apa-apa. Urusan pekerjaan.
Maaf, aku tak bermaksud mengumpat. Abaikan saja. Ini harimu.
Tidak, ada apa? - Itu plakat tak berizin.
Apa maksudnya?
Orang yang tak mau bayar memasang plakat palsu sendiri.
Berandal sentimental, kurasa.
"Semuanya sangat berharga, teruslah berjalan.
Kau akan menemukan plakat berikutnya di mana lampu jalan bersinar terang."
Bagus! Bahkan tak sentimental, mereka hanya berandal biasa.
Ada proses untuk plakat.
Isi formulir, ikuti aturan. Keduanya mengasyikkan, bukan?
"Kau akan menemukan plakat berikutnya"...
Tidak. Jangan diselidiki.
Kita tak akan menyelidiki plakat-palsu ini.
Copot saja dan kita lanjut jalan.
"Di mana lampu jalan bersinar terang."
Aku hanya ingin melihat sesuatu sebentar.
Paige, aku punya jadwal sangat serius yang harus kita ikuti.
Jangan halangi aku.
Kenapa, Bu?
Kau minta maaf karena pergi ke Eropa di setiap ulang tahunku selama 40 tahun?
Aku memaafkanmu.
Pukul 13.00?
Di mana Schnapps Goes the Weasel pukul 12.30 untukku?
Kenapa aku oleng?
Selain masa kecilku. Astaga. Aku sadar!
Ya, Tuhan! Aku akan mati seorang diri!
Shampagne akan memakan mayatku. Hentikan! Aku belum mati!
Aku hanya butuh layanan kamarku!
Helen! Tanyakan pelayan bodoh itu.
Oh, ya, aku terus lupa.
Harus minum.
Ny. Brandenham, bagaimana kabarmu?
Haus. Tiga minumanmu terlambat, Lionel,
dan kau mengacaukan jadwal kencingku. - Maaf.
Aku kewalahan karena... Mungkin ini waktu yang tepat untuk bicara.
Jijik. Percayalah, waktunya tak tepat. Buatkan aku Schnapps Goes the Weasel.
Aku sungguh ingin kau...
Mempekerjakan kembali...
bartender bar.
Aku mau minum.
Dengar, Bitsy, hanya aku yang tahu cara membuat minuman gilamu.
No comments yet. Be the first to leave one.