転生したら第七王子だったので、気ままに魔術を極めます
De første 200 linjer.
Grim...
Percuma saja.
Menyesal sekarang pun tak akan kuberi ampun,
anak iblis.
Biar saja.
(Bereinkarnasi Malah Menjadi Pangeran Ketujuh,
jadi Aku Bisa Menyempurnakan Kemampuan Sihirku Sepuasnya, Musim Kedua)
Lloy—
Master, sudah pagi, lo...
Grim, Shiro!
Selamat pagi.
Eh?
Di mana Lloyd?
Pagi...
Suara itu...
Lloyd!
Dengan sihir blokade yang kupelajari dari Ren, aku jadi bisa sembunyi dengan lebih baik!
Yang kamu lakukan itu sudah sempurna, tahu!
Kalau aku harus mempelajarinya dalam setahun.
Lloyd, kamu itu benar-benar...
Master, Anda sungguh hebat!
Apa, sih?
Kamu belum terbiasa juga, ya?
Padahal sudah beberapa hari tinggal di istana.
Mana mungkin terbiasa hanya dalam beberapa hari!
Kak Sylpha sudah mengajarkan banyak hal padaku,
dan dia sangat tegas dan keren.
Aku sangat kesulitan di pelajaran etiket.
Makanan di sini enak-enak, terlebih tempat tidurnya sangat empuk.
Kelihatannya repot juga, ya.
Tapi aku akan berusaha, Lloy—
Agar bisa jadi pelayan yang tidak memalukan untuk Master!
Begitulah!
Bersikap biasa saja kalau kita sedang berdua.
Lloyd...
Tentu saja itu tidak boleh.
Pagi, Sylpha.
Benar-benar, deh.
Harus kuberi tahu berapa kali sampai kamu paham.
Pelayan mana yang bicara bahasa nonformal bersama masternya?
Maafkan aku.
- Kamu harus selalu memanggilnya "Tuan Lloyd". - Baik, maafkan aku.
- Kamu harus selalu memanggilnya "Tuan Lloyd". - Repot juga, ya, si Ren itu.
- Kalau soal repot... - Baik, baik.
- kurasa dia juga repot, lo. - Maafkan aku!
Selanjutnya tolong diperbaiki!
Jaring milik Galilea sangat berguna untuk rekonstruksi, ya!
Kamu sudah terbiasa dengan pekerjaan tuan tanah?
Bagaimana, ya...
Tak kusangka Galilea jadi tuan tanah di sini.
Awalnya kupikir sudah pasti Tuan Lloyd yang akan memiliki posisi itu.
Aku hanya diberi hak memilih oleh Ayah, kok.
Selanjutnya kuserahkan padamu.
Kalau bisa menjadikan tempat ini sebagai titik kumpul orang-orang seperti kalian,
kita bisa melakukan penelitian menarik sepuasnya.
Dia ingin kalian menganggap di sini sebagai rumah sendiri.
Tapi, kelihatannya kita masih membutuhkan banyak waktu untuk renovasi, ya.
Bagaimana lagi, para iblis sudah bertindak sesuka hati, sih.
Oh, Babylon! Lama tidak berjumpa!
Setelah menjadi tuan tanah,
aku tidak akan membiarkan tragedi itu terjadi lagi.
Akan lebih baik kalau kita menyusun strategi, lo.
Sebagai bangsa iblis, aku merekomendasikan "Sihir Suci".
Jadi kamu...
bangsa iblis?
Apa yang ada di otak kalian, sih?
Panggil dengan sebutan yang lebih sopan!
Aku kira hanya anak kambing yang bisa terbang dan bicara.
Sihir Suci,
teknik yang hanya bisa didapat oleh mereka yang telah mengabdi kepada gereja.
Dengan menyemayamkan kekuatan Tuhan dan melawan kebatilan.
Walau terdengar seperti teknik meragukan, tingkat efektivitasnya cukup baik.
Tuhan, ya...
Ugh, primitif.
Habis kami hidup selama ini tanpa memercayai hal semacam itu.
Bagaimana kalau kalian memanfaatkan kesempatan ini untuk ikut ajaran gereja?
Tuan Lloyd juga bisa...
Gereja... Begitu, ya... Boleh, lah, kapan-kapan.
Apa kamu berulah di sana?
Tidak, tidak ada, kenapa kamu berasumsi begitu?
Sebenarnya aku sudah dilarang masuk ke sana.
- Tapi itu kejadian dua tahun lalu, - Entah apa ulah yang dia buat!
- mungkin saja orang-orang sudah lupa. - Lloyd memang hebat!
- mungkin saja orang-orang sudah lupa. - Kerja bagus.
Sekarang aku jadi sangat ingin...
- mempelajari sihir suci itu, deh! - Babylon, pergilah!
Ya.
Baiklah, karena aku menginginkan Sihir Suci itu...
aku akan masuk ajaran gereja!
Sudah dua tahun tidak ke gereja ini!
Aku tidak terlalu suka gereja.
Kalau begitu seharusnya tidak usah ikut.
Itu... Bagaimanapun aku harus menggantikan Kak Sylpha yang tidak bisa pergi bersamamu!
Aku juga ingin bersama Lloyd...
Kalau tak salah dengar, jika mau mendapatkan Sihir Suci itu...
seseorang harus mengabdikan diri pada gereja.
Ya.
Berdonasi, bersih-bersih, membaca Alkitab,
menyanyikan lagu rohani, berdoa,
kalau melakukannya terus-menerus,
katanya malaikat dari surga akan memberikan sihir itu.
Begitu, ya. Sepertinya melelahkan.
Iya, kan?
Halo, Pak Pendeta!
Oh, halo.
Pintarnya kamu, Nak, datang beribadah ke gereja.
Llo-Llo-Llo-Llo-Llo Lloyd de Saloum!
Mau apa kamu ke sini, bocah!
Mustahil aku lupa dua tahun silam itu!
Paham tidak apa yang sudah kamu lakukan di gereja ini?
Pulang sana! Dasar anak iblis!
Apa yang sebenarnya orang ini perbuat?
Bukankah itu cerita lama, Tuan Pendeta?
Escher!
Lama tidak berjumpa, Dik Lloyd.
Lagi-lagi kamu bertindak terlalu lembek padanya!
Bukankah Tuan Pendeta juga selalu berkata...
Manusia pasti berbuat kebatilan,
tapi begitu merenung dan memperbaiki diri, Tuhan pun pasti akan mengampuni.
Tidak apa-apa, kok.
Lagi pula, sudah tak ada yang marah juga.
Aku masih marah, tahu!
Kami mohon...
Kami sudah merenunginya, guk.
Dengarkan dulu ini, aku masih belum mengakuimu sepenuhnya.
Tapi bukan berarti aku tak mau memberikanmu kesempatan sekali lagi untuk menebus dosamu.
Siapa nama anabul ini?
Shiro.
Mengabdilah dengan sekuat tenaga!
Ya!
Tunggu, Dik Lloyd! Kamu mau ke mana?
Maaf, Escher, aku berbuat kesalahan.
Apa boleh buat, yang penting kamu mengakui kesalahan.
Yang penting, kamu tidak terluka, kan?
E-Eh, tidak, kok.
Syukurlah kalau begitu.
Wah!
Ini vas kaca kesayangan Tuan Pendeta!
Tenang saja, aku akan minta maaf padanya.
Tidak,
aku akan minta maaf sendiri.
Dik Lloyd memang anak baik.
Tuan Lloyd terlihat tertekan.
Lloyd kenapa, ya... Kondisinya agak aneh.
Tidak begitu, kok. Sejak dulu Lloyd anak yang baik.
Dulu? Dulu Tuan Lloyd anak yang seperti apa?
Dia tidak berubah, kok.
Dia maniak sihir yang tidak tertarik dengan hal lain.
Dia masuk ke sini juga karena tertarik dengan Sihir Suci, kan?
Eh?
Tidak, itu...
Benar-benar tidak berubah.
Sejak dulu dia selalu saja memecahkan vas.
Dik Lloyd, pecah lagi?
Apa kamu terluka?
Tidak.
Ah, syukurlah kalau begitu.
Kamu boleh memarahiku, kok.
Benar juga.
Hei!
Tidak, bukan yang seperti itu.
Misalnya membuatku terpental dengan sihir suci!
Mana mau aku melakukannya!
Sihir suci hanya boleh digunakan untuk orang yang benar-benar jahat saja.
Tapi Dik Lloyd benar-benar hebat, ya.
Kamu malah minta dimarahi begitu.
Oh, iya, nanti kita bernyanyi sama-sama, yuk!
Ada makhluk seperti iblis yang mengamuk!
Cepat evakuasi diri ke luar!
Tunggu, di mana Dik Lloyd?
Escher, kamu baik-baik saja?
Dik Lloyd...
Kamu tidak apa-apa? Ada luka?
Tidak ada, kok.
Oh, syukurlah...
Pada akhirnya setelah itu Lloyd mengaku dan menyerahkan diri,
lalu tidak diperbolehkan masuk ke sini lagi.
Kalau begitu jelas-jelas dilarang masuk!
Karena terus menerus merusak koleksi Tuan Pendeta...
dia jadi dipanggil anak iblis.
Padahal dia tidak begitu, aku tahu betul.
Kamu pasti berlawanan dengan panggilan itu.
Suaramu itu bagaikan...
Aku ingin bernyanyi dengannya lagi.
Benar juga, bagaimana kalau mengajak Dik Lloyd juga!
Hari ini kami mengadakan resital di Komuni!
Saria juga akan datang!
Komuni?
Saria?
(Bereinkarnasi Malah Menjadi Pangeran Ketujuh,
jadi Aku Bisa Menyempurnakan Kemampuan Sihirku Sepuasnya, Musim Kedua)
Sakit, tahu!
Jalang, kamu punya mata tidak?
Ada keributan apa ini?
Kira-kira apa yang akan Lloyd lakukan, ya?
Oh!
Kak Saria?
Apa yang seharusnya dilakukan setelah menabrak orang, hah?
Serahkan uang damai!
Kamu, alat musik apa yang mahir kamu mainkan?
No comments yet. Be the first to leave one.