De første 136 linjer.
Dengar. Mereka indah, bukan?
Begitu banyak warna suara, Begitu banyak merubah suasana hati.
Karena kau tahu mereka tidak berbunyi dengan sendirinya.
- Benarkah? - Tidak, dasar bocah dungu.
Di atas sana, jauh, jauh di dalam menara lonceng yang gelap.
Hiduplah si tukang lonceng misterius.
- Siapakah makhluk itu? - Siapa?
- Siapakah dia itu? - Apa?
- Bagaimana bisa dia ada di atas sana? - Bagaimana?
Diam. Clopin akan memberitahumu.
Ini adalah sebuah kisah, Kisah tentang seorang pria...
dan juga monster.
- Kita bisa ketahuan! - Tenanglah, bayi kecil.
Empat Guilder (mata uang) untuk jalan aman sampai ke Paris.
Bawa para hama Gipsi ini ke Istana Keadilan.
Kau disana! Apa yang kau sembunyikan?
Barang curian, sudah pasti. Ambil itu dari dia.
Dia lari.
Perlindungan! Kumohon, beri kami perlindungan!
Seorang bayi?
Monster?
- Berhenti! - ... teriak Wakil Uskup.
Iblis laknat ini, akan kukirimkan kembali ke neraka, dimana ia berasal.
Aku tidak bersalah. Dia lari. Aku mengejarnya.
- Apa yang harus kulakukan? - Rawat dan besarkanlah anak itu seperti anakmu sendiri?
Apa? Aku harus dibebankan dengan si buruk rupa...
Baiklah. Tapi biarkan dia tinggal denganmu dalam gereja.
- Tinggal disini? Dimana? - Dimana saja.
Di menara lonceng, kurasa.
Dan siapa tahu? Tuhan selalu berperkara dengan caranya yang misterius.
Dan Frollo kemudian memberikan anak itu nama yang kejam,
Sebuah nama yang berarti, "Separuh terbentuk."
Quasimodo.
Selamat pagi.
Apakah hari ini saatnya? Apakah kau siap untuk terbang?
Kau yakin? Hari yang baik untuk mencobanya.
Kenapa, ji-jika aku memilih hari untuk terbang, oh, pastilah hari ini.
Festival Orang Bodoh.
Ini akan menyenangkan dengan para pemain juggling dan-dan-dan juga musik dan tarian.
Ayo. Tak seorang pun ingin terkurung di atas sini selamanya.
Oh, ya ampun!
Kukira dia tidak akan pernah pergi. Kurasa aku akan meludah bulu selama seminggu.
Yah, itulah yang kau dapat jika tidur dengan mulut yang terbuka.
Takuti saja para biarawati sana. Hey, Quasi, Apa yang terjadi di luar sana?
- Pertarungan? Cambukan? - Festival.
Maksudmu Festival Orang Bodoh.
Baiklah, baiklah! Tuang anggurnya dan potong kejunya.
Itu hidangan yang pas selagi menonton Pawai para kaum petani yang sederhana.
- Tak ada yang lebih baik dari kursi balkon untuk menonton. - Ya, menonton.
Oh, lihat. Badut.
Hey, hey, hey, hey. Ada apa?
Apa kau tidak mau menonton Festivalnya bersama kami?
- Aku tidak mengerti. - Mungkin saja dia sakit.
Mustahil. Jika selama 20 tahun ini hanya mendengar kalian...
...berdua mengoceh dan tidak membuatnya sakit, lalu apa lagi.
Menonton Festival Orang Bodoh setiap tahunnya selalu saja...
...menjadi hal yang penting bagi Quasimodo.
Apa bagusnya hanya menonton saja tanpa pernah ikut mengambil bagian?
Pergi sana, dasar burung! Dia tidak terbuat dari batu, sama seperti kita.
Quasi, ada apa? Maukah kau ceritakan pada Laverne tua ini?
Aku... Aku hanya merasa tidak ingin menonton festivalnya, itu saja.
Lalu, apa kau tidak pernah berpikir untuk pergi kesana?
Tentu saja. Tapi aku tidak pantas berada diluar sana.
Aku tidak... normal.
Oh, Quasi, Quasi, Quasi. Apa kalian keberatan?
Aku hanya ingin sedikit waktu dengan anak ini, jika kalian tidak keberatan!
Hey, berhentilah marah-marah. Apa yang harus kami lakukan, melukis fresco?
Sebagai teman dan walimu, kami bersikeras agar kau hadir di festival.
- Aku? - Bukan, Sri Paus. Tentu saja kamu!
Ini benar-benar akan menjadi pengalaman yang takkan terlupakan.
- Anggur, wanita, dan nyanyian. - Kau kelak akan dapat membedakan berbagai jenis keju.
- Belajar tarian. - Belajar memainkan musik daerah. - Bermain masukan para biarawan!
Quasi, belajarlah dari para penonton tua. Hidup bukanlah penonton olahraga.
Jika yang kau lakukan hanya menonton saja,
...kau kelak akan melihat kehidupanmu berlalu begitu saja tanpamu di dalamnya.
Ya, kau itu seorang manusia, yang punya daging dan juga rambut dan pusar di kepala.
Kami hanyalah bagian dari arsitektur. Benarkan, Victor?
Apakah jika kau mengelupas kami, kami tidak akan terkelupas?
Jika kau membuat kami lembab, apakah kami tidak ditumbuhi lumut?
Quasi, ambil saja jubahmu yang baru dan sepasang kaus kaki bersih, dan...
Terima kasih atas dorongannya. Tapi kalian melupakan satu hal penting.
- Apa? - Majikanku, Frollo.
- Oh. - Oh, ya. - Oh, ya ampun, iya.
Saat dia katakan kau dilarang selamanya untuk meninggalkan menara lonceng ini,
A-Apa maksudnya "Selamanya," selamanya?
Selama-lamanya. Dan juga dia benci Festival Orang Bodoh.
- Dia pasti akan sangat marah bila aku bertanya untuk pergi. - Kata siapa kau akan bertanya?
- Oh, tidak. - Kau mengendap-ngendap saja...
- Hanya siang hari ini saja. - Aku tidak bisa.
Kemudian kau mengendap-ngendap masuk lagi.
- Dia tidak akan pernah tahu kalau kau pergi. - Dan kalau aku tertangkap?
Lebih baik mintalah pengampunan lalu minta izin.
- Dia akan melihatku. - Kalau begitu menyamar saja. Kali ini saja.
Frollo tidak bisa melukaimu kalau ia tidak tahu.
- Ketidaktahuan adalah kebahagiaan. - Lihat siapa yang bicara.
Tak seorang pun ingin terkurung di atas sini selamanya.
Kau benar. Aku akan pergi.
- Aku akan bersih-bersih. Aku akan menuruni tangga itu. - Ya, pak!
- Itu dia! - Aku akan melangkah melalui pintu dan...
Selamat pagi, Quasimodo.
Oh, selamat p-pagi, Tuan.
Nak, Siapa yang kau ajak bicara?
Teman-temanku.
Begitu. Dan teman-temanmu itu terbuat dari apa, Quasimodo?
Batu.
- Bisakah batu bicara? - Tidak bisa.
Itu benar. Kau anak pintar.
Sekarang, makan siang.
Bisa kita mengulang pelajaran alfabetmu hari ini?
Oh, ya. Tuan. Aku akan senang sekali.
- Baiklah. "A"? - Abomination. (dibenci)
- "B"? - Blasphemy. (penghujatan)
- "C"? - C-Contrition. (kesedihan)
- "D"? - Damnation. (kutukan)
- "E"? - Eternal damnation. (kutukan abadi)
- Bagus. "F"? - Festival.
- Apa? - F-Forgiveness. (pengampunan)
- Kau bilang, "Festival." - Bukan!
Kau berpikir akan pergi ke festival.
Tapi Tuan selalu saja hadir tiap tahunnya.
Aku adalah pelayan masyarakat. Jadi aku harus hadir.
Tapi aku tidak menikmatinya sedetik pun.
Pencuri dan pencopet, sampah masyarakat,
Semuanya bercampur-baur dalam pesta mabuk-mabukkan.
Aku tidak bermaksud membuatmu kesal, Tuan.
Quasimodo, tidak bisakah kau mengerti?
Disaat ibumu yang kejam meninggalkanmu saat kau masih bayi,
Orang lain sudah pasti akan menenggelamkanmu.
Dan inikah caramu berterima-kasih setelah aku membesarkanmu seperti anakku sendiri?
Maafkan aku, pak.
Oh, Quasimodo sayang.
Kau tidak tahu seperti apa keadaan diluar sana.
Aku tahu. Aku tahu.
Ingatlah apa yang telah aku ajarkan padamu, Quasimodo
Kau baik sekali padaku, Tuan.
- Aku minta maaf. - Kau dimaafkan.
No comments yet. Be the first to leave one.