Into the Badlands

Into the Badlands

Download Indonesian undertekster

Sæson 3

Udgivelsesinfo

Into the Badlands S03E14 - Curse of the Red Rain Web TBS
En kommentar af atonim
Kutukan Hujan Merah.

Tags

web
Udgivet den: 2019-04-25
Downloads: 63
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Kalian telah bangun di dunia baru.

Kalian kubebaskan agar kita bisa membangun Azra bersama-sama.

Siapa kau?

Aku Kannin, kakakmu.

Mulai saat ini,

kau akan berdiri di sisiku.

- Apa mau Pilgrim? - Upeti.

Makanan dan senjata.

Dia lemah setelah membangunkan para murid.

Kau harus serang sekarang sebelum kekuatannya pulih.

Pilgrim! Pilgrim! Pilgrim!

Pilgrim! Pilgrim!

Kau membuatku datang lagi.

Kami sudah mengabulkan permintaanmu.

Simbol Azra ada di dinding...

dan di setiap bendera pos jaga.

Itu bagus.

Tapi aku tidak melihat gandumku.

Sudah kubilang.

Kami akan memenuhi permintaanmu sebisa kemampuan kami.

Dan aku sudah bilang apa yang akan terjadi...

jika kau gagal memberikan upeti...

yang kau hutangi.

Coba beri tahu aku.

Jadi kau menerima ular berbisa ini.

Kau akan membayar atas pengkhianatanmu.

Pilgrim yang mengkhianati kita semua.

Kami merawatmu.

Mengajarimu cara memakai Bakat.

Kau mengajariku cara mematuhi perintah membunuh.

Sekarang aku mandiri.

Tidak perlu ada pertumpahan darah.

Kami hanya butuh waktu.

Waktu?

Waktumu 2 hari untuk mengirimkan 2 kali jumlah yang dijanjikan.

Tidak ada kesepakatan.

Jika Pilgrim ingin penyihirnya kembali,

dia akan datang mengambil.

Kau akan menyesali ini.

Waktu akan menjadi hakimku.

Into the Badlands S03E14 Curse of the Red Rain

Bab 30 Kutukan Hujan Merah

Oh, sial.

Apa?

Ini tempat Master mengurung murid yang tidak patuh.

Mengurung bagaimana?

Menggunakan jarum untuk menguras kekuatan mereka. Membuat mereka...

Tertidur.

Ya.

Master pikir hanya dia saja yang bisa membangunkan mereka.

Ternyata dia salah.

M.K. pasti memberi tahu Pilgrim.

Ya.

Dan kini dia punya pasukan kegelapan.

Henry ada di Suaka.

Kita harus kembali ke sana sekarang.

Pilgrim bukan satu-satunya masalah kita.

Magnus mungkin sudah mengutus pasukan pembunuh untuk kita.

Oh, bagus. Bagus.

Aku tahu jalan pintas menuju Badlands.

- Ngarai bernama Gigi Naga. - Tidak pernah dengar.

Selama bertahun-tahun, Teratai Hitam...

memetakan semua jalan masuk dan keluar dari gunung ini.

Aku akan tunjukkan jalannya.

Hei. Hei. Hei.

Aku tidak suka ini.

Dia menyelamatkan nyawaku di penjara.

Dan nyawamu juga.

Kita pergi.

Tentu aja.

Sudah lama aku tidak menggendong bayi.

Aroma mereka lugu.

Pasti itu sebabnya kita terdorong untuk melindungi mereka.

Jika kau begitu ingin melindunginya,

kenapa menantang Pilgrim untuk menyerang kita?

Kadang api harus dilawan api,

atau kau akan dilahapnya.

Master bilang membangunkan Yang Tertidur membuat Pilgrim lemah.

Jika kita serang dia sekarang, ini kesempatan mengalahkannya.

Melemah atau tidak,

dia masih punya pasukan iblis seperti M.K.

Mereka bukan iblis.

Berbeda dengan mitosnya, mereka bisa dibunuh.

Kita harus tunjukkan pada pengikut Pilgrim...

bahwa dia bukan dewa.

Aku bisa lihat kau sudah yakin.

Memang.

Kita harus bersatu jika ingin menang.

Apa aku dapat dukunganmu?

Tentu.

Hmm.

Hei, tidak apa.

Hmm.

Anak itu mungkin sudah jadi yatim piatu sekarang.

Ibunya mati karena diriku.

Dan aku meninggalkan ayahnya menghadapi Teratai Hitam sendirian.

Dia akan selalu punya orangtua yang menyayanginya.

Kau dan Moon?

Beberapa rahasia sulit disimpan.

Kau tidak keberatan?

Aku kagum pada siapa saja...

yang bisa menyeimbangkan cinta dan kepemimpinan,

khususnya saat perang.

Itu sebabnya, saat perang ini berakhir,

aku mungkin bukan orang terbaik untuk memimpin kita.

Apa maksudmu?

Kau menjaga rakyatku selagi aku pergi.

Kau melakukan hal yang sama kepada para pengungsi.

Dan itu butuh kekuatan.

Saat perang ini berakhir,

dan kita yang menang,

aku ingin kau mengambil alih.

Tapi pertama, kita harus menangkan pertempuran ini bersama.

Kalian biarkan dia menghunuskan pedang ke tenggorokan Cressida?

Siapkan pasukan kegelapan.

Kita berangkat besok subuh.

- Sang Janda memancingmu. - Bagaimana kau tahu?

Dia ingin kau menyerang selagi kekuatanmu rendah.

Kekuatanku cukup untuk melumatnya!

Dan kini kita punya Yang Tertidur.

Mereka lelah. Mereka butuh pelatihan.

Mereka hanya butuh Bakat.

Kau ingin mengatakan sesuatu, Nak?

Kami mengikutimu karena kau berjanji...

kami akhirnya bisa bertarung demi hal yang benar.

Kau membangunkan kami. Ini waktunya mengerahkan kami.

Kata-kata dari pengikut sejati.

Siapkan para yang terpilih,

atau akan kucari orang lain untuk melakukannya.

Kudengar kau ingin mengatakan sesuatu kepadaku.

Semoga itu lebih dari ancaman kosong.

Bukan ancaman.

Tapi sesuatu yang bisa membuatmu memikirkan kembali...

keputusan gegabahmu untuk mendatangkan musibah.

Aku sudah tahu bahwa Pilgrim punya bakat,

dan aku tahu pengaruhnya padanya.

Kau menyembunyikannya dengan baik,

tapi kau punya keraguan...

tentang keyakinanmu dan jati dirimu.

Itu memakan keberanianmu.

Tidak seperti penyelamatmu,

aku menguasai negeri ini dengan pedangku sendiri.

Ya, kau pendekar hebat.

Itu karena kau...

Kau tidak pernah bertarung demi orang lain.

Tapi itu akan berubah sekarang.

Apa maksudmu?

Aku bisa menciumnya dalam setiap napasmu.

Hidup baru telah berakar dalam dirimu.

Kau mengandung.

Bakatmu untuk membunuh. Bakatku untuk melihat.

Yang telah terjadi, yang akan terjadi.

Menyerahlah...

atau anakmu akan mati.

Meski jika kau selamat.

Apa kau sanggup mengorbankannya?

Kita akan siap tepat waktu.

Jika menurutmu begitu.

Seingatku kau tidak segelisah ini...

saat persiapan melawan Chau.

Aku sudah bertempur dan menang begitu banyak hingga tak terhitung.

Tapi tidak pernah melawan pemilik kekuatan kegelapan.

Kita bahkan tidak tahu berapa banyak yang dibawa Pilgrim.

Aku tahu, tapi kurasa Sang Janda benar.

Ini peluang kita satu-satunya untuk mengalahkannya.

Nathaniel.

Apa yang membuatmu cemas?

Ini.

Aku selalu bertarung dengan kesiapan untuk mati,

tapi kini aku tidak siap.

Rasanya aneh.

Aku mengikuti Sang Janda untuk dendam saat aku hanya punya harga diri.

Tapi kini,

aku punya kau.

Itu menakutkan, bukan?

Menyadari kau bisa kehilangan begitu banyak.

Tapi lebih banyak untuk diharapkan.

Bagi pendekar, harapan adalah pedang bermata dua.

Maka berhati-hatilah agar tidak melukai dirimu sendiri.

Dan simpan ini dalam peti harapanmu.

Aku bercakap dengan Sang Janda.

Jika kita menang, kita mungkin bisa mendapatkan yang kita inginkan.

Memimpin bersama.

Kurasa ini membuat kita tidak punya pilihan.

Mari menang.

Clipper-mu mungkin telah bersumpah setia padamu,

tapi akankah mereka bertarung untukku?

Mereka akan mengikut Baron mereka, dan aku akan mengikutimu.

Aku perlu bicara dengan putriku, sendirian.

Baik.

Aku harus mengutusmu keluar lagi.

- Ke mana? - Melacak Pilgrim.

Aku harus tahu di mana lokasinya,

berapa banyak prajuritnya.

Dan aku ingin kau membawa Nix.

Aku tidak butuh pendamping dalam misi pengintaian.

Kau masih memulihkan diri.

Aku tidak apa, dan kau mungkin butuh Nix di sini.

Nix ikut denganmu.

Hanya karena hubungan kita membaik lagi,

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left