De første 200 linjer.
Halo?
Jika Ayah melibatkan dia,
Ayah akan merasakan akibatnya.
Lepaskan aku!
Siapa di sana?
"Episode 45"
"Gwang Tae"
- Tangkap dia. - Tangkap dia!
Sial.
Apa yang kamu lakukan?
Apa-apaan ini. Ada apa?
Bukan apa-apa.
Seekor kucing mengejarku.
Ada banyak kucing jalanan belakangan ini.
Apa?
Dari mana saja kamu? Kamu bilang akan pulang lebih awal.
Apa?
Ada apa?
Aku hanya kasihan kepadamu.
Kenapa kamu mengasihaniku?
Aku sangat bahagia belakangan ini.
Ada yang bilang sebaliknya?
Tidak, hanya...
Aku merasa kasihan pada manusia secara umum.
Kudengar kamu merasa seperti itu saat sudah dewasa.
Kenapa kamu berkeringat banyak?
Kemejamu basah.
Aku berlari pulang agar bisa berolahraga.
Gwang Tae,
apa kamu menerima
telepon yang aneh?
Telepon apa?
Apa pun.
Aku dapat satu sesekali. Ada satu semalam.
Jangan dijawab jika kamu tidak mengenali nomornya.
Penipuan adalah masalah besar.
Banyak orang melakukan penipuan karena hidup tidaklah mudah.
Bagaimana mungkin aku tertipu hal seperti itu.
Aku bahkan pernah menipu seorang penipu agar dia bisa ditangkap.
Polisi membawanya pergi di depan mataku.
Jangan lakukan hal seperti itu lagi.
Kamu harus mempertimbangkan Hanbang.
Baik.
Omong-omong...
Ya?
Jangan percaya siapa pun di dunia ini
kecuali aku.
Yang kupercaya adalah diriku sendiri.
Meski ayahmu, kakak-kakakmu, dan bibi-bibimu membuatmu kesal,
jangan khawatir karena ada aku.
Aku akan berada di sisimu
dan mendampingimu selamanya.
Biasanya para suami memihak orang lain.
Kenapa kamu tiba-tiba mengatakan ini?
Agar kamu tidak lupa.
Aku harus mandi.
Ada apa dengannya?
Luar biasa, bukan? Selamat, Ye Seul.
Akhirnya kamu masuk acara TV.
Aku berutang semua itu kepadamu. Terima kasih.
Lihat. Lihat jumlah penontonnya.
Reaksi saat ini juga meledak.
Bahkan perang pun tidak akan melihat ledakan sebesar ini.
Tapi aku masih tidak percaya.
Apa pria di sampingku benar-benar pria dari TV?
Apa aku masih mirip Han Ye Seul bagimu?
Hentikan.
Mulai besok, berhentilah bekerja di kantin pabrik.
Bayarannya bagus, jadi, aku akan mempertahankannya dahulu.
Uang bukan masalah. Aku tahu ini melelahkan bagimu.
Kedaimu tidak masalah,
tapi aku tidak bisa membiarkanmu bekerja sebagai koki orang lain.
Aku tidak bernyanyi untuk bersenang-senang.
Ini pekerjaanku.
Aku akan menghasilkan cukup uang untuk kita berdua.
Baik. Aku akan berhenti dari pekerjaan itu.
Aku tidak akan melupakan bagaimana kalian diam-diam mendukungku
agar aku bisa mencapai impianku.
Terima kasih.
Lain kali, aku yang akan mendukung impianmu.
Akhirnya aku tenang.
Aku cemas.
Kupikir kita tidak cocok.
Sepertinya
kamu tidak bisa sukses karena energiku menelan energimu.
Kenapa kamu selalu terburu-buru?
Terkadang kamu berlebihan.
Lantas, kenapa jika kita tidak cocok?
Kurasa aku harus merelakanmu.
Astaga. Begitukah?
Dasar bodoh.
Kita pasangan serasi.
yang mengatasi semua rintangan dan akhirnya menikah.
Ini nasib yang kuhadapi.
Sukses terlalu cepat bisa menjadi karier yang singkat.
Hatiku hampir meledak dan semuanya tampak tidak nyata.
Aku akan bekerja keras untuk menjadi artis jangka panjang.
Kamu terpilih untuk Anugerah Khusus, bukan?
Hadiahnya 37,5 gram emas. Apa itu milikku?
Apa? Tentu.
Terima kasih. Tolong berikan banyak cinta.
Senang bertemu denganmu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Apa? Kamu terjaga semalaman?
Aku tidak peduli soal kurang tidur.
Aku berterima kasih kepada setiap orang.
Mereka mencari namaku
dan mendaftar.
Aku merasa sangat bersyukur.
Aku tahu kamu bersemangat.
Aku akan bersiap dan pergi ke kedai.
Kamu juga harus bersiap.
Baiklah.
Siapkan tanda tangan keren.
Kamu benar. Baik, terima kasih!
Baik.
Jangan tanggung-tanggung. Lakukan saja sesuai aturan.
Dia sudah belajar sedikit, jadi, dia tidak akan begitu bingung.
Baiklah.
Aku memberi tahu juniorku tentangmu. Dia akan mengajarimu.
Tapi kenapa tiba-tiba bela diri?
Aku butuh kekuatan untuk bisa melindungi diri sendiri
dan keluargaku dalam situasi apa pun.
Ini dunia yang berbahaya.
Bukankah kamu bermimpi buruk lagi kemarin malam?
Ayo pergi ke dokter.
Aku baik-baik saja, Nyonya.
Aku akan segera sembuh.
Apa Hanbang mengidam sesuatu?
Jeli gandum kaldu dingin.
Aku sangat ingin jeli gandum buatan Kak Gwang Sik.
Bagaimana jika kamu minta dia membuatkannya?
Aku menjadi sadar diri setelah menikah.
Tapi dahulu aku paling dekat dengannya.
Ini kak Gwang Sik.
Ki Jin, mampirlah ke kedai.
Dia ingin aku mampir.
- Kenapa? - Aku tidak melakukan kesalahan.
Aku takut kepadanya.
Kenapa Kakak meminta Ki Jin mampir?
- Kenapa kamu di sini? - Dia takut kepada Kakak.
Apa dia melakukan kesalahan?
- Dia takut saat kakak panggil? - Ya.
Makanlah jeli gandum kaldu dingin ini, lalu pergi.
Benarkah?
Kakak meminta Ki Jin mampir agar dia bisa membawanya pulang untukmu.
Kubilang aku ingin makan jeli gandum kaldu dingin.
Senangnya.
Pantas saja telinga kakak panas. Duduklah.
- Enak? - Ya.
Kamu seharusnya menelepon kakak jika ingin memakannya.
Kamu akan melahirkan bayi yang jelek jika tidak makan yang kamu idamkan.
Sejujurnya, kurasa kita menjauh setelah aku menikah.
Ini salahku.
Aku terlalu bersemangat setelah menikah
seperti OKB.
Kakak juga banyak merenung.
Gwang Tae.
Maaf kakak menamparmu. Kakak salah.
Wajahmu memerah dan mudah bengkak,
jadi, itu membuat kakak sedih.
Untungnya, wajahku tidak bengkak hari itu.
Aku bisa menerima pukulan sekarang.
Kakak terlihat lebih baik usai Kak Ye Seul menjadi terkenal.
Dia baru saja mulai.
Kakak harap dia sukses besar.
Jika dia sukses besar, Kakak akan menjadi induk semang.
Itu berlebihan.
Tapi kami melihat-lihat rumah untuk dibeli.
Makanlah.
Jab.
Hook, jab.
Di sini, Pak Byun.
Pak Byun! Senang bertemu denganmu, Pak Byun.
Silakan duduk. Dia suami kakakku.
Dia kepala keluarga kami.
Seolah-olah kamu belum cukup,
kamu bahkan membawa kakak iparmu?
Astaga. Kenapa kamu ingin menemuiku?
Maafkan aku.
Ada yang ingin kukatakan, jadi, aku meminta bertemu denganmu.
Tidak ada yang bisa kuberikan atau kuterima.
Aku hanya datang untuk memperjelas kepada kakak tua ini.
Kakak Tua, bukankah sudah kubilang jaga adikmu baik-baik?
Aku mengikat tangan dan kakinya, tapi dia pergi lagi semalam.
Kenapa dia melakukan itu?
Orang yang pindah adalah yang terburuk.
Orang dewasa sulit tahu
meski kamu tahu.
Kita perlu kamu tahu untuk kamu tahu.
Namun, kami juga sangat kamu tahu...
Kakak Tua, terjemahkan.
Orang dewasa tidak bisa dihentikan, meskipun kami berusaha.
Kami harus bertindak secara aktif untuk membereskannya.
Benar.
Lupakan semuanya, pikirkan Ttu Gi...
Ttu Gi sudah seperti keponakan bagiku.
Kakak Ipar, coba bayangkan menjadi aku.
Apa ini masuk akal?
No comments yet. Be the first to leave one.