Tell Me That You Love Me

Tell Me That You Love Me (사랑한다고 말해줘)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

사랑한다고말해줘-Tell Me That You Love Me E01-E16 END WEBRip Pahe in Complete
En kommentar af ChoBot

Tags

webrip
web
BRip
Udgivet den: 2024-02-26
Downloads: 113
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

TELL ME THAT YOU LOVE ME

TOKOH, LOKASI, ORGANISASI, DAN PERISTIWA DI DRAMA INI FIKSI

BANDARA INTERNASIONAL JEJU

GERBANG MASUK BANDARA INTERNASIONAL JEJU

Mungkinkah kenyataan bahwa kami sangat berbeda

menjadi alasannya?

Maksudku, tidak ada dua orang di dunia ini yang sepenuhnya sama.

Aku akan membawakan kopimu ke meja.

Bisa tunggu sebentar?

Pak.

Pak?

- Kau Nona Jung Moeun, ya? - Ya.

Kamarmu ada di ujung lorong.

Terima kasih.

- Boleh kuambil ini? - Tentu.

Jika seseorang dengan satu lengan jatuh cinta

dengan orang yang punya satu lengan lainnya,

apa itu tak masalah?

Konon, mereka akan mulai membenci

dan saling mendendam.

Tapi aku tak yakin.

Baiklah.

Katakanlah itu benar.

Maka bukankah tidak masalah untuk tetap bersama

hingga mereka mulai saling membenci?

Bukankah tidak masalah memberikan segalanya

sampai kau mulai membenci segalanya?

PETA SORANG-RI

Meskipun cintamu

punya bentuk dan ukuran yang tidak sama...

Sekalipun

mungkin itu tidak adil...

"Bukankah tidak masalah

bagi kita mencintai hingga saat itu?"

Ini bagus.

Terima kasih.

MENYAPA

TELL ME THAT YOU LOVE ME

Cut!

Cut! Mari kita lanjutkan.

Kenapa dia tak bisa tersenyum?

Astaga.

Begini, senyummu terlihat agak canggung.

Berikan aku naskahnya.

"Terpesona oleh sorot mata Ganghwi."

Kau Wanita 4 tersenyum, terpesona olehnya.

Cobalah. Anggap ini latihan.

Tersenyum seolah-olah kau terpesona...

Matamu berkedut. Mungkinkah kau kekurangan magnesium?

Mari kita gantikan saja dia. Kita kehabisan waktu.

Aku bisa.

Anginnya kencang, jadi, aku tak bisa fokus.

Aku bisa lebih baik.

Kau sungguh perlu tersenyum seolah-olah kau terpesona.

- Baik. - Aku akan mengandalkanmu.

Ulangi!

Cut!

- Bagus! - Bagus!

Cut!

- Sudah selesai. - Baiklah.

- Kerja bagus. - Terima kasih.

- Aku menyukainya. - Sungguh?

- Kerja bagus. - Kau juga.

- Ayo makan. - Baiklah.

- Cuaca tepi laut dingin sekali. - Benar, bukan? Dingin sekali.

Tunggu. Apa maksudmu peranku hilang?

Itulah yang terjadi. Maafkan aku.

Aku datang jauh-jauh ke Jeju untuk pekerjaan ini.

Kau tak boleh begitu.

- Begini, aku... - Pak!

Properti mana yang kita pakai untuk adegan 29?

Sebentar. Aku akan segera ke sana.

Pak, kuakui aku canggung untuk pertama kali,

maksudku, beberapa kali di awal,

tapi setelah itu lumayan.

Bukan begitu, Pak?

Kenapa kau melakukan ini padaku? Aku hanya Asisten Sutradara.

Permisi, Pak. Tentang adegan 36, diisi detektif atau petugas polisi?

Petugas.

Tidak, mari pilih detektif.

Maka borgol tidak perlu, jadi, beri tahu tim properti.

Baik.

Oh, ya. Untuk akomodasi, kau bisa memakai kamar itu sesuai perjanjiannya.

Pak.

Bisakah tolong yakinkan sutradaranya sekali lagi?

Permisi.

Ya, Pak Sutradara.

Begitu...

Wanita Empat?

Aku mengerti, Pak.

Apa sutradara mencariku?

Ya.

Kenapa?

Dia memintamu untuk meninggalkan syalmu.

Dia menyukainya.

Syalku, bukan aku?

Ya, dia memintaku menanyakan harganya.

Dengar, tahukah kau arti syal ini bagiku?

- Untuk peran ini, aku... - Aku sungguh minta maaf soal itu.

Jadi, berapa harganya?

Aku tak akan menjualnya.

Apa?

- Hei! - Pak!

Ayolah, properti adegan 29.

Aku mengerti. Sebentar. Tunggu!

Apa ini?

Permisi. Mesinnya tak berfungsi.

Mesinnya rusak. Uangku tadi tidak bisa kembali.

Keras kepala sekali.

Kau masukkan 1.000 won dan dua keluar, ya? Kurasa salah satunya punyaku...

Hei, salah satunya milikku. Kau harus memberikannya kepadaku.

Terima kasih. Kupikir kau pergi begitu saja.

Hei, itu kau, 'kan? Kita bertemu di pantai kemarin.

Terima kasih untuk kemarin.

Cukup sulit mendapatkan syal ini.

Terima kasih.

Kenapa dia hanya menatapku dan diam saja?

Hei, Jiyu.

Aku sedang berkemas dan akan ke bandara.

Begitu rupanya. Kau akan syuting adegan di bandara?

Entahlah! Kuharap hujan turun agar mereka tidak bisa syuting.

Ada apa dengan syutingnya?

Apa? Kau akan pulang sekarang?

Telingaku sakit.

Apa kau sebahagia itu aku kembali?

Katanya bisa kupakai kamar ini beberapa hari lagi,

tapi bukan berarti aku berlibur.

Begitu rupanya.

Tetap saja. Akan bagus kau bisa menikmati waktumu di sana selama beberapa hari.

Meski aku merasa sangat kesepian

dan tentu saja tidak nafsu makan tanpamu.

Kasihan. Aku akan segera kembali, jadi, bertahanlah...

Tapi, Moeun, kau tidak perlu bergegas kembali karena aku.

Pulang dari Jeju begitu saja? Itu sungguh sia-sia.

Tidak apa-apa, aku sering datang ke sini sebagai pramugari.

Tapi itu untuk pekerjaan!

Aku cukup takut ketika melihatmu menghafal seluruh naskah

padahal tak dapat dialog.

Kau bekerja sangat keras.

Mungkin Tuhan memberimu waktu

untuk bersantai.

Seperti hadiah istimewa. Itu yang kupikirkan.

- Jadi... - Siapa dia?

Siapa yang kau undang?

Halo?

Hei, Oh Ji...

PANGGILAN BERAKHIR JIYU

Dia keterlaluan.

Moeun, kau tak boleh pulang hari ini, mengerti?

Aku serius. Demi kebaikanmu sendiri. Kau paham maksudku, bukan?

Selesai.

Sempurna.

Aku datang!

Aku datang, Sayang.

Apa? Kau cuti lagi?

Hormat!

Aku, Jung Modam, melaporkan bahwa aku bebas tugas dari dinas militer.

Tidak, jangan laporkan kepadaku dan kau tak boleh masuk.

Sepertinya kakakku tidak memberitahumu.

Dia tak memberitahuku.

Dengar, saat bebas tugas, kau harus temui orang tuamu dahulu.

Intinya, kakakmu tidak ada di Seoul, jadi, pergilah.

- Pergilah. - Apa...

- Tidak, tunggu! - Apa?

Aku sedang sibuk, jadi, pergilah!

- Jiyu! - Apa?

- Kau serius? - Apa maksudmu?

Jika ingin mengusirku,

baumu seharusnya tidak seperti sirloin!

Dasar gila! Kau tak boleh masuk!

Sialan!

AMARAH

PENYANGKALAN

KOMPROMI

BEPERGIAN

Apakah makanannya sesuai seleramu?

Ya, aku tak sengaja kemari, tapi ini sangat enak.

Terima kasih.

Ternyata itu mural.

Sebenarnya, entah apa yang harus kulakukan soal itu.

Mungkin akan timbul masalah jika kuhapus, jadi, kubiarkan saja.

Kenapa?

Ada pria yang duduk lama di sana seperti mural itu.

Aku bertanya siapa yang dia tunggu, tapi dia tidak menjawab.

Menurut rumor, pria itu dari kota dan melarikan diri ke sini

setelah bisnisnya bangkrut. Kemudian dia meninggal belum lama ini.

Siapa yang menggambar itu?

Entahlah.

Seseorang menggambarnya tengah malam beberapa hari lalu.

- Kalau begitu, nikmatilah. - Terima kasih.

Tolong beri jalan.

Halo?

Aku mau lewat.

Di belakangmu.

Kau mengalami kecelakaan?

Astaga.

Kau baik-baik saja?

Syukurlah.

Dia mengalami kecelakaan kecil dalam perjalanan.

Katanya dia akan tetap datang, tapi aku melarangnya.

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left