De første 200 linjer.
"Episode 48"
Gwang Tae?
Lee Gwang Tae!
Gwang Tae!
Maafkan aku.
Gwang Tae!
Lee Gwang Tae! Ibu Hanbang!
Kamu di mana?
Gwang Tae?
Lee Gwang Tae!
Gwang Tae. Ibu Hanbang!
Kamu di mana?
Kamu di mana?
"Karaoke"
Aku tidak punya pilihan.
Ini salahmu karena membiarkannya sampai sejauh ini.
Andai saja kamu membayar.
Aku ayah Gwang Tae. Ayah mertuamu!
Jaga sikapmu.
Bahkan di dunia yang terbalik, ini tetap salah.
Berengsek!
Jangan bilang tumbuh sebagai yatim piatu
mengajarimu untuk tidak menghormati orang yang lebih tua.
Astaga.
Kamu mau membunuhku?
Tolong! Seseorang!
Beraninya kamu memperlakukan orang tua seperti ini?
Beraninya kamu menyerang ayah mertuamu?
Kamu!
Apa yang terjadi?
Jangan mendekat. Minggir!
Menantu Anda?
Aku tidak pernah menyetujui ayah mertua seperti Anda.
Ayah mertuaku adalah
Pak Cheol Soo, pria yang membesarkan Gwang Tae.
Dia yang asli!
Dibandingkan dengannya, Anda ayah paling palsu yang kukenal.
Anda mengerti sekarang?
Dengarkan baik-baik perkataan bibi.
Tunggu.
Surat perjanjian?
"Aku tidak akan mencari Gwang Nam sampai mati."
Itu ditulis oleh ayah kandungmu.
Ayah
kandungku?
Saat ayahmu masih kuliah,
dia mengunjungi kampung halamannya saat cuti
untuk menghadiri retret remaja.
Ibumu mendatanginya dan mereka menghabiskan malam bersama.
Beberapa hari kemudian, ibumu pergi ke rumahnya
dan membuat keributan, meminta ayahmu bertanggung jawab.
Ayahmu baru berusia 22 tahun saat itu.
Sebagai putra sulung keluarga bangsawan,
skandal ini merusak reputasinya di lingkungan.
Itu sebabnya dia harus menikahi ibumu.
Ibumu sudah merencanakan ini sejak awal.
Ternyata
dia sudah mengandung anak pria lain.
Ini surat perjanjian yang ditulis ayah kandungmu.
Ayahmu menyuruhnya menjauh karena kini kamu putrinya.
Kenapa Ibu tidak menikahi pria itu saat mereka mengandungku?
Keluarga kami tidak setuju karena pria itu sangat miskin.
Orang tua kami menyuruhnya aborsi.
Ibumu kehabisan pilihan dan memanfaatkan ayahmu.
Karena ibumu,
keluarga ayahmu mengusirnya
dan dia mencari nafkah dengan membersihkan toilet yang tersumbat.
Tapi tetap saja, mereka mengandung adikmu, Gwang Sik.
Bibi yakin kamu tahu apa yang terjadi setelahnya.
Dia harus tinggal di Arab Saudi,
berusaha mencari nafkah di gurun yang panas.
Namun, ibumu kecanduan menari.
Lalu suatu hari, dia meninggalkanmu dan adikmu sendirian.
Menceritakan kisah ini membuat bibi kehabisan kata-kata.
Meskipun mengalami gangguan panik,
ayahmu bertahan demi Gwang Nam.
Kak Gwang Nam...
Bibi, sudah cukup.
Kak Gwang Nam, ayo pulang.
Gwang Sik.
Maafkan bibi.
Menyimpan rahasia ini juga berdampak buruk bagi bibi.
Ini surat perjanjian dari ayah kandungmu.
Ayahmu hampir tidak bisa bertahan
saat ibumu hamil lagi.
Sejujurnya, bibi pikir dia tidak akan membuat kesalahan lagi.
Namun, ayahmu meminta cerai.
Kenapa?
Karena bayi itu bukan anaknya.
Bagaimana dia bisa tahu?
Aku bahkan belum lahir.
Saat itu,
negara menggalakkan
program dua anak cukup, bahkan satu jika bisa.
Itu sebabnya vasektomi dipromosikan oleh negara.
Banyak yang diberikan prosedur selama pelatihan pasukan cadangan.
Dia menjalani prosedurnya di Arab Saudi.
Bibi berlutut dan memohon.
Tanpa dia,
kalian dan ibu kalian tidak akan bisa bertahan.
Bibi bilang akan membesarkan kalian selama dia tidak menelantarkan.
Gwang Nam masih terlalu kecil
dan bayi yang belum lahir itu tidak pantas mendapatkan ini.
Dia menyerahkan harga dirinya sebagai pria
dan menjalani hidupnya hanya sebagai ayah kalian.
Begitu juga dengan Gwang Tae.
Dia memastikan tidak menghapus
jejak ayah kandung kalian atau surat mereka.
Dia terus mengawasinya
dan menuliskan keberadaan mereka sampai baru-baru ini.
Buku harian ini?
Dia menulisnya sambil menangis darah.
Kalian tahu kenapa dia menyimpannya?
Kalau-kalau
kalian ingin menemukan ayah kandung kalian.
Dia bilang setidaknya kalian harus tahu tentang darah daging kalian.
Tetap saja,
dia ketakutan
kalian akan melihat ini suatu hari nanti.
Karena dia bisa kehilangan kalian
dan mengabaikannya karena kalian tidak berhubungan darah.
Mendiang Gwang Sik adalah satu-satunya anak kandungnya.
Kalian pasti sudah mati sekarang
jika bukan karena ayah kalian.
Melihatnya melalui semua ini
menghujani bibi dengan rasa bersalah.
Bibi yang bersalah.
Rasa bersalah menelan seluruh hidup bibi
hanya karena bibi memohon agar dia tetap menikah bertahun-tahun lalu.
Ini benar-benar melelahkan.
"Bersinar di Bawah Starlight"
Kak Gwang Nam.
Bagaimana mungkin?
Gwang Sik.
Apa kamu penasaran dengan ayah kandungmu?
Tidak. Begitu aku mendengarnya,
aku berpikir ayahku satu-satunya adalah Lee Cheol Soo.
Bagaimana jika dia ingin bertemu denganmu
seperti ayah Gwang Tae?
Tidak.
Aku tidak mau menemuinya.
Bagaimana dengan Kakak?
Kakak juga.
Kakak tidak peduli dengannya.
Kakak tidak ingin tahu di mana dia atau berapa usianya.
Kakak sama sekali tidak peduli.
Aku juga.
Kenapa kita tidak pernah menyadarinya?
Karena dia merahasiakannya, jadi, kita tidak bisa menyadarinya.
Gwang Sik, apa pun yang mereka katakan,
kakak memiliki darah keluarga bangsawan.
Itu kebenaran yang tidak pernah berubah.
Apa pun yang terjadi, kakak putri Ayah.
Aku juga.
Entah bagaimana Ayah bisa melewati semua itu.
Dia menulis buku hariannya sambil menangis darah.
Dia berusaha merahasiakannya dari kita selama ini.
Kakak penasaran bagaimana perasaannya tiap kali melihat kita.
Kurasa dia frustrasi setiap kali melihat kita.
Lagi pula, dia manusia.
Aku merasa sangat bersalah. Aku amat bersalah harus menghadapinya.
Aku merasa sangat bersalah.
Seharusnya aku tidak dilahirkan.
Untuk apa aku dilahirkan?
Jangan bilang begitu.
Ini sangat menyakitkan.
Untuk kita berdua. Maksudku, untuk kita bertiga.
Kakak tidak akan membaca buku hariannya.
Aku juga.
Aku sedang mengemas kostumku.
Kamu hampir sampai?
Aku akan segera ke sana.
Kamu pulang larut.
- Kamu mau pergi? - Aku diminta untuk tampil.
Ada upacara pembukaan perusahaan penyiaran di Busan.
Semua penyanyi trot akan hadir.
Song Dae Kwan, Tae Jin Ah, Young Tak,
dan semua orang akan hadir.
Aku juga diundang ke acara itu.
Aku tidak percaya ini terjadi.
Aku merasa sangat terhormat bisa berada di sana.
Aku sudah merasa gugup.
Ini kali pertamaku tampil dengan penyanyi terkenal.
Kamu juga ikut senang, bukan?
Tentu. Aku turut bahagia.
Hati-hati di jalan.
Pastikan untuk bersikap sopan kepada penyanyi senior.
Baiklah. Aku akan bekerja dengan baik.
Aku akan kembali besok sore.
Benar juga. Cium aku.
Anggap saja sudah.
Jangan begitu.
Jangan merasa kesepian tanpaku malam ini. Selamat tidur.
Sampai jumpa.
Gwang Tae.
Maaf.
Nomor yang Anda tuju tidak aktif. Silakan tinggalkan pesan.
Dia bilang tidak membutuhkan ayah atau kakak-kakaknya.
Dia pergi dan bilang tidak akan menemui kita lagi.
Ini salah.
No comments yet. Be the first to leave one.