De første 199 linjer.
- Kami belum menemukan rumah baru. - Kalau dipikir-pikir
selalu ada yang menggigit dalam pernyataannya.
Akan sulit menemukan tempat yang membuat kalian berdua puas.
Benar, bukan?
Namun, Maya akhirnya akan menikah, bukan?
Akhirnya aku yang terakhir, ya?
Hei, urutannya tidak penting, bukan, Yurika?
Namun, pria ini bukan tipemu yang biasa.
Tipeku yang biasa?
Dengan cara yang baik.
Dia tidak seperti yang kubayangkan.
Bagaimana mengatakannya, ya? Mitsuhiro pria yang sangat baik.
Benarkah?
Ya.
Dia sempurna untukmu.
Terima kasih.
Tidak, aku senang dia pria yang baik.
Dia selalu membandingkan dirinya denganku
seolah-olah itu kontes.
Hei, Mitsuhiro.
Yurika dahulu bekerja di perusahaan perdagangan umum.
Astaga!
Kau pasti sangat pintar.
Sama sekali tidak.
Namun, dia berhenti setelah menikah.
Menjadi ibu rumah tangga purnawaktu itu mengesankan.
Sifat kompetitif itu...
- Tidak. - Aku tidak akan bisa melakukan itu.
jelas terpancar dariku juga.
Aku tidak akan bisa.
Tidak mungkin.
Kau luar biasa.
Kurasa aku tidak bisa berhenti bekerja untuk sementara.
- Semoga berhasil. - Ya.
Apa itu lebih memprovokasi Yurika?
Aku tidak ingin memercayainya.
KEDAI ODEN MARUTA
KEDAI ODEN MARUTA
Suamimu sempat datang ke toko oden ini?
Ya.
Begitu rupanya.
Kami juga akan menyelidiki ini.
Begini...
Dia mungkin bersamanya.
Siapa ini?
Temanku.
Bisakah kau memeriksanya untukku
apakah itu benar-benar dia?
Kau yakin ingin kami memeriksanya?
Aku terlalu takut untuk menanyakannya sendiri.
Bu.
Ya?
Kau sungguh ingin dia kembali?
Ya.
Aku akan mengunjungi toko oden.
Ya, terima kasih.
Pasti sulit mengetahui suamimu berselingkuh dengan temanmu.
Awasi Yurika Sakaki untuk saat ini.
Baik, Pak.
Semoga harimu menyenangkan.
Aku akan pulang lebih awal.
Begitu rupanya.
Mau minum lagi?
Bersiaplah.
Menjijikkan sekali!
Cepatlah mati!
Riko.
Aku membuatkanmu makan siang, jadi, makanlah nanti.
Aku sudah menyiapkan makanan, jadi, makanlah ini juga.
Aku pergi ke dokter.
Mereka bilang bayinya sehat.
Akhirnya mulai terasa nyata.
Aku tidak keberatan hanya kita berdua.
Apa?
Aku suka saat hanya ada kita berdua.
Jadi...
mari kita aborsi.
Ryosuke?
Kau tidak serius, bukan?
Aku mencintaimu, Riko.
Aku ingin tinggal bersamamu, kita berdua.
Kau tidak mau?
Ini.
Ini sup miso kerang air tawar.
Hangatkan dahulu, ya?
Penuh dengan Vitamin B12.
Baiklah.
Benar juga.
Suplemen ini.
Kudengar ini bagus untuk bayi.
Ambil ini.
Astaga, kau butuh air.
Air. Sebentar.
Air...
KUMABE ESTAT
Kau menariknya kembali?
Maafkan aku.
Tolong batalkan surat pengunduran diriku.
Begini...
Sejujurnya, aku senang kau tetap di sini, tapi...
Baiklah.
Mengingat kau berani menunjukkan rasa tidak tahu malu di sini
aku akan membuang suratmu.
Terima kasih.
Namun, penggantimu sudah diputuskan.
Posisi lamamu sudah hilang.
Ya, aku mengerti.
Benarkah?
Kalau begitu, semoga berhasil bekerja di bawahnya.
Maya.
Mohon kerja samanya.
Aku akan bicara dengan Ibu Kepala.
Tidak.
Membuatmu bekerja di bawahku
tidaklah benar.
Tidak apa-apa.
- Namun... - Mohon kerja samanya juga.
Maya.
Halo, aku tidak sabar bekerja denganmu lagi.
Aku tidak percaya dia.
Ini juga akan sulit bagi Kana.
Mari kita lihat perkembangannya.
Halo, mohon kerja samanya.
- Aku tidak sabar bekerja denganmu. - Aku juga.
YURIKA
BISAKAH KITA PERCEPAT TANGGALNYA? AKU TIDAK TAHAN LAGI.
MARI BERTEMU. TOLONG JAWAB.
Sekarang yang kubutuhkan hanyalah...
MAYA
MAAF, AKU TIDAK BISA TERLIBAT LAGI.
Ya, bagaimana keadaan di sana?
Dia baru saja meninggalkan toko perkakas.
Namun, dia tidak melakukan hal mencurigakan.
Begitu rupanya.
Baik, pertahankan kerja kerasmu.
Aku merindukanmu, Riko.
Ayo.
Riko.
Aku...
ingin mempertahankannya.
Apa?
Aku tidak bisa menggugurkannya.
Riko, pikirkan baik-baik.
Semuanya tidak berakhir setelah melahirkan.
Aku tahu.
Jalan hidupmu akan berubah.
Kau memilih bayi itu
daripada menghabiskan waktu denganku?
Permisi.
Ya?
Maaf, di mana stasiun keretanya?
Entahlah.
Baunya seperti obat?
Halo, terima kasih untuk tempo hari.
Tolong jangan bicara denganku di sini.
- Namun... - Sampai jumpa.
- Kau punya waktu sebentar? - Ya.
Aku dari kepolisian.
Begitu rupanya.
Bagaimana kau mengenal wanita itu?
Aku tidak terlalu mengenalnya.
Dia memanggilku di jalan.
Kurasa Sabtu lalu.
Sabtu lalu?
Ya.
Silakan ambil satu.
Silakan ambil satu.
Terima kasih.
Permisi.
Ambillah.
Kau punya waktu setelah ini?
Apa?
Dia bilang akan memberiku 10.000 yen jika aku berpose.
Aku hanya perlu menunjukkan sedikit diriku, seperti tanganku.
Baiklah.
KENCAN HARI INI DENGAN SUAMIKU
#MAKANSIANG #IBU
Baiklah.
Ini tampak bagus.
Jangan beri tahu siapa pun.
Apa?
Jangan beri tahu siapa pun soal hari ini.
Lupakan kau pernah bertemu denganku.
Aku bahkan berganti pakaian
tapi menyapanya saja sudah membuatnya marah kepadaku.
Apa kita sudah selesai?
Ini fotonya.
Ada di media sosial Yurika Sakaki.
Dia berpura-pura berkencan dengan suaminya?
Ya.
Dia bahkan membayar orang lewat untuk membungkamnya.
Dan dia terlibat dengan seorang profesional medis.
Ini sangat berantakan.
Sepertinya kita harus menganggap ini serius.
- Kau harus selalu melakukan itu. - Benar.
KENCAN HARI INI DENGAN SUAMIKU #MAKAN SIANG #IBU
LUAR BIASA! AKU IRI DENGAN HUBUNGAN KALIAN!
BAHKAN SUAMIMU SEMPURNA! KENCAN YANG INDAH!
Bersikaplah seperti pasangan mesra agar kau tidak terlihat punya motif.
No comments yet. Be the first to leave one.