De første 181 linjer.
Mitty.
Mitty.
Mitty.
Hei, kau yang lembut.
Untuk apa kau
datang ke sini?
Desa adalah buaian yang tertutup.
Sekali terperangkap, nilai akan berubah.
Keinginan akan terpenuhi.
Dalam kedamaian abadi, perjalanan pun berakhir.
KARYA ORISINAL AKIHITO TSUKUSHI
MADE IN ABYSS THE GOLDEN CITY OF THE SCORCHING SUN
Aku tersesat.
Bangunan yang tidak biasa.
Tidak ada amagiri yang bisa diandalkan.
Seismometer pun tidak berfungsi.
Ditambah, si Galah itu terus mengikutiku.
Sial.
Aku malah sibuk melihat kelopak bunga itu.
Setidaknya aku harus kembali ke tempat sebelumnya.
Si Galah itu lagi!
Naga Turbinid!
Katanya mereka makhluk pendendam.
Ia mau mengikutiku sampai sejauh mana?
Sial.
Rupanya ia bisa membaca gerakanku.
Lenganku tergores?
Batu dan…
Apa?
Sejak kapan…
Ia bisa memuntahkan sesuatu?
Kau tidak menulisnya, Lyza!
Ia mundur?
Karena ini di luar wilayahnya?
Aku harus berpegangan pada sesuatu!
Kau…
Kau mengikutiku?
Maaf.
Aku akan kembali ke tempat mereka berdua.
Terima kasih telah menyelamatkanku.
Arahnya salah.
Kalau ke sana, makin banyak kekacauan.
Jadinya aku menarikmu.
Kau…
Bisa bicara?
Sebaiknya kau cepat pergi dari sini.
Aku tidak bisa menahan Faputa.
Aku tidak bisa menahan desa juga.
Apa maksudnya?
Kalau bisa bicara, berikan penjelasan yang mudah dimengerti.
Intinya jalan ke desa bukan lewat situ.
Arah sebaliknya.
Apa?
Sungguh lewat sini, 'kan?
Sejak tadi banyak hewan buas yang menyerang.
Di sini tidak ada penangkal hewan buas.
Penangkal hewan buas?
Sesuatu yang Faputa berikan pada kalian.
Sesuatu yang terbuat dari campuran rambut tubuh hewan buas dan Faputa.
Apa?
Jadi, ritual aneh yang membuat merinding waktu itu…
Sejenis itu, ya?
Berarti catatan itu juga ulah kalian?
Faputa…
Dia meragukan identitasmu, jadi, dia mengetesmu.
Kau sama sekali tidak mencari Faputa setibanya di Shourou.
Shourou?
Kita harus mengembalikan informasi yang hilang darimu.
Hei, kalau memang tahu, coba beri tahu aku.
Aku ini sebenarnya apa?
Tidak tahu.
Aku tidak punya informasi tentang Unit Interferensi macam dirimu.
Apa? Unit Interferensi?
Aku adalah Unit Interferensi.
Diciptakan untuk mengumpulkan pengetahuan.
Tiap lapisan memiliki Unit Interferensi,
tapi sudah lama tidak ada kabar dari unit lain.
Mungkin mereka telah gagal, atau telah dicuri.
Desainmu mirip sepertiku…
Tapi Unit Interferensi tidak bisa melintasi lapisan.
Bisa jadi pencipta kita sama.
Kau tahu siapa pencipta kita?
Aku tidak diberi tahu informasi soal itu.
Kau bisa pergi ke mana saja, jadi, kau cari tahu jawabannya.
Sudah kelihatan.
Ilblu.
Desa.
Kau suka di sini?
Apa? Itu…
Ya!
Bagus!
Senang mendengarnya.
Hadi, enak sekali!
Terkadang memang ada yang jahat, tapi kami semua orang baik di sini.
Maaf, Tiga Serangkai itu apa?
Rie, aku lupa menjelaskan.
Tiga Serangkai itu orang-orang pendiri Desa Ilblu, semacam tetua di sini.
Maaf terlambat memperkenalkan diri, namaku Riko!
Peluit Putih…
Saat ini aku sedang tidak memegangnya…
Aku Penjelajah!
Begitu, ya.
Boleh juga.
Hore!
Sampai nanti!
Mandapu!
Sehat?
Bagus! Famosu !
Dia seperti bau matahari.
Oh, kau masih di sini.
Permisi…
Aku punya permintaan.
Ya?
Bisakah kau mengajariku bahasa sini?
Dalam bahasa kami, banyak kata yang artinya bisa bergeser dan berubah.
Contohnya yang ini.
Jyakopufu.
Jyakopu…
Artinya 40 persen "meminta",
30 persen "spesial", dan 30 persen "rangsangan".
Wah!
Selanjutnya, ini adalah ilblu.
Nama desa ini, ya?
Jadi, kau sudah tahu. Benar.
Artinya 50 persen "desa", 40 persen "buaian", dan 10 persen "ibu".
Desa, buaian, ibu.
Lalu yang ini. Ini artinya "mengerti", konbosu.
Konbo…
Konbosu.
Terima kasih, ienme.
Maaf, riezochi.
Famo , sampai nanti.
Rahossu , tolong.
Permintaan.
Wah!
Kalau sudah hafal itu, nanti kau akan terbiasa.
Terima kasih banyak!
Sama-sama.
Aku juga senang bisa mengobrol begini.
Semoga temanmu cepat ditemukan.
Astaga.
Sekarang aku jadi menginginkan anak manusia ini.
Benar juga.
Apa kau tahu tempat yang mungkin akan mereka kunjungi?
Biar kupikirkan dulu…
Di tepi desa ini
ada tempat yang tidak dimasuki siapa pun.
Jauh lebih dalam dari lubang persembahan.
Tempat yang bernama Doguupu atau berarti "di dalam mata".
Ketika aku dan penduduk desa mencoba pergi ke sana,
kami akan menjauhi tempat itu secara naluriah.
Tidak bisa masuk lebih dalam.
Tapi karena kau dan temanmu bukan penduduk desa ini,
bisa jadi temanmu akan menjelajah ke sana.
Rumornya Doguupu menyimpan sebuah rahasia desa.
Sungguh mendebarkan, bukan?
Tetap tidak kelihatan meski sudah mencium bau Meinya.
Kurasa di sini tidak ada medan gaya seperti di desa.
Wah!
Benda lengket apa ini?
Aku coba ikuti tembok saja.
Apa? Ada apa?
Yang ada di kakiku seperti waktu pengimbangan.
Mereka bergerak, tapi tidak melakukan apa-apa.
Tidak apa-apa! Kau tenang saja.
Di sana ada banyak lubang.
Yang mana?
Aku mulai dari sini saja.
Kate…
Satou…
Apa?
Kachimaie…
Saihabu…
Kau bukan Narehate?
Hadi…
Ternyata aku masih terlihat seperti manusia.
Apa? Itu…
Maaf!
Sudah lama aku tidak bicara dengan orang lain.
Aku jadi mengatakan hal aneh.
Maafkan aku.
No comments yet. Be the first to leave one.