De første 200 linjer.
SAVE ME
EPISODE 5
Kita mau ke mana?
Mau melihat bintang?
Mari kita berjalan-jalan, Sang Mi.
Astaga. Kurangilah kecepatanmu.
Ada pasien di sini. Perlahanlah saat melewati polisi tidur.
Polisi tidur artinya kau harus melaju perlahan, bukan?
Jeong Gu.
Berpegangan yang erat.
Berpegangan yang erat seperti ini.
Menepi! Hentikan mobilnya!
Menepi.
Jeong Gu.
Jeong Gu.
Jeong Gu, ayo.
Jeong Gu.
Cepat keluar dari sini.
GUSEONWON
Ayo pergi.
Sekarang kita akan bermain petak umpat.
Kau harus sembunyi di tempat yang tidak bisa mereka temukan.
Mengerti?
Ada apa?
Jangan marah.
Sudah kubilang jangan pernah melawanku dan Ayah.
Kau bukan anak yatim, bukan?
Wan Deok.
Kau hanya harus melakukan perintahku.
Mengerti?
Bersembunyilah dengan baik
Aku lelah.
Aku rindu Nenek.
Aku ingin... Antarkan aku menemui Nenek.
Jeong Gu.
Ponselmu masih ada, bukan?
Ya.
Jika kau ikut denganku ke kantor polisi,
aku akan membelikanmu soda.
Soda?
Ya.
Sepuluh kaleng. Aku mau sepuluh kaleng soda.
Baik.
Akan kubelikan sepuluh kaleng soda.
Jeong Gu...
Sang Mi.
Kudengar kau mantan tim voli.
Kau memang kuat.
Astaga, aku hampir saja membiarkanmu kabur.
Kau
iblis.
Aku pelayan Yang Mahakuasa yang telah menebus dosaku.
Teganya kau mengatakan hal seburuk itu.
Aku tidak akan diam lagi.
Kalian semua...
Tidak akan kubiarkan kau lolos!
Lalu apa yang akan kau lakukan? Melaporkan kami ke polisi?
Sang Mi.
Kupikir kau pintar, tapi kini bicaramu seperti anak kecil.
Astaga.
Tubuhmu sudah benar-benar montok.
Sang Mi...
Dasar...
Sang Mi...
- Jeong Gu. - Sang Mi.
- Sang Mi. - Lepaskan!
Baiklah. Lihat ini.
Buka, pilih, dan hapus.
Paham?
Jeong Gu, tidak! Lari!
- Lari... - Sang Mi.
Sekarang, kita kirimkan Jeong Gu ke tanah yang dijanjikan.
Jeong Gu!
- Aku bermain petak umpat, - Jeong Gu, jangan kemari. Tidak!
tapi aku ketahuan.
Tidak!
Aku suka soda.
Tidak!
Bersembunyilah
Dengan baik
Aku bisa melihat untaian rambutmu
Bersembunyilah
Dengan baik
Ketemu.
Sang Mi, kita harus pergi sekarang.
Kita akan terlambat untuk kebaktian subuh.
Ayo. Mari pergi.
Jeong Gu.
Bersembunyilah dengan baik
hingga aku kembali untuk mencarimu.
Jangan keluar sebelum aku menemukanmu.
Maaf aku harus membuatmu datang jauh-jauh ke sini sepagi ini...
Apa aku harus memanggil polisi?
Atau kita akan menyelesaikannya sendiri?
Astaga, leherku...
Apostel Kang, kau seharusnya memberitahuku sebelum menamparku.
Maafkan aku.
Aku akan bertobat dan membuat kesaksian.
Ada luka?
Aku tidak bertanya tentangmu.
Apakah Sang Mi terluka?
Tidak, tidak ada luka sedikit pun di tubuhnya.
Kau tahu dia spesial, bukan?
Tentu saja.
Masuklah, Sang Mi.
Ayo.
GUSEONWON
Sang Mi,
ponselmu ada, bukan?
Mulai sekarang, kau harus meninggalkan semua hal duniawi.
Berikan kepadaku. Ayo.
MATIKAN DAYA
GUSEONWON
Sang Mi.
Tubuh dan jiwa kita harus selalu bersih
saat bertemu dengan Bapa Rohani.
Setuju, Sang Mi?
Kalian harus mendapatkan perawatan oleh perawat di sanatorium.
Astaga, ini bukan apa-apa. Tidak perlu repot-repot.
Tidak baik terlihat anggota lainnya.
Kalian harus diobati.
Aku akan membawa Sang Mi.
Baik.
Aku harus mendengarkanmu agar tidak ditampar lagi.
Kalau begitu, aku akan pergi.
Sang Mi, mau ke dalam sekarang?
GUSEONWON
Aku percaya kepada-Mu, Yang Mahakuasa.
Ambillah rasa sakitku, dan lindungilah keluargaku.
Hanya Engkau yang lebih tahu kami, Yang Mahakuasa.
Sang Mi.
Ayah.
Jeong Gu...
Kenapa kau melakukan hal seperti itu?
Kau sungguh ingin masuk neraka dengan mendengarkan iblis?
Apa kau sedang dikendalikan iblis?
Ayah.
Tolong jangan lakukan ini.
Ayah tidak bisa menerima ini lagi.
Mulai hari ini,
ayah ingin kita berpuasa dan berdoa untuk bertobat.
Apa pun yang terjadi, ayah tidak akan
menyerah terhadapmu.
Dia benar, Sang Mi.
Kami tidak akan pernah menyerah terhadapmu.
Cepat katakan, "Doa akan terkabul."
Jangan takut.
Yang Mahakuasa akan selalu menyayangimu.
Doa kita
akan terkabul.
Benar.
Sang Mi.
Aku senang kau di sini.
Astaga, tubuhmu dingin.
Tolong bantu dia menghangatkan tubuhnya.
Baik, Bapa Rohani.
Bapa Rohani.
Putriku kerasukan iblis dan melakukan dosa besar.
Tolong hukum dia atas dosanya.
Apa maksudmu?
Ini
adalah hari yang sangat bahagia untukku.
- Berdirilah. - Apa?
Seekor domba yang sesat telah kembali dengan selamat.
Jika terlantar sendirian di luar sana,
dia akan sangat menderita.
Bapa Rohani.
Jangan terlalu keras
kepada Sang Mi.
Kita selalu bisa teperdaya oleh godaan iblis.
Terutama di saat dunia penuh dengan kesenangan,
iblis datang kepada kita dengan topeng lugunya
dan menggoda kita dengan sangat kuat.
Itu sebabnya kita selalu perlu waspada
dan berdoa.
Doa akan terkabul.
Aku memercayaimu, Bapa Rohani.
Sang Mi.
Tunggu sebentar.
Ini masa berdoa dengan tenang.
Tolong jangan berisik.
Jangan lupa ibumu juga ada di sini bersama kita.
Apa
rencanamu sekarang?
Apa? Apa maksud Anda?
Aku bicara tentang bocah itu.
Jeong Gu.
Astaga, itu hanya sebuah kecelakaan.
Pikirannya pun
sedikit terganggu.
Dia turun dari mobil karena ingin buang air kecil.
Lalu tiba-tiba mulai berlari ke arah rel kereta.
Astaga, anak nakal itu.
Yang Mahakuasa tahu semuanya.
Jika kau berdosa,
silakan berdoa kepada Yang Mahakuasa untuk bertobat.
Baik. Aku sudah berdoa setiap hari.
Jika tidak ada lagi yang ingin Anda katakan,
aku permisi dan akan berdoa kepada Yang Mahakuasa.
Biarkan Sang Mi
No comments yet. Be the first to leave one.