De første 175 linjer.
Sudah kuduga kau akan kembali padaku lagi, sosu.
Begitu, sosu.
Jadi, gadis Narehate yang wangi itu terkurung di sana, sosu.
Lantas kau membutuhkan bagian dari tubuhku?
Reg, kalau kau memenuhi janjimu, aku akan sepenuhnya jadi milikmu, sosu.
Kau boleh mengambil bagian yang mana saja, sosu.
Apa?
Janji apa yang kau maksud?
Kau sudah melupakan semuanya, sosu ?
Padahal hanya itu yang kuminta darimu.
Wajahnya kala kilas balik ingatanku waktu itu,
pasti ada hubungannya dengan janji ini.
Aku mohon, Faputa,
bisa katakan janji itu sekali lagi padaku?
Kalau hanya aku yang bisa, aku ingin menepatinya.
Aku tidak ingin membebanimu,
tapi sebagai gantinya,
bisakah kau memberiku sedikit informasi?
Itu tidak perlu, sosu.
Apa yang kau…
Aku akan memberikan apa pun demi janji itu, sosu.
Kita musnahkan mereka semua bersama-sama, sosu.
Kenapa aku malah datang ke tempat seperti ini?
Kenapa hal ini terjadi padaku?
Jawaban itu…
Tidak bisa didapatkan dari mana pun.
Kami bisa berada di sini karena pilihan kami sendiri.
Jawabannya…
Harus kami temukan sendiri.
Tenang saja.
Aku berikan ke semua orang juga.
Apa pun…
Jawabannya.
KARYA ORISINAL AKIHITO TSUKUSHI
MADE IN ABYSS THE GOLDEN CITY OF THE SCORCHING SUN
Belaf…
Belaf!
Kumohon, Belaf.
Tolong hentikan.
Aku tidak bisa melawannya.
Meski aku sudah tahu itu…
Aku tidak menyangka rasanya selezat ini…
Tolong hentikan, Belaf!
Matamu!
Dia sudah bangun.
Wazukyan!
Belaf menjadi…
Dia menjadi seperti ini!
Dia tidak apa-apa.
Apa?
Dia itu Tiga Serangkai.
Apanya yang tidak apa?
- Padahal dia… - Vueko.
Aku mau pergi ke tempat Irumyuui, kau mau ikut?
Tiap hari dia makin membesar.
Dia juga melahirkan anak sebesar serangkulan penuh.
Selama kau tertidur, tiap harinya dia selalu melahirkan.
Irumyuui, ibumu sudah datang.
Irumyuui sudah tidak mampu berbicara lagi.
Tapi dia terus memeluk anaknya…
Yang hanya bisa bertahan hidup satu hari.
Penuh kasih.
Dia memeluknya dengan penuh kasih sayang.
Aku mohon Wazukyan!
Biarkan anak ini bersamanya!
Setidaknya…
Setidaknya selagi masih hidup…
Aku juga inginnya begitu.
Saat kau tertidur, kita benar-benar kekurangan bahan,
jadi, aku pakai yang masih hidup.
Bahkan ini ampuh meringankan gejala dari air semu.
Apa karena dagingnya masih segar, ya?
Pada akhirnya harapan lahir dari kehidupan.
Benar-benar indah, bukan?
Lihatlah kilauan ini.
Jangan sampai ada yang terbuang sia-sia.
Kau mau mencoba memasaknya?
Astaga, hati-hati.
Kau itu baru sadarkan diri.
Maaf, Irumyuui.
Aku…
Membunuh…
Anak-anak kesayanganmu.
Kenapa aku masih baik-baik saja?
Maaf, Irumyuui.
Aku ini begitu lemah dan tidak bisa memilih
antara kau atau orang-orang yang memberiku tempat bernaung.
Tapi…
Aku tidak bisa membiarkan harapanmu terus direnggut
seperti ini.
Tidak…
Tidak bisa…
Terus…
Bersamamu.
Detak jantungnya.
Kalau ini memang
bentuk harapan yang kau inginkan.
Kalau ke depannya ada harapan yang ingin kau penuhi.
Aku takut…
Aku takut nanti akan menginjak-injak harapanmu lagi.
Aku harus bagaimana?
Asalkan ada kau, aku baik-baik saja.
Iru, aku harus bagaimana?
Iru…
Menjadi gila atau mati.
Aku tidak bisa memilih keduanya.
Saat aku mengharapkan hukuman,
aku tidak mampu membayangkan yang lebih kejam dari ini.
Ini neraka.
Aku mohon.
Hentikan.
Entah kenapa aku tidak bisa…
Melawan ini.
Aku tidak tahan lagi.
Aku mohon.
Jangan berikan…
Padaku lagi.
Bahkan di neraka ini, orang-orang masih bertahan hidup.
Doa…
Dan kebohongan…
Membantu kami bertahan.
Ketika semua sudah terbiasa hidup di neraka ini,
teriakan Irumyuui pun terhenti.
Ada apa?
Bekas tempat telurnya.
Ada sesuatu di dalam lubangnya.
Apa ini Buaian Hasrat?
Bukankah sudah hancur?
Itu yang kedua.
Waktu kau pingsan, Irumyuui juga ikut melemah.
Apa?
Jadi, kucoba berikan yang lain.
Kau ini bicara apa?
Ternyata bukan cuma ada satu.
Sepertinya para Unit Interferensi juga bukan pertama kali melihatnya.
Aku meminta mereka untuk mencarikannya.
Syukurlah masih sempat.
Apa itu…
Apa itu benar-benar harapan Irumyuui?
Lihat dia sekarang!
Irumyuui! Kau kenapa?
Dia meresponsmu.
Waktunya hampir tiba.
Mari kita saksikan
harapan dia yang sebenarnya.
Kita mau ke mana?
Tidak! Eilu!
Harusnya kita tak meninggalkan perkemahan!
Gawat!
Astaga.
Semuanya mendekat ke Irumyuui.
Jangan sampai tertangkap oleh mereka.
Ting…
Tinggalkan aku. Aku sudah…
Tidak, kau masih dibutuhkan.
Kalau kau tidak terbiasa dengan penderitaan,
kau akan kehilangan kesombonganmu.
Kami tidak bisa tanpamu.
Berhenti.
Apa?
Apa yang terjadi?
Unit Interferensi, kau tahu tempat apa ini?
Sebuah tempat tersembunyi yang kosong.
Sangat dekat dengan pusat lubang.
Begitu, ya.
Jadi, dia butuh cahaya.
Apa?
Irumyuui.
Kau kenapa?
Apa itu?
Dia menangkap makhluk hidup.
Dia memikat mereka lalu memakannya.
Sepertinya masih belum cukup.
Aku mohon…
Tolong…
No comments yet. Be the first to leave one.