De første 200 linjer.
Solomon.
Solomon, ibu benar-benar minta maaf.
Ibu harus meninggalkanmu sekarang, sayang.
Ibu tak bisa tetap di sini.
Kau harus kuat sendirian karena ibu tahu kau bisa.
Yang perlu kau lakukan adalah mengikuti tiga peraturan kita,
Dan mereka akan menjagamu tetap aman seperti selayaknya.
Kau ingat peraturan kita, 'kan, Solomon?
Peraturan pertama.
Kita harus selalu memberikan kembali ke hutan...
...yang telah menyediakan untuk kita.
Jadi saat kau berburu atau mengasi, lakukan dua kali.
Satu untuk hutan, dan satu untukmu.
Peraturan kedua.
Saat hasratmu hampir hilang dan kau merasa ingin menyerah,
Temukan kenyamanan dengan menyanyikan lagu kita.
Peraturan ketiga dan yang terakhir.
Ini adalah peraturan terpenting dari semua.
Kau tidak boleh lepaskan talinya, Solomon.
Tali itu adalah pemandumu, tanah ini adalah rumahmu,
Dan tali akan menjauhkanmu dari bahaya yang ada.
Selalu berpegangan dengan itu, maka kau akan memiliki harapan.
Apapun yang kau lakukan, jangan lepaskan talinya.
Ibu menyayangimu.
Solomon.
Jangan lepaskan talinya.
Ibu menyayangimu.
Dan kau ingin menyerah,
Temukan kenyamanan dengan menyanyikan lagu kita.
Peraturan ketiga dan yang terakhir.
Ini adalah peraturan terpenting dari semua.
Kau tidak boleh lepaskan talinya, Solomon.
Tali itu adalah pemandumu, tanah ini adalah rumahmu,
Dan tali akan menjauhkanmu dari bahaya yang ada.
Selalu berpegangan dengan itu, maka kau akan memiliki harapan.
Apapun yang kau lakukan, jangan lepaskan talinya.
Ibu menyayangimu.
Ibu?
"Sebab semua yang hidup adalah seperti rumput,"
"Dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput."
Rumput menjadi kering, dan bunga menjadi layu.
1 Petrus 1:24
Siapa itu? Apa yang kau inginkan dariku?
Halo?
Halo?
Kau bisa mendengarku?
Ini Perahu Layar Leilani. Apa kau mendengar?
Tidak! Astaga!
Halo?
Apa ada orang di luar sana?
Catherine.
Bajingan!
Baiklah, aku sudah menyimpan ini untuk yang terakhir,
Karena ini favoritku. Lihatlah lantai papan kayu.
Langit-langit yang indah.
Ini sangat bagus mengingat putri mereka tewas dalam kecelakaan mobil.
Itu menyedihkan. Tapi ayah dan ibunya hanya sangat cemas.
Bestia.
Olivia.
Olivia.
Aku melihat sentermu. Aku tahu kau belum tidur.
Jangan berpura-pura.
Kau terlihat seperti penambang batu bara. Berikan itu padaku.
Aku memintamu tidur dari satu jam lalu.
Tapi aku belum mengantuk, Ellie.
Apa ini?
Ini lagi?
Itu melekat dipikiranku.
Ini mulai membuatku panik.
Apa yang ayah dan ibu katakan?/ Jangan beritahu mereka.
Aku takkan beritahu jika kau berhenti membuat gambar seram ini.
Aku tak bisa menggambar yang lain.
Entah kenapa.
Dengar, kita sudah bicarakan ini.
Kau berkeliaran didalam hutan,
Dan habiskan malam menyeramkan di luar,
Tapi kami temukan kau keesokan paginya, bukan?
Aku tak ingat apa yang terjadi.
Itu yang terbaik.
Maksudku, itu beberapa minggu lalu.
Kau harus melupakannya.
Kau memintaku menunggu, dan kau tidak kembali.
Tidak, bukan itu yang terjadi.
Aku sedikit melamun dan kau pergi berkeliaran.
Itu yang sebenarnya.
Tapi...
Kau ingin membuat Ibu sedih lagi?
Tidak.
Ibu menangis tersedu-sedu.
Tapi pikirkanlah. Kau tak dalam bahaya serius.
Itu tidak seperti ada serigala didalam hutan.
Tidak.
Sesuatu yang lain.
Apa kau bilang?
Aku rasa aku tidak sendirian.
Itu hanya imajinasimu.
Tidak, itu nyata!/ Cukup!
Kurasa itu mengikutiku.
Ayolah.
Ini hanya mainan bodohmu.
Aku tak mau mendengar soal itu lagi.
Jika kau tak berjanji padaku, aku akan tunjukkan ini.
Tidak, jangan!
Apa kita sepakat? Apa kita baikan?
Oke.
Tidurlah.
Kau tahu kau tak boleh membawa anak laki-laki ke rumah.
Ini bukan anak laki-laki, dan ini bukan urusanmu.
Ellie, jangan pergi!
Dengar, kau sudah besar,
Dan kau tahu tak ada yang perlu ditakuti.
Jadi tidurlah.
Katakan sesuatu kepada orang lain, maka kau mati. Mengerti?
Baiklah, selamat malam.
Olivia.
Apa kau baik-baik saja?
Suara itu.
Kurasa itu berasal dari kamar Olivia.
Adikmu memberimu kesulitan?
Dia tidak sama sejak malam itu.
Gambar-gambar itu...
Dan aku tak ingat terakhir kali dia tertawa.
Berikan dia keringanan.
Kau juga, serius?
Ayolah, kau tahu maksudku.
Lagi pula, itu sebagian salah kita.
Dia ditemukan dan dia baik-baik saja.
Kau sebaiknya pergi memeriksa dia.
Baiklah.
Tunggu aku.
Olivia.
Olivia, berhenti bermain-main.
Kau dengar aku?
Olivia.
Olivia?
Olivia, apa-apaan?
Berhenti bermain petak umpet.
Baiklah Olivia, ini sudah tidak lucu lagi.
Jika kau tak keluar dari lemari itu dalam tiga detik...
Aku bersumpah demi Tuhan, Olivia!
Ellie.
Olivia?
Olivia.
Aku ingat semuanya sekarang.
Kita akan bersama selamanya.
Mereka mengikutimu ke sini?/ Ya.
Siapa yang mengikutimu?/ Makhluk jahat.
Dia terlihat seperti pria lainnya.
Dia berpakaian seperti pria lainnya.
Dia hampir menemukanku,
Tapi aku menunggu dia membuat kesalahan dan membunuhnya.
Merobeknya dari kepalanya hingga ke bawah.
Itu harusnya cukup.
Kau membunuh dia? Orang dengan tombak?
Orang yang mengikutimu?
Tak ada orang lain yang mengikutimu.
Astaga, itu sangat lama.
Ya, sejak kapan Whole Foods jadi tempat orang kumpul saat Sabtu malam?
Kau mengira orang-orang di bar, bukannya membeli selai quinoa.
Kau siap menjadi depresi?
Kita salah satu dari orang itu.
Quinoa dan semuanya.
Kita punya alasan yang kuat.
Apa alasan seluruh dunia?
Pengorbanan yang kau buat ketika keluarga berkunjung.
Bicara soal pengorbanan... Aku anggap ini saudarimu?
Seolah kau punya ruang untuk bicara.
Dengar, ini waktu yang sulit.
Kurasa kita bisa berikan Cody sedikit keringanan
Hanya seminggu, 'kan?
Tentu.
Aku akan mengantar handuk ini ke kamarnya.
Aku segera kembali.
Hei, aku tidak tahu kau...
Kau membiarkan lampu di kamar tamu menyala?
Tidak.
Mungkin dia sudah pulang.
Cody?
Ada apa?
Tidak ada. Aku akan segera turun.
Masih belum ada tanda-tanda darinya?
Kurasa dia salah satu yang masih bergantung pada kehidupan sosial.
Aku merapikan sedikit pakaiannya.
Mungkin membuatnya lebih merasa nyaman.
Cukup angan buat dia merasa terlalu nyaman, oke?
Jangan salah paham. Aku sayang adikmu.
Aku hanya tidak ingin untuk teman serumah jangka panjang.
Kecuali untuk yang kunikahi.
Sayang.
Haruskah kita menjadi tuan rumah yang baik dan menunggunya?
Percaya aku. Dia akan berpikir kita tuan rumah yang lebih baik jika tak menunggu.
Lagi pula aku sangat lelah. Mari kita langsung tidur.
Ayolah, ini pukul 21:30. Itu pasti semacam rekor baru.
Kita memiliki jam tidur orang tua tanpa gangguan anak-anak.
Jangan lupa dengan adikmu.
Benar-benar menyakitkan.
Menurutmu dia akan mendapat kerja?
Tergantung. Kantormu ada lowongan?
Itu akan menjadi pengalaman menarik.
Mungkin terbaik di hidupmu.
No comments yet. Be the first to leave one.