De første 187 linjer.
Yahiko adalah penerus Kamiya Kasshin-ryu yang berharga.
Episode 14 Pertarungan Yahiko
Yahiko menghilang?
Ya, tak tahu ke mana!
Oh, ya, belakangan memang suka hilang entah ke mana.
Ya, 'kan!
Dia ketemu cewek, mungkin.
Anaknya cukup lugas, sih.
Aku yakin dia sembunyikan camilan diam-diam!
Kerakusannya sudah terbukti!
Kalau menurutku, dia sedang pergi berlatih pedang sendirian.
Sudah di masa dirinya menemukan gaya berpedang pribadi.
Itu tak mungkin!
Benarkah?
Cewek, ah. Sudah pasti soal cewek.
Sudah pasti tentang makanan. Tak diragukan lagi.
Menurutku, tetap melatih...
Itu tak mungkin!
Makanan!
Cewek!
Apa yang sedang kalian perdebatkan, sih?
Norak banget.
Songong, ya!
Dasar!
Tak penting banget!
Apaan?
Kau pergi ke mana, Yahiko?
Cuma jalan-jalan.
Jalan-jalan demi bolos dari latihanmu, pasti menyimpan sebuah alasan.
Aku masih mengayun pedang pagi-pagi,
dan masih hadir empat hari selama enam hari latihan, kok.
Jadi, bukan masalah.
Tak perlu dikhawatirkan.
Lo?
Beberapa Hari Kemudian
Sip.
Memang mencurigakan.
Terlihat sekali merahasiakan sesuatu.
Lumayan buat mengisi waktu, lah.
Cewek. Pasti soal cewek.
Sudah pasti makanan.
Menurutku latihan pedang mandiri, sih.
Lah?
Kenapa ke Akabeko?
Nah, dibilang juga apa!
Walah.
Pakai mengendap- endap segala.
Lah?
Kok...
Aneh sekali, padahal tadi jelas-jelas masuk.
Oh, Kaoru!
Silakan, masih ada yang kosong, kok.
Pilih saja mejanya.
Oke, permisi.
Sebentar!
Mbak Tae, sebenarnya...
Hei, Bocah!
Arangnya habis!
Bawakan satu karung!
Ya!
Tsubame tolong bantu juga!
Karena sudah mau jam ramai, nanti sekalian bantu depan!
Baik!
Oh, begitu.
Dia bekerja bantu-bantu, ya.
Aslinya, dia menyuruhku diam.
Tiba-tiba dia minta pekerjaan dan melarangku memberi tahu kalian.
Memangnya kenapa?
Bukannya itu yang diincarnya?
"Itu"?
Oh, Tsubame?
Rasanya tak mungkin.
Soalnya, Yahiko dahulu yang mendaftar.
Kau sedang apa, sih?
Maaf, Adik Yahiko.
Sudah kubilang, jangan pakai "Adik"!
Maaf!
Jangan sedikit-sedikit cengeng dan takut begitu, deh.
Aku paling benci orang seperti itu.
Adik...
Ah, Yahiko.
Angkat barang juga termasuk melatih kuda-kudaku.
Cepat bantu melayani tamu saja.
Makanan, perempuan, dan latihan.
Tebakan kita termasuk benar semua, ya?
Tetapi semua itu tampak bukan tujuannya.
Berarti cuma cari duit jajan?
Kalau masalah itu,
kenapa sampai dirahasiakan dari kita?
Mungkin dia ingin membantu anggaran Dojo Kamiya?
Itu tak bakal!
Itu melenceng dari sifatnya!
Kau juga sama!
Kerjanya menumpang makan!
Hei, pesan ke mana, nih?
Ya, segera!
Maaf menunggu lama, silakan pesan...
Hei.
Kenapa mukamu kaget begitu?
Begitukah sikapmu bertemu majikan?
Duh, capek.
Ini lebih berat dari latihannya Kaoru, sih.
Tetapi semua ini demi mendapatkannya!
Tak boleh mengeluh terus!
Tetapi memang harganya berapa?
Jadi, bagaimana?
Kutanya "bagaimana"!
Simpanan di Akabeko tak terlalu banyak.
Selalu dibawa pulang pemiliknya.
Hem, sesuai dugaan.
Kalau begitu, sini.
Sudah kau buat yang kusuruh, 'kan?
Cetakan kunci untuk rumah pemilik dan gudangnya.
Sebaiknya Anda urungkan, Tuan Mikio!
Kalau menjadi perampok,
nama baik Nagaoka akan menjadi...
Bangsat.
Sejak kapan kau berani menasihatiku?
Selama 300 tahun kekuasaan Edo,
kalian hanyalah samurai miskin yang dapat menyambung hidup berkat keluargaku!
Setelah revolusi kasta dimulai begini,
hubungan keluarga kita menjadi hilang begitu saja?
Zaman Meiji ini benar-benar kacau.
Tak ada lagi kesetiaan.
Hanya karena kesetaraan kasta,
masa utang budi 300 tahun dianggap lunas begitu saja?
Tetapi sebaiknya jangan mencuri.
Ya, aku paham.
Aku tak akan menyuruh "orang asing" lagi.
Kami akan melakukan semuanya sendiri.
Kalau tak bisa merampok diam-diam, tinggal bunuh saja yang punya.
Karena kalau ada saksi mata, "nama baik" Nagaoka bisa tercoreng.
Terpaksa harus kubunuh semuanya, termasuk yang bernama Tae itu.
Nah.
Itu lebih baik.
Kau goblok, ya?
Sudah masuk tahun ke-10 Meiji,
masih saja terjebak dalam perbudakan?
Siapa itu?
Hei, Cambang Tebal!
Sebagai sesama samurai, perbuatanmu tak bisa kubiarkan!
Adik Yahiko!
Sudah kubilang, jangan pakai "Adik"!
Hei, hentikan niatmu merampok!
Kalau tak mau, Yahiko Myojin si Samurai Tokyo akan menghajar kalian!
Dasar bocah tengik!
Songong banget!
Sialan!
Bisa!
Kemampuan berpedangku masih cukup unggul!
Keparat!
Sini!
Hei, pinjam.
Sekarang! Keroyok dia!
Eh!
Kenapa kau enak- enakan menonton?
Ya, Yahiko dalam masalah begitu!
Tolong tenanglah dahulu.
Mana bisa aku tenang?
Dia adalah muridku yang berharga!
Tunggu dahulu.
Yahiko belum menyadari kita di sini.
Sangat tak wajar kalau kita mendadak muncul.
Tetapi...
Seseorang tak akan bertambah kuat kalau terus-menerus ditolong.
Ini adalah pertarungan Yahiko.
Kecuali Yahiko sendiri mencari bantuan,
kita tak seharusnya ikut campur sembarangan.
Ibarat anak singa yang dilempar induknya ke dalam jurang, ya?
Tetapi...
Hentikan!
Tolong suruh mereka berhenti, Tuan Mikio! Dia tak ada hubungannya!
Aku punya cetakannya, kok!
Hei.
Kita ini cuma pemanasan.
Jangan terlalu niat.
Baik!
Kau baik-baik saja?
Sial, andai tak main keroyokan!
Tsubame.
Tetaplah mengabdi kepadaku.
Sampai jumpa lagi, ya, Adik Yahiko.
Maaf, melibatkanmu seperti ini.
Maaf.
Membuat kunci serep akurat dari cetakan tanah liat, setidaknya butuh seharian.
Aksi mereka paling cepat dilakukan besok malam.
Adik...
No comments yet. Be the first to leave one.