De første 200 linjer.
Kau tahu ada di mana?
Tidak sama sekali.
Pastinya.
Pembelajaran kilat tua ini tak mungkin berfungsi.
Bisa bangun?
Pertama-tama, aku mau tanya dulu.
Menurutmu manusia harus dihapuskan dari semesta ini?
Sepertinya kau memang amnesia.
Amnesia?
Maafkan aku sudah bertanya yang aneh-aneh.
Tidak usah dipikirkan.
Akan kujelaskan satu-satu.
Tapi ingatlah satu hal ini.
Dari tiga orang yang kau temui,
salah satunya bukan manusia.
KARYA PETIT DEPOTTO
Kapal luar angkasa DQO.
Inilah bagian dalamnya.
Kapal ini berangkat dari Lu'an
dan dalam perjalanan ke suatu planet di sistem Arakosia.
Tapi di kondisi saat ini, kita tak bisa mendarat.
Untuk selamanya.
Selamanya?
Ada satu masalah.
Selama masalah itu tak terselesaikan,
kita tak akan bisa mendarat di planet mana pun.
Kita sampai.
Maaf menunggu.
Akhirnya si topik utama datang juga.
Utama?
Bagus, Setsu.
Apa ingatannya kembali?
Sayangnya tidak.
Apa ini? Jadi, tak ada ingatan sama sekali?
Bukankah itu masalah?
Mudah saja.
Kita tinggal pilih dia untuk hibernasi.
Hibernasi?
Mengatakan amnesia sudah mencurigakan sekali!
Bukankah itu terlalu terburu-buru?
Setuju.
Amnesia di kondisi ini terlalu mencolok perhatian.
Kurasa itu artinya dari awal kecerdasannya cuma segitu.
Walaupun terkontaminasi Gnosia, kecerdasan tak terpengaruh.
Gnosia?
Raqio, kau fokus sekali pada Yuri.
Justru yang seperti itu paling mencurigakan.
Jadi, kau mencurigaiku?
Cukup dengan bicara pun langsung ketahuan.
Bagaimanapun juga, tak akan bisa kita pastikan langsung,
ayo langsung pemungutan suara saja!
Pemungutan suara?
Tunggu dulu!
Aku sama sekali tak mengerti!
Pemungutan suara apa? Gnosia itu apa?
Begini aktingmu? Amatiran sekali.
LeVi, kau dengar obrolan ini, 'kan?
Ya, aku dengar semuanya.
Bisa minta waktu sebentar sebelum rapat?
Pembelajaran kilat tak berhasil,
jadi Yuri masih tak mengerti kondisi sekarang.
Aku mengerti.
Memang benar itu tak ideal.
Waktu mulai rapat akan aku tunda.
Akan kubuatkan kopi.
Kalau begitu, pakai ini.
Aku dapat di Lu'an.
Setsu memang wanita hebat.
Aku menjadi tertarik.
Sudah kubilang aku bukan wanita.
Jadi, kau mau bicara soal apa?
Aku pun tak tahu.
Apa pun boleh.
Sistem tak menyimpan rekaman selain rekaman rapat.
Kau bisa tanya apa pun saat ini.
Tapi waktu kita terbatas.
Kuharap kau tak membuang-buang waktu.
Pertama, nama kalian semua.
Benar juga. Seharusnya dari situ.
Namaku Setsu.
Namaku SQ.
Jina.
Aku Raqio.
Lalu, kau Yuri.
Yuri.
Jadi, itu namaku.
Benar.
Kita diserang orang terkontaminasi Gnosia di Lu'an.
Sejak itu, kau terluka parah,
dimasukkan ke kapsul medis, dan baru sekarang bangun.
Karena syok itu, kau hilang ingatan.
Itu pun kalau bukan akting.
Mau susu atau gula?
Susu saja.
Seperti seorang tuan putri dari suatu tempat saja.
Seperti yang butuh ciuman pangeran!
Sekarang kita harus buat dia tahu soal kontaminasi Gnosia, 'kan?
Merepotkan sekali.
Kontaminasi Gnosia?
Keadaan terkontaminasi setelah berkontak dengan Gnos.
Masih tak diketahui apa itu Gnos,
tapi mereka yang terkontaminasi menjadi Gnosia adalah musuh manusia.
Mereka menyerang dan mengeliminasi manusia.
Sederhananya,
seperti zombi yang terinfeksi virus!
Jangan-jangan, di antara kita ada Gnosia?
Kau sudah mulai salah bicara, ya?
Ada Gnosia di antara kita.
Kalau memang amnesia, tebakannya terlalu tajam.
Tidak heran dia ambil kesimpulan itu dari penjelasan sejauh ini.
Selain itu, sekarang bukan saatnya berdebat.
Benar, 'kan?
Kalau begitu, aku serahkan padamu.
Akhirnya sama saja.
Kesal kalah debat, ya?
Sejak lepas landas,
LeVi, entitas pengurus kapal ini, mendeteksi adanya Gnosia.
Benar, 'kan?
Benar.
Tidak salah lagi ada satu di sini.
Normalnya, begitu Gnosia terdeteksi,
LeVi akan hentikan perjalanan, lalu meledakkan kapal.
Tapi semua yang ada di sini, lari dari kericuhan Lu'an
dan kebetulan berakhir di kapal ini.
Mengingat kegawatan saat itu, peledakan pun ditunda.
Dengan syarat awak kapal
ditidurkan dalam hibernasi satu per satu.
Kau tahu permainan manusia serigala?
Manusia serigala?
Benar.
Ini permainan lama, tapi prinsipnya sama.
Sebuah desa disusupi serigala yang menyamar menjadi manusia.
Untuk menemukan sang serigala,
para penduduk rapat dan melakukan pemungutan suara.
Pilih satu tersangka, lalu gantung.
Kalau penduduk desa bisa menggantung sang serigala,
penduduk desa menang.
Kalau sang serigala selamat sampai akhir,
serigala menang.
Di sini pun kita pilih satu orang di rapat dan lakukan hibernasi.
Jika reaksi Gnosia hilang, masalah selesai.
Jika tidak, besoknya kita rapat lagi dan pilih satu orang lagi.
Kita lanjutkan sampai reaksinya hilang.
Kejamnya.
Kurasa pasti ada cara yang lebih efektif.
Tapi itulah kompromi kita dengan LeVi.
Wajahmu seperti kebingungan lagi.
Tidak, aku mengerti.
Tapi kalau aku diminta melakukan pemungutan suara…
Kita semua orang asing bagimu.
Kami bisa dibilang asing dengan satu sama lain.
Katanya Gnosia banyak bohong untuk melindungi diri sendiri.
Langsung saja!
Pilih saja dengan perasaan!
Waktunya sudah tiba.
Tolong mulai rapat.
MASUK KE SINI
Mari kita mulai.
Pembicaraan yang menentukan hidup dan mati kita.
Pertama-tama, ada yang melihat hal mencurigakan
atau punya petunjuk siapa Gnosia?
Bagaimana aku harus jawab?
Kalau ada,
hanya fakta bahwa ada yang menyamar menjadi manusia.
Aku tak setuju untuk menilai dari itu saja.
Orang bergender memang biasanya menilai dari penampilan!
Ternyata benar!
Contoh nyata "Lookism".
Aku nonbiner, tapi aku tak mau mencurigai Yuri.
Bantuan muncul!
Aku sudah bilang
aku tentara, jadi pernah bertemu orang pura-pura amnesia,
tapi akting biasa saja tak cukup untuk itu.
Aku mau bicara lebih banyak denganmu.
Lalu, baru buat keputusan.
Kau minta bicara pun… Aku tak tahu.
Apa pun. Apa yang kau pikirkan sekarang?
Namaku Yuri.
Mungkin kalian tak akan percaya,
tapi aku tak tahu siapa aku atau bahkan siapa namaku.
Aku bahkan berpikir mungkin ini semua mimpi buruk.
Tapi saat mendengarkan penjelasan, aku terpikir.
Aku bersyukur kalian semua orang baik.
Karena itu, aku akan senang jika semuanya bisa diselamatkan.
Kau penuh kontradiksi.
Salah satu dari kita adalah Gnosia.
Memang benar, tapi…
Waktu sudah habis.
Mulai sekarang pemungutan suara akan dimulai.
Apa ini?
Kita dipindahkan ke ruang pemungutan suara.
Awalnya ruang kontrol untuk saat darurat.
LeVi menyiapkannya agar pemungutan suara bisa berlangsung adil.
PEMUNGUTAN SUARA
Setiap personel, silakan mulai memberi suara.
PEMUNGUTAN SUARA
Hasil ini tak bisa diveto.
Hasil ini adalah refleksi suara semua anggota.
Hasil ini dipatuhi semua anggota.
Kau setuju?
No comments yet. Be the first to leave one.