De første 200 linjer.
MAYA SI LEBAH
Diterjemahkan Oleh s e a Z
Mimpi yang indah.
Halo?
Tempat apa ini?
Hei, siapa disana?
Halo.
Bersabarlah, Lebah Kecil. Ini masih terlalu awal.
Aku harus menceritakan mimpiku padamu.
Ada benda besar, terang, bundar dan kuning. Dan semua ini berwarna biru.
- Lebah tidak bisa bermimpi. - Kenapa?
Karena... Lebah memang tidak bisa.
Beristirahatlah, Lebah tidak menetas sebelum matahari terbit.
Mengapa aku tak boleh berbuat semauku?
Lebah yang berbuat semaunya? Oh!
Sabar, Lebah kecil. Kau punya banyak waktu mempelajarinya nanti.
Lebah itu apa?
Lebah adalah gadis kecil yang baik dan menjaga mulutnya.
Tidurlah sayang pagi akan menjelang
Dan kukatakan sayang kau akan terlelap
Tidurlah sayang...
Cukup, gadis kecil.
Masuklah.
Lebah yang berbuat semaunya? Konyol sekali.
- Apa yang kita buat? - Apa? dengar dulu apa kataku.
Aku tidak mengulanginya lagi. Masuklah kembali!
Akhirnya... Semua baik-baik saja.
- Lebah kecil yang manis. - Manis?
Siapa namanya? Bayi Lebah 3-9-6.
3-9-6
- "Maya" - "Hama" lebih cocok untuknya.
Cepat, waktunya mengambil madu!
Halo, Lebah yang sibuk!
Jangan berhenti!
- Enak sekali. - Hah?
- Menyenangkan. - Lebah tidak bersenang-senang.
Pergilah.
Tolong! Aku tak bisa melihat.
- Permisi. - Hei, apa itu?
Aku tak bisa lihat. Aku tak bisa lihat.
Aku tak mau lihat.
Kau dengar suara dengungan itu, Yang Mulia?
Suara Lebah yang sibuk membangun kemakmuran di sarang ini.
Sangat menyenangkan. Aku diatas sana dan tiba-tiba... wuzz!
Kau, Lebah gendut. Ada sesuatu di kepalamu, apakah itu berat?
Diam! Bersihkan! Ini sarang Lebah.
Bukan sarang Tabuhan yang kotor.
Jangan kasar, Buzzlina. Dia masih bayi.
Aku yakin, Kelakuannya tidak disengaja.
Jika kita biarkan Lebah bersikap seperti ini, sarang akan kacau.
Dia benar, Setiap Lebah punya tugas masing-masing.
- Apa tugasku? - Sabar, kau segera menemukannya.
Kau harus pelajari semuanya dulu.
Tapi dia melanggar aturan, dia harus dihukum.
Bawa dia ke sekolah dengan aman, Buzzlina.
Tentu saja, Yang Mulia.
"Setiap Lebah punya tugas masing-masing"
Kita harus bertindak, Crawley. Ratu tidak mampu lagi memerintah sarang ini.
Kau juga, Pengganggu kecil.
Berhenti!
- Siapa kau? - Lebah berbaris sepertimu.
Aku pikir bukan. Lebah tidak bersikap seperti itu.
Cepatlah, Prajurit?
Perhatian!
Perhatian!
Wow, Indah.
Seperti pohon perkasa di taman ini
Tidak, itu lagu yang bodoh.
- Banyak sekali warnanya. - Oh ya!, sederhana... langsung mengena.
Banyak sekali warna, tidak seperti dolar didalam dompet.
Bagus! Dimana kau mempelajarinya?
Ketika kau pertama kali melihat dunia. Ada musik di hatimu.
Dan apa yang masuk, laa... keluar lagi. Ayo cobalah, Laa...!
- La! - Laaa!
Laaaaaa!
Ya, awal yang bagus.
- Kau Lebah hijau yang lucu. - Lebah hijau?
Kau memang baru pertama kali melihat dunia.
Perkenalkan...namaku Flip si Belalang. Aku tinggal di padang rumput.
- Padang rumput itu apa? - Padang rumput itu apa?
Kau lihat saja sendiri. Lompat!
Ini dia.
Padang rumput, rumahku.
Kau tinggal disini?
Bukan cuma aku. serangga lain tinggal disini. yang besar, kecil, lucu, bau.
Apa pun bisa kau lihat. dari langit hingga daratan.
dari sarangmu sampai hamparan tulip di sepanjang Pagar Gorgo,
- Tapi Lebah tak boleh terbang kesana. - Mengapa?
Disana hidup monster raksasa pemakan serangga bernama Gorgo.
Cukup ceritanya, kemana teman-temanmu? Lebah selalu pergi secara berkelompok.
Aku tak punya teman. Tak ada yang menyukaiku disarang itu.
- Mungkin aku tak bisa jadi Lebah yang baik. - Kedengarannya serius.
- Hei, apa yang kau lakukan? - Tolong, jangan ganggu Dr. Flippenstein!
Kau punya hati yang baik. Katakan, "Ah!"
- Lebah juga punya gigi. - Hah?
Lilin Lebah... masih ada.
Diagnosa profesionalku adalah... Lebah Baik.
Kau sangat baik. Jangan biarkan orang lain mengatakan sebaliknya.
- Aku akan membawamu ke sarangmu - Tidak! aku ingin tetap disini.
Lompat tinggi!
Mendekati bunga marigold. Segera kumpulkan serbuk sari.
Apa itu?
- Tabuhan! - Jaga keranjangmu!
Mengapa kalian malu?
Siapa ini?
Bola bulu penakut yang mengumpulkan serbuk sari.
- Jaga keranjang kalian. - Kotak bulu yang suka mencuri.
Jaga mulutmu! Tabuhan tidak pernah mencuri.
- Kembali ke tempatmu, Pencuri serbuk sari! - Kami gemetaran.
Kalian beruntung. kami membangun kamp di dekat sini.
Sampai jumpa lagi, tetangga!
Tetangga yang 'baik'.
Hei, keranjangku hilang.
Lihatlah pencuri kotor itu.
Kembali ke sarang! Kita harus lapor ke Ratu.
Flip, bolehkah aku tinggal disini. Semuanya kelihatan besar dan bercahaya.
- Terasa menyenangkan! - Kita sampai, Lebah kecil. Aku harus pergi.
- Para Lebah tidak mentoleransi hewan asing. - Aku ingin tinggal!
Jangan kuatir, Kita akan berjumpa lagi.
Benarkah?
Ya, bunga dan Lebah selalu bersama seperti laba-laba dan kakinya.
Jika kau kembali ke padang rumput, panggil aku...
Kita tidak bicara dengan serangga lain.
Dia bukan serangga lain, dia Flip.
- Sampai jumpa! - Tunggu, aku ingin pergi bersamamu.
Lebah tidak bermain-main keluar sarang. Kembali kerja!
Lebah tidak boleh melakukan ini dan itu!
Sebagai penasehat istana, saya sarankan untuk mengusir para Tabuhan.
Tapi mereka tidak menyerang kita.
Mungkin... belum saatnya.
Jika mereka membangun kamp disini, Seluruh Tabuhan akan ikut.
Dan padang rumputnya akan jadi sarang Tabuhan raksasa.
Mereka akan membunuh bunga dan serangga. kemudian mereka memakan kita.
- Tunjukkan siapa penguasa disini. - Ingat, akulah penguasanya.
Yang Mulia.
Kami persembahkan padamu, Yang Mulia. inilah Royal Jelly!
Crawley, apa masalahnya?
Pipanya tersumbat.
Memang tersumbat. Singkirkan sumbatnya.
- Aku? tapi... - Lakukan saja.
Baiklah.
Royal Jellynya!
- Baunya enak! - Enak? Kau sadar yang telah kau lakukan?
Ini persediaan Royal Jelly selama setahun.
Hidup sang ratu tergantung pada ini. Dia tidak makan apapun selain ini.
Dia tak makan apapun selain ini...
Crawley, kau memikirkan hal yang sama dengan yang kupikirkan?
Ratu Lebah bukan wanita?
Menurutku, Royal Jelly ini bisa menyelesaikan masalah Sang Ratu.
- Maaf, Baginda Ratu. - Kemunculan yang tiba-tiba. kau tak apa?
Ya, bunganya sangat lembut dan lezat.
Kau sangat liar. Aku harus mengawasimu (keep an eye).
Mata (eye) yang mana, Ratu?
- Diam, jaga sikapmu! - Kau belum membawanya ke sekolah.
- Baik, Yang Mulia. - Pergilah, Buzzlina.
Kau ke sekolah.
Padang rumput tak hanya berisi bunga dan sinar mentari
Ada bahayanya juga, misalnya Tabuhan.
Tabuhan! Sembunyi!
Tabuhan!
- Apa itu tadi? - Oh Willy.
Kau tidak mempelajari apapun jika kau tidur di kelas.
Aku? tidak, ini mataku. Kita harus istirahat sebentar.
Tolong hentikan itu.
- Lebah tidak boleh menyanyi. - Kenapa?
Menyanyi sama dengan bermain. Bermain sama dengan bermalas-malasan.
Dan Lebah yang malas...
Gorgo si monster pemalas suka makan Lebah yang malas.
Trims atas penjelasannya yang berwarna.
Kami menyambut kehadiranmu, Maya.
- Maya? - Ya, itulah namamu.
Benarkah? Maya.
Aku menyukainya.
Maya.
Maya si Lebah!
Ayo, duduklah.
Hanya butuh satu kata, Buzzlina.
- Apa yang kau lakukan? - Duduk di sampingmu.
Tak ada yang mau duduk di sampingku.
Maksudku, pilihan bagus. Namaku Willy.
Tetaplah didekatku. Aku tahu banyak hal.
Ini percobaan terbangku yang ketiga.
Wow! Kau pasti tahu banyak hal.
Kau tidak seperti Lebah lain yang pernah kutemui.
Aku pernah mendengar hal itu.
Bukan begitu. Maksudku dalam arti yang baik.
- Kita bisa jadi teman terbang yang pertama. - Aku suka itu!
- Bu guru, kapan kita terbang? - Diam, 3-9-6!
Namaku Maya!
Bersabarlah, Maya.
Kau harus mempelajari bahayanya dulu.
- Kita belajar tentang Tabuhan. - Apa itu?
Musuh terburuk para Lebah. Makhluk besar yang menakutkan.
Dengan cakar besar dan mata merah.
Mereka menyukai anak-anak Lebah yang dicelupkan di serbuk sari.
Mereka berubah menjadi makhluk mengerikan di malam hari.
Mereka parasit berbulu yang menjijikkan yang ingin menyerang para Tabuhan.
Jika mereka mendekatimu, mereka akan menghisap jiwamu.
Maaf.
Anakku. Kau tidak sedang menangis, bukan?
No comments yet. Be the first to leave one.