Udgivelsesinfo

香蜜沉沉烬如霜ㅡ Ashes of Love ㅡ EPS 21-40 ㅡ NF WEB-DL
En kommentar af Drafeir
Netflix Retail | Episode 21-40

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Udgivet den: 2019-05-10
Downloads: 48
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

EPISODE 21

Buat suara.

Aku di sini.

- Kau curang. - Tidak.

Kau bergerak. Kau mundur 33 cm.

Bola benang merahnya jatuh.

Kepalaku tidak kotak. Bagaimana tidak jatuh?

Ayo kita ukur.

Sebelum kupanahkan, jarak kita setidaknya tiga meter.

Benangmu pendek dan tidak akurat. Ini 33 cm.

Kau licik, kau pasti curang.

Iblis Ji. Bukan kau yang curang?

Kau tak pernah menang memanah. Kau tahu itu.

Jika aku tidak mundur sedikit,

tenggorokanku akan berlubang dan berdarah.

Jadi, kau mengaku kau curang.

Aku bukan manusia di Piringan Karma. Kau tak bisa mengaturku.

Kenapa kau bermain denganku?

- Menyusahkan saja! - Ya, itu membosankan.

Xufeng dan Jinmi tidak di sini.

Aku merasa sangat bosan, sepi, dan begitu hampa.

Perjodohan pun tak memberi semangat.

Manusia selalu berada dalam kendaliku.

Karena keduanya menjalani kenestapaan di Dunia Manusia,

aku, Xuanqing Jiuzhen, Dewi Takdir yang bermartabat,

harus mematuhi yang lain.

Sungguh membosankan!

Apa Perantara ada di sini?

Jinmi Kecil, akhirnya kau kembali.

Semua berjalan baik? Di mana Xufeng?

Tidakkah dia bersamamu?

Kau sudah hilang akal? Atau buta?

Dia adalah putri Dewa Taisi,

Peri Kuanglu.

Mataku tak bermasalah.

Kuanglu terlihat mirip Jinmi.

Kau benar-benar mata tua.

Aku ingat ada yang bernama Kuanglu di Istana Xuanji.

Ingatanmu kuat, Perantara. Aku adalah...

Kuanglu dari Istana Xuanji.

Aku juga dari Kediaman Taisi.

Kemarilah, Kuanglu Kecil.

Apa yang bisa kubantu?

Mau bertanya soal perkawinan atau minta benang merah?

Hari ini ulang tahun ayahku.

Atas perintah ayahku, aku mengundang kalian

minum anggur dan mendengar drama di Taisi.

Begitu mendadak. Kami belum menyiapkan hadiah.

Hanya pesta ulang tahun kecil.

Ayahku tidak mengundang banyak orang.

Dia hanya mengundang teman dekat untuk bersenang-senang.

Hadiah bertentangan dengan niat ayahku.

Dewa Taisi sungguh bijaksana.

Kami sedang bosan sekali saat ini.

Kebetulan yang bagus.

Kalau begitu, kami akan ke sana jika itu maumu.

Ayo pergi.

Tunggu.

Apa maumu sekarang?

Runyu sudah berdosa!

Kau adalah gadis yang cantik dan ceria

dengan kulit yang lembut.

Tapi cuma untuk menyesuaikan gaya dingin dan pucatnya,

kau harus berpakaian polos.

Itu menyebalkan sekali.

- Ini bukan keinginannya, tapi kehendakku. - Sudahlah.

Orang yang paham tahu kau baru kembali dari Xuanji.

Orang yang tak paham mengira kau mau ke pemakaman.

Dewa Taisi akan tak senang...

jika putri tunggalnya berpakaian begini di hari ulang tahunnya.

Dasar! Mulutmu tak berguna.

Lembut dan elegan itu bagus.

Tak ada yang sepertimu, selalu berpakaian mencolok.

Norak!

Busana eleganmu seperti kabut dan asap. Tak menunjukkan jati diri.

Selama ribuan tahun, kau tak peduli asmara.

Parahnya, kau selalu ke sini. Ketenaranku akan rusak olehmu.

Iblis Rubah.

Kau mau kulempar ke dalam Piringan Karma dan menderita terpisah dari kekasih?

Dewa benar.

Ini ulang tahun ayahku.

Sebaiknya busanaku cerah.

Silakan kalian pergi dahulu.

Aku akan ganti pakaian.

Tunggu.

Aku punya gaun jadi.

Memesona! Kemarilah.

Matamu sangat cerah dan senyumanmu menawan.

Kau masih muda.

Kau menawan dengan riasan sederhana atau rumit.

Kau menyukainya?

Tentu. Terima kasih banyak.

Serupa. Sangat mirip.

Bukankah kau adik Jinmi yang sudah lama hilang?

Aku ingin tahu ciri-ciri gadis yang disukai Dewa Malam.

Dia suka gadis sepertiku.

Aku mirip?

Siapa pun yang berpakaian merah terlihat mirip di matanya.

Dasar dungu.

- Jangan dengarkan dia. - Bagaimana bisa?

Dewi Jinmi adalah gadis tercantik di enam dunia.

Cantik dan baik hati.

Aku iri padanya.

Aku tersanjung kau membandingkanku dengan Peri Jinmi.

Kau begitu menyenangkanku.

Ini benang merah untukmu.

Meski aku tak berkuasa atas perkawinan peri,

ini pembawa keberuntungan.

Terima kasih.

Bisa kau memberiku satu lagi?

Apa yang terjadi?

Aku sudah pulih?

Aku baik-baik saja.

Hanya terjatuh.

Kulitku tebal. Sudah biasa.

Aku baik-baik saja.

Tak kusangka kepekaan kita berkembang dalam beberapa hari ini.

Kau sadar aku terjatuh dan keluar.

Kau tidur nyenyak semalam.

Aku menambahkan penenang agar tidurmu tenang.

Kulihat kau tidur lelap.

Berbeda dengan sebelumnya, kau tak menendang lagi.

Kau akhirnya tidur nyenyak.

Kau pasti mengalami kesulitan menjalani hidup berbahaya setiap hari.

Sudah, biarkan.

Masuklah.

Aku bisa sendiri. Masuk dan istirahatlah.

Ayo masuk.

Bagaimana keadaanmu? Apa yang kau rasakan sekarang?

Aku hilang berhari-hari. Pasti kacau di luar sana.

Jika dia tahu aku bisa bicara, dia akan banyak bertanya.

Situasi saat ini sangat rumit.

Aku tak begitu mengenalnya. Tak baik melibatkannya.

Makin sedikit dia mengetahui soal aku, dia makin aman.

Sama seperti kemarin.

Kau mendengar sesuatu?

Aku belajar obat selama 15 tahun.

Aku pandai mencari penawar yang tepat.

Biasanya dia bisa sembuh dalam tiga hari dengan resep ini.

Sudah 10 hari. Kenapa dia belum pulih?

Apa diagnosisku salah?

Sayang sekali aku tak bisa membalas kebaikanmu.

Jangan khawatir.

Menyelamatkanmu adalah semacam suratan.

Tabib memperlakukan pasiennya sama rata.

Selama kau berbuat baik,

aku akan membantumu pulih.

Dewa dan Buddha, aku berdoa pada kalian untuknya.

Jika dia bisa pulih...

aku akan memintanya berhenti berbuat salah dan meluruskan jalan.

Kenapa kau menatapku?

Kenapa kau bercadar sepanjang hari?

Aku sangat cantik.

Jika kubuka cadarku,

akan ada pikiran jahat dan aku membuat masalah sendiri.

Membuat masalah sendiri.

Aku jelek dan terlihat menjijikkan.

Dari mana asalmu?

Sudah lama di sini?

Kau meragukan ilmu medisku.

Aku tak akan mengatakan aku Gadis Suci dari Keluarga Tabib Suci.

Sayangnya, aku tahu sekarang.

Sulit dipercaya kau adalah Gadis Suci.

Apa sudah tak ada yang lain?

Aku dari tempat aku datang dan pergi ke tempat aku harus pergi.

Hari ini di sini, mungkin besok pergi.

Boleh aku tahu namamu?

Sangat tidak sopan kau bertanya namaku.

Kau benar-benar bandit kasar.

Baik. Lagi pula, kau tak bisa dengar.

Namaku Jinmi.

Mencari kedamaian di bunga mekar, memimpin kehidupan awan dan air.

Bagus, 'kan?

Aku tak punya nama. Ini cuma pengalaman hidup di dunia fana.

Kapan akan cerah?

Jadi, aku bisa mencari obat herbal untukmu.

Jinmi.

Kau rindu Mi juga?

Jangan khawatir. Dia akan kembali.

Anak nakal.

Pergi dan mainlah.

Kenapa berpakaian begitu?

Ini ulang tahun ayahku. Aku baru dari Kediaman Taisi.

Aku izin pergi.

Pulang dan istirahatlah.

Jangan berpakaian seperti ini besok. Itu terlalu mencolok.

Yang Mulia, apa menurutmu...

gaun merah ini tidak cantik?

Aku tak suka merah.

Ini...

arak beras merah buatan ayahku.

Ini darinya untukmu.

Kuhargai kebaikannya, tapi aku bukan peminum.

Simpan saja.

Arak ini tak bisa dibandingkan dengan anggur osmanthus buatan Peri Jinmi,

tapi ini memiliki arti berbeda.

Arak ini bernama Jantung Permata.

Jantung Permata.

Hati yang Setia.

Karena Dewa Taisi setia pada arak ini, tak sopan menolaknya.

Heavy Sweetness, Ash like Frost (Ashes of Love / Xiang Mi Chen Chen Jin Ru Shuang / 香蜜沉沉烬如霜) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Heavy Sweetness, Ash like Frost (Ashes of Love / Xiang Mi Chen Chen Jin Ru Shuang / 香蜜沉沉烬如霜)

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left