The Pacific

The Pacific

Download Indonesian undertekster

Sæson 1

Udgivelsesinfo

The Pacific Pt VII HDTV XviD-NoTV
En kommentar af rizaladam

Tags

HDTV
hdtv
XviD
HD
Udgivet den: 2019-04-07
Downloads: 82
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 199 linjer.

18 September 1944.

Setelah berperang selama tiga hari, lanud di Peleliu dikuasai.

Laporan tercepat saat itu adalah perang akan selesai 2 atau 3 hari.

Tapi ternyata sama sekali berbeda.

Hal terburuk telah menanti kami.

Saat korban bertambah, sudah jelas Intelijen AS...

...gagal mengantisipasi tingkat perlawanan Jepang.

Di belakang lanud ada punggung bukit karang tinggi di sepanjang pulau.

Jepang telah membuat sistem rumit untuk benteng bawah tanah.

Intelijen sama sekali tak tahu apa yang akan kami hadapi.

Jika Intelijen melakukan tugasnya...

...kurasa kami tak perlu ke pulau itu.

Sistem gua mereka di Peleliu luar biasa.

Kami belum pernah melihat hal seperti itu dalam perang.

Ada lebih dari 500 gua.

Letak gua saling berdampingan.

Kau harus menggalinya satu per satu.

Kami melawan musuh yang kejam...

...dan mereka lebih baik mati daripada jadi tawanan.

Jadi kau harus memastikan dia yang tewas, bukan dirimu.

Itu perang sampai titik penghabisan...

...selama 30 hari berturut-turut. Siang dan malam.

Kami kehilangan banyak prajurit.

Banyak prajurit yang tewas dan terluka.

Itu sesuatu yang tak pernah kau lupakan.

Sebelumnya di The Pacific:

- Kau mengurusnya dengan baik. - Mengurus baik apanya?

Keanggotaan di klub orang terkenal.

Tapi jangan terkejut jika tak sesuai dengan harapanmu.

Seluruh divisi pindah ke seberang lanud.

Satu-satunya cara hentikan artileri Jepang ini adalah naik ke bukit itu.

Dan satu-satunya cara naik ke bukit itu adalah menyeberangi lanud ini.

Kita harus menyeberangi itu?

- Bergerak! - Cepat, cepat!

Terus bergerak! Ayo cepat!

Oswalt!

Pak, menyeberangi lanud itu hari ini...

Aku tak pernah setakut ini selama hidupku.

Sejarah dipenuhi perang yang dilakukan untuk ratusan alasan.

Tapi perang ini, aku harus percaya...

...bahwa tiap langkah menyeberangi lanud itu...

Tiap orang yang tewas, semuanya itu bermanfaat...

...Karena itulah alasan kita.

Kita akan ke bukit.

Kami tak bisa serang sasaran ini tanpa ada banyak korban.

Sepertinya ada yang mimpi buruk.

Brengsek, diamlah.

Lebih baik dia yang tewas daripada kita semua.

Martil benar. Itu memang harus dilakukan.

THE PACIFIC Bagian 7

PELELIU Oktober 1944

Tahan, tembak!

Sledge, turunkan 5 meter!

Terima kasih.

- Burgin. - Hillbilly.

Biasanya kau tak merokok.

Kurasa kini aku merokok.

Aku butuh relawan! NCO melapor padaku pukul 10:50.

Petugas medis, periksa luka melepuh.

Bawa amunisi dan isi perbekalan lagi...

...dan siap pergi pukul 11.

Layanan kamar menanti dan ada waktu menikmati tiap gigitan.

Ambil makanan kalian.

Pukul 11? Ack Ack baru saja memberi kita istirahat pagi.

Mari ambil sarapan!

Aku bahkan tak mengenali tempat ini.

Melihat pesawat itu, kurasa ini lanud yang dulu kita rebut.

Ya, kini aku ingat.

Kita ada di sana dan Jepang ada di sana.

- Jepang ada di lokasi kita duduk. - Benar.

Kini aku mulai ingat.

Mengapa aku tak mendaftar di Seabees?

Aku bisa datang ke Peleliu dengan naik buldozer.

Ada yang punya pedang atau bendera Jepang?

Akan kubeli mahal.

Atau bayonet Jepang?

Jenis senjata Jepang apapun akan kubeli.

Tentu. Kusimpan di bokongku.

Silahkan ambil yang kau mau.

Aku serius.

Aku harus punya pedang Jepang.

Aku tak bisa pulang dengan tangan hampa.

Kami bisa atur untuk Purple Heart.

Tak ada yang akan pulang.

Ada yang punya pedang Jepang?

Enyahlah!

- Anak-anak. - Halo, Pak.

Hei, Kapten.

Kapten.

Jangan pernah lari saat kau bisa berjalan.

Jangan pernah berjalan saat kau bisa berdiri.

Jangan pernah berdiri saat kau bisa duduk.

Jangan pernah duduk saat kau bisa berbaring.

Jangan pernah berbaring saat kau bisa tidur.

Dan jangan pernah memberikan perbekalan air bersih.

Amin.

Makanmu cukup?

Ya, Pak.

Kau orang dari Selatan, 'kan?

Ya, Pak. Dari Mobile, Alabama.

Kau sadar mungkin leluhur kita saling menembaki di Gettysburg atau Bull Run?

Kakek buyutku bertugas bersama Jenderal Bragg.

Benarkah? Apa pekerjaan ayahmu?

Dia dokter, ahli penyakit dalam.

Mengobati veteran dari Perang Dunia pertama.

Mungkin dia pernah menjahit luka Sersan Haney.

Ayahku mandor di pabrik tekstil di Massachusetts.

Dia menenun kain wol untuk militer.

Semua seragam hijau marinir kita.

Selimut kita.

Senang berpikir ayahku ikut membuat selimut tidur kita.

Sial!

Aku punya tugas untukmu.

Ya, Pak.

Tidak, santai saja.

Kau punya arloji?

Ya, Pak.

Menunjukkan pukul 09:50?

Benar, Pak.

Bagus. Bangunkan aku 20 menit lagi.

Baiklah, Pak.

- Lihat itu. - Ayo berangkat!

Ayo! Kalian dengar kata Kapten!

Cepat!

Itu cara membunuh Jepang.

Menyerang masuk, mengebom mereka lalu pulang.

Lihat, itu Kolonel Puller.

Itu Marinir pertama.

- Pak. - Giliran kalian, anak-anak.

Kolonel.

Halo, Pak.

Kalahkan mereka!

- Kerja bagus. - Bisa kami atasi.

Kerja hebat, Marinir pertama.

- Ambillah. - Terima kasih, kawan.

Semper fi (Tetap Setia).

Hei.

Bagaimana keadaanmu?

Ayo!

Pria macam apa yang berjalan ke medan api untuk bela negaranya?

Pria macam apa yang layani negaranya...

...sebagai prajurit di Filipina, jauh sebelum Pearl Harbor...

...lalu sukarela melawan Jepang sebagai Marinir...

...di kepulauan Pasifik?

Pria macam apa yang mempertaruhkan nyawa...

...di sepanjang malam peperangan...

...berlari bertelanjang kaki bolak-balik memberikan amunisi...

...pada teman-temannya di garis depan?

Memakai senjata otomatisnya selama perang.

Menderita luka parah saat membunuh banyak Jepang biadab...

...di perang kunci yang memenangkan kita di Guadalcanal?

Akan kuberi tahu, saudaraku.

Pria pejuang tanpa tanding.

Pemenang Medali Kehormatan Parlemen.

Milik Amerika, Sersan John Basilone!

Sedikit bersantai, Johnny?

Sudah berapa lama dia di sini?

Itu ember berisi bola yang banyak.

John!

Apa itu tadi? Apa yang terjadi?

- Ada apa di luar sana? - Entahlah.

Siapa itu tadi?

Kurasa dua tentara Jepang.

Satu orang lari ke jalan. Satunya lompat ke lubang perlindungan Packer.

Tetap di lubang perlindungan kalian.

- Tetap di lubang kalian. - Waspada.

Mungkin ada lagi.

Berapa lama kalian telah lakukan ini?

Jangan keluar dari lubang saat malam...

...karena inilah yang terjadi!

Salah satu dari kita jadi lelah.

Salah satunya lagi jadi malas.

Salah satu dari kita tak menjaga kewaspadaan...

...dan ini-- Inilah yang terjadi.

Pria macam apa yang keluar dari lubang saat malam tanpa bersuara?

Yang membunuh dua prajurit Jepang.

Hanya satu prajurit.

Leyden tahu bagaimana rasanya saat ada Jepang mengikutinya.

- Enyahlah! - Sudahlah, Bill.

Pria macam apa yang menembak orang itu?

Pria brengsek sepertimu.

Pergi! Masuk barisan! Cari perlindungan!

Cepat!

Cepat masuk barisan! Kita bergerak ke kiri!

Burgin! Taruh mortirmu di belakang bunker itu!

Ayo cepat!

Cepat masuk barisan! Cepat, cepat!

Sial! Ya, Tuhan!

- Bunker itu sudah aman? - Sudah kami periksa! Kita aman.

Burgie.

Ada Jepang di bunker itu.

Peleton pertama membersihkannya dengan granat.

- Pasti sudah diperiksa. - Tidak, dengarkan.

Sudahlah, Sledge.

Burgie...

Aku yakin.

Mereka ada di dalam sana.

Dasar brengsek!

Sledgehammer, periksa sisi itu!

More Indonesian subtitles for The Pacific

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left