Till The End of The Moon

Till The End of The Moon (长月烬明)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

Till the End of the Moon Ep 37-39
En kommentar af Kiyoka
Subs from Youku

Tags

other
Udgivet den: 2023-05-08
Downloads: 6
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 164 linjer.

[Kini Cang Jiumin telah kembali ke Jurang Terpencil]

Sekte Hengyang dan Sekte Xiaoyao

menyembunyikan siluman jahat dari Dunia Iblis

sehingga menghidupkan kembali Dewa Iblis.

Kalian melakukan kejahatan yang begitu keji.

Kini musuh sudah dekat,

Sekte Dewa tidak bisa tanpa pemimpin.

Saat ini hanya kami, Sekte Chixiao yang dapat melakukannya.

Bagaimana menurut kalian?

Ini...

Perkataan Ketua Cen benar.

Lembah Raja Obat bersedia mendengarkan Sekte Chixiao.

Begitu juga Sekte Qianji.

Baik.

Semua Ketua Sekte,

segera kembali untuk mengumpulkan murid.

Dalam tiga hari, aku akan memimpin kalian ke Jurang Terpencil

untuk membunuh Cang Jiumin.

Selain Istana Iblis ini,

tidak ada tempat untukmu di dunia ini.

Ada apa?

Apa yang kau pikirkan?

Pasti penasaran siapa yang membunuh Ketua Qu, 'kan?

Sayangnya saat itu, hanya ada tiga orang di sana.

Ketua Qu sudah meninggal.

Li Susu terluka parah dan tidak sadarkan diri.

Di Mian adalah satu-satunya yang tahu apa yang terjadi.

Setiap sekte di Sekte Dewa sudah memastikan

bahwa kau menyembunyikan Pedang Pembelah Langit,

membunuh Ketua Sekte

mengambil Tulang Iblis dari tubuh Li Susu,

dan melarikan diri kembali ke Jurang Terpencil.

Kalian yang melakukannya.

Kenapa kau melakukan ini?

Kau tebak, karena apa?

Kalian ingin menjebakku?

Karena sudah membunuh Ketua Qu,

kenapa harus menyakiti Susu?

Kau sudah salah menuduh kami.

Jika kami tahu bahwa Tulang Iblis ada di dalam Li Susu,

pasti sudah membawanya bersama.

Namun, itu tidak masalah.

Selama bisa menemukan Tulang Iblis

dan memasukkannya padamu,

Yang Mulia bisa kembali.

Pedang Pembelah Langit?

Di Mian yang membunuh Ketua Qu dengan Pedang Pembelah Langit.

Dia yang merebut Tulang Iblis.

Pintar sekali.

Cang Jiumin,

semua hal ini adalah mimpi.

Sudah saatnya kau bangun.

Kau ingin menjadi Cang Jiumin,

tapi setelah begitu banyak hal yang berlalu,

kau masih tidak bisa lepas dari takdir Tantai Jin.

Orang yang kau sayangi,

orang yang kau cintai,

mereka semua akan mati karenamu.

Masih ingat buku cerita Yang Mulia?

Cang Jiumin.

[dan berpikir dia telah berjalan di jalan kebenaran.]

[Mendapat apa yang disebut kehangatan dari guru dan teman,]

[Kini Susu telah mengalami malapetaka lagi untukku]

Kau berhenti.

Apa lagi?

Aku sudah paham.

Aku tidak bisa

terus dicelakai seperti ini.

Karena kalian mengatakan

Dewa Iblis adalah takdirku,

aku akan menerimanya.

Kau akhirnya menerimanya.

[Qu Xuanzi sudah mati tanpa meninggalkan bukti.]

[Tidak boleh menyerapnya secara paksa saat ini]

[Kini Tulang Iblis dan Pedang Pembelah Langit ada di tanganku.]

[untuk merebut Segel Pemusnah Sumsum dan Busur Silang Pembantai Dewa.]

[Bisakah merepotkan Anda untuk pergi menemuinya?]

Susu.

Susu yang tidak berbakti.

Tidak pergi mengunjungi Ayah.

Malah menyusahkan Ayah untuk mengunjungiku dulu.

Tidak masalah.

Ketua Qu meninggal

dan hatimu sakit.

Itu wajar

jika kau tidak memperhatikan sekitarmu.

Kau sudah tahu mengenai kejadian hari itu, 'kan?

Ayah yang tidak melindungi kalian dengan baik

baru dia bisa...

Aku juga mengenai tusukan pedang darinya.

Ayah.

Saat itu hanya kau sendiri yang di sana,

bisakah memberitahuku

apa yang sebenarnya terjadi?

Saat itu,

formasi sudah mau selesai,

aku dan Ketua Qu sudah menghabiskan banyak energi.

Di saat itulah,

Cang Jiumin tiba-tiba muncul.

[Itu adalah Pedang Pembelah Langit dari Dewa Iblis.]

Dia menyerang Ketua Qu

dan membuatku pingsan.

Samar-samar aku melihatnya merapal mantra padamu

dan merebut benda hitam darimu.

Segel Pemusnah Sumsum bukanlah senjata iblis pertama yang kusentuh.

Masih ada juga busur silang iblis

yang sudah menyatu denganku.

[Jika dia masih memiliki Pedang Pembelah Langit,]

[siapa yang akan bisa kembali hidup-hidup dari Pedang Pembelah Langit?]

Ayah benar-benar melihat dengan jelas?

Benarkah Pedang Pembelah Langit?

Aku pernah menjadi iblis.

Tentu tahu seperti apa Pedang Pembelah Langit itu.

Aku hanya membenci diriku sendiri

karena tidak bisa melindungi Ketua Qu.

Perasaan tidak berdaya ini

mengingatkanku pada hari-hari di Alam Iblis.

Janin iblis adalah bibit akar Dewa Iblis.

Itu tidak mungkin berubah.

Bagaimana dia bisa dengan tulus menghormati Sekte Dewa?

Mengenai ini,

Ayah yang sudah mengabaikannya.

Susu,

kau harus memotong perasaanmu

dan menjaga jarak dengan janin iblis itu.

Jangan membuat kesalahan yang sama seperti ayahmu.

Ini sudah larut,

aku akan kembali dulu.

Kau juga rawat lukamu.

Kakak Kedua, aku ingin bertemu denganmu.

Dibandingkan dengan 10.000 tahun yang lalu, Jurang Terpencil ini

jauh lebih sunyi dan sepi.

Bagaimana kau tahu seperti apa Jurang Terpencil 10.000 tahun yang lalu?

Kau sedang mempertanyakanku?

[kau sangat berbahaya berada di sekitar Di Mian sekarang.]

[Ini satu-satunya caraku untuk bisa melindungimu.]

Apakah hanya kalian

yang bekerja untukku?

Apa artinya?

Di Mian mengkhianatiku 10.000 tahun yang lalu.

Dia berkolusi dengan Suku Dewa untuk mencelakaiku.

Aku mau dia berlutut di depan Istana Iblis,

kembalikan Tulang Iblis

untuk menyambut kepulanganku.

- Baik. - Baik.

Guru.

Menurut laporan dari murid yang mengintai di Jurang Terpencil,

Adik Seperguruan ada di Jurang Terpencil.

Bagaimana dengan kondisinya?

Pengintai itu mengatakan,

kedua iblis itu sangat hormat padanya.

Dia terlihat seperti tuan bagi mereka.

Jangan beri tahu siapa pun tentang ini.

Jiumin pasti punya rencananya.

Namun, sekarang Sekta Dewa

dikendalikan oleh orang-orang picik

dari Sekte Chixiao.

Yang bisa memercayainya

hanyalah kita.

Tidak, masih ada seorang lagi.

Susu.

Ayah

Bagaimana dengan luka di tubuh Ayah?

Kudengar dari Kakak Seperguruan

More Indonesian subtitles for Till The End of The Moon

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left