Udgivelsesinfo

Birds Are Singing in Kigali 2017 720p BluRay x264-ROVERS
En kommentar af Bandar1

Tags

BluRay
x264
720p
720
Udgivet den: 2018-04-04
Downloads: 17
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino

Saat ini pukul 4:22 pagi waktu Kigali dari studio RTLM.

Pemberitahuan kepada seluruh kecoak yang mendengarkan saat ini...

Anna?

Anna!

Apa yang kau lakukan di sini?

Jangan bergerak, mengerti?

Rwanda milik mereka yang benar-benar membelanya.

Dan kau, kecoak, bukan warga Rwandan sebenarnya.

Kami beruntung hanya ada sedikit Tutsi di negara kami.

Mereka tak lagi 10%, mereka saat ini hanya 8%.

Jika kami basmi seluruh kecoak, takkan ada yang menghakimi kami,

Karena kami akan muncul sebagai pemenang.

Datanglah dan bersukacita lah, teman-temanku.

Para kecoak sudah tak ada lagi...

Tuhan maha mengampuni...

Aku punya visa, dan aku dalam proses evakuasi.

Apa yang kau punya didalam kotak itu?

Tidak, Pak, tolong!

Periksa ini!

Silakan periksa, itu hanya bangkai burung, tak ada yang lain.

Aku mau tahu kenapa kau membunuh burung kami.

Kau membunuh burung bangkai./ Tidak, aku tidak membunuhnya.

Kau bilang kau membawa burung mati.

Benar, aku membawa burung mati, tapi karena aku menemukannya.

Aku membuat penelitian./ Dimana kau temukan itu?

Kami ingin burung bangkai memakan orang Tutsi.

Tapi kau membunuhnya!

Mana uangnya?

Aku bisa beri kau sebungkus rokok./ Aku akan memperkosamu.

Tolong. Aku tak punya uang, dan aku harus pergi.

Tidak. Jika kau tak beri aku uang,/ Tolong biarkan aku pergi!

Aku akan memperkosamu./ Tidak! Aku mohon!

Tidak!/ Makan orang Tutsi itu! Makan!

Kau membunuh burung bangkai, sekarang makanlah dia!

Aku saksi mata, aku bisa bersaksi.

Dia dari suku Tutsi.

Mengingat situasi saat ini di Rwanda,

Dia sebaiknya.../ Kami akan memeriksa itu.

Dengar, kau punya dua pilihan.

Ya?

Kami merujukmu ke pusat pengungsian...

Atau Nyonya...

Keller./ Ny. Keller...

Menjadi perwakilan sahmu dan kau tetap dalam penjagaannya.

Ny. Keller menjadi perwakilan sahku bukan sebuah pilihan.

Claudine.../ Tolong.

Masukkan aku ke pusat pengungsian.

Kau yakin?/ Yakin.

Apa yang kau lakukan?

Ini mungkin bukan pilihan terbaikmu./ Aku mohon.

Masukkan aku ke pusat pengungsian.

Jangan bodoh.

Kenapa kau tak bicara dengannya?

Dia tak tahu seperti apa pusat pengungsian sebenarnya.

Terserah denganmu.

Kau membawa barang bawaan?

Hanya tas ini.

Baiklah.

Kita pergi.

Silakan ikut aku.

Selama beberapa minggu terakhir, kita semua melihat kengerian dan ketakutan...

...seiring kekerasan skala besar terjadi di Negara bagian Afrika, Rwanda.

200,000 orang diyakini telah tewas...

...dan lebih dari 2 juta orang meninggalkan rumah mereka.

Apapun penyebab teror ini,

Fakta yang ada adalah warga Rwanda yang harus membayar harganya.

Gagasan macam apa itu?

Maaf, aku tak bisa menerima pengunduran dirimu.

Bagaimana dengan pendanaannya?

Aku sudah selesai dengan Afrika.

Ini bukan satu-satunya tempat yang memiliki burung bangkai.

Lanjutkan penelitianmu ke India.

Kau sudah baca edisi terbaru Scientist?

Kau tidak mengerti. Aku sudah tak tertarik lagi.

Kenapa kau tak mengambil cuti? Beristirahat.

Bahkan mungkin ikutlah terapi.

Lalu kita kembali lagi dan membicarakannya lagi.

Apa kau yakin?

Bagaimana situasimu? Katakan padaku.

Baik.

Kau sudah dengar kabar dari anakmu?

Sudah.

Dia menuntut uang tunjangan dariku.

Apa kau bisa bertahan secara finansial?

Aku punya uang hibah. Aku akan baik saja, jangan khawatir.

Jangan jadi orang asing. Singgahlah untuk meminum kopi.

Terima kasih.

Sampai jumpa.

Jaga dirimu.

Sudah kubilang aku tak akan minum denganmu.

Apa sesuatu terjadi?

Kau mau bicarakan itu?

Mereka punya bintik putih dan terang, atau tak berbintik sama sekali.

Seperti apa paruhnya?

Paruh./ Kau punya paruh.

Baiklah. Percakapan ini berakhir.

Tamat./ Baiklah.

Hentikan!

Jangan mulai lagi.

Tolong... Ayolah!

Jangan mulai lagi. Astaga!

Aku tidak bisa, kau tahu.

Aku sudah mulai menata berkasmu.

Kau sudah banyak mengumpulkan, butuh 6 bulan untuk merapikan itu.

Semuanya baik di universitas.

Danusia mengirimkan salam.

Aku Katarzyna Falska, dari pusat pengungsian.

Bisa kita bicara?

Silakan masuk.

Apa aku membangunkanmu?/ Tidak, aku bekerja.

Dari kesaksianmu, kau sudah lama berteman dengan keluarganya...

...dan satu-satunya orang yang dia kenal di Polandia.

Dia telah diberikan status pengungsi. Dia harus meninggalan pusat.

Kau mau aku menerimanya di sini?

Itu akan menjadi solusi terbaik.

Bukan, solusi terburuk./ Kenapa?

Karena itu urusanmu.

Institusimu memiliki sarana yang tepat.

Jika kau begitu khawatir, uruslah dia sendiri.

Aku mempertimbangkan itu.

Tapi aku tak bisa. Aku sudah menerima dua anak dari Chechnya.

Maka aku tak tahu lagi bagaimana membantumu.

Lalu kenapa kau membawanya ke sini?

Aku memang membawa dia sini. Membelikan dia tiket dan visa.

Aku sudah melakukan bagianku. Itu saja.

Aku tak bisa membayangkan apa yang sudah terjadi di sana.

Aku sadar itu juga sulit untukmu.

Tapi ada alasan lain kenapa kau orang yang tepat yang bisa memahami dia.

Kau satu-satunya orang yang bisa membantu dia.

Itu tidak benar.

Kamis kemarin Claudine mencoba bunuh diri.

Aku tak heran itu terjadi./ Menurutku kau tak serius.

Kurasa kau sebaiknya pergi sekarang.

Sebentar.

Berikan itu kepadanya.

Hanya itu uang yang aku punya.

Nama lengkapnya?

Claudine Mugambira.

Itu C-L-A-U-D-l-N-E./ Aku tahu bagaimana mengejanya.

Kenapa dia tanyakan namaku?/ Maaf?

Kenapa dia tanyakan namaku?

Karena dia membutuhkan itu./ Untuk apa?

Untuk surat-suratmu. Untuk bekerja.

Tempat, tanggal lahir?

Tempat, tanggal lahir?

Hati-hati, itu bukan mainan./ Aku berhati-hati.

Bisa tolong kau jawab?

Butare, 5 Agustus 1971.

Sudah?/ Tentu.

Apa yang kau... Baiklah.

Apa kubilang?

Biarkan saja, biar aku yang bereskan.

Pendidikan?

Pendidikan?

Pendidikan umum.

Apa?

Tulis saja "studi pedagogi."

Aku akan biarkan kosong./ Ya.

Nama ayah?

Jean-Paul.

Claudine, hati-hati. Itu untuk tikus.

Dan nama Ibu?

Bisa kau eja nama Ibumu?

Claudine?

Mukande Anastaze.

Bisa kau tolong eja itu untukku?

Biarkan itu kosong. Tak ada gunanya.

Baik, berikan itu padaku.

Mukan... Mukan...

Tulis saja "Mukande." Aku tak tahu bagaimana mengejanya.

Demi Tuhan!

Apa yang terjadi? Claudine!

Periksa tekanan darahnya./ Apa? Bukalah jendela.

Haruskah kita beri dia obat?/ Obat apa?

Ini biasa terjadi setiap hari.

Claudine, duduklah./ Angkat dia.

Dan ayahnya, Jean-Paul?

Ahli ilmu burung.

Kami bekerja sama meneliti populasi burung bangkai di Afrika Tengah.

Tugas lapangan, kebanyakan.

Berapa lama kau mengenal keluarga Mugambira?

Lebih dari tiga tahun. Maksudku...

Aku lebih mengenal Jean-Paul,

Tapi aku bertemu mereka semua. Aku tinggal di rumah mereka.

Tetap saja, aku tak melihat alasan...

...Nn. Claudine Mugambira untuk tak kembali ke Rwanda dalam waktu dekat.

Situasinya cukup stabil.

Kelompok etnisnya, Tutsi, saat ini yang berkuasa.

Aku yakin itu kewajiban moral untuk berikan tempat tinggal permanen...

...untuk puteri ilmuwan Rwanda yang dibunuh selama genosida.

Dr. Keller, bukan kau yang menentukan prioritas untuk pemerintahan Polandia.

Ini tidak sesederhana itu.

Orang takkan membunuh jutaan orang tanpa alasan.

Ini semua lebih rumit daripada yang kau pikirkan.

Aku tahu alasannya.

Aku siap mendengarkan.

Kau tahu siapa yang mengatur semuanya di sana?

Pria kulit putih dengan kemaluan kecil sepertimu.

Hanya saja mereka belajar di Sorbonne.

Birds Are Singing in Kigali subtitles in other languages

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left