Watching You

Watching You

Download Indonesian undertekster

Sæson 1

Udgivelsesinfo

Watching You S01E04
En kommentar af rawe
Watching You S01E04 Runtime 49:07

Tags

webdl
Udgivet den: 2025-10-16
Downloads: 58
Hørehæmmede: No
FPS: 23.976

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

Satu menit, aku minum dengan Nate.

Axe ada di sana lalu dia pergi entah ke mana.

Bangsat kamu.

Lalu... lalu tidak ada apa-apa.

Sepertinya temanmu jatuh parah sekali.

Tertulis jam berapa dia mati?

Antara jam 3 dan 5.

Jam 3 sampai 5.

Yang terjadi, suami bodohmu itu

menilang aku ngebut.

-Kapan? -Malam itu.

Dia balikin mobil dengan penyok besar sekali.

Aku pergi dulu.

Lepaskan aku!

Cain kira aku selingkuh dengan Axe.

Tunggu, kamu pikir Cain ada hubungannya?

Tilang ngebut dari Nate.

Itu dua blok dari apartemen Axel.

Artinya dia mengikuti Axe.

Rasanya salah kalau dibiarkan belum selesai.

Tinggallah.

Selesaikan.

Hai.

Kenapa lama sekali?

Aku seharusnya tidak pergi.

Aku benar-benar berkeringat.

Bagus.

Oh.

Oh!

Tempat tidur ini enak sekali.

Jauh lebih enak daripada kasur hotel.

Aku benci tidak bangun bersama kamu.

- Oh! Benarkah? - Hm.

Aku serius, lho.

Beberapa minggu ini sempurna sekali.

Ya, memang.

Hei, bagaimana kamu dapat bekas luka ini?

Oh, kamu tahu.

Masa kecil saja.

Itu bukan luka masa kecil.

Ayo, kamu bisa cerita.

Sejak kecil aku punya penyakit jantung.

Aku harus diperbaiki.

Sekarang aku baik-baik saja.

Itu... itu berat sekali waktu itu.

Aku harus sering bolos sekolah.

Aku susah punya teman.

Ah! Anak penyendiri.

- Mmm. - Anak kesepian.

Yang paling berat buat ayahku.

Dia harus merawatku sendiri.

Dia tidak tahu harus apa.

Apakah dia ayah yang baik?

Dia...

Dia pikir aku anak lemah.

Menyedihkan.

Anak gagal.

Aku rasa dia benci aku sampai dia mati.

Aku ikut sedih.

Sulit, kamu tahu?

Mencintai seseorang tapi juga membencinya.

- Maaf. Aneh ya? - Hmm?

- Kamu paham maksudku? - Um, ya.

Maksudku, aku benar-benar benci ibuku waktu dia pergi.

Mm-hm.

Hm.

Dulu kami sering datang ke sini.

- Saat liburan sekolah. - Mm-hm.

Sering kali dia tiba-tiba menghilang.

Seperti... Kamu tahu, sehari atau seminggu.

Dan, um...

Lalu suatu tahun, liburan sekolah selesai dan...

Ya, dia tidak pernah kembali.

Itu mengubahmu, bukan?

Sendirian seperti itu.

Aku tidak merasa sendirian.

Aku tidak merasa sendirian.

Aku tidak merasa sendirian.

Aku tidak merasa sendirian.

Ahh!

Oh, sungguh?

Apa?

Berapa banyak tas kamu bawa?

- Berat sekali, lihat. - Oh-ho!

Oh, kamu lemah sekali.

Baiklah, bilang padaku. Apa yang kita lakukan?

Uh, kamu bisa taruh tomat kaleng dan pasta

di rak paling bawah.

- Uh-huh. - Biarkan saja anggurnya di luar.

Oke.

Oh, sial.

Aku lupa beli kopi.

Um, nanti sore aku beli.

Atau... atau kita bisa pakai kopi instan kalau kamu mau,

tapi kurasa yang ini sudah ada sekitar 20 tahun.

Hei, uh, kamu lapar?

Aku, uh, mau ketemu Tess.

Mau bersihkan apartemen lama

dan bawa agen ke sana.

Sekarang?

Padahal aku sudah rencanakan sore ini.

- Oh! Benarkah? - Ya.

Kenapa tidak besok saja, huh?

Aku janji akan tetap... sama berantakannya.

Uh...

Tapi aku sudah dua kali batal ketemu dia.

- Aku merasa tidak enak. - Mm-hm.

Mm-hm.

Bagaimana kalau aku ikut, huh?

Biar lebih cepat?

Kurasa dia hanya ingin waktu bersama perempuan.

Sampai malam, ya?

- Tidak sabar menunggu kejutan besarku. - Hmm!

Sampai jumpa.

Kupikir itu sempurna sekali, ingat?

Sekarang terasa jelek.

Ya. Dan pengantinnya ditahan.

Kamu baik-baik saja?

Mm.

Hampir saja celaka.

Tapi tunggu.

Kamu tidak bereskan semua gelas, kan?

Hei! Wepa!

Aku rindu ini.

Minum siang dan nongkrong.

Aku cuma sejam dari sini.

Ya, entah kenapa terasa lebih jauh.

Maksudku, aku bisa ke mana lagi?

Aku tidak bisa tinggal di sini,

dan sekarang aku sudah pindah,

sebenarnya... aku agak suka di sana.

Hmm?

Lebih luas.

Kamu harus main ke sana. Serius.

Tempatnya terlihat sangat berbeda,

dan Dan jago masak.

Aku bebas akhir pekan depan.

Akhir pekan depan.

Um, aku tanya dia dulu.

Kurasa... kami mungkin mau pergi.

Itu maksudku.

Setiap kali kita buat rencana, kamu batal.

Dan sejak kapan kamu butuh izin?

Oke, aku mengerti.

Aku paham, tapi...

Dan sebenarnya sangat baik untukku.

Dia memang begitu. Dia...

Dia menjaga aku, membuatku tertawa dan...

Aku merasa benar-benar diperhatikan olehnya.

Kadang rasanya dia bisa baca pikiranku.

Hanya saja terlalu cepat, tahu?

Seperti, setiap kali ada masalah besar,

kamu buang semua dan mulai dari awal.

Aku tidak akan buang kamu, Tess.

Janji.

Selamat ulang tahun.

30 Maret?

Sial, tunggu, salah ya?

Kamu ingat.

Barusan aku kira kamu lupa.

Terima kasih.

Tunggu, ada satu lagi.

- Ohh! Masih ada lagi. - Ya.

- Oke. - Buka.

Ini artinya aku pindah ke sini?

Artinya aku sedang memikirkannya.

Apa?

Aku, uh...

Saat kita bertemu, aku tidak pernah bayangkan

aku akan duduk di sini bersamamu sekarang.

Ada sesuatu yang terasa

seperti takdir.

Mmm.

Lina, aku cinta kamu.

Kamu tidak perlu bilang apa-apa.

Aku hanya... aku hanya perlu kamu tahu.

-Oh, sial. -Clare?

Ya, dia mau aku kerjakan sesuatu untuknya,

tapi jelas aku akan menolak.

Kenapa?

Kalian tidak bicara lagi sejak... Kamu tahu.

Kupikir akan canggung.

Tidak, tidak apa-apa. Aku paham.

Orang bisa menjauh.

Kalian juga tidak terlalu dekat.

Sebenarnya, um... jadi ingat.

- Liburan pantai itu? - Hm?

Menurutmu bisa ditunda sedikit saja?

Kamu sudah pesan.

Tess marah padaku.

Dan ada bagian dari diriku yang merasa dia benar,

kamu tahu, seperti...

Apakah aku meninggalkan semua temanku?

Tentu tidak.

Tidak, kamu hanya perlu atur ulang, itu saja.

Dengar, kalau kamu mau kerjakan untuk Clare,

aku rasa kamu harus lakukan.

- Oke. - Ya.

Aku ke kamar mandi dulu.

Hmm.

More Indonesian subtitles for Watching You

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left