De første 200 linjer.
Sekarang, untuk memastikan saja...
Apakah kamu Pakunoda, anggota dari Ryodan?
Tentu.
Dia tidak bohong.
Aku akan memberi masing-masing dari kalian 2 persyaratan.
Kalau kalian bisa mematuhinya, aku akan melepaskan pemimpinmu.
Perhatikan baik-baik, Pakunoda.
Dia lebih cenderung peduli dengan teman-temannya dibandingkan membunuhku untuk membalaskan dendamnya.
Itulah kelemahan si pengguna rantai ini!
P
Pe
Pen
Pene
Pener
Penerj
Penerje
Penerjem
Penerjema
Penerjemah
Penerjemah:
Penerjemah: D
Penerjemah: De
Penerjemah: Den
Penerjemah: Denn
Penerjemah: Denny
Penerjemah: Denny H
Penerjemah: Denny Ha
Penerjemah: Denny Haj
Penerjemah: Denny Haji
Penerjemah: Denny Hajim
Penerjemah: Denny Hajime
Penerjemah: Denny Hajime I
Penerjemah: Denny Hajime ID
Penerjemah: Denny Hajime IDF
Penerjemah: Denny Hajime IDFL
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.U
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US S
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Su
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Sub
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Subs
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Subs C
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Subs Cr
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Subs Cre
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Subs Crew
Sinyal x Untuk x Mundur
Akan kumulai dari pemimpinmu.
Pertama-tama, kamu dilarang memakai Nen.
Kedua...
Apakah aku sudah yakin soal ini?
Kalau aku menyingkirkan bosnya, pasti laba-laba akan hancur.
Itulah inti dasar dari idenya.
Tapi waktu itu...
Aku sama sekali tak mempunyai nilai sebagai sandera.
Dia jujur dengan semua yg dia katakan.
Laba-laba masih bisa bergerak, meskipun tanpa kepalanya.
Pemimpin disini tidak absolut penting...
Bila diperlukan, anggota kelompok bisa memutuskan untuk meninggalkan pemimpinnya.
Itulah hukum dasar yg berlaku dalam Gene Ryodan.
Aku memang bisa menyingkirkan pemimpin mereka, tapi hal itu tak akan menghancurkan Ryodan!
Tapi, adakah alternatif lainnya?
Adakah semacam keajaiban
yg bisa membuatku terlepas dari belenggu ini?!
Tidak ada.
Aku jadi tak bisa berpikir apa-apa...
Iya, ini sudah benar.
Untuk saat ini, inilah yg seharusnya kulakukan.
Aku harus mendapatkan mereka kembali.
Itulah prioritas utamaku!
Aku tak mau sampai kehilangan
teman-temanku lagi!
Kedua, kamu tak boleh menghubungi satupun anggota Ryodan yg lain.
Itulah kedua persyaratannya.
Dan untuk memastikan bahwa kalian mentaatinya,
Aku akan memakai teknik Judgment Chain, Jari Kecil Penunduk, pada pemimpinmu.
Kamu yg putuskan apakah bisa menerima ini, Pakunoda.
Ok.
Selanjutnya kamu, Pakunoda.
Pertama,
lepaskan Gon dan Killua tanpa sedikit lukapun, sebelum tengah malam, dan jangan ada trik apapun.
Kedua, kau sama sekali tak boleh menceritakan satu halpun mengenai aku.
Kalau kamu setuju dengan itu, akan kugunakan teknik rantaiku padamu.
Ok.
Kalau misal Gon dan Killua ternyata dikontrol oleh seorang bertipe Sousha,
dapatkah kamu mengetahuinya dari suara denyut jantung mereka?
Kemungkinan besar bisa.
Aku sudah pernah ketemu Killua-kun, dan aku sudah mengingat suara denyut jantung normalnya.
Jadi aku pasti tau kalau ada sesuatu yg berubah.
Bagus kalau begitu.
Aku perlu mengatakan sesuatu sebelum pertukaran.
Kurapika...
Dalam pemikiranmu, kamu pasti merasakan ada yg aneh di sini.
Kenapa dia datang sendiri?
Kalau Ryodan dikenal sebagai kelompok yg bengis dan tak kenal ampun,
kesepakatan semacam ini pastilah merupakan hal yg mustahil.
Kalian semua salah mengira.
Peraturan mereka sifatnya kokoh,
dan bos mereka juga tak keberatan dengan aturan itu.
Tapi apakah semuanya seperti itu?
Wanita ini nampaknya berbeda.
Wanita yg kamu remehkan ini
sebenarnya juga memiliki motif sama dengan yg membuatmu melakukan hal ini.
Dia itu menginginkan
untuk melindungi rekannya, yaitu bosnya.
Kamu pasti sudah menyadarinya.
Dimulai dengan kembali ke rekan-rekanmu.
Memberitahu mereka terhadap perubahan yg terjadi pada sanderanya.
Aku mau kamu membawakan sandera-sanderanya ke Bandara Lingon sebelum tengah malam.
Jangan bawa siapapun.
Jangan bilang kepada siapapun arah tujuanmu.
Baiklah.
Kita sepakat.
Bawa aku kembali ke bandara.
Kenapa kamu tak menanyakan satu pertanyaanpun?
Kamu tau siapa aku kan?
Kamu tidak merasa kawatir?
Apa kamu tak merasa kalau kesepakatan ini tidak masuk akal?
Memangnya kamu benar-benar percaya kalau aku akan mengembalikan pemimpinmu?
Iya.
Kamu tak akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan itu tadi
kalau kamu berniat menipuku.
Apakah dia benar-benar mengira kita menerima syarat-syarat itu?
Katakan pada kami dimana bos, Pakunoda.
Kita akan bunuh bocah-bocah ini, lalu selanjutnya kita urus si pengguna rantai itu.
Kamu bersikeras?
Aku bersikeras.
Kalau kamu tak mau mengatakan pada kami, aku tak akan mengijinkanmu pergi.
Aku menolak mengatakan padamu dimana lokasinya, dan aku tetap membawa anak-anak itu sendiri.
Jangan ikut campur.
Ikut campur?
Memangnya justru siapa yg ikut campur dengan rencana kita sekarang?!
Pergilah, Pakunoda.
Kami yg akan menghentikan mereka.
Menghentikan kami?
Apa kau meremehkan kami?
Kalian serius?
Aku tak mengerti.
Apa kalian sudah gila?
Aku berani taruhan mereka waktu itu pasti sudah dikalahkan oleh si pengguna rantai itu sebelum kita datang.
Mereka kemungkinan juga sudah berada dalam kendalinya.
Ini buang-buang waktu.
Akan kubuat mereka bicara.
Begitu sulitkah kalian mengerti ini?
Kalian tak mengerti kenapa Pakunoda pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun?
Kalian tak mengerti kenapa Machi menghentikan kalian?
Apa kalian benar-benar mengira kalau mereka sudah dikendalikan?
Mereka itu justru berniat menyelamatkan bos kalian!
Begitu susahkah memahami keinginan untuk menyelamatkan seorang teman?
Tutup mulutmu bocah!
Sebegitu putus asakah kau untuk bertahan?
Aku tak melakukan ini untuk kepentinganku sendiri.
Tarik kembali kata-kata itu!
Hadeehh..
Aku menolak. Kalau kamu bermasalah dengan itu, kemarilah.
Sesaat kau mengambil langkah itu, akan kutebas kepalamu.
Kalau begitu aku tak akan mengalah sedikitpun!
Kurapika itu tidak sepertimu.
Tak peduli betapa besar kebenciannya pada seseorang,
dia tak akan sampai lepas kendali dan membunuh seseorang tanpa ampun.
Kalau dia membuat sebuah janji,
dia pasti akan menepatinya!
Setelah menemuinya 4 mata, Pakunoda pasti sudah menyadari hal itu.
Bila kalian mentaati persyaratan yg dia berikan, dia akan mengembalikan bos kalian!
Sudah cukup, bocah...
Jangan kira kau bisa bicara seenaknya!
Sudah cukup.
Biarkan Pakunoda pergi.
Kamu berpihak pada mereka?
Shal,
saat ini, kira-kira apa skenario terburuk yg ada dalam pemikiranmu?
Bos sudah mati,
Pakunoda dan yg lainnya sedang dalam pengaruh kendali,
kita tak berhasil menemukan si pengguna rantai,
dan 2 bocah itu kabur...
Kalau begitu, perkiraanmu salah.
Skenario terburuk adalah kita semua mati dan laba-laba hancur.
Kalau dibandingkan, memang skenario milikmu sedikit lebih bagus.
Apakah aku salah?
Ti-Tidak, kamu benar.
Aku tak peduli dengan alasan kalian.
Kalian yg sekarang jadi terlalu tergantung pada bos.
Bila akibatnya nanti Ryodan hancur,
maka itu justru adalah pengkhianatan terbesar yg kalian lakukan pada bos.
Kalau kita terus bertengkar seperti ini, maka itu bisa saja benar-benar terjadi.
Tenanglah.
Biarkan dia melakukan rencananya...
Pakunoda boleh membawa anak-anak itu.
Kalau sampai bos tak kembali,
kita akan bunuh anggota-anggota yg berada dalam kendali mereka, dan mulai membangun kembali laba-laba.
Sangat sederhana sekali.
Aku setuju dengan itu.
Kalau memang itu yg perlu dilakukan untuk membuatmu puas.
Yaah, aku kan tidak dalam pengaruh kendali mereka, jadi tak akan mudah membunuhku.
Helo?
Suruh sanderanya bicara lewat teleponnya.
Jangan sampe rusak loh ya!
Kalian baik-baik saja?
Apa mereka ada disana?
Iya, mereka semua ada di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.