De første 200 linjer.
Diterjemahkan Oleh : ~o0o~ Ackiel Khan feat Galank87 ~o0o~
Diterjemahkan Oleh : Ackiel Khan feat Galank87 IDFL™ Subs Crew
Muncul gambar?
Belum.
Sekarang?
Belum.
Sekarang?
Belum juga.
Sekarang?
Yang bener muternya!
Selamat datang di arena gulat, Olimpiade Seoul.
Saksikanlah pertandingan seru hari ini.
Sudah muncul.
Aku boleh turun?
Jangan.
Tetap disitu dan peganglah.
Pertandingan final Olimpiade kali ini adalah kategori 72 kilo...,
...Antara pegulat dari Rusia dan Amerika.
Sungguh kenyataan pahit.
Meski olahraga gulat sangat populer di India...
...Para Pegulatnya tampil mengecewakan di Olimpiade.
Anak didik kami saja pasti bisa bawa pulang medali.
Tapi dapat dukungan dari mana?
Tak ada biaya ataupun sarana-prasarana.
Bagaimana mungkin bisa dapat medali?
Jika medali bisa dimenangkan dengan omongan saja...,
...Sudah dari dulu kau memenangkannya.
Kau orang baru di sini?
Kurasa begitu.
Cobalah bergulat kapan-kapan...,
..Kau pasti lari terbirit-birit sebelum pertandingan dimulai.
Tampaknya kau sangat lihai.
Lari terbirit-birit.
Jika ada arena di sini, kita akan tahu siapa yang 'kan lari.
Kenapa butuh arena?
Sekarang saatnya momen yang kita nantikan.
Panggung sudah siap untuk pertarungan hebat.
Ada euforia dimana-mana.
Kedua pegulat sedang bersiap...,
..Untuk bertanding.
Kau benar, Tom.
Tampaknya, ini akan sangat menarik.
Penonton sudah tidak sabar.
Para pegulat saling berhadapan.
Kita lihat bagaimana pertandingannya.
Jabat tangan biasa.
Peluit wasit... dan pertandingan dimulai!
Dia jatuh!
Dia jatuh!
Bantingan awal untuk pegulat Rusia.
Ke-PD-an seringkali berakibat fatal.
Kawan, kau mau coba sekali lagi?
Sekarang, para pegulat bersiap untuk babak berikutnya.
Ya Tom, pertandingan ini tak semudah yang dibayangkan.
Sekarang, mari kita lihat.
Keduanya saling menguji satu sama lain.
Serangan luar biasa! Pertahanan yang sama hebatnya.
Dan itulah gerakan menakjubkan!
Betapa menakjubkannya!
Dia tak sadar apa yang mengenai dirinya.
Inilah yang namanya serangan.
Sebuah serangan balasan!
Dan selesai!
Sudah selesai.
David menjadi Goliath...,
...Dan Goliath menjadi David di sini.
Wah, Tom.
Kekalahan telak tak terduga bagi pegulat Rusia.
Pertandingan yang hebat!
Inilah gulat papan atas.
Hebat kau.
Kau baru saja mengalahkan Juara Tingkat Daerah.
Jangan berkecil hati, Kawan.
Kau baru saja dikalahkan Juara Tingkat Nasional.
Perkenalkan, ini Pamanku.
Mahavir Singh Phogat.
Sudah lama dia berhenti bergulat.
Tapi gulat tak hentikan langkahnya.
Re Latth Gaad Doon Aku akan tetap di sini
Re Jaada Paad Doon Memberi pukulan terbaikku
Re Latth Gaad Doon Aku akan tetap di sini
Re Jaada Paad Doon Memberi pukulan terbaikku
Maa Pet Ke Se Marghat Tak Sejak kau lahir sampai mati
Hai Teri Kahaani Pag Pag Pyare Setiap langkah hidupmu selalu
Dangal Dangal Bergulat
Dangal Dangal Bergulat
Sooraj Tera Chadhta Dhalta Kejayaanmu bisa saja meredup
Gardish Mein Karte Hain Taare Tapi kebintanganmu tetap berjuang
Dangal Dangal Bergulat
Dangal Dangal Bergulat
Dhadkane Chhaati Mein Jab Dubak Jaati Hain Saat detak jantung mulai melambat
Peeth Thapthapa Tepuk punggungmu
Unko Phir Jaaga Untuk membangunkannnya
Baat Ban Jaati Hai Dan semua akan baik saja
Baawle Haathi Si Har Chunauti Hai Re Setiap tantangan bak gajah buas
Saamne Khadi Di hadapanmu
Ghoor Ke Badi Ia berdiri
Aankh Dikhlati Hai Dan mengancammu
Toh Aankh Se Uski Aankh Mila Ke Jadi, terima saja tantangannya
Bhid Jaane Ka Naam Hai Pyaare Dan ia biasa disebut
Dangal Dangal Bergulat Bergulat
Dangal Dangal Bergulat Bergulat
Sooraj Tera Chadhta Dhalta Kejayaanmu boleh saja meredup
Gardish Mein Karte Hain Taare Tapi kebintanganmu tetap saja berjuang
Dangal Dangal Bergulat Bergulat
Dangal Dangal Bergulat Bergulat
Yang menang pasti yang kecil.
Tuh, kan!
Membentuk tubuh saja tak cukup untuk jadi Pegulat.
Kemarilah, Nak.
Gulat itu menyatu dengan darah, kau harus terlahir bersamanya.
Ini, untuk beli susu.
Semoga diberkati.
Saat di piringmu tak ada makanan, kau mau makan apa? Medali?
Tak ada yang peduli soal Gulat.
Terima saja tawaran pekerjaan itu.
Kenapa kau berhenti bergulat?
Tak ada pilihan lain.
Gulat memberiku kehormatan, ketenaran...,
..Tapi tak bisa memberiku uang.
Jadi, aku ambil pekerjaan ini.
Setiap pegulat bercita-cita...
..Membawa kemenangan dan kehormatan bagi negaranya.
Namun, jika negara tak mendukung...,
..Pegulat bisa apa?
Bukan salahmu jika kau tak bisa menangkan medali untuk negaramu.
Mau sampai kapan ingatan itu terus membuatmu murung?
Yang tak bisa kulakukan, akan diwujudkan anak kita.
Dia akan menangkan emas untuk negeri kita.
Bendera kita akan berkibar paling tinggi.
Pegang ucapanku.
Hari itu, Paman sama gelisahnya dengan siswa SMA...
..Yang sedang menanti kelulusan.
Tenang saja, Kak.
Semuanya pasti lancar.
Bayinya perempuan.
Paman mengharap bayi laki-laki.
Namun, bayi wanita yang lahir.
Tak apa-apa.
Sekarang kau punya adik, Omkar.
Aku benar-benar bahagia.
Sedangkan Paman pura-pura saja.
Dan lalu, semua itu dimulai.
Tiba-tiba, semua orang di desa menjadi sok ahli...,
...Dalam hal cara mendapat anak laki-laki.
Beri sapi hitam manisan yang terbuat dari biji wijen putih...,
..Dibungkus roti tawar, menggunakan tangan kirimu, sebelum matahari terbit.
Pasti anakmu laki-laki!
Mahavir, ini doa spesial. Untuk mendapat anak laki-laki.
Bacalah tiap hari.
Ini... makanlah.
Makanlah!
Berhentilah.
Mahavir...,
...Pastikan kau mencobanya hanya di hari Minggu.
Selain itu, terserah dirimu.
Mengerti?
Orang-orang terus-menerus memberi saran...
Ini, untuk anak laki-laki.
Sedangkan Paman dan Bibi pun terus-menerus mencari jalan.
Hari yang ditunggu pun tiba begitupun setengah penduduk desa.
Menantikan pujian berkat sarannya.
Geeta, kau akan punya adik laki-laki.
Kau bisa bermain dengannya.
Bayinya perempuan.
Paman tak mendapat anak laki-laki...,
..Penduduk desapun tak dapat pujian.
Sedangkan dalam "segudang teknik" itu..,
..Manakah letak kesalahannya?
Pasti dia beri makan kerbau hitam bukannya sapi hitam.
Jika tidak, lihat saja sepupuku dari Rohtak.
Dia melahirkan 3 anak laki-laki dalam 3 tahun.
Kalau kau baca doanya terbalik...,
...Hasilnya juga akan terbalik.
Mengendelikan diri itu penting.
Sudah ku beritahu agar mencobanya hanya di hari Minggu.
Dia pasti mencobanya tiap hari.
Aku tak bisa memberimu putra.
Bukan salahmu.
Dan jangan salah paham.
Baik Geeta ataupun Babita, keduanya sangat ku sayangi.
Tapi hanya anak laki-laki yang bisa wujudkan impianku.
Tahun-tahun berlalu.
Paman tetap bersikukuh.
Dia menginginkan seorang putra.
Tapi mungkin Tuhan juga bersikukuh.
Anak ketiganya juga perempuan.
Begitupun yang keempat.
Kali ini aku juga sedih.
Makanan sudah siap, Ayah.
Cepat balik atau nanti gosong.
Setelah itu, Paman mengubur keinginan dan impiannya.
Hey, Pak Mahavir Singh!
Ada apa dengannya?
Kau mau ikut nonton pertandingan gulat sore ini?
Tidak. Kau saja.
Hey, Mahavir!
Aku punya putra.
Ini... Makanlah manisan.
Ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.