Udgivelsesinfo

SousounoFrieren-19[1080pAV110Bit]
En kommentar af sph21

Tags

1080
Udgivet den: 2024-01-27
Downloads: 128
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 151 linjer.

Sekarang, kita akan memulai ujian seleksi Mage kelas satu.

Kalian akan bertarung dalam grup. Seluruh 57 peserta

akan dibagi menjadi grup berisi tiga orang untuk ikut ujian ini.

CERITA ORISINAL OLEH KANEHITO YAMADA / TSUKASA ABE

Lihat, kau bisa melakukannya jika fokus dan berusaha.

Benarkah?

Sikap Lawine memang keras,

tapi dia pemimpin yang baik bagiku.

Besok, kita akan melawan naga untuk pertama kalinya.

Apa kau takut, Eisen? Kau gemetar.

- Ya. - Begitu rupanya. Baiklah.

- Kau benar-benar takut? - Ya.

Begitu, ya?

Aku juga takut.

Ke mana arah pembicaraan ini?

Aku ingin membangkitkan semangat kalian seperti yang dilakukan petualang lain.

Tapi maaf,

sepertinya tidak berhasil.

Tidak. Berkatmu, rasa takutku sudah berkurang.

Himmel, jadilah dirimu sendiri.

Aku yakin tiap grup petualang punya caranya masing-masing.

Kau benar.

Benar juga. Kurasa tiap grup punya caranya masing-masing.

Akhirnya, kita berhasil menangkap burung Stille.

Kini, kita bisa santai sejenak.

Kau optimistis sekali, ya?

Justru inilah bagian paling sulitnya.

Kita harus melindunginya

dari kelompok lain yang ingin mencurinya dari kita.

Kini, saatnya kita saling bertarung.

Baiklah, mari ulas observasi kita tentang Stille.

Pertama, seperti yang Frieren bilang,

burung itu terbang dengan kecepatan supersonik.

Mustahil kita menandingi kecepatannya.

Ditambah, burung itu sekuat naga.

Jadi, kita tak bisa menggunakan Sihir Serangan Biasa.

Diikat juga tidak mungkin.

Terlebih lagi, ia sangat peka terhadap mana.

Ia akan kabur begitu didekati, sekalipun kita menyembunyikan mana.

Namun, yang paling menyulitkan,

karena Stille hampir tak memiliki mana,

kita tak bisa mendeteksi mana-nya.

Karena itu, kita tak miliki petunjuk soal keberadaan

dan jumlah mereka.

Alhasil, kita hanya bisa

melihat mereka tiga kali kemarin pagi.

Kurasa mereka berwaspada karena sedang dicari oleh para peserta.

Pahit-pahitnya, mereka tak akan muncul lagi.

Sekalipun menemukan salah satunya,

kita tak tahu cara menangkapnya.

Tak usah cemaskan soal itu.

Sebenarnya, tadi malam,

aku mencoba sebuah sihir yang mungkin cocok untuk menangkap Stille.

Oh, ya. Aku melihatmu melakukan sesuatu.

- Sihir macam apa itu? - Sudah kuperlihatkan kepadamu, Kanne.

Sihir untuk menangkap burung.

Di masa jumlah Mage masih banyak

dan sihir lebih lazim daripada sekarang,

ada klan yang hidup dari berburu dan mengembangkan sihir kuno ini.

Dari yang aku ingat, kau memakai sihir untuk menghentikannya.

Tapi, itu monster, bukan burung, 'kan?

Yah, itu sihir kuno.

Sepertinya itu bisa menangkap apa pun yang tampak seperti burung.

Ini sihir pengikat yang kuat. Jadi, kupikir akan ampuh untuk Stille.

Kenapa kau merahasiakan ini?

Andai menggunakan itu kemarin, kita pasti sudah menangkapnya.

Tidak semudah itu.

Jangkauan sihirnya hanya 50 sentimeter.

Kita harus sedekat itu agar berhasil.

Lima puluh sentimeter?

Berapa jarak terdekat kita dari burung itu?

Paling dekat hanya tiga meter.

Namun, sepertinya ia sudah merasakan keberadaan kita

saat kita berjarak 20 meter darinya.

Menurutku, tinggal satu langkah lagi.

Langkah yang sangat besar.

Coba kutanya, untuk memastikan saja.

Kalian tak bisa menghentikan Stille dengan sihir kalian, 'kan?

Jika aku membekukannya, mungkin akan bisa.

Tapi karena peka terhadap mana dan sangat kuat, ia sulit dibekukan.

Mungkin ia akan kabur sebelum aku menghentikannya.

Dengan sihirku, aku bisa dengan mudah menghentikannya

jika ada jumlah air yang banyak.

Namun, sihir yang kugunakan hanya memanipulasi air.

Jadi, tak bisa untuk menciptakan air.

Artinya, aku baru bisa menggunakannya kalau ada air di dekatku.

Mana tak berpindah dengan baik melalui bidang air.

Jadi, pasti akan sulit kalau aku tak mengalirkan mana ke dalam air dulu.

Kalau saja airnya tersebar seperti hujan,

aku bisa manipulasi air secara instan dalam jumlah besar.

Tapi jika aku mengalirkan mana ke dalam air,

Stille, yang peka terhadap mana, tak akan mendekat.

Tak akan mendekat?

Jadi, mereka tak akan mendekat, ya?

Rencana ini mungkin berhasil.

Aku setuju itu ide bagus, tapi berisiko.

Itu dapat memicu grup lain menyerang kita.

Tapi hanya ini cara untuk menangkapnya.

Apa kau takut, Lawine?

Aduh! Nanti rambutku lepas!

Baiklah! Ayo kita lakukan!

Sekarang, kita akan bersembunyi di sini sampai ujian ini berakhir.

Apa? Membosankan sekali.

Seorang Mage harus punya nyali untuk bertarung.

Seorang Mage juga sebaiknya menghindari konflik tak penting.

Pertama, kita harus mengambil air.

Kurasa ada danau di tengah area ini.

Aku senang kita berhasil menangkap Stille dengan cepat.

Kalau bisa bersembunyi hingga senja,

kita bisa lulus ujian tahap pertama.

- Kenapa? - Sepertinya, tak akan semudah itu.

Kukira ini jalan biasa,

ternyata dasar sungai yang mengering.

Dan aku sudah melihat yang mirip seperti ini.

Kalau tak salah, mereka memasang penghalang di sekitar lokasi ujian.

Ya, itu wajar untuk ujian semacam ini.

Penghalang antimateri kuat yang bahkan menghalau sebutir debu.

Apa air juga tak akan bisa masuk?

Dilihat dari kekeringannya,

penghalang itu sudah dipasang lebih dari sepekan lalu.

Berarti, sebagian besar air

mungkin telah mengalir ke danau yang terletak di tengah cekungan.

Para peserta adalah makhluk hidup.

Jadi, kita butuh air untuk tetap hidup.

Tapi belum tentu

semua peserta berkumpul di sekitar danau.

Benar.

Kita bisa membawa air sendiri.

Namun, itu tak berlaku pada Stille yang juga makhluk hidup.

Benar juga.

Jadi, orang-orang yang menyadari hal ini

sedang bersiaga di sekitar danau, sumber air terbesar.

Baiklah, tak usah mengambil air.

Jangan berlebihan begitu.

Aku sudah kehausan.

Aku yakin kita akan menemukan kolam kecil.

Apa itu higienis?

Mungkin, jika dimasak.

GRUP DELAPAN SCHARF, MAGE KELAS TIGA

KELOMPOK DELAPAN EHRE, MAGE KELAS DUA

Merepotkan sekali.

Seranganku gagal membunuh kalian.

Rupanya reaksimu cepat juga.

Terserah. Tinggalkan sangkar dan Stille-nya, lalu kalian boleh pergi.

Kalau kami tak mau?

Berarti ucapan saja tak mempan.

Danaunya ada di sana.

Dia membekukan danau!

Apa yang ada di pikirannya?

Ini tak lucu!

Mana ini milik seseorang dari Grup Dua.

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left