De første 191 linjer.
P
Pe
Pen
Pene
Pener
Penerj
Penerje
Penerjem
Penerjema
Penerjemah
Penerjemah:
Penerjemah: D
Penerjemah: De
Penerjemah: Den
Penerjemah: Denn
Penerjemah: Denny
Penerjemah: Denny H
Penerjemah: Denny Ha
Penerjemah: Denny Haj
Penerjemah: Denny Haji
Penerjemah: Denny Hajim
Penerjemah: Denny Hajime
Penerjemah: Denny Hajime I
Penerjemah: Denny Hajime ID
Penerjemah: Denny Hajime IDF
Penerjemah: Denny Hajime IDFL
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.U
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US S
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Su
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Sub
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Subs
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Subs C
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Subs Cr
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Subs Cre
Penerjemah: Denny Hajime IDFL.US Subs Crew
Hei kamu...
Iya?
Aku di Jepang saat ini untuk menjalankan sebuah penyelidikan rahasia.
Jadi jangan bilang-bilang soal ini kepada polisi...
Aku mengerti.
Aku tak akan bilang siapa-siapa kalau aku bertemu denganmu.
Termasuk kepada ayahku...
Baik, aku pergi sekarang...
Seperti yg sudah kurencanakan.
Aku juga tak mau polisi sampai tahu
kalau aku sempat melakukan kontak dengan agen FBI.
Kalau sampai ayahku tau, beliau pasti akan memberitahu L.
Raye sama sekali tak mencurigaiku...
Polisi akan menganggap kejadian ini
murni kecelakaan.
Selamat datang.
Aku pulang.
Ada apa? Kok menghela nafas panjang?
Raye... Ada apa?
Oh...
Tadi secara kebetulan, aku masuk dalam situasi pembajakan bis
Pembajakan bus?
Yeah...
Ada seorang pria yg 2 hari lalu merampok bank mencoba membajak sebuah bus.
Jepang sudah menjadi tempat yg menakutkan sekarang.
Bukankah itu berarti kamu waktu itu juga menaiki bus itu?
Yeah.
Pada akhirnya, si pelaku meloncat keluar bus dan langsung di hantam sebuah mobil.
Trus apa dia mati?
Yeah. Kemungkinan besar begitu...
Aku tak punya banyak waktu untuk melihat kondisinya.
Raye...
Hmm?
Menurutmu apakah itu murni sebuah kecelakaan?
Apa maksudmu?
Yah, waktu itu kamu kan ada dalam bus itu
karena kamu sedang menyelidiki seseorang bukan?
Kriminal itu kemungkinan mati...
Bukankah itu berarti...
Hey...
Kamu memang dulunya seorang agen FBI yg cemerlang.
Tapi kamu sekarang hanyalah tunanganku.
Kamu tidak lagi seorang agen.
Jangan membahas apapun mengenai kasus Kira.
Jangan sekali-kali terlibat atau nekat.
Bukankah itu kesepakatan kita
sewaktu aku membawamu kesini supaya kita bisa menemui orang tuamu.
Aku mengerti, Raye.
Cuma sudah jadi kebiasaan saja.
Maaf.
Enggak kok...
Maafkan aku. Jangan kawatir.
Setelah kita berkeluarga nanti,
kamu akan sangat sibuk sampai-sampai kamu lupa kalau dulunya kamu seorang agen.
Kamu tak akan punya banyak waktu sampai-sampai kebiasaanmu itu tak sempat muncul lagi.
Tapi pertama-tama, bantu aku memikirkan caranya supaya ayahmu lebih menyukaiku.
Oh iya...
Apa kamu mau menuliskan nama agen itu sekarang?
Tidak dulu.
Aku akan menuliskan namanya seminggu dari hari ini.
Kalau dia mati terlalu cepat setelah aku bertemu dengannya, akan terlihat mencurigakan.
Akan lebih baik melakukannya
setelah mereka menyelidiki lebih banyak orang yg memiliki hubungan dengan pihak kepolisian.
Untuk sementara, akan kupakai beberapa tahanan untuk bermain-main dengan L.
L.
Ada pesan lagi yg ditinggalkan oleh korban.
Tolong kirimkan gambarnya padaku.
Dewa Kematian...
"L, taukah kamu? Dewa Kematian."
Apa dia mau mengatakan bahwa Dewa Kematian itu benar-benar ada?
Watari.
Bilang pada polisi untuk terus mengawasi penjara.
Kemungkinan akan ada lagi yg meninggalkan pesan seperti ini.
Baik.
Banyak sekali manusia di sini...
Kamu yakin mau melakukannya di sini?
Akan kutunjukkan padamu apa yg sudah kupelajari
dari semua penyelidikan dan eksperimenku beberapa hari ini...
Experimen?
Iya.
Aku sudah mencoba berbagai metode pembunuhan pada para kriminal di area ini...
Pertama, aku menuliskan penyebab kematian dan kondisinya di Death Note...
Lalu setelah itu baru aku menuliskan nama korbannya, dan ternyata bisa terjadi.
Kok aku tak tau kalau itu bisa...
Dia ada di sini...
Tepat pada waktunya...
D E n N Y h A j I M e I d f l. US sU BS cR EW
Raye Penber-san.
Kalau berbalik kubunuh kau.
Aku adalah Kira.
Kalau kamu coba-coba berbalik atau merogoh sakumu,
Kubunuh kau.
Mu-Mustahil...
Tapi suara ini... Sepertinya aku pernah mendengarnya di suatu tempat..
Pertama-tama aku harus membuktikan padamu kalau aku memang benar Kira.
Akan kubunuh pria berkacamata...
yg sedang kamu lihat bekerja di kedai kopi itu.
I-Itu mustahil.
Jangan lakukan...
Aku tak punya pilihan.
Aku merasa kalau aku tak membunuh setidaknya 1 orang saja,
kau pasti tak akan mempercayaiku.
Pria itu sudah berulang kali di tuduh melakukan pelecehan seksual,
tapi polisi tak pernah bisa menangkapnya karena minimnya bukti.
Dia itu kejam dan pantas untuk di hukum.
Kamu mungkin sudah pernah mendengar dari L,
bahwa aku tak bisa membunuh seseorang kecuali aku mengetahui wajahnya.
Aku bahkan bisa membunuh semua orang yg kau lihat di sini.
Kamu minta yg mana saja, akan kubunuh.
Ja-Jangan lakukan.
Aku percaya kamu Kira...
Tentu saja, kau pasti lebih menyayangi yg kamu sayangi
dibandingkan orang-orang di sini kan?
Anggap saja mereka itu sandera.
Ka-Kau tau calon istriku?!
Benar.
Aku sudah menyelidiki berkasmu.
Aku akan membunuh semua,
termasuk keluargamu kalau kamu tak mau menuruti perintahku.
Tentu saja juga kamu sendiri.
A-Aku mengerti.
Apa yg kamu inginkan dariku?
Kamu saat ini membawa komputer kan?
Apakah di dalam sana ada file para agen yg datang ke Japang?
Laptopku ini hanya untuk bekerja. Aku selalu menentengnya kemana saja.
Tapi file yg kamu maksud tidak ada di sini.
Kalau begitu ambil amplop ini.
Pertama, keluarkan transceiver dan pasang juga earphone itu.
Transceiver...
Ini hampir terlihat seperti mainan...
Tapi benda ini tak akan terlacak dalam catatan transmisi dimanapun
dan kita akan bisa berbincang pada jarak dekat meskipun berada di bawah tanah.
Dia sudah memperhitungkan hal sejauh ini.
Sekarang naiki kereta arah Yamanote.
Tak peduli kamu ambil lingkaran bagian dalam atau bagian luar.
Aku selalu mengawasimu dari jarak dekat.
Meski kau berada di kereta, tetap lihat ke depan.
Tetaplah fokus ke depan.
Jangan lupa, aku bisa membunuh kapanpun aku mau.
Setelah kamu masuk kereta, duduk di bangku pojok paling dekat dengan pintu.
Kalau bangkunya terisi, tunggu sampai kosong.
Pertama, aku perlu menanyakan sesuatu padamu.
Kalau sampai jawabanmu berbeda jauh dari yg sudah kuperkirakan,
Kubunuh pacarmu.
Dari kesemuanya agen FBI yg datang ke Jepang,
berapa banyak jumlah mereka dan bagaimana cara mereka terorganisir?
Jawablah melalui transceiver.
Yg kudengar ada em-empat tim...
dengan total 12 orang...
Sekarang, keluarkan isi dalam amplop itu.
Hmm?!
Apa...ini?
Dari semua penyelidik itu...
Tuliskan nama agen yg secara langsung memimpin kalian semua...
No comments yet. Be the first to leave one.