De første 200 linjer.
Diterjemahkan oleh : Ry@Di, Samarinda, 9 Juni 2015.
Jian!
Kakak Wei, keren sekali kau membuat pesta yacht tahun ini?
Anak-anakku menyukai itu.
- Kena kau! - Lama tak jumpa!
Terima kasih!
- Halo paman! - Hai.
Kemarilah, temui pamanmu.
- Halo paman! - Hai.
Kau masih terlalu muda untuk dipanggil paman.
Kau terlalu memujiku.
Hanya pahlawan sejati yang mengakui itu.
Baiklah.
A Cai, mari jumpai teman-teman kita.
Oke, ayo pergi.
Kau mengajak putrimu?
Seseorang ingin berjumpa denganmu.
Tapi berjanjilah padaku,
Jangan naik pitam saat kau berjumpa dengannya, oke?
Guru!
A Luo!
Aku sangat merindukanmu.
Lama tak jumpa.
Ada sesuatu dibelakangmu.
Benarkah?
Dasar bajingan tengik!
Tak berperikemanusiaan.
Aku sudah susah payah merayu boss-ku,
hanya untuk membantumu mendapatkan posisi itu,
dan sekarang kau buang begitu saja.
Jika saja ayahmu dan aku bukan saudara angkat,
Sudah ku hantam kepalamu sampai mati.
Dia kemari untuk membantumu.
Kakak Wei!
Apa kau terlalu banyak makan otak babi?
Aku butuh bantuan?
A Luo mendapat kabar,
kau telah mengalahkan D.O.A,
sekarang mereka ingin balas dendam.
Dia ingin membantumu untuk itu.
Sekarang kau sudah dewasa,
lantas kau berpikir aku butuh bantuanmu?
Bukan begitu maksudku.
Aku hanya khawatir padamu.
Khawatir?
- Ini... - Ouch!
Maafkan aku!
Ini untuk ayahmu.
Jaga kelakuanmu!
Secara kebetulan aku menemukan ini,
sebotol Rafi tahun '82.
Saat aku marah, aku tak punya selera untuk minum.
- Apa? Tahun '80? - Tahun '82.
Ayo kita minum.
Ini.
Ini untuk ayah Luo.
Saat itu kita bertiga masih bersama,
tapi ayah Luo meninggal duluan.
Dia adalah anak angkatku,
anak muda punya jalan mereka sendiri,
berbeda dengan seorang Guru seperti dirimu,
biarkanlah mereka menikmati privasinya.
Minumlah untuk ayahmu.
Cepatlah.
Terima kasih Guru.
Bersulang.
Ayah!
Ayah, kakak bermain mahjong dengan tiga laki-laki.
Siapa yang kalah harus membuka bajunya.
Apa?
"Lake?"
"Land Lake?"
Jadi berapa banyak aku kalah?
30 juta.
Tidak banyak.
- Apa yang terjadi? - 30 juta?
Ketiganya itu penipu.
- Bra-mu. - Benar.
Tidak.
Tidak? Permainan berikutnya giliran celana dalammu.
- Biar aku yang main untukmu. - Silakan.
Baik.
Kalian kelihatan familiar, siapa namamu?
Kakak Jing.
Panggil aku kakak Niu.
- Kakak Niu. - Zhen Ji-dan.
Namaku si Napas Bau.
Berapa limitnya?
Tak terbatas.
- Apa kau bisa main? - Yeah.
Aku bahkan bisa main sampai 4-5 ratus juta.
Ya begitu.
Aku akan membayar jika aku kalah, jika aku menang hasilnya akan kusumbangkan, oke?
Tentu.
Sulit untuk beramal.
West...
Mengapa begitu banyak West?
West...
Gelombang West yang pertama?
Dua Copper...
Dua Copper?
Apa itu?
Salah makan obat?
Masih melihat? Ku tendang pantatmu!
Ini bukan permainan yang kecil.
Ayo lihat.
Nasib baik!
Apa yang satu ini?
Empat Strip.
Lihat apa? Bukan untukmu.
Keberuntungan!
Itu dia.
Ini bukan empat Strip.
Bukankah kau punya empat Strip?
Dari mana kau tahu?
Bukalah, mengapa kau bertanya?
- Kan Kan Hu, - Itu empat Strip.
Suruh keponakanmu untuk buka baju.
Belakangan ini aku berpikir terlalu keras.
Makanya ubanku tambah banyak.
Yang satu ini asli lima Strip.
Kan Kan Men Jian Sheng.
Masing-masing 100 juta.
- Kau tak main-main bukan? - Terima kasih banyak.
Bayarannya boleh di cicil tidak?
Suruh mereka melepas pakaiannya.
Masing-masing 100 juta.
Tak ada uang? Lepas pakaian!
Mari telanjangi mereka!
Tolong, jangan dong.
Telanjangi mereka gadis-gadis
Tolong! Tolong aku!
Melihat mereka putus dan nyambung lagi,
mengingatkanku pada sebuah pasangan.
Mo Chou?
Kau masih ingat padanya?
Jika bukan karena kau, aku mungkin...
Terima kasih.
Dia memberiku dua kesempatan,
Kesempatan pertama, saat aku bertanding untuk gelar Juara Tanpa Tanding.
Dia memintaku untuk berhenti.
Dan kau tahu sendiri hasilnya.
Kesempatan kedua?
Kesempatan kedua waktu aku di Amerika.
Saat itu,
kami hampir saja menikah.
Tapi batal karena saat itu aku menjabat sebagai "General Manager" di sebuah kasino.
Dan dia memintaku untuk berhenti.
Atau aku akan hidup dalam penyesalan.
Kau tahu, aku orang yang tangguh.
Dia menyuruhku berhenti atau tidak, aku tetap menyuruhnya jangan ikut campur.
Dia tidak sakit hati?
Dia terlahir tanpa air mata.
Dia hanya menatapku sepanjang malam.
Besoknya dia pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Akhirnya aku sadar bahwa kami sebenarnya saling mencintai.
Jika Tuhan memberimu kesempatan lagi,
Apa yang akan kau lakukan?
Ku pikir Tuhan...
tak akan mempermainkanku sampai begitu buruk.
Mo Chou?
Ayah.
Kenapa kau punya senjata?
- A Jian? - Aku tidak apa-apa.
- Kau baik-baik saja? - Bagaimana dengan mu?
Aku tertembak.
Bertahanlah, mereka masih banyak.
Aku tak bisa bertahan lebih lama lagi...
Jangan takut, posisi kita ini membuat mereka takut.
Kita bertiga kelihatan tampan sekarang.
Bertahanlah sebentar lagi.
Maaf, Nona Cang Jing.
Kami gagal.
MAKAU
Betapa mewahnya!
Wow, banyak sekali tamunya.
Kakak Jian!
Siapa namamu?
Aku Jin.
Luo bergabung dengan Interpol kita.
Guru.
Bergabunglah dengan Interpol dan kita akan menang.
Apa yang ada dalam otakmu?
Alasan kami membawa Luo kemari...
adalah agar kau mau bekerja sama dengan Interpol untuk...
menghadapi D.O.A.
Kau tak perlu memancingku.
Terakhir kali nyawaku masih tertolong oleh nasib baikku.
Jika kau ingin berperang, silakan.
Jangan datang padaku.
Silly Jiang, di mana kau?
Robot ini keren sekali!
Robot pelayan paling mutakhir!
Dari temanku, orang Korea.
Di-impor dari Korea tapi di rakit di China.
Buku manual-nya ini terlalu tebal.
Belum habis kupelajari.
Apa dia bisa berubah bentuk juga?
Tuan, teh atau kopi?
Panggil aku Boss.
No comments yet. Be the first to leave one.