Udgivelsesinfo

불가살ㅡBulgasal Immortal Souls E04 NEXT
불가살ㅡBulgasal Immortal Souls E04 NF WEB-DL
불가살ㅡBulgasal Immortal Souls E04 TVING WEB-DL
En kommentar af sseureki
Netflix Subtitle

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Udgivet den: 2021-12-27
Downloads: 34
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

EPISODE 4

Kakak?

Kak Sang-un?

Siapa kau?

Kakak tak apa-apa?

Kenapa kau ke sini?

Ada masalah apa?

Kenapa mereka bersama?

Kenapa harus menjadi begini?

Kenapa dia bisa bersama wanita itu?

Siapa pria itu?

Dia memegang pisau.

Tidak, Si-ho, itu milik orang lain.

Dia yang menolongku.

Kak Sang-un…

orang itu aneh.

Terima kasih banyak sudah membantuku.

Adikku sudah datang, jadi, sudah tak apa-apa.

Pergilah ke rumah sakit.

Terima kasih banyak.

Ayo.

Siapa orang tadi?

Apa dia sungguh menolongmu?

Ya, benar.

Namun, orang itu memang agak aneh.

Dia mengatakan hal aneh, dan tatapannya menakutkan.

Apa dia salah satu Monster yang kau bicarakan?

Bukan. Aku tak merasa begitu.

Aku juga tidak tahu.

Kita tidur di sini hari ini, dan cari tempat baru besok.

- Tinggal di sini berbahaya. - Apa?

Kita harus pindah lagi?

Yang kutemui di apartemen lama kita bisa saja Bulgasal.

Jika aku tak sengaja meninggalkan jejak,

- kita tak boleh tetap di sini. - Kak.

Sampai kapan kita harus hidup begini?

Aku lelah hidup sambil terus melarikan diri begini.

Aku sudah muak.

Aku paham, tetapi tidak ada jalan lain.

Sabarlah sebentar.

Aku bisa membereskan ini.

Jika sudah menemukan caranya…

Cara membunuh Bulgasal?

Dengan menemukan pedang itu?

Apa pedang itu sungguh ada?

Apa sebenarnya Bulgasal itu memang ada?

Min Si-ho.

Ini tak masuk akal di zaman sekarang ini!

Aku sudah muak harus hidup bersembunyi karena hal tak masuk akal itu.

Mengerti?

Nama palsu, ponsel dengan nama pinjaman,

tak bisa buat rekening dan kartu kredit, juga tak punya teman.

Seperti inikah hidup?

Apa alasanmu ingin tetap di sini…

karena pacarmu?

Tidak. Hari ini, aku putus dengannya.

Aku hanya muak hidup begini.

Bukan. Aku mau lagi!

Karena…

aku hamil.

Apa kata pacarmu?

Dia akan bagaimana?

Dia enggan bertanggung jawab.

Tidak ada hubungan lagi dengannya.

Ini anakku. Akan kubesarkan sendiri.

Jadi, aku tak bisa hidup terus begini.

Aku harus cari pekerjaan, dan melakukan banyak hal lain…

Jangan khawatir.

Kakak akan membantumu.

Akan kucari jalan keluarnya.

Ya? Akan aku urus semuanya.

Bagaimana caranya?

Kakak hanya bisa kabur.

Sekarang…

dan waktu itu juga.

Saat Ibu dan Kak Sang-yeon meninggal,

Kakak tak bisa melakukan apa pun. Tak berbuat apa pun.

Baiklah. Kakak dan aku memang masih kecil. Namun, tetap saja seharusnya…

Kakak berbuat sesuatu.

Soal itu…

- Si-ho, itu… - Jangan sentuh aku!

Itu semakin buruk?

Sakit jika tanganku bersentuhan.

Banyak hal aneh bermunculan di benakku.

Aku lelah. Aku mau istirahat.

Kak Sang-un?

Siapa kau?

Ayah!

Ini…

semua salahmu.

Bayiku!

Kenapa? Bagaimana bisa?

Akulah yang membuat Bulgasal dendam,

tetapi kenapa keluargaku mati?

Itu karena mereka berhubungan denganmu.

Mereka terkena imbas dari karmamu.

Jika belum terlepas dari ganjaran,

kalian tetap akan ditakdirkan

untuk saling terlibat di kehidupan selanjutnya.

Entah sebagai musuh…

ataupun teman.

Kalian semua pasti akan bertemu lagi,

dan mereka semua akan terkena karmamu lagi.

Bagaimana jika aku menghindari mereka di kehidupan selanjutnya?

Suratan takdir yang sudah tertulis

tidak akan mudah untuk dihapus.

Jalan kalian akan saling bersinggungan.

Bukankah jika ada orang pingsan di mobil

kau seharusnya tak memutar musik?

Kau sudah sadar?

Astaga. Sekalian saja kau beri tahu semua orang kau ini Bulgasal.

Kecilkan volumenya! Kepalaku sakit.

Kau sudah kubantu, tetapi masih protes! Harusnya kutinggalkan saja.

Kenapa kau datang?

Hari ini jadwalmu untuk datang?

Astaga, Pak Tua.

Karena sudah beratus-ratus tahun hidup, kau kini menjadi pikun.

Hari ini jadwalku mengirim barang.

Kenapa kau menabrak? Ada masalah?

Aku menemukan dia.

Menemukan siapa?

Kau sudah menemukannya? Wanita itu?

Di sisi dia…

ada Dan Sol.

Mereka bersaudari.

Mantan istri dan musuhmu?

Kenapa bisa begitu?

Pasti karena karma. Takdir buruk terjalin karena karma.

Seperti ucapanmu di kehidupan sebelumnya.

Kau membual lagi. Astaga.

Sebenarnya apa yang kukatakan di kehidupan sebelumnya?

Astaga, berat sekali.

Astaga.

Sial, ini berat sekali.

Kau masih jijik dengan darah hewan?

Entah bagaimana kau bisa hidup selama beratus tahun.

Namun, kau tetap harus minum ini agar bisa hidup.

Jika tidak, kau mau hanya berbaring

seperti mayat selamanya?

Astaga.

Bersihkanlah rumahmu!

Rumahmu sudah seperti rumah berhantu.

Astaga.

Kau benar. Memang hantu yang tinggal di sini.

Ini rumah hantu.

Perkataanmu ada benarnya juga.

Kalau begitu, ke depannya

aku akan bayar 5.000 won untuk tiket masuk ke sini.

Namun, tetap saja, kau harus bersih-bersih.

Selesaikan dan pergilah.

Kau bukan ibu yang membawa lauk ke rumah putranya.

Lalu, kali ini terakhir. Tak perlu bawakan itu lagi.

Kau akan akhiri semuanya kali ini?

Waktu itu, dia lepas karena kau ragu.

Kali ini, tak akan begitu lagi.

Benarkah?

Baguslah. Aku tak perlu datang lagi ke tempat jauh ini.

Kau pernah menyelamatkanku. Balas budiku sudah lunas, ya?

Apa maksudmu?

Lalu, janjimu 50 tahun lalu?

Yang benar saja. Kau sungguh menyuruhku melakukan itu?

Aku akan dapatkan jiwaku,

dan membuat wanita itu menjadi Bulgasal lagi.

Setelah dia menjadi Bulgasal, aku akan mengurungnya di sumur terbengkalai.

Selamanya.

Tugasmu adalah

menjaga dan mengurus sumur itu.

- Sampai kapan? - Sampai kau mati.

Astaga.

Setelah itu, putrimu,

kemudian cucumu yang harus menjaga dan mengurusnya.

Kenapa kau menyuruhku yang menjaganya? Lantas, kau melakukan apa?

Suruh saja anakmu yang menjaganya nanti.

Jika kau menjadi manusia lagi,

menikahlah lagi, dan lahirkan anak yang menggemaskan.

Kau sudah menemukan istrimu, 'kan?

Benar, 'kan?

Itu kehidupan sebelumnya yang tak diingat oleh istriku.

Dia pasti akan membenciku ke depannya

karena aku Monster yang merenggut kakaknya.

Kak Sang-un…

orang itu aneh.

Saat aku dan kakaknya menghilang,

tolong jaga Dan Sol.

Kau juga akan menghilang?

Apa maksudmu?

Para Monster di kehidupanku sebelumnya sudah berinkarnasi.

Mereka memburu wanita itu sekarang karena dia memiliki jiwaku.

Jika jiwaku sudah kembali padaku, mereka akan memburuku

untuk membunuhku.

Monster-monster sialan.

Kau bunuh saja mereka lebih dahulu.

Bukankah mereka masih membunuh?

Ada satu Monster yang memang harus aku bunuh.

Salah satu dari mereka telah menemukannya.

Dia penghalangku.

Aku harus membunuh Monster itu sebelum mengurung wanita itu.

Setelah itu,

mati pun aku tak peduli.

Karena aku akan mati sebagai manusia.

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left