The Color of Time (Tar)

The Color of Time (Tar) (The Color of Time)

Download Indonesian undertekster

Udgivelsesinfo

The Color of Time 2012 LIMITED 720p BluRay x264-Ganool YIFY
En kommentar af gustimor
IDFL Subscrew - IDFL.me

Tags

BluRay
x264
720p
720
ganool
Udgivet den: 2015-03-23
Downloads: 56
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 200 linjer.

"Kenangan indah,"

"paling berharga dan saudara yang paling berbahaya."

"Kuil seperti apa yang akan kita bangun untuk mu?"

"Lalu, bagaimana telatnya kau terbuka kepada kami."

"Bahkan, dengan kegembiraan yang kau lewati dari kami."

Hai. Terima kasih sudah datang.

Aku akan baca dari, eh...

serangkaian puisi.

Puisi itu ditulis ke dalam alinea yang panjang untuk...

memberikan perasaan... bagaimana kita saling bicara satu sama lain.

"Aku tergelincir pada dia,"

"mengaitkan ke leher nya,"

"merangkulnya ke padaku,"

"memeluknya sejenak,"

"biarkan dia pergi."

"Mungkin kata yang tepat berada di sana selama ini."

"Saling terlibat."

"Mencari."

"Begitu murninya kami."

"Sebelum Rimbaud, sebelum Blake."

"Bersyukur, cinta."

"Jaga kami."

"Jaga kami."

"Kumohon."

Gerakkan tangan mu.

Biarkan mereka melakukannya sendiri. Mereka berpikir...

Itukah pembuluh darah berpikir?/ Ya.

Pindahkan tangan mu./ Jangan menyentuhnya.

Biarkan aku lihat. Gerakkan tangan mu.

Jika aku berpikir tentang pembuluh darah, Aku akan pingsan.

Baik, coba aku lihat./ Astaga.

Kau membuat ku memikirkan mereka./ Coba ku lihat!

Bagaimana dengan mu...

berhentilah berpikir?

Ya, lalu?

Dan perhatikan aku.

Seperti sastra.

Seperti aku berjalan di jalanan dan aku memiliki tujuan.

Aku... Aku mempunyai misi.

Kau menyusuri jalan dan kau pergi,

"Oh, lihat itu. Benda berkilau dan..."

Benda berkilau? Apa? Aku tidak...

Ya, atau hanya cahaya yg memantul ke dinding dan kau akan menatap untuk sesaat.

Kau mudah dialihkan.

Atau terinspirasi, apapun kau menyebutnya.

Merasa seperti aku mungkin membuat mu sedikit gila.

Tidak, hanya.../ Kau yakin?

Tidak, ya sudah.

Dimana 'pot'nya?/ Aku akan mengeluarkannya sebentar.

Hei. Hei!

Kemari. Aku hanya bercanda, aku janji.

Hei. Aku minta maaf.

Sungguh. Aku sangat, sangat menyesal.

Baiklah, jadi kau letakkan tangan mu seperti ini.

Jangan tanya aku kenapa.

Apa kau semakin tua? Aku tahu, di pinggul mu.

Baiklah, Ini dia. Siap? Dan kau lakukan seperti ini.

Terlalu keras.

Jika aku melakukannya, aku akan lakukan dengan keras.

Jangan. Kenapa kau tak pernah dengarkan aku?

Aku mendengarkan mu.

Tidak! Kau tak pernah mendengarkan ku.

Apa maksudmu?

Apa? Duduk-duduk, tak melakukan apapun...

Ini menyenangkan.

Ya, tapi, kau tahu, Aku ada sesuatu yang ingin aku lakukan.

Apa, dan aku tak punya keinginan?/ Aku tak tahu. Kau ada keinginan?

Aku tak merasa kalau kita selalu harus ada di mana saja.

Aku hanya tak ingin berbagi. Tidak mau.

Aku rasa tidak apa-apa terkadang berhenti dan rehat sejenak.

Aku tak melihat ada yang salah dengan itu.

Aku akan kembali.

Selamat malam.

Nama ku C.K. Williams.

Dan...

ini adalah puisi yang aku tulis...

sepanjang 20 tahun...

berdasarkan pada pengalaman ku.

Yang satu ini berjudul 'Bibir Ibuku'.

"Sampai aku memintanya untuk berhenti melakukan hal itu"

"dan tercengang untuk mengetahui..."

"Sampai aku memintanya untuk berhenti melakukan hal itu..."

"Sampai aku..."

'Bibir Ibuku'.

"Yang menawan untuk menyaksikan kami lagi selama senja yang lalu,"

"Saling berhadapan, Ibu dan aku."

"Aku tumbuh setinggi badannya, atau bahkan melebihinya."

Baiklah.

"Sekarang tiba-tiba rusak serempak."

"Aku harus melanjutkannya sendiri."

"Tak ada maestro, tak ada nilai yang mengikuti."

"Bibir kami bergerak bersamaan..."

'Bibir Ibuku'.

Kau mau pancake?

Tidak.

Telur?/ Tidak.

Ingat yang terjadi semalam?

Aku tak ingin membicarakannya.

Baiklah.

Makan.

Ayah!

Ada apa, Charlie?

Ayah ingin kau segera tidur.

Kumohon! Demi kasih Tuhan, tidurlah.

Ayah ingin kau terbangun hingga besok pagi.

Dengar. Hei. Ayah ingin kau tidur, mengerti?

Baik? Aku mulai lelah, Charlie.

Hei, Charlie! Ayo.

Berapa kali aku katakan padamu untuk bersaing dengan ku, Nak?

Aku ingin kau tinggal bersamaku.

Kau ingin aku memegang tangan mu? Apa aku perlu memegang mu?

Kau bisa berjalan? Bagus.

Aku akan hitung sampai 10. 10!

Jika kau tak di sini tepat waktu aku hitung sampai 10,

Nak, kau akan mendapatkan hukuman begitu keras,

Kau tak akan tahu apa yang memukul mu.

Satu, dua,

tiga, empat,

lima, enam...

tujuh, delapan,

sembilan, sepuluh.

"Meskipun saat ini tenang, tak ada suara",

"Sangat sulit untuk tidak menangis."

"Si anak tidak tahu kenapa."

"Dia tidak tahu kenapa, tapi sulit untuk tidak menangis."

"Sangat sulit untuk tidak menangis."

Tidak!

Ayah!

Sayang.

Ooh, pukul itu.

Kena.

Kau melakukannya. Itu penting.

Kau siap?/ Ya.

Aku melakukannya!/ Kau melakukannya juga.

Dan batu ini.../ Ya?

Kau membuangnya ke setiap hewan?

Tidak. Apa yang kau lakukan dengan batu?

Aku membuangnya ke tempat sampah./ Ke tempat sampah?

Kau tak menembakan itu ke anak-anak?/ Tidak.

Kau tahu apa yang harus kau tembak?

Kau harus menembak mimpi buruk mu.

Ibu?

Aku tak tahu ada kolam renang di sini.

Begitu pula aku.

Ini bagus.

Kau belum membongkar?/ Ya.

Tidak./ Tidak, aku belum membongkar.

Ayah akan berada di sini besok. Menurutku dia akan suka di sini.

Kau mau masuk?/ Ya.

Aku akan berlatih menyelam.

Maksudku, aku sudah sering berlatih,

dan...

Sekarang aku rasa aku bisa melakukannya,

bisa melakukannya dengan benar.

Aku tahu aku bisa melakukannya dengan benar kali ini.

Aku bisa melakukannya begitu.../ Sempurna.

"Ibuku, melalui masa kecil ku",

"Saat aku mengatakan sesuatu padanya,"

"sesuatu yang penting,"

"akan menggerakan bibirnya karena aku berbicara"

"sehingga dia terlihat mengatakan dengan pelan"

"setiap kata-kata yang aku katakan seperti aku mengatakannya."

"Semua yang dia lakukan, tentu saja, mengucapkan kata-kata ku"

"sepersekian detik setelah Aku mengatakannya sendiri."

"Tapi itu tidak sampai aku sendiri anak-anak belajar untuk berbicara"

"bahwa aku mengerti bagaimana"

"dan dipahami juga dari tepi kecemasan di dalamnya,"

"yang ingin membawa mu bersama dengan keheningan,"

"memaksa untuk mengangkat mu lagi"

"dari orang-orang gua yang kosong tak bernama kami membungkusnya."

Bu? Aku rasa jam tanganku berhenti./ Jam tangan mu berhenti.

Bisa ibu berhenti mengulang pertanyaan yang aku katakan?

Baik. Baiklah, sayang. Baik.

"Aku masih bernafas, hembusan itu."

"Aku masih bernafas, hembusan itu."

"Dan tak tahu bagaimana aku tahu pasti bahwa seperti itulah."

"Meskipun aku tahu itu."

"Aku tak tahu tempat itu,"

"satu mil dari mana pun,"

"dan hari, pandai, rasa pengap, rasa nyaman,"

"memperkuat semua yang aku rasakan."

Berhenti. Tidak. Jangan lakukan itu.

Jangan.

Hentikan.

"Aku pasti berusia 12 tahun."

"Dia sedikit lebih tua, berusia 13, 14 tahun."

Ke mana kau?/ Kau ke mana?

Aku tidak tahu.

Begitu dingin.

Jangan lihat.

Apa?/ Palingkan muka.

Kau tak ingin melihat ini.

Sekarang aku sudah melihatnya, ini akan memperburuk.

Tahan.

"Aku tak tahu tempat itu",

"satu mil dari mana pun,"

"dan hari, pandai, rasa pengap, rasa nyaman,"

"memperkuat semua yang aku rasakan."

"Aku masih bernafas, hembusan itu."

"Aku masih bernafas, hembusan itu."

The Color of Time (Tar) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Color of Time (Tar)

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left