De første 200 linjer.
KOTA MEKSIKO, 1997
Penyelidik Gerald Renner dan Jason Berry
memulai cerita dari akhir tahun '40-an.
Koran bergengsi, The Hartford Courant
memberi mereka
ruang yang besar untuk itu.
Keesokan harinya
ceritanya berlipat ganda di internet.
Ciro Gómez Leyva, yang kemudian aku kenal
sebagai rekan kerja yang kompeten, membuat dokumenter untuk Channel 40.
CNI mempersembahkan...
PENGUNGKAPAN
Meksiko kemudian mendengar cerita tentang dugaan pelecehan seksual
oleh Pastor Marcial Maciel
pendiri dan pemimpin Ordo Legioner Kristus.
Bisa dibilang, inilah awal
dari terbukanya lapisan kebenaran di Meksiko.
Dia mendatangiku dan bilang ingin menjelaskan
bagaimana dan di mana dia mendapatkan rasa sakitnya.
Sangat mengejutkan bagiku
menonton program CNI di Channel 40
di mana beberapa pria tua beruban
membicarakan pelecehan yang mereka alami
oleh Marcial Maciel saat mereka remaja.
Kenangan itu melekat padaku.
Kerusakannya masih ada
dan aku tidak bisa bilang telah menata kembali hidupku
karena ada banyak hal yang seharusnya bisa kulakukan
andai aku tidak mengalami kemunduran yang kejam ini.
Kau tidak pernah bisa melupakannya.
Saat mendengarnya, aku sangat tersentuh dan berkata
"Kejam sekali!"
Aku punya seorang pasien, karena aku seorang terapis...
Tidak, dua pasien yang pernah cerita soal pelecehan di keluarga mereka.
Tapi dalam psikoanalisis, kau punya waktu untuk membicarakannya
dan semua itu, katakanlah, lebih bersifat pribadi.
Itu tidak tersebar di media.
Kupikir, "Bagaimana mereka bisa membicarakan ini di depan umum?"
Kisah besar yang ditayangkan di Channel 40 itu
bahkan mengalami kerugian komersial.
Ada boikot komersial terhadap saluran itu.
Ordo Legioner Kristus
mengandalkan orang-orang yang berguna dan bisa dimanfaatkan
untuk mengintimidasi saluran kecil bernama Channel 40.
Faktanya, semua orang bersatu dan berkata
"Ini tak bisa didiskusikan."
NEW ORLEANS, AS
Jadi, artikel di The Hartford Courant
mungkin adalah artikel terpanjang yang pernah aku tangani.
Tentu saja, salah satu yang terpanjang, tapi...
Aku rasa kekecewaan besar
yang aku dan Gerry rasakan
setelah beberapa bulan
adalah bahwa ada sebuah media, National Catholic Reporter
yang membuat laporan besar tentang laporan itu
tapi ceritanya hanya menggantung
dan tidak jelas mengarah ke mana.
Tidak lama setelah tanggal 2 Maret, kurasa tahun 1997
Maciel mengirim surat ke koran yang menyatakan dia tidak bersalah
dan mengatakan dia mendoakan orang-orang
yang membuat tuduhan palsu ini.
Hal pertama yang kupikirkan adalah
"Kenapa kau tidak duduk dan membuka sesi wawancara?
Kenapa kau bersembunyi di balik pengacara?"
Hal paling menarik yang dilakukan oleh Legioner
adalah langsung membuat situs web.
Mereka memakai situs web ini
selama hampir sepuluh tahun
untuk menyerang dan menuduh para penyintas
bekerja sama membentuk konspirasi
untuk memfitnah Maciel, pria suci ini.
Legioner kejam kepada kami.
Mereka berusaha menghancurkan kami
dengan cara apa pun.
Kami mengalami penganiayaan, fitnah...
Secara pribadi, aku kehilangan pekerjaanku di New York.
Aku bekerja
di Universitas York di New York.
Kontrakku tak diperpanjang.
Bagaimana mereka bisa
mempekerjakan profesor Psikologi Sosiologi
jika dia seorang pembohong?
Itu tahun yang sangat menegangkan bagiku.
Dan aku harus menjalani operasi jantung.
Ya.
Tapi aku tidak peduli.
Karena saat aku sadar, hal pertama yang kupikirkan
adalah aku sama sekali tidak keberatan untuk mati.
Aku benar-benar...
Aku benar-benar lelah, secara spiritual.
Lelah.
Saat aku di sekolah, mereka menyiapkan kami dengan sangat baik.
Kami bermain trivia dengan cerita Maciel.
Kami mempelajari kisah hidupnya
kisah ibunya, keluarganya.
Dan kami harus mengingat semua detailnya.
Mereka menceritakan anekdot seolah-olah itu buku para santo.
Begitulah kami dididik sejak kecil.
Aku tak pernah percaya
bahwa Pastor Maciel melecehkan anak-anak dan wanita.
Aku tak pernah bisa membayangkannya.
Aku tak bisa membayangkan seseorang yang kukenal
mampu melakukan itu.
Itu terlalu jahat.
Aku juga masih sangat muda.
Lalu aku mulai meragukan Maciel, para Legioner, dan Regnum Christi.
Saat bertemu Paus
aku bertemu dengan ayah dan ibu baptisku.
Saat melihatku, mereka bertanya, "Bagaimana kabar ayahmu?"
Aku berkata, "Apa maksudmu bagaimana keadaannya?
Memang apa yang terjadi kepadanya?"
Ayahku mengalami emboli otak.
Saat pertemuan itu selesai, aku menemui Direktur
dan bertanya, "Kenapa kau merahasiakan ini dariku?"
Bahwa aku harus mendampinginya di Monterrey.
Mereka memutuskan tak memberitahuku agar aku bisa fokus bekerja.
Kubilang, "Itu lebih buruk daripada Marxisme.
Di sini, kesejahteraan seseorang lebih penting daripada organisasi
dan jika tidak seperti itu
maka aku tidak bisa lagi menjadi bagian dari kelompok."
Aku sangat marah.
Kurasa saat itulah semua perasaan ini mulai keluar.
Perasaan bahwa aku dimanfaatkan.
Aku mendapat beberapa telepon pada Desember 2001
dari reporter di The Boston Globe.
Mereka hanya bertanya tentang dampak
dari liputan pelecehan pada tahun 1990-an.
Kubilang, "Apa yang kalian lakukan? Kalian punya berita besar?"
Dia bilang, "Ya, kami bawa berita besar.
Akan heboh dalam beberapa hari ke depan."
Empat atau lima pekan kemudian
The Boston Globe memulai serial epiknya.
GEREJA TUTUPI PELECEHAN OLEH PASTOR SELAMA BERTAHUN-TAHUN
Di Massachusetts, pastor John Geoghan yang dipecat
dijatuhi hukuman sembilan
sampai sepuluh tahun penjara
karena melecehkan anak lelaki
sepuluh tahun lalu.
Jika diingat kembali, kami membuat
dan aku membuat kesalahan.
Semua pria hebat ini telah melakukan banyak hal luar biasa
tapi mereka tidak menonjolkan kebaikan
yang mereka lakukan selama bertahun-tahun.
Tapi satu kesalahan yang mereka buat, mereka akan selalu mengingatnya.
GEREJA KATOLIK! HENTIKAN PELECEHAN ANAK!
Mencari orang yang mungkin...
paham soal pelecehan anak
oleh rohaniwan.
Pada satu titik
seseorang menyarankan
mencari sosok hebat bernama Dokter José Barba.
Dan dia memarahi kami, dan aku berterima kasih kepadanya hari ini
karena dia bilang dia tidak mengerti
kenapa jurnalis Meksiko melakukan penelitian ini
tanpa bertanya-tanya dahulu
apakah tidak ada hal seperti itu atau lebih buruk di Meksiko.
Saat itulah kami mengalihkan penelitian kami
dan fokus pada sosok Marcial Maciel Degollado.
Cerita yang berbeda pun bermula.
ACARA INI BERISI KONTEN SEKSUAL EKSPLISIT
DAN TIDAK COCOK UNTUK ANAK-ANAK
Jadi, salah satu momen paling dramatis dan sulit dari wawancara ini
ada di klip berikut.
José Raúl dan Omar menceritakan
tentang pelecehan seksual yang dilakukan Marcial Maciel
terhadap anak-anaknya sendiri.
Kali pertama aku dilecehkan
terjadi saat usiaku tujuh tahun
di Kolombia.
Aku berbaring di sampingnya
seperti anak pada umumnya
anak yang biasa dengan ayahnya
seusia itu.
Dia menurunkan celana dalamku dan mencoba memerkosaku.
Itu pelecehan pertamanya di Kolombia.
Dari sana, semua bentuk pelecehan dimulai.
Omar?
Aku kali pertama dilecehkan saat kami pergi ke Madrid.
Dia selalu bilang kakinya terasa sangat sakit.
Setidaknya salah satu dari kami
harus selalu tidur dengannya.
Dia sangat bersikeras.
"Saat tulangku sakit
hangatkan kakiku, karena aku kesakitan."
Jadi, kami selalu bilang, "Dia ayah kami, dan dia pria tua..."
Kami...
Kami sangat menyayanginya.
Kami ingin... Kenapa?
Lalu, dia... Maafkan aku.
Saat itu
Gereja Katolik Universal Vatikan
tidak bisa lagi mengabaikan masalah
yang lingkupnya sudah sebesar ini.
Yohanes Paulus II berkata
"Tidak ada tempat di Gereja
bagi mereka yang melecehkan anak muda."
Dia juga bilang
"Kita juga harus beramal baik dan saling memaafkan."
Jadi sebenarnya, apa tolok ukurmu?
Kau akan memaafkan para pastor ini atau mengusir mereka?
No comments yet. Be the first to leave one.