De første 200 linjer.
Sepertinya dia belajar di Amerika.
Banyak barang-barangnya di sini yang biasa dipakai di Amerika.
Aneh, kan ?
Banyak orang mengira dia belajar di Perancis.
Sepertinya dia sudah pulang.
Episode 8
Kau tersiram ya? Kau tidak apa-apa?
Kalau mau datang, harusnya bilang-bilang. Lihat, dia sampai tersiram gara-gara kamu.
Jadi aku yang salah maksudmu?
Aku tidak apa-apa, Min Young-ssi. Untung kuahnya belum terlalu panas.
Tapi ini kan terjadi gara-gara kecerobohanku.
Maaf ya.
Dia kan sudah bilang tidak apa-apa. Terus apa lagi masalahnya?
Menurutku juga tidak apa-apa.
Sebenarnya ini lebih sakit dari yang kau lihat.
Kalau kau mau, aku bisa menyiram tanganmu juga.
Tidak usah.
Ya ampun, sakit sekali ya?
Tidak, tidak apa-apa.
Hanya perih sedikit.
Apa kau bisa segera hentikan drama ini dan cepat tinggalkan tempat ini?
Sasaran kita sebentar lagi akan balik ke sini.
- Sepertinya itu dia. - Sial.
Kalian sedang apa? Cepat sembunyi.
Chef! Jangan masuk dulu!
Kenapa? Apa ada yang salah?
Tidak sih, tapi dapurnya berantakan sekali.
Besok saja saat sudah bersih dapurnya, baru aku tunjukkan.
Kenapa kau aneh sekali?
Biar aku lihat, apa kau berhasil membuat kuahnya atau tidak.
Jangan Chef!
Ini kan tugas pertamaku di dapur.
Aku ingin mengerjakannya sendiri saja.
Besok saja ya kau melihatnya?
Baiklah, tapi apa kau bisa janji kalau rasa kuahnya enak?
Pasti! Kau tenang saja.
Apa kau dengar sesuatu?
Hah? Aku tidak dengar apa-apa.
Kau ini siapa?
Kau ini siapa?
- Chef! - Apa itu pacarmu?
- Hah? - Iya! Kau memang benar.
Aku pacarnya Gong Min Young.
Iya, benar.
Jadi ini, Pacarmu yang kau bahas waktu itu?
Aku kan sudah bilang, tidak boleh ada pria yang masuk ke dapurku.
Aku sengaja datang untuk menyemangatinya, karena katanya dia sedang ada tugas penting.
Aku harap kau tidak marah.
Kau sudah di sini, mau bagaimana lagi.
Jangan macam-macam lagi ya.
Kerjakan saja tugasmu yang harus kau kerjakan di dapur ini.
Dapur ini harus selalu bersih.
Baik.
- Kau harus ke Rumah Sakit. - Tidak perlu...
aku baik-baik saja, Min Young-ssi.
Masih merah nih.
Kau sendiri tidak apa-apa?
Iya, terima kasih ya.
Syukurlah.
Ini untukmu saja.
Terima kasih.
Aku duluan ya.
Terima kasih banyak untuk bantuanmu hari ini.
Kau hampir saja celaka karena menolongku.
Tidak apa-apa. Kapanpun kau membutuhkan aku, telpon saja ya.
Baiklah kalau begitu... aku tunggu telponmu.
Baiklah.
Kau ini supirnya ya? Mau sampai kapan kau berdiri di samping pintunya?
Kau seharusnya berterima kasih padanya. Kau ini kenapa sih?
Kau tanya aku kenapa?
Mana mobilnya?
Master sudah jauh-jauh datang ke sini untuk membantu kita.
Tadi harusnya kau ucapkan selamat tinggal, bukan menganggukan kepala saja.
Dia saja begitu.
Kalau dia kan beda!
Dia itu kan memang jarang bicara, tapi sebenarnya orangnya baik.
Sepertinya, aku memang harus mengajarimu sopan-santun.
Master saja tidak keberatan. Jangan berlebihan lah.
Tadi, kenapa kau bilang kalau kau ini pacarku?
Waktu itu kau bilangnya beda.
Terus, aku harus jawab apa? Untuk apa aku menemanimu sampai malam di sana?
Kau kan bisa bilang kalau kau oppa-ku, seperti waktu itu.
Apa jangan-jangan, kau menyukaiku?
Pasti itu ya alasannya.
Apa kau pikir aku sudah buta?
Untuk apa aku menyukaimu?
Hah? Kenapa sampai tertawa?
Memangnya kalau menyukai aku lucu ya?
Kau ini apa-apaan?
Lepaskan!
Kau pikir aku tidak bisa memukulmu kalau begini?
- Tanganku kan panjang! - Iya! Memang benar!
Aku tidak boleh lengah kalau begitu.
Lepaskan! Lepas!
Itu dia. Pria yang pernah terlibat skandal dengan Mi Jin-ssi.
Pria yang waktu itu ada disamping Mi Jin-ssi saat kuliah di Miami.
Mi Jin-ssi sempat berkerja di restoran itu selama 5 bulan setelah dia kembali ke Korea.
Ada gosip yang bilang kalau Mi Jin-ssi berusaha mencuri resep restoran itu setelah dipecat.
Para pegawai di restoran itu bilang kalau gosip itu memang benar.
Mereka bilang Chef membuat resep itu sendiri di ruangannya.
Apa menurutmu ruangan itu hanya menyimpan rahasia itu saja?
Mi Jin-ssi tidak mungkin melakukan itu.
Pria selalu berpikir buruk saat ada wanita yang sukses.
Pria pasti pikir wanita itu bisa sukses karena hanya mengandalkan kecantikannya saja.
Kalau begitu kau beruntung.
Kenapa?
Karena kau tidak mungkin bisa digosipkan seperti itu.
Karena aku tidak sukses atau karena aku tidak cantik?
Keduanya.
Kalau kau memang bisanya menghina orang saja.
Diamlah.
Tidak mungkin satu resep bisa diakui bersama-sama.
Saya tidak memakai daging kepiting sebagai bahan dasarnya.
Aku tidak bisa mempercayai pria.
Aku masih belum yakin 100%, tapi sepertinya aku mulai mendapat jawabannya.
Kapan rencananya acara itu?
Hari selasa, minggu depan. Kenapa?
Berarti cukup waktunya untuk membuat ramuan cinta itu.
Bagaimana rasanya?
Enak.
Bersih.
Kau memang benar-benar berbakat.
Terima kasih.
Tapi ternyata kau tidak sepolos wajahmu ya.
Kau langsung menelpon pacarmu begitu aku meninggalkan dapur ini?
Maafkan aku.
Aku tidak menyuruhnya datang, tapi dia yang datang sendiri.
Apa pekerjaannya?
Dia itu Aktor.
Aktor?
Pantas saja. Dia pasti tipikal pria yang suka memeras wanita.
Tampangnya saja sudah tua.
Hati-hati jangan sampai memberikan apa-apa padanya. Karena dia tidak serius denganmu.
Nanti, kau sendiri yang akan menyesal.
Baiklah, aku pasti akan mengingatnya.
Tapi apa kau pernah mengalami hal yang sama?
Oh sebelah sini! Kau lama sekali.
Gudangnya ada di sebelah sana.
Di sini.
Apa tindakan kita ini tidak salah?
Tidak.
Yang salah itu, membiarkan orang jahat bisa hidup tenang.
Bingo.
Orang seperti dia suka menyimpan semua barangnya di tempat yang dianggapnya aman.
Tempat yang sulit di lihat tapi mudah digapai.
Tempat yang paling tidak berdebu.
Berhenti! Coba mundur sedikit.
Kamus itu.
Bingo.
Barbados Chili Crab.
Setelah ini sepertinya aku mau coba usaha yang lain.
Hei, tetangga!
Bagaimana persiapanmu untuk acara itu?
Aku sudah membaca naskahnya.
Tidak terlalu banyak yang perlu kuhafal karena hampir sama dengan acara yang dulu.
Benarkah? Aku justru merasa gugup karena ditayangkan secara langsung.
Apa kau lupa? Final kita kan juga secara langsung.
Kau pasti akan tidak disukai kalau kau gugup di acaramu sendiri.
- Kau harus semangat. - Baik.
Nanti kita ketemu di acara itu ya Mi Jin-ssi! Min Young-ssi, daa!
Iya! Semoga beruntung ya!
Apa ini Chef Yeom?
Chef Choi itu kan orang baik. Kenapa kau tidak mau menerimanya?
Dia saja belum mengutarakan perasaannya.
Aku juga belum tahu banyak tentangnya.
Jangan alihkan pertanyaannya. Kau kan tahu dia sangat menyukaimu.
Apa kau pernah merasa tersakiti karena cinta?
Belum pernah, kan?
Pantas saja kau mudah bilang seperti itu.
Aku lebih percaya pengalamanku.
Aku tidak mau lagi mengulangi kesalahan.
Aku juga pernah dengar semua cerita miring tentangmu.
Aku tahu alasanmu kenapa ingin berkerja lebih giat.
Kau ingin lebih dikenal supaya tidak ada lagi orang yang menuduhmu mencuri resep.
Resep itu memang aku yang buat.
Tapi tidak ada yang percaya padamu.
Karena kau dianggap hanya seorang wanita dan Asisten-nya saja.
Tapi biar bagaimanapun... walaupun kau pernah terluka karena seorang pria,
jangan lantas menyamakan semua pria seperti itu
Anggap saja itu sebagai pengalaman dan kesalahanmu saat itu.
Katamu kau pernah bertemu beberapa pria brengsek sebelumnya.
Kenapa tidak kau tambahkan saja dia ke dalam daftarmu itu?
Kenapa kau malah memilih cara untuk bersembunyi?
Aku juga pernah bertemu dengan pria-pria seperti itu dalam hidupku.
Tapi bukan berarti aku harus menyerah dengan kisah cintaku.
Gong Min Young.
Iya?
Apa aku dipecat?
Tidak.
Aku menyukaimu karena ternyata kau berani.
- Mulai sekarang kau kuangkat jadi Asisten-ku./- Benarkah?
Master! Apa tanganmu sudah sembuh?
Oh, ini tidak apa-apa.
Aku harus bagaimana?
Kenapa? Apa ada masalah?
Iya. Sekarang dia benar-benar suka padaku.
Aku sudah bukan dianggap pegawainya lagi. Pangkatku naik jadi Asisten-nya.
Apa? Kalau begitu kau keluar dari Agensi itu ya?
Tidak! Rencananya aku baru akan mengundurkan diri setelah misi ini selesai.
Beginilah nasib kalau terlalu berbakat.
No comments yet. Be the first to leave one.