De første 200 linjer.
Bonus Cashback up to 15% Bonus Rolingan Casino 0.8%
Beijing
Semua orang di hidup ini,
Setidaknya lahir dengan suatu bakat,
Kemampuan untuk melakukan sesuatu lebih baik dibanding orang lain.
Sayangnya, kebanyakan dari kita tak pernah menyadari potensi sebenarnya.
Antara kita terlalu miskin,
Kita lahir di sisi jalur yang salah,
Atau mungkin hanya sial.
Tapi sebenarnya satu-satunya hal yang menahan kita,
Adalah diri kita sendiri.
London. Enam Bulan Sebelumnya.
Hei! Hei, kau!
Apa?
Jangan lari...
Baik, sekarang kita lari.
Maafkan aku.
Kau mau ke mana sekarang, pengecut?
Aku minta maaf... Maaf...
Keluarlah!
Denis datang ke Inggris dari Rusia 5 tahun lebih dulu.
Meski pembunuhannya tragis,
Dia hanya daftar panjang penusukan lainnya di tahun itu.
Bakat lain yang tersia-siakan.
Aku takkan pernah melupakan hari itu sepanjang hidupku.
Tapi untukku, hidup berjalan seperti biasanya.
Setidaknya untuk sementara.
Tapi seseorang akan mengubah itu semua.
Apa kabar, Ginge?
Alena, bisa aku pesan minum?
Spencer.
Apa kabar, Ray?
Mengapa baumu seperti batang ganja?
Aku menghisapnya saat perjalanan ke sini,
Mungkin masih menempel di pakaian.
Jika aku mendapatimu menghisap ganja di sini,
Aku akan patahkan jarimu satu per satu.
Tak ada lagi snooker, paham?
Ya, baiklah.
Sudahi juga permainan pianomu.
Berapa taruhannya?
Hei, pria besar!
Kau mau kokain, pil?/ Maaf?
Aku punya pil berkualitas.
Tidak, terima kasih. Aku tak apa.
Halo, ada yang bisa aku bantu?
Hai, aku temannya Terry.
Siapa? / Kau mencari payudara, ya?
Payudara? / Bukan, bukan, bukan...
Sebentar.
Pergilah!
Satu minggu, mengerti?/ Ya, oke.
Bagus.
Kau jarang temukan orang asing di Ray's.
Dan aku akui, pertama kali aku melihat Qiang,
Aku mengira dia Old Bill.
Siapa yang memasang air mancurnya?
Seseorang yang mungkin dipanggil timah .
Jadi seseorang mencuri timah?
Mungkin.
Namaku Vince Qiang.
Benarkah?
Mau bermain?
Aku berusaha untuk bermain sekarang.
Apa gunanya memiliki bakat,
jika kau menyimpannya untuk dirimu sendiri?
Siapa bilang aku punya bakat?
Semua orang setidaknya punya, tapi aku tak bicara tentangmu.
Aku bicara tentang diriku.
Itu tidak benar.
Jadi bagaimana?
Dari caramu memegang stik,
Menurutku bidangmu lebih ke biliar, bukan begitu?
Kau benar. Tapi aku bisa beradaptasi.
Itu hanya masalah warna , bukan?
Apa kau suka merah muda?
Kau bisa mengimbanginya?
Kau tak harus sarangkan bola setiap kali melepas tembakan.
Ini bukan menyarangkan bola, ini snooker.
Kau baru saja kehilangan 50.
Ini belum berakhir, Bung./ Ini sudah berakhir.
Kurang beruntung, Spencer.
Hei, bagaimana kau tahu namaku?
Oke, kau mendapatiku.
Aku dikirim untukmu.
Sini, Chloe, biar aku bantu. Sebentar.
Baiklah, semua, biar aku bawakan.
Apa yang kau bawa? Batu bata?
Bukan, hanya belanjaan ibuku.
Dimana Ibumu? Tidur lagi?/ Ya, dia bilang dia kelelahan.
Ya? Aku yakin itu.
Lelah karena teler./ Apa itu "teler"?
Jangan bicara, Sophie.
Biar aku letakkan ini di sana untukmu.
Terima kasih, Spencer./ Sama-sama.
Semoga malammu indah./ Dah.
Ada surat datang untukmu hari ini.
Ya?
Dan juga ini.
Surat permintaan kunjungan.
Kenapa dia ingin kunjungan? Dia keluar 2 minggu lagi.
Mau Ibu bacakan suratnya? Dia mendapat pekerjaan.
Apa, perampokan bank?
Tidak, konyol, pekerjaan sungguhan.
Mungkin juga ada pekerjaan untukmu.
Aku tidak menginginkan pekerjaan dia, Ibu.
Maaf, tapi Ibu tak menghasilkan cukup untuk kita berdua.
Tidak dari caramu menghabiskan isi kulkas.
Jadi jika kau ingin terus tinggal di bawah atap ini,
Kau harus mencari kerja.
Hei, Spencer./ Hei. Apa kabar?
Kau punya korek?
Korek?
Spence!
Kau masih terlalu kecil untuk merokok, Lloyd.
Apa kabar, semua?
Kau mendapatkannya?
Ya, tentu saja.
Aku tak apa. Ayo ke dalam dan menyiapkannya.
Luar biasa!
Kau sudah temukan dia atau apa?
Masih belum. Aku mencoba dengan ejaan berbeda.
Itu berhasil, bukan?
Tak heran kau kalah. Lihat. Lihatlah orang ini.
Itu orang yang merampokmu, Spence?
Apa maksudmu, merampokku? Aku hanya kalah bermain.
Dia juga juara biliar terkenal.
Ya, baiklah.
Hei, Spence, ini orangnya?
Tunjukkan padaku.
Ya, dia orangnya.
Dia sangat terkenal.
Bermain saja, kawan.
Spence. Kau baik?
Siapa Vincent Qiang?
Apa, hanya itu?
5 tahun, dan, kau tahu,
Tak ada "Halo, Ayah, bagaimana kabarmu?"
Dia juara biliar.
Setidaknya dahulu. Sekarang dia menjadi pelatih.
Snooker, biliar, apa saja.
Aku tahu itu. Aku mencari tentang dia.
Ya?
Aku bertemu dia saat bertugas menjaga pintu.
Dia saat itu melakukan ekshibisi.
Apa, jadi kau mengirim dia ke Ray's untuk merampokku?
Apa maksudmu?
Tidak. Aku meminta dia untuk melihatmu.
Melihat jika dia bisa pertimbangkan melatihmu.
Apa maksudmu, dia merampokmu?
Dia tidak berpura-pura menjadi turis Tiongkok, bukan?
Tidak, aku kalah bermain.
Kau kalah?
Kau menjadi yang terbaik saat usia 13 tahun.
Aku saat itu teler.
Apa, tidak setuju?
Bukan aku yang terperangkap di sini, bukan begitu?
Berikan padaku.
"Paspor Menuju Masa Terbesar". Snooker Dunia. Q-School.
Sekolah?
Itu sekolah yang memenuhi syarat.
Kau bisa menjadi atlet pro.
Siapa bilang aku ingin melakukan itu?
Itu mimpimu. Kau selalu ingin menjadi atlet snooker.
Apa yang kau tahu tentang mimpiku?
Aku jarang melihatmu sebelum kau berada di sini.
Kau tak mengenalku.
Tidak, aku tidak mengenalmu.
Aku membuat kesalahan, Spence.
Aku sendiri masih kecil saat kau lahir.
Kau mengerti itu.
Aku tak tahu jika Ibumu memberitahumu,
Tapi saat bebas, aku mendapat pekerjaan.
Aku berpikir kita berdua bisa berusaha saling mengenal.
Ibu beritahu aku.
Begini saja, kau jawab tiga pertanyaanku,
Dan aku akan pertimbangkan untuk pekerjaan itu.
Saat ulang tahunku ke-7,
Aku menunggu di estate untuk seseorang datang menjemputku
Dimana orang itu?
Bagaimana dengan ultahku ke-8?
Atau yang ke-9?/ Ya, baiklah, baiklah.
Aku tak di sana untuk acara-acara istimewamu,
Tapi aku mengunjungi sesering mungkin, bukan?
Aku mengajakmu ke pub saat ultahmu ke-10.
Kau ingat itu? Kita bermain biliar.
Kau ingat?
Lalu kita kembali ke rumah Ibumu dan memakan kue.
Itu tidak penting.
Kau tahu?
Aku akan melakukan pekerjaan itu,
Karena aku tak mau mendengar Ibu mengeluh dan mengomel.
Biar biar kuberitahu kau sesuatu,
Aku tak ingin mengenalmu, Terry.
Baiklah, oke, itu bagus.
George baru saja di blower . Dia menginginkan Henry.
Kau takkan mengutil saat bertugas, 'kan?
Bagaimana aku mengutil?
Lagi pula, kau yang mencuri seharian, bukan begitu?
Aku tertangkap, tanganku akan diborgol.
No comments yet. Be the first to leave one.