Udgivelsesinfo

TWICE-Seize-The-Light-Season-1-COMPLETED-@YouTubeORIGINALS
En kommentar af GreenLantern
YouTube Originals Retail

Tags

other
Udgivet den: 2021-10-02
Downloads: 38
Hørehæmmede: No

Forhåndsvisning af Indonesian undertekster

De første 92 linjer.

Ini tur pertama kami di AS, jadi, aku agak khawatir.

"Kami harus berusaha yang terbaik." Hanya itu yang kupikirkan.

Kami berusaha sebisa mungkin untuk membuat perubahan, tetapi...

"Aku sangat gugup! Bagaimana jika aku salah?"

Aku penasaran bagaimana reaksi dan dukungan dari para penggemar.

...untuk membuat kagum yang bukan penggemar dan tidak tertarik kepada kami.

-Aku harus pergi... -Berikan kepadaku.

Aku membuat komentar dengan bahasa Inggris,

tetapi aku tak ingat.

Konsep yang kupikirkan adalah "sehat".

Yang kumaksud "sehat" adalah memiliki pikiran yang indah dan sehat,

selain kecantikan luar.

Bagaimana jika aku membagikan perjalanan anak-anak sehat ini

yang tumbuh dengan rajin, tulus, dan etis

kepada publik melalui musik dan berbagai konten?

Tiket TWICE terjual habis di Tur Amerika pertama mereka,

menunjukkan awal yang sukses.

TWICE - LIGHTS TUR AMERIKA PERTAMA TWICE

TANGGA LAGU iTUNES DI 26 WILAYAH MANCANEGARA

Album baru mereka, "Feel Special" menarik banyak perhatian

dan menjadi peringkat pertama di iTunes di 26 negara,

termasuk AS.

Konser TWICE di Tokyo Dome di Jepang terjual habis dalam tiga menit.

Apa hanya aku?

Sangat langka.

Halo.

-TWICE. -Namaku Nayeon.

Aku masuk perusahaan tahun 2010, saat kelas sembilan.

Kurasa aku debut pada tahun 2015, saat usiaku 21 tahun.

Kurasa saat aku kelas tujuh atau delapan. Aku tidak ingat.

Kurasa saat umurku sembilan atau sepuluh tahun.

Aku menjadi peserta pelatihan selama 3,5 tahun,

termasuk acara realitas, Sixteen.

Aku mulai jadi peserta pelatihan saat kelas delapan,

dan mulai tinggal di asrama perusahaan sejak debut, atau setelah 'Sixteen'.

Jadi, kurasa hidup di asrama mulai kelas sepuluh atau sebelas?

Aku menjadi peserta pelatihan saat 14 tahun

dan debut pada usia 17 tahun, saat aku kelas sepuluh.

Aku datang ke Korea pada November 2012 dan menjadi peserta pelatihan.

Kurasa aku datang ke sini saat 16 atau 17 tahun.

Aku ikut acara TV Sixteen setelah pelatihan 1,5 tahun.

Aku suka menyanyi dan menari sejak kecil.

Aku sering memikirkan apa yang paling kusukai

dan apa yang membuatku sangat senang dan bersemangat.

Menyanyi dan menari membuatku menjadi gadis paling bahagia di dunia,

dan itu sangat menyenangkan.

Setelah menyadarinya, aku ikut audisi.

Aku agak gemuk saat kecil.

Jadi, ibuku mendaftarkanku di kelas aerobik di gimnasium

agar berat badanku turun.

Kau bisa belajar menari di kelas aerobik.

Aku belajar musik dan gerakan tari di kelas-kelas itu.

Karena kami tinggal bersama nenekku, aku tampil di hadapannya.

Saat kecil, aku seperti anak orang asing.

Banyak orang memberi tahu orang tuaku aku harus ikut audisi, dan kulakukan.

Aku cukup beruntung karena terpilih, dan berada di sini.

Kurasa aku tertarik dengan industri ini

sebab aku ingin menunjukkan diriku di TV kepada nenekku.

Aku memberitahunya aku akan menyanyi dan menari di TV, dan itu terjadi.

Pertama, aku terpilih dalam audisi dan jadi peserta pelatihan.

Lalu aku memberi tahu orang tuaku bahwa aku ingin melakukannya.

Orang tuaku berkata, "Kau tahu keinginanmu."

Mereka sangat mendukungku.

Saat kecil, banyak orang melihatku dan berkata,

"Dia sangat manis! Dia harus tampil di TV."

Aku tidak ingat ini, tetapi ibuku memberitahuku

aku pernah bertanya kepadanya kapan aku akan tampil di TV.

Sejak saat itu, aku tertarik pada industri ini.

Lalu...

Aku mulai serius ingin menjadi penyanyi.

Aku tinggal di Kyoto. Aku pergi ke Tokyo.

Karena aku ke sana untuk bersenang-senang,

aku ikut audisi untuk bersenang-senang.

MOMO

Aku ikut audisi bersama kakakku, dan kami diminta menari dan menyanyi.

Kami menyanyikan lagu Korea, biarpun kami tidak bisa bahasa Korea.

Aku sedang menari di akademi tari,

dan salah satu kru melihatku. Saat itulah aku diterima.

Jadi, aku berdiskusi dengan orang tuaku

dan memutuskan pergi ke luar negeri akan bagus untuk pengalaman dan belajar.

Aku tidak takut atau apa.

Aku malah sangat senang.

Jadi, aku datang Korea berpikir, "Baiklah, mari coba ini."

Awalnya, orang tuaku melarangku pergi ke Korea.

Namun, aku terus mengatakan aku ingin pergi ke Korea dan berlatih.

Akhirnya, aku meyakinkan mereka dan pergi ke Korea.

Karena orang tuaku memercayaiku dan mengizinkanku ke Korea, kupikir

aku harus berusaha sebisaku hingga akhir.

Entah apakah itu hanya firasat,

tetapi aku selalu penasaran.

Aku juga berpikir aku tidak bisa melewatkan peluang

yang ada di depanku. Aku bodoh jika aku melewatkannya.

Kommentarer

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left