De første 200 linjer.
BONUS LANGSUNG SAMPAI 300% === BONUS SETIAP HARI! ===
FILM BERDASARKAN KISAH NYATA DAN KEJADIAN SEJARAH
BEBERAPA KARAKTER DAN KEADAAN SENGAJA DI RUBAH UNTUK PENYESUAIAN FILM.
WARSAWA, 1983
Awas!
Apa?
- Aku harus bantu Ibuku di tempat kerja. - Apa?
Kau bercanda?
- Aku lulus ujian akhir. - Hanya sekali.
- Ayahku akan marah. - Dia selalu seperti itu.
Wisuda sekali seumur hidup.
Untuk dia!
Kenapa pergi ke sana? Itu berbahaya untuk tanganmu.
Berhaya?
Mereka mematahkan tanganku, sehingga aku tak pergi ke sana.
- Pergi ke mana? - Untuk menyiapkan paket.
- Dengan satu tangan? - Hanya menyortir.
Truk itu datang dari Brussel.
Yurek ingin kembali.
- Ayahku akan marah. - Dia selalu seperti itu.
- Apa? - Dia selalu seperti itu.
Tanyakan saja pada diri sendiri.
Siapa yang lebih penting, aku atau ayahmu?
Jujurlah.
- Apa akan ada rokok? - Ya.
- Untuk tahanan politik. - Biar Agnieszka mengikutimu.
Aku tak bisa, karena harus mengirim paket.
Marek akan tiba di sini dalam satu jam
Lalu aku akan pergi.
Aku di sini!
- Makanan pembuka akan menyenangkan. - Yurek mau pergi.
Jangan bercanda, kau hanya lulus ujian akhir sekali!
Satu untuk mu.
Kau tak bisa pulang dalam keadaan mabuk.
Aku mau keluar.
Jangan minum, kau dengar?
Kau menyetrika rok biruku?
Tentu.
Apa Małgorzata ada di sini?
- Di dapur! - Aku butuh beberapa resep.
Yurek, ke sini!
Ya!
- Ya? - Hampir siap.
- Teman sekelasku akan ada di sana. - Di mana?
- Di Kota Tua. - Itu tempat yang besar.
Kenapa kau begitu sedih?
- Aku mendapat panggilan. - Kapan?
- Minggu depan, tanggal 17. - Itu hari ulang tahunku!
- Kau aman, kawan! - Aku tak tahu.
Mereka melepaskanku.
Putra Barbara Sadowska, revolusioner Solidaritas.
Mereka terus menahannya, jadi apa yang kau khawatirkan?
Mereka melepaskanmu karena kau gila!
- Mereka tak akan menahanku! - Tetap tenang!
Santai saja.
Dominic menyukai aroma napalm di pagi hari.
Semua akan baik-baik saja, kujamin itu.
- Ayo ke Dembki sepanjang musim panas. - Kau tak bisa menjamin apa pun.
- Dembki! - Diam!
Kau pernah pertimbangkan kemungkinan kau tak di terima universitas?
- Tentu saja tidak. - Bagaimana jika tidak?
Aku belum pertimbangkan ini karena aku akan di terima.
Tapi bagaimana jika kau tak di terima?
- Lupakan. - Kau tak percaya padaku?
- Tak percaya?! - Aku percaya.
- Aku percaya padamu. - Baik.
Dan kau?
Galangan kapal di Gdańsk mempekerjakan.
Aku bisa pergi ke sana.
Layak untuk dicoba. Dan aku akan jauh dari orang tuaku.
Ini akan menarik.
Ya, Kita sudah berjalan mengelilingi seluruh Kota Tua.
Mereka tak disini.
Dan seharusnya ada.
Kau punya banyak kenalan.
- Ayo, aku mau minum. - Ayo.
Tetap waspada!
Bangun.
Cepat bangun!
Dokumen.
- Atas dasar apa? - Brengsek, mana Dokumenmu?
Aku tak punya.
- Kemarilah sebentar. - Dokumen.
- Aku tak punya. - Aku punya.
Teman-temanmu merusak dokumenku terakhir kali.
- Itu makanya aku tak punya. - Tenang!
- Ayo. - Kita bisa selesaikan di sini!
- Ke kantor! - Masuk!
- Sekarang! - Ayo!
Brengsek!
Masuk! Duduk! Kau dengar?
Keluar. Tunggu.
- Jalan! - Cepat!
Jalan!
Pintu!
Dokumen identitas.
Aku tak harus membawa itu.
Pengenalnya!
Darurat militer telah ditangguhkan.
Kita harus mengajari bajingan ini untuk membawa pengenal!
Orang pintar ini tertangkap.
Kau pikir kau sangat pintar?
Ibunya bisa membawakan pengenalnya!
Sekarang apa?
Bajingan!
Ambil!
Pemula sialan!
Jangan memukul di bagian belakang.
Pukul perut, jadi kau tak meninggalkan bekas.
- Angkat itu. - Lebih tinggi.
- Ini sangat berharga! - Ayo.
Brengsek!
Lepaskan dia, brengsek!
- Diam! - Lagi!
Tenang!
Tenang!
Tenang!
- Tenang! - Lepas!
Lepas!
Panggil ambulan.
Misa di katedral akan berakhir. Bersihkan kantor!
Ya, pak!
Bilang pada mereka dia gila.
Mereka hanya akan mengirim perawat bukan dokter.
Duduk!
Grzegorz!
- Selamat siang. - Bagus.
Bajingan sialan!
Siapa yang sialan?
Beberapa pemadat. Kami harus menenangkannya.
- Kau mau kami bagaimana? - Bawa saja orang gila itu.
Dia bukan gila! Dia dipukuli dengan kejam!
- Grzegorz, ini dokter. - Kami perawat.
Ini akan baik-baik saja. Pergilah dengan mereka.
- Aku ikut. - Tak ada tempat.
- Bagaimana bisa? - Ini ambulans kecil.
Kemana kau membawanya?
- Kau mau kemana? - Rumah sakit Hoża.
Subtitle by RhainDesign Palu, 27 Februari 2022
Keluar.
Tak perlu berpura-pura lagi.
Akan kupanggil dokter.
Dia menjatuhkan ID-nya.
Kau dokter?
Kau siapa?
Yurek Popiel. Temannya.
Dia bukan gila. Dia baru saja dipukuli.
Grzegorz!
Pergi! Aku dari kantor Polisi!
Mereka memukulinya sangat kejam, dia hampir tak bisa berjalan!
Angkat bajumu.
Tak ada bekas, Tuan Popiel. Tapi aku cium bau alkohol.
Apa maksudmu? Mereka terus menendangnya!
Dengan sepatu bot!
Mereka akan memompa perutnya, dan dia akan segera baikan.
Tapi dia tak mabuk!
Dia tak mabuk!
Rujuk ke bangsal jiwa. Pindahkan.
Sementara itu, di ruang observasi.
Nak...
Anakku...
Ini aku, Basya.
Bisa mendengarku?
Anakku dipukuli.
Menurutmu kejutan listrik dan pemompaan perut
akan membantunya sembuh?
Kau harus terus mengawasi anakmu.
Undang-undang menyatakan
pasien bisa dirujuk ke rumah sakit jiwa
hanya atas permintaan pasien, atau anggota keluarganya,
atau atas permintaan pengadilan atau jaksa.
- Siap? - Ya.
Lantai sebelas!
Mau kompres baru?
Tak perlu. Yang ini masih hangat.
Mereka menghajarku dengan kejam.
Tapi mereka tak memukul dengan tongkat.
Mereka terus menendangiku, dan mereka menyikutku...
Awalnya dipukuli orang pirang, kira-kira seumuran aku.
Tapi kemudian datang sersan,
dan mulai meneriaki mereka agar tak meninggalkan bekas.
- Aku akan membilas handuk. - Apa bedanya kita dengan mereka?
Apa bedanya?
Seharusnya kubawa ke sini kemarin.
Kenapa aku membawanya pulang? Bodohnya aku.
Dia di bawa di ambulans.
Bukan salahmu orang bodoh yang memeriksanya.
Dia hanya beruntung dengan komisi wajib militer.
Jika dia tak mengikuti ujian akhir minggu depan,
dia tak akan melanjutkan ke universitas,
dan dia akan direkrut jadi tentara.
Bagaimana keadaannya?
Mereka sedang mengoperasinya.
Apa dia di sana sendirian?
Tidak.
Kau harus buat pernyataan.
Kau mau melaporkan soal pemukulan?
Tak akan kubiarkan. Para bajingan itu harus membayar.
Maaf menyela.
Namku Lenczewski, aku asisten operasi.
No comments yet. Be the first to leave one.